Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Wednesday, November 25, 2015

Wen Cheng Yang Pandai Nan Cantik - Dongeng China

Courtesy of womenofchina.cn - Putri Wencheng
Dongeng Anak Dunia - Berlomba-lomba dari seluruh penjuru negeri, juga dari negeri-negeri lain untuk mempersunting putri nan cantik jelita, menarik dan pandai. Itulah si jelita putri Wen Cheng, putri seorang raja dari kerajaan Zaman dinasti Tang. Tak terkecuali pangeran-pangeran, raja-raja dan putra mahkota dari seluruh penjuru negeri, ingin memperistri putri Wen Cheng.

Tersebarlah cerita bahwa karena kecantikanya, banyak yang melamar sang putri ayahanda, sang putripun jadi bingung untuk menerima lamaran tersebut. Karena kalau satu pangeran, satu raja atau satu putra mahkota yang diterima lamarannya, raja merasa tidak enak sama yang lainnya, yang juga sama-sama melamar putri beliau.

Raja pun akhirnya mengadakan sayembara, dan sayembaranya nanti dibuka pada waktu semua pangeran, raja, atau putra mahkota yang ikut mendaftar telah berkumpul. Sementara raja telah menyiapkan bahan sayembara yaitu sebuah teka-teki. Dan bagi peserta yang bisa menjawab dengan jawaban yang paling bagus atau paling benar, maka dialah yang berhak mendapatakan putri nan cantik jelita serta pandai tersebut untuk menjadi istrinya.

Nun jauh disana disebuah negeri yang dipimpin seorang raja yang menpunyai seorang anak atau pangeran bernama Srongtson Gambo. Srongtson Gambo adalah anak dari raja negeri Tibet yang mendengar kabar akan kecantikan serta kepandaian putri Wen Cheng ini, ikut tertarik akan kabar tersebut dan ingin menjadi peserta sayembara. Segeralah dia panggil utusan kepercayaan yang bernama Lu Dong Zan, untuk disuruh mendaftar menjadi peserta sayembara tersebut. Setelah utusan kepercayaan datang, diutarakanlah maksud serta tujuannya sang pangeran. Dan Lu Dong Zan sebagai abdi kepercayaan menyanggupi titah sang pangeran berangkat ikut sayembara menjawab teka-teki tersebut.

Dengan diiringi doa dari sang pangeran pergilah Lu Dong Zan ke kerajaan Dinasti Tang untuk mengikuti sayembara tersebut. Ternyata disana telah banyak berkumpul para pengeran, para raja, dan para putra mahkota yang bermaksud ikut dalam kompetisi sayembara tersebut.

Akhirnya tiba juga apa yang ditunggu para peserta sayembara. Bergemalah salam dari seorang raja yang arif bijaksana memberi salam kepada semua tamu undangan peserta sayembara.

Dengan wibawa yang agung, raja Tang memberikan beberapa petunjuk sayembara teka-teki yang sebagian besar peserta sudah tidak sabar, sayembara teka-teki apakah gerangan !! Raja akhirnya menerangkan teka-teki itu, menyuruh semua peserta untuk memilih dari 12 ekor kuda, yang mana  pasangan anak dan induknya? Itulah pertanyaan dari sayembara tersebut.

Maka majulah peserta sayembara satu persatu dan memilih atau memasangkan 2 ekor, 2 ekor kuda dengan menaksir atau mengira-ngira mencocokan anak dan indukannya. Namun tak seorangpun yang berhasil benar dalam memilih pasangan induk serta anak kuda tersebut. Setelah peserta satu persatu menyerah maka saatnya datang giliran utusan raja Tibet yaitu Lu Dong Zan.

Lalu Lu Dong Zan mengirim enam ekor anak kuda tersebut ke tempat terpisah dari enam ekor induknya. Setelah itu Lu Dong Zan membiarkan anak kuda itu beberapa saat sampai anakan kuda tersebut merasa lapar dan haus. Setelah itu Lu Dong Zan melepas keenam anak kuda tersebut untuk menghampiri induknya masing-masing, sudah pasti keenam ekor anak kuda tersebut menghampiri indukannya sendiri-sendiri. Rajapun terkesan dengan akal pintar Lu Dong Zan tersebut.

