Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Thursday, November 26, 2015

Semua Anak-Anak Jahat, Akhirnya Tertipu - Dongeng India

Courtesy of youtube.com - Ilustrasi kakek
Dongeng Anak Dunia - Tersebutlah cerita pada zaman dahulu, hidup seorang kakek tua yang banyak hartanya dan mempunyai empat orang putra. Namun keempat anaknya itu tidak berkelakuan baik atau jahat. Dan si kakek berpesan kepada semua anak-anak bahwa umurnya tidak akan lama lagi, serta dia akan membagi-bagikan hartanya menjelang ajal menjemput atau meninggal dunia itulah janji si kakek tua terhadap anak-anaknya tersebut.

Namun semuanya sudah ada yang mengatur, dari hari ke hari si kakek tua renta itu bukannya meninggal atau sakit yang parah malah sebaliknya beliau malah tambah sehat dan segar bugar kembali. Tentu saja anak si kakek yang jahat-jahat itu dan tidak pernah mengurus bapaknya itu menjadi semakin jahat. Sampai tega-teganya menelantarkan kakek tua, yang seharusnya anak-anak itu sayang sama beliau yang sudah tua renta. Mereka semua hanya mengingikan hartanya saja dari si kakek, tidak pernah perhatian sama sekali. Alangkah malangnya hidup si kakek tua tersebut dengan perlakuan anak-anaknya itu.

Sampai pada suatu ketika, beliau bertemu teman lamanya atau sahabatnya di waktu beliau masih muda, beliaupun menceritakan uneg-unegnya selama ini. Mengenai perlakuan anak-anak yang semakin hari semakin jahat dan tidak perduli terhadapnya. Sahabatnya yang baik hati pun merasa terharu dan dia ingin sekali menolong si kakek yang memang sahabat baiknya sejak dahulu.

"Besok aku pasti berkunjung ke rumahmu, berkata sahabatnya si kakek. Dan tentu saja aku akan membohongi ke empat anakmu itu, ketika aku datang aku akan katakan alasan kedatangku bertamu, adalah untuk urusan hutang piutang antara engkau dan aku sahabatku."
"Dan tentu saja nanti aku akan persiapkan empat peti batu kerikil, serta akan aku katakan pada anak-anakmu bahwa peti-peti tersebut berisi emas permata yang mahal harganya."

Untuk menyakinan anak-anakya, sikakek mengarang cerita bahwa harta tersebut adalah hasil beliau ketika masih muda bersama sahabatnya dia membangun usaha dagang, sahabatnya waktu muda meminjam modal dari beliau. Serta berhasil menjadi saudagar yang kaya raya, berkat jasa si kakek sahabatnya ingin berterimakasih dan membayar hutang piutangnya itu. Dan sepulangnya sahabat beliau itu, sikakek dapat perhatian lain. Dan beliaupun berpesan kepada empat anaknya untuk merawatnya dengan telaten kalau menginginkan harta warisan tersebut. Sebab yang telaten merawatku, itulah yang berhak mendapatkan hartaku setelah aku meninggal, kata sikakek kepada ke empat anak-anaknya.

Setelah kejadian itu semua anak-anak si kakek sangat telaten mengurus dan merawat beliau, sebab mereka semua mengharap warisan yang begitu banyak menurut perkiraan mereka. Hari demi hari hati si kakek menjadi tenang, menunggu sisa akhir hidup beliau. Sampai suatu hari si kakek meninggal dunia dengan tenang di samping anak-anaknya. Walaupun keempat anaknya tersebut, bukan anak-anaknya yang baik, tetapi beliau merasa tenang, setidaknya ada yang menemani beliau disisa akhir hayatnya.

Serta merta semua anak-anak si kakek dengan keserakahannya, membuka peti-peti yang mereka kira emas permata itu. Alangkah terkejutnya keempat anak-anak si kakek tersebut mendapatkan bahwa di dalam peti-peti tersebut hanyalah tumpukan batu-batu kerikil saja, tidak ada emas dan tidak pula ada permatanya.

Dengan kejadian tersebut diatas maka sadarlah keempat anak-anak si kakek itu, bahwa mereka semuanya telah tertipu. Demikianlah si kakek dan sahabatnya telah berhasil mangelabui empat anak-anak jahat tersebut. Semoga Dongeng ini bisa menghibur dan menjadi tolak ukur dalam mendidik anak-anak kita. Wasalam.
    
"Perkerjaan yang mengharap imbalan adalah pekerjaan yang sia-sia"

oleh: mamang
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...