Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Thursday, January 28, 2016

Bapak Kelinci dan Temannya - Dongeng Yunani Kuno

Courtesy of soloraya.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah keluarga besar kelinci yang hidup damai bersama anak-anaknya yang banyak sekali. Keluarga besar ini dipimpin seorang bapak kelinci yang bijak. Hidup bahagia dikelilingi sanak famili, teman, dan saudara semua yang baik hati terhadapnya.

Semua teman binatang sangat senang berteman dengan bapak kelinci yang tidak sombong ini, sehingga hidupnya selalu bangga disamping semua tetangganya semua baik terhadap dia dan keluarga besarnya.

Suatu pagi disaat sang surya baru menampakkan sinarnya, bapak kelinci ini berjalan dipinggir hutan dia hendak bertemu dengan anak-anaknya yang jumlahnya banyak. Namun siapa sangka bahaya lagi mengitainya. Ketika sedang aysik berjalan itu, sebuah ranting pohon kayu yang sudah kering jatuh. Dan yang menjadi masalah adalah ranting pohon yang cukup besar itu jatuhnya pas menimpah kaki belakangnya sang bapak kelinci.

Kalau mengenai cedera memang tidak terlalu parah namun yang menjadi beban pikiran sang bapak kelinci ini adalah besok pada hari para penduduk akan pesta berburu dihutan ini. Dia harus siap membantu anak-anaknya berlari dari kejaran anjing pemburu dan dia sendiri harus sigap dan waspada.

"Demikian pula mengapa aku harus berlari pontang-panting saat bertemu sang anjing pemburu? Benar-benar aku seperti binatang yang tidak berdaya sekali, aku akan mencari jalan keluarnya."

Kemudian dengan terpincang-pincang bapak kelinci berjalan menuju tempat sahabatnya sang bapak kuda yang biasanya ada di padang rumput hutan itu. Sampailah bapak kelinci ini ditempat padang rumput yang luas, dan disana terlihat bapak kuda yang sedang asyiknya makan rumput hijau kesukaannya.

"Bapak kuda kawanku yang baik, selamat pagi!" bapak kelinci memberi selamat.

"Bisakah aku sebagai temanmu meminta pertolongan, sebab tadi pagi disaat aku lagi jalan, kakiku tertimpah ranting pohon yang cukup besar dan membuat kaki belakangku terluka dan besok adalah hari berburu orang kampung, dengan kakiku seperti ini bagaimana mungkin aku bisa berlari."

"Untuk itu besok aku akan naik dipunggungmu?, Apakah kamu tidak keberatan dengan permintaan tolongku ini?"

"Tentu saja aku bersedia, mana mungkin aku menolak permintaanmu, namun aku besok harus kerja seharian dengan majikkanku"

"Namun aku yakin orang baik sepertimu akan banyak memberikan pertolongan" sahut sang bapak kuda.

Setelah mendengar penjelasan sang bapak kuda, bapak kelinci itupun berterima kasih dan langsung pergi dari tempat itu.

Dengan luka dikaki yang semakin sakit, bapak kelinci itu berjalan dan tak lama kemudian diapun berjumpa bapak kerbau.

"Bapak kerbau yang perkasa dengan tanduknya yang begitu tajam menambah gagah saja penampilanmu, dengan sekali tabrak semua anjing pemburu akan lari tunggang langgang ketakutan" kata sang bapak kelinci kepada bapak kerbau.

"Dengan mudah itu dapat aku lakukan, akupun tahu besok akan ada anjing-anjig pemburu berburu dihutan ini!" sang bapak kerbau berseru.

"Untuk itu bapak kerbau yang baik hati aku mau minta tolong, sudi kiranya bapak menolongku?"

"Dengan senang hati aku akan menolongmu seandainya besok aku tidak ada keperluan keluarga, aku sudah janji besok akan berkunjung kerumah keluarga temanku."

"Ya sudah tidak apa-apa bapak kerbau, terima kasih. Permisi!" Bapak kelinci pergi dari tempat bapak kerbau dengan hati sedikit kecewa.
  
Tak lama kemudian dalam perjalanan mencari pertolongan itu bapak kelinci inipun bertemu dengan bapak kambing. Bapak kambing inipun mengemukakan alasannya mengapa sampai tidak bisa menolongnya, dikatakan bahwa perutnya sedang sakit karena mungkin dia salah makan. Dengan demikian sudah beberapa hari ini dia hanya diam saja dirumahnya tidak pergi kemana-mana.

Tetapi dia tidak putus asa, satu persatu kawan-kawannya dikunjunginya. Dia berkunjung kerumah bapak keledai, kawan lama yang lain bapak sapi. Dan yang terakhir adalah kawan yang pernah dia tolongnya dulu yaitu bapak beruang. Namun mereka semua dengan alasannya sangat sibuk dan tidak sempat menolongnya.

Dan akhirnya sorepun telah datang menjelang, sang bapak kelinci itupun memutuskan untuk pulang saja kerumahnya. Dengan badan yang sangat kecapaian serta kaki yang semakin sakit, sampailah dia dirumahnya. Perjalanan hari ini penuh dengan pengalaman yang begitu menyakitan dan diapun menyampaikan pengalaman yang dialaminya kepada anak-anaknya untuk dapat dijadikan pelajaran hidup. Bahwa dalam hidup ini mereka harus benar-benar bisa memilih teman yang setia.

"Gampang saja kalau kalian ingin tahu teman macam apa yang akan menjadi teman yang benar-benar teman." Berkata bapak kelinci kepada anak-anaknya.

"Mintalah pertolongan darinya. Serta jawaban apa yang akan kalian dengar darinya!" itulah kata-kata dari bapak kelinci dengan bijak kepada semua anak-anak.

Inilah pembelajaran kehidupan yang akan kalian hadapi selama perjalanan hidup di dunia ini. Apapun alasannya seorang kawan sejati pasti akan menolong teman yang dalam masalah atau kesulitan. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Anjing Kesayangan dan Keledai Pekerja - Dongeng Yunani Kuno

Courtesy of www.bom.co.id
dongeng anak dunia - Tersebutlah kisah dari seekor anjing dan seekor keledai. Sang anjing kecil dan cantik dipelihara didalam rumah tuannya sedangkan sang keledai tinggal didalam kandang sendiri.

Kandang yang selalu terisi kebutuhan hidup manusia sehari-hari, terutama gandum untuk persediaan makan. Itulah dua binatang yang dipelihara sang Bapak tani sebagai tuannya.

Sang bapak tani sangat sayang kepada dua binatang peliharaannya, akan tetapi karena sang anjing yang tinggal didalam rumah bersamanya sang Bapak tani lebih akrab dengan sang anjing.

Anjing sang sangat lucu sekali tingkahnya bisa menyenangkan hati sang tuannya. Berkat kepintaran itulah sang tuan selalu memanjakan sang anjing ini, bapak tani inipun sangat suka memeluknya dan selalu diberikan oleh-oleh apabila sang bapak tani keluar rumah. Serta makan diluar pasti dia akan membawakan sedikit makanan tersebut buat sang anjing kesayangannya.

Sementara sang keledai setiap harinya selalu sibuk membawakan kayu bakar dari hutan mengeringkan penggilingan dengan menariknya memutar serta pekerjaan berat lainnya, seperti mengangkut hasil ladang.

Itulah pekerjaan sehari-hari sang keledai yang sangat berat jauh sekali dengan pekerjaan sang anjing yang hanya bersenang-senang dan hidup mewah dengan sang tuannya.

Pikiran sang keledai selalu berkecambuk dalam hatinya bagaiamana caranya supaya dia bisa meraih hati sang bapak tani agar dapat diperlakukan sama seperti sang anjing. Kesempatan itupun dia dapatkan, pada suatu hari sang bapak tani ini lupa mengunci pintu kandang. Tidak disia-siakan lagi kesempatan ini, langsung saja sang keledai berlari kerumah sang bapak tani.

"Akan aku tunjukan kebolehanku kepada tuan, pasti sang tuan sangat senang dan aku akan disayang seperti sang anjing."

http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-based-on-wooden-structure/ .adv - Sampailah sang keledai ini dirumah sang bapak tani. Sang tuannya sedang santai duduk diatas kursi dan langsung saja sang keledai ini beraksi. Dia pun melompat keatas pangkuan sang tuan seperti yang selalu dilakukan sang anjing. Namun apa yang terjadi, meja didepan sang bapak tani pun hancur berantakan terkena hantaman kaki sang keledai. Dan yang ada diatas meja itu hancur berkeping-keping, seperti piring-piring makanan dan gelas-gelas minuman. Aksi pertama mungkin gagal pikirnya, dia pun beraksi kembali dengan mengoyang-goyangkan pantatnya dan ekornya didepan sang tuannya.

Itulah yang biasa dilakukan sang anjing untuk menarik perhatian sang tuannya, tetapi aksinya ini membuat sang bapak tani menjadi ketakutan.

Namun tanggapan sang bapak petani lain lagi, mengapa keledainya bertingkah aneh seperti ini. Mungkin dia sedang kesurupan setan, ada yang merasuk pikiran dengan kelakuan yang tidak wajar ini.

Dipanggillah pembantunya untuk mengusir sang keladai dari rumahnya. Sang keledai pun akhirnya dipukulin dengan tongkat kayu yang keras dan sang pembantu inipun mengikatnya dengan tali yang kuat. Lalu sang keledai diseret kembali kedalam kandangnya dengan badan yang sakit habis dipukulin.

"Konyol sekali tingkahku hari ini, kesalahan yang sangat memalukan telah aku lakukan, mengapa aku meniru gaya sang anjing sementara aku ini hanya seekor keledai."

"Harusnya aku bekerja seperti biasa, dengan setia bersama yang lainnya. Sebab aku dilahirkan sebagai pekerja yang giat. Malah ingin menjadi sang anjing yang selalu hidup berbaur bersama manusia, dan hidup tinggal bersama sang tuan dirumah." Itulah renungan penyesalan dari sang keledai.

Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki jangan menginginkan sesuatu diluar kemampuan kita.
Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Sang Raja Hutan Dan Sang Tikus - Dongeng Yunani Kuno

Courtesy of fasabbih.blogspot.com
dongeng anak dunia - Musim panas, kala itu sungguh indah. Matahari siang yang bersinar dengan anggun diterpa angin yang menerpa dedaunan dengan lembut menimbulkan suara merdu gemerisik. Hutan yang begitu lebat dengan pepohonan yang begitu tinggi menyeruakkan sinar mentari dari celahnya. Semua penduduk hutan kala itu sedang istirahat siang dengan tenangnya, hutan siang itu sangat sepi.

Namun tidak demikian halnya dengan seekor tikus berwarna abu-abu yang sedang asyik bermain dengan tingkahnya yang sangat lucu. Dia meloncat kesana-kemari dengan senangnya, mengguling-gulingkan badan penuh keriangan disiang hari yang cerah ini.

Namun ditengah aksinya itu samapai dia tidak sadar telah menabrakkan dirinya dengan sang Raja hutan yang sedang asyik bermalas-malasan tidur siang. Tanpa sadar bahwa itu adalah bukan sebuah pohon melainkan badan seekor sang Singa, seekor Raja hutan yang berkuasa dikawasan itu. Hanya saja setelah melewati muka sang Raja hutan, ketika napasnya berhembus dari rongga hidungnya dan menerpa dari muka sang Tikus.

Sang raja hutan pun terbangun dari tidurnya, tepat dihadapannya seekor Tikus abu-abu yang sedang bermain. Secepat kilat kaki depannya bergerak, "kena kamu!" ekor sang Tikus abu-abu itu terjepit kaki depan sang raja Singa.

Sang Tikus pun mencicit dengan sangat takutnya, "maaf-maaf, jangan sakiti saya sang Raja hutan, kasihanilah diriku yang malang ini!" sambil berusaha melepaskan ekornya dari jepitan cakar kaki sang Singa. Namun usahanya hanya sia-sia saja, sebab cakar kaki itu sangat kuat sekali menjepitnya.

Semakin sang Tikus berusaha untuk lepas semakin keras saja sang Singa menjepit ekor sang Tikus tersebut, malah dia semakin marah kiranya sehingga dia pun mengaum dengan kerasnya.

Ciutlah nyali sang Tikus itu semua keberanian telah hilang terbang berganti ketakutan yang sangat-sangat takut sekali. Sang Tikus terus mencari akal bagaimana caranya agar lepas dari cengkeraman sang Raja hutan tersebut.

Dengan sisa keberaniannya sang Tikuspun membuka mulut, "bagaimana mungkin seekor Raja agung mau turun tangan dan membunuh aku yang lemah ini!"

Namun kata-kata itu malah membuat sang Raja hutan lebih marah lagi, aumannya semakin kencang saja terdengar ditelinga sang Tikus kala itu.

"Lepaskanlah sang raja hutan yang baik hati, kelak aku akan membalas dan menolongmu kembali!"

Sang raja hutan Singa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan sang Tikus abu-abu itu sambil berkata. "Pertolongan apa yang hendak engkau berikan kepadaku, lucu sekali kamu ini!" sambil melepaskan cengkeraman ekor sang Tikus.

Setelah ekornya lepas dari cengkeraman sang Singa segera sang Tikus itu berlari menjauh dari tempat itu.

Waktu pun berjalan terus tidak ada yang dapat menahan waktu siapapun didunia ini, tidak terasa sudah seminggu berlalu sejak kejadian yang menimpa sang Tikus dan sang raja hutan Singa. Tikus periang itupun masih asyik saja dengan tingkahnya yang selalu ceria, kala itu sang Tikus sedang berjalan-jalan dihutan.

Tiba-tiba ada suara auman yang begitu keras terdengar dari kejauhan, sang tikus penasaran dan mencari asal suara itu terdengar. Lama sang Tikus menemukan asal sumber suara itu, namun akhirnya dapat ditemukan juga. Sang raja hutan sedang terperangkap jaring pemburu binatang, semakin Singa memaksa keluar semakin kuat jaring itu mengikatnya.

Melihat hal demikian, sang Tikus cepat-cepat memberikan pertolongan kepada sang raja hutan Singa, digigit dan putuslah satu persatu jaring jebakkan itu. Akhirnya sang raja hutan Singa pun dapat terbebas dari jaring jebakkan binatang tersebut.

"Sang raja telah berbuat kebaikan dan tentu saja sang raja akan menerima kebaikkan pula," itulah kata-kata yang keluar dari mulut sang Tikus periang itu, dan dia pun terus pergi berlari meninggalkan tempat itu.

Jangan pernah takut untuk berbuat baik sebab setiap kebaikkan pasti akan berbuah kebaikkan pula. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Sang Rubah Dan Sang Burung Bangau - Dongeng Yunani Kuno

Courtesy of www.andriewongso.com
dongeng anak dunia - Betapa indahnya pesona hari ini, dengan berisiknya sang daun tertiup angin dan bunga-bunga dengan ragam warnanya bergoyang mengikuti irama angin yang mendayu-dayu. Oh betapa indahnya alam pagi itu dan desiran angin itu pun meniupkan bulir padi-padi yang menguning dibawah sana. Itulah pemandangan yang sangat indah terlihat dari atas perbukitan ditepi hutan kala zaman itu terjadi.

Cepat sekali hari pun berganti, siang hari yang indah telah tergantikan dengan datangnya sang malam yang gelap. Maka tersebutlah, sang Rubah dan sang burung Bangau yang sedang asyik bersantap malam bersama. Ditempat perbukitan itu dengan rumputnya yang tebal dan sangat hijau, padang savana yang hijau memukau.

Tersebutlah ditempat itu sang tuan rumah Rubah, dengan sangat nikmat melahap sup dari sebuah mangkok. Sementara sang tamu seperti enggan makan kelihatan dari caranya makan dia hanya mencicipi saja makanan itu. Sang Bangau sebagai tamu hanya duduk dengan sopan di depan sang tuan Rubah yang sedang nikmatnya menghabiskan makanan di dalam mangkoknya.

"OH makan malam yang begitu nikmat sekali!, sayang sekali kamu malam ini tidak makan banyak mungkin kurang berselara makan!" seru sang Rubah kepada temannya sang burung Bangau.

Namun sang burung Bangau tidak banyak bicara dia hanya melihat kapada sang Rubah dan dia akan membalas mengundang makan malam juga dirumahnya besok malam.

Tentu saja sang Rubah mau dengan ajakkan kawannya itu, singkatnya malampun telah datang. Sang Rubah pun telah datang dirumah sang burung Bangau yang mengudang untuk makan malam. Ini adalah balasan undangan makan malam dari teman yang baik hati ini.

Sampai dirumah sang burung Bangau, dan langsung saja sang Rubah dipersilahkan datang ketempat makan. Terlihatlah menu makanan diatas meja makan, yang sangat mengundang selera makan.

Irisan daging kecil telah siap tersaji dalam wadah kendi gelas berleher panjang. Sang burung Bangau pun mempersilahkan sang teman untuk memakan hidangan itu.

Sementara dia sendiri dengan santai menyantap makanan tersebut dengan paruhnya yang panjang. Sehingga irisan daging didasar atau dibawah kendi leher panjang dapat dengan mudah di ambil dengan paruh panjangnya.

Tetapi tidak demikian dengan sang Rubah dia tidak dapat mengambil irisan daging tersebut, dia hanya bisa menelan ludah serta melihat sang burung Bangau makan dengan nikmatnya.

Tetapi hatinya dia sangat kecewa sekali dengan kawannya ini, karenanya dia pun cepat pamit pergi meninggalkan temannya yang masih asyik makan.

Dengan menggerutu dia meninggalkan tempat itu, namun tidak demikian dengan sang burung bangau dia sangat senang dengan kejadian ini. Dia telah dapat membalas perlakuan teman yang telah berbuat demikian terhadapnya tempo lalu.

Kita berlaku baik bersiaplah menerima balasan dari kebaikan itu dan sebaliknya jika kita berlaku jahat bersiaplah menerima kejahatan itu balik kembali kepada pelakunya.

Bersiaplah untuk menerima semua pembalasan dari apa yang pernah dilakukan terhadap siapapun. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
Sekretaris dan Filing System
40 Amazing Facts About Human Hair

Share:

Yong Tu Dan Pot Bunga - Dongeng Korea Utara

Courtesy of id.aliexpress.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah pada zaman dahulu kala tentang seorang Raja yang telah lanjut usianya. Sayang sekali sang Raja ini tidak mempunyai anak lelaki untuk menjadi putra mahkota sebagai pengantinya, pewaris tahta kerjaannya.

Dicarinya jalan keluar yang terbaik dan tepat untuk masalah yang sedang dihadapinya ini. "Dapatkah aku menemukan seorang anak lelaki yang pantas menjadi anak angkatku, dan akan duduk di singgsana mengantikanku!" Pikirnya dalam hati sang baginda Raja.

Akhirnya sang Raja pun menemukan sebuah ide yang menurutnya akan berhasil menemukan jalan keluar dari masalah ini.  

Sang Rajapun mengutus abdi kerajaan kepercayaan untuk mengumpulkan seluruh anak lelaki di seluruh negerinya tercinta di alun-alun kerajaan.

Setelah semua anak-anak lelaki dari seluruh pelosok negeri terkumpul maka sang Raja pun membagi-bagikan bibit benih tanaman kepada semua anak lelaki. Dan sang Raja sendiri nanti yang akan menilainya siapa saja yang berhasil dengan baik, menumbuhkan bibit yang bagus dan tumbuh menjadi bunga yang paling indah dilihat, maka dialah yang berhak menjadi anak angkatnya dan menjadi pewaris tahta kerajaannya. 

Semenjak saat itulah seluruh anak lelaki di kerajaan itu sangat rajin memelihara tanaman bunga yang bibitnya diberikan sang Raja mereka.

Termasuk seorang anak lelaki yang bernama Yong Tu, sudah dua pekan sang Yong Tu merawat benih yang diberikan sang Raja. Namun benih bibit itu belum ada tanda untuk bertunas, maka sang anak lelaki itupun bertanya pada ibundanya.
 
"Bunda mengapa bibit benih bunga yang saya tanam sampai sekarang belum bertunas?" Yong bertanya.

Sang ibunda pun menjawab supaya anaknya mengantikan tanah yang di dalam pot dengan tanah yang lebih gembur, dan lebih baik.

"Gantilah anak ku media tanah didalam port itu dengan tanah yang lebih baik!" Ibunda tercinta sang Yong Tu memberikan saran terhadap anaknya. 

Dituruti nasehat dari sang ibundanya namun apa yang terjadi sang bibit benih itupun tetap tidak tumbuh dengan semestinya.

Hari yang dinantikan pun akhirnya tiba juga, semua anak-anak lelaki itu telah berkumpul dengan pakaian yang paling bagus yang mereka punya. Seluruh anak negeri ingin sekali menjadi anak angkat sang Raja dan menjadi pewaris tahta.

Di tangan masing-masing sang anak telah membawa pot bunga yang berbunga sangat indah sekali, namun sang Raja tidak merasa senang melihat semua itu.

Namun kejadian itu tidak berlangsung lama setelah sang Raja melihat seorang yang hanya diam dan sedih dengan pot bunga di tangan yang tidak ditumbuhi bunga.

Sang Raja menghampirinya namun sang anak malah menangis malu karena tidak bisa membuat bibit benih pemberian sang Raja tidak bisa tumbuh di tangannya.

"Mengapa kamu membawa pot kosong sementara yang lain membawa pot dengan bunga yang indah-indah?" Sang Raja bertanya.

"Setiap hari hamba selau merawat dan menjaga benih ini, namun benih ini tidak pernah tumbuh!" Sang anak menjawab sambil menangis sedih. Dan anak itu tidak lain dan tidak bukan adalah sang Yong Tu.

Raja pun meraih tangan dan membimbing anak tersebut ke atas mimbar kerajaan dan mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa beliau telah menemukan seorang anak angkat pewaris tahta kerajaan.

"Apakah Tuanku tidak salah memilih orang yang hanya membawa pot yang tidak ditumbuhi bunga? Permintaan tuan Raja adalah anak yang dapat merawat benih menjadi bunga yang indah."

"Baiklah biar kalian semua tidak menjadi heran akan keputusanku," sang baginda menjawab. Bahwa sebenarnya benih yang kalian tanam itu tidak akan tumbuh karena sebelumnya telah aku rebus dulu dalam air mendidih, berarti benih bunga yang kalian bawa semuanya telah diganti karena tumbuh berbunga.

"Hanya anak inilah yang jujur tidak menggantikan bibit benih yang telah aku berikan, aku hanya memilih anak yang jujur."

Yong Tu sang anak yang jujur dan polos akhirnya menjadi anak angkat sang Raja dan menjadi pewaris tahta kerajaan.

Salam,
oleh: mamang
edit: n3m0
Share:

Pohon Penyerap Air Mata - Dongeng Israel

Courtesy of facesinplaces.blogspot.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah sapasang pengatin muda yang baru melangsungkan pernikahan yang sangat bahagia. Selang beberapa hari setelah acara pernikahan itu berlangsung, sang suami pun mengajak sang istri tercinta untuk berpindah rumah. Mereka akan mengarungi bahtera rumah tangga tanpa menyusahkan orang tua masing-masing, untuk bisa hidup mandiri.

Sebagai seorang istri yang baik tentu saja sang istri inipun bersedia pindah ke rumah barunya bersama sang suami tercinta.
Tahun-tahun pertama yang sangat bahagia mereka arungi berdua dengan penuh madu bahagia mewarnai kehidupan mereka. Tetapi alam berbicara lain, panen demi panen yang mereka hadapi selalu gagal saja diakibatkan kemarau yang begitu pajang melanda desa tempat mereka tinggal. Kehidupan rumah tangga mereka yang sejatinya bahagiapun kini diusik kemiskinan yang menderanya. Semua kebutuhan yang dibutuhkan setiap harinya susah didapatkan, hidup mereka kini sangat menderita sekali. Itulah gejala yang ditimbulkan alam untuk umat manusia didunia ini.

Setelah sekian lama sang ibu merasa kangen ingin bertemu sang anak perempuan tercintanya. Betapa kagetnya melihat hidup yang dialami anak tercinta itu, hidup penuh penderitaan dan kemiskinan. Sang ibu pun mengajak anak tercintanya untuk bercakap-cakap atau ngobrol di dalam hutan tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Setelah sampai di hutan berhentilah sang anak dan ibu itu dibawah naungan sebuah pohon yang sangat rindang, "Bicaralah apa yang membuat raut mukamu kelihatan begitu sedih sekali?" Sang ibupun bertanya dengan nada sangat khawatir sekali terhadap derita yang dialami anaknya.

Sang anak perempuan itupun bercerita tentang penderitaan yang mendera hidupnya sekarang ini, sambil menangis dan meneteskan airmata yang tiada henti-hentinya begitu sedih sekali.

"Baiklah anakku! ibumu ini sudah tua dan mungkin terlalu jauh kalau datang ke tempatmu setiap saat, maka kamu datanglah ke tempat ini, di bawah naugan pohon rindang ini. Adukanlah derita hidup mu pada pohon ini," berkata sang ibunda kepada anak kesayangannya itu.

Dan sang anak pun berjanji untuk menuruti nasehat dari sang ibu tercinta. Begitulah setiap kesusahan hidup yang melandanya, sang anak selalu pergi ke hutan yang terdapat pohon itu untuk berkeluh-kesah tentang derita hidupnya.

Dan ketika sang ibunda datang untuk yang kedua kalinya ini, terlihat wajah sang anak kandungnya ini sedikit ceria tidak seperti yang pertama ketika dia datang berkunjung.

"Akhirnya kehidupanmu kini telah lebih membaik kan? Mukamu kini tidak nampak sedang menderita," berkata sang ibunda tercinta.

"Biasa saja bu. Kehidupanku tidak ada perubahan sama sekali," menjawab sang anak perempuan itu.

"Tetapi mukamu kelihatan sumringah begitu, dan wajahmu lebih berseri?" bertanya sang ibu tercinta ini.

"Setiap hatiku dilanda penderitaan tentang kesusahan hidup ini saya selalu datang dan mengadu kepada pohon yang ada di hutan itu, bu. Dan setelah itu penderitaanku akan berkurang," berkata sang anak perempuan itu serta langsung mengajak sang ibunda tercinta kehutan tempat pohon itu berada.

Ternyata pohon yang dulunya rimbun dan daunnya lebat itu kini telah layu dan kering hampir mati, ternyata pohon itupun telah menyerap air mata penderitaan yang dikeluhkan sang anak perempuan itu.

Maka ceritakanlah semua kesedihan dan uneg-uneg yang kamu derita kepada keluarga atau teman dekatmu yang dapat kamu percaya, niscaya penderitaan yang kamu rasakan akan berkurang dan akan ada rasa lega dalam hatimu.

Salam,
oleh: mamang
edit: n3m0
Share:

Wednesday, January 27, 2016

Kodok Pemimpin - Dongeng Yunani

Courtesy of fasabbih.blogspot.com
dongeng anak dunia - Zaman dahulu kala saat dunia ini masih baru tercipta, ditepi sebuah hutan yang sangat luas terdapat sebuah kolam.

Kolam dengan airnya yang sangat jernih ini berpenghuni ratusan kodok yang selalu riang gembira. Meraka selau berbicara satu sama lain dan tidak pernah putus bahan pembicaraan.

Alangkah serunya kalau kita dapat sempat menguping pembiraan seru mereka dari balik pepohon rimbum ditepi kolam dipinggir hutan tersebut. Dizaman itupun semua binatang yang hidup diatas bumi ini bisa berbicara layaknya manusia.

Hari demi hari mereka selalu berbicara saja yang mereka lakukan, akhirnya ada rasa bosan juga. Meraka bosan hanya diam dikolam dan bicara saja, tidak pernah mengenal dunia lain. Mereka semua membutuhkan liburan keluar dari tempat itu mencari suasana lain.

Maka pada suatu saat yang tepat dan kebetulan mereka semua berkumpul saat itu. Mereka semua memilih seorang pimpinan untuk diangkat menjadi Raja mereka. Maka saat itupun mereka berdoa bersama-sama saling sahut-sahutan agar mereka dipilihkan seorang Raja untuk memimpin mereka.

Nyaring sekali suara doa-doa yang keluar dari mulut mereka dan nampak mereka sangat antusias atau semangat sekali dalam berdoanya.

Tidak lama berselang, satu batang pohon yang cukup besar jatuh kecebur kedalam kolam saat itu dan menimbulkan cipratan air kemana-mana, menimpah ratusan Kodok yang sedang khusu berdoa. Air kolam seakan dibalikkan keatas saja menimbulkan riak air yang sangat besar sekali.

Semua Kodok yang selamat tidak tertimpah batang pohon pada berhamburan menyelamatkan diri, mereka semua bersembunyi dibalik semak belukar disekitar tempat itu. Ada pula sebagian yang bersembunyi dibalik daun teratai, dan mereka hanya diam saja sampai semalaman.

Esok hari setelah suasana kelihatan tenang dan tidak ada reaksi yang mencuriga lagi, seekor kodok yang cukup berani memeriksa keadaan sekelilingnya.

http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-based-on-wooden-structure/ .adv - Namun tetap saja sang kodok pemberani itupun masih belum berani mendekati sang Raja yang baru turun dari langit itu. Masih dari jarak yang lumayan jauh sang kodok pemberani melihat-lihat sang Raja mereka. Dan selanjutnya yang lainpun pada ikut mendekati batang pohon yang dikiranya Raja baru mereka. Dikelilingilah batang pohon kayu tersebut beramai-ramai, mereka yakin sang batang kayu itu adalah Sang Raja yang diturunkan dari langit.

"Sang Raja yang aneh dan lucu, hanya diam saja." seekor kodok berkomentar sambil memcibir dengan ejekkannya. Semua khalayak Kodok sadar sang Raja barunya tidak bisa berbuat apa-apa. Dimulailah mereka berdoa kembali, saling sahut-sahutan dengan sangat nyaringnya. Untuk kedua kalinya mereka berdoa mohon diturunkan dari langit sang Raja mereka.

Selang beberapa saat, turunlah dari langit seekor binatang lengkap dengan mahkota keemasan dikepalanya.

"Dengarkanlah semua rakyatku akulah Rajamu yang turun dari langit!", sang Bangau bersuara dengan lantangnya.

Dengan langkah kaki-kaki yang panjang terus menelan semua Kodok yang dapat diraih paruhnya. Tidak lama kemudian perut sang Bangau pun telah terisi penuh kodok-kodok yang dimakannya. Sang Bangau, setelah puas makan segera dia terbang kembali kelangit.

Setelah sang Raja yang telah puas makan dan terbang kembali kelangit satu dari mereka angkat bicara lagi. "Mulai saat ini aku tidak ingin punya Raja lagi, buat apa raja hanya makan saja!" seru sang Kodok itu.

Tetapi yang lain masih pada kaget dan hanya diam saja tidak ada yang bisa bicara, dengan sikap sang Raja mereka yang hanya datang dari langit secara tiba-tiba dan setelah makan kenyang lalu sang Raja terbang lagi kelangit dan menghilang kembali.

Sampai saat sekarang pun sang Kodok hanya bisa bicara, dok,dok,dok,.....dodododododok karena begitu ketakutannya.

Jadikanlah setiap kejadian itu guru yang paling berharga dalam hidupmu, sebab sebuah kejadian belum tentu sesuai dengan harapan dan angan-angan kita. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Ilalang dan Pohon Mahoni - Dongeng Yunani

Courtesy of fasabbih.blogspot.com
dongeng anak dunia - Badai angin saat itu sangatlah dahsyat sekali. Pergantian musim kering ke musim hujan yang membawa angin kencang bertiup kesana kemari, angin puting beliung bermain diatas batang pohon. Menumbangkan beberapa pohon kayu yang kering dan lapuk dimakan usia, semuanya bergelibang rubuh bagaikan ditebang para penebang kayu. Badai yang bergemuruh pasti akan menyapu siapa saja yang dijumpai tidak terkecuali. Ketika sang badai berjumpa dengan air, air itupun akan disapunya menjadi gelombang ombak dan riak air yang sangat dahsyat. Ketika berjumpa dengan rumah, rumah itupun akan dirubuhkanya. Demikian pula sang badai akan menyapu pohon-pohon besar dan kecil, semua dan semua. Seluruh binatang yang tinggal dihutan itupun berlarian menyelamatkan diri masing-masing.

Namun tidak demikian dengan sebatang pohon Mahoni yang dengan gagahnya berdiri tegak ditengah hutan tersebut.

Walaupun badai berkecamuk dengan dahsyatnya sang Mahoni masih tegak berdiri tanpa menunduk sedikitpun angkuh sekali.

Dan hiduplah dibawah pohon itu sebangsa pohon ilalang yang kurus kering seperti kurang gizi saja.

"Alangkah hebatnya kamu sang Mahoni, ketika angin datang sedikitpun kamu tidak tunduk!" seru ilalang kepada sang Mahoni yang menjadi kawan dan juga sekaligus tetangganya.

"Namun aku, jangankan badai yang menerpa, sedikit semilir angin saja aku sudah meliuk-liuk kesana kemari tanpa daya sekali."

"Tentu saja aku sang Mahoni tidak pernah tunduk pada siapapun," Jawabnya dengan congkak sekali.

"Ya, aku hanya pohon ilalang yang lemah sudah begitu kurus pula aku punya badan!, aku akan rubuh oleh tiupan angin yang berhembus".

"Sudah sering aku menerjang badai mungkin sudah tidak terhitung banyaknya tetapi aku masih tegak berdiri sampai sekarang ini!, Mungkin hanya akulah yang tidak terkalahkan sampai saat ini!"

http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-based-on-wooden-structure/ .adv - Perkataan tantangan ini sepertinya terdengar sang Badai kala itu. Badaipun akhirnya mengamuk, langit tiba-tiba gelap kilat saling sambar menyambar menghantam pohon Mahoni sombong itu. Hujanpun turun dengan dahsyatnya menghujani pohon sombong itu mendesing-desing bagaikan butiran peluru.

Lama juga hujan kala itu terjadi, sepertinya air telah ditumpahkan semuanya dari langit saat itu. Berakhirlah badai hujan dan angin itu, langit pun kembali cerah dan sang mentari pun muncul dibalik awan walaupun tidak terlalu terang seperti enggan untuk menyapa siang itu.
Semua kehidupan dihutan itupun semula tenang kembali, normal seperti sedia kala. Lambat laun sinar surya pun kembali menyeruak mengusir sang awan yang menghalanginya.

Ketika itu, muncullah beberapa orang dengan membawa kapak yang sangat tajam, ternyata orang-orang tersebut terus berjalan mendekati sang pohon Mahoni yang sombong itu. Sang Mahoni pun bertahan dengan sakitnya kapak yang menikam kedalam kulit terus masuk kedaging kayunya. Selang beberapa lama pohon itupun tumbang terjerebag jatuh ditanah. Pohon Mahoni terjatuh ditanah dengan suara hantaman yang sangat keras dan dahsyat sekali.

Tinggallah kini kenangan, sang ilalang pun hanya bisa diam menyaksikan sang tetangganya jatuh tidak berdaya ditanah. Sekeras apapun badai angin yang menghantam dan sekeras apapun badai hujan menerjang dia masih tetap bertahan. Tetapi sang Mahoni tidak akan tahan dengan pilihan yang manusia lakukan. Sang pohon Mahoni telah dipilih manusia untuk kebutuhan hidupannya.

"Kasihan sekali pohon Mahoni yang perkasa telah hilang, selamat jalan kawanku!" rintihan hati sang ilalang ketika temannya dibawa menjauh oleh penebang kayu tersebut.

Congkak atau sombong bukanlah sesuatu yang baik, sebab kehebatan seseorang pasti akan ada yang lebih hebat lagi.

Diatas gunung pasti ada gunung. sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih

Share:

Burung Bangau Dan Bapak Petani - Dongeng Yunani

Courtesy of cahayakasih2u.blogspot.com
dongeng anak dunia - Mentari pagi yang cerah dengan sinar kuning kemerahan, menyinari desa tempat tinggal sang Bapak tani kala itu. Sambutan alam pagi yang begitu indah dan megah, nuangsa damai terpancar dari sinaran pajar. Padi yang menguning siap untuk dipanen sang Bapak petani yang akan memetik hasil dari jerih payahnya.

Terlihat Bapak tani tua itu keluar dari rumahnya yang berwarna cat kuning pula menambah kemilaunya pagi nan cerah.

Dibukanya pintu gerbang rumah sang