Tetapi raja juga sangat kaget karena yang menang yang menurut beliau adalah kerajaan yang kurang kaya. Raja tidak mau putrinya menikah dengan pangeran yang menurutnya tidak sekaya negeri sendiri. Takut putrinya hidup sengsara di negeri yang jauh disana, maka rajapun mencari akal lain. Raja memberikan lagi soal pertanyaan lain, yaitu menyuruh memasukan benang, kelubang sebuah permata. Lu Dong Zan pun tak kehilangan akat diambilah benang sutra yang halus lalu dia mencari semut, dan diikatlah kaki semut itu dengan hati-hati. Setelah itu Lu Dong Zan pun mengambil madu dan dioleskannya madu tersebut di diantar lubang permata tersebut. Maka masuklah semut yang telah diikat benang tersebut, ketika mencium bau harumnya madu. Terjawablah sudah pertanyaan kedua yang raja ajukan. Terkejut lagi sang raja akan kecerdikan Lu Dong Zan.

Kembali raja Tang pun mencari akal untuk menghalangi terjadinya pernikahan putrinya dengan pangeran dari Tibet itu dengan pertanyaan soal yang lain lagi. Disuruhlah abdi kerajaan untuk mengambil sebatang kayu yang dipenuhi ukiran dari ujung ke ujung dan batang kayu tersebut sama ukuran dari atas ke bawahnya untuk membingungkan pertanyaan. Dan pertanyaannya ialah? Manakah ujang kayu tersebut yang paling dekat dengan akar atau paling bawah sekali. Lu Dong Zan pun tidak kehilang akal untuk pertanyaan ini, akhirnya dia mencari sungai yang paling dekat dengan laut atau muara sungai, disitu akan diketahui bagian yang dekat akar biasanya akan menunjuk ke muara sungai juga sebaliknya. Dan terjawablah pula pertanyaan yang ketiga ini rajapun semakin bingung dan penasaran akan kecerdasan Lu Dong Zan.

Dan kembali raja pun mencari akal apa yang akan di tanyakan, atau soal apa lagi yang akan diajukan untuk persoalan selanjutnya.
Dipanggilah kembali abdi kerajaan untuk membantu memecahkan persoalan ini. Setelah itu disuruhlah abdi-abdi kerajaan tersebut untuk mengumpulkan gadis-gadis cantik yang mirip putrinya. Didandaninya gadis-gadis tersebut mirip putri raja, setelah itu Lu Dong Zan pun disuruh memilih putri raja yang asli.
Untuk pertanyaan ini Lu Dong Zan meminta waktu kepada sang untuk berpikir. Tetapi sebenarnya utusan dari Tibet itu, berencana untuk mencari tahu kebiasaan atau ciri khas dari sang putri kepada dayang-dayang kerajaan yang mengasuhnya sejak dia kecil sampai sekarang.

Akhirnya sehari setelah itu dapat pula informasi kebiasaan sang putri yang badannya harum dan selalu mengundang banyak kupu-kupu mendekati, itulah sang putri selain cantik juga berbadan harum bagai madu.
Setelah semua keterangan tahu Lu Dong Zan pun meminta raja untuk mengumpulkan semua putri yang mirip itu dilapangan pada waktu siang hari. Raja juga menyetujui permintaan Lu Dong Zan. Maka setelah semua putri berkumpul dilapangan, Lu Dong Zan memeriksa satu persatu putri mana yang selalu didekati kupu-kupu. Tak salah lagi dari sekian banyak putri, ada satu putri yang selalu dikerumuni banyak kupu-kupu. Dibawalah putri tersebut kehadapan sang Baginda raja Tang yang arif bijaksana.

Akhirnya raja pun tidak bisa mengelak lagi dan menepati janjinya. Putri Wen Cheng diserahkan ke kerajaan Tibet untuk menjadi permaisuri pangeran Tibet. Berkumandanglah pengumuman pemenang sayembara di seantero negeri, raja telah mengutuskan siapa yang berhak atas putri nan cantik jelita dan pandai ini.

Setelah mendapat restu baginda sang raja, Lu Dong Zan pun membawa sang putri ke negeri asalnya untuk dijadikan permaisuri pangeran kerajaannya. Tak lupa Lu Dong Zan pun meminta kepada sang raja untuk membawa beberapa ahli dalam bidang : kerajinan tangan guci yang terkenal di china juga ahli bidang lainnya yang belum ada di negeri Tibet. Rajapun menyentuinya dan mendoakan putri supaya hidup bahagia di negeri nun jauh disana. Sebab rajapun yakin dengan kepandaian abdi rajanya yang sedemikian, apalagi sang rajanya.
Dengan kenyakinan itulah, baginda sang raja Tang merestui kepergian putri yang sangat dia sanyanginya itu.

Putri Nan Cantik Jelita serta pandai, itulah putri Wen Cheng.

Oleh: mamang
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...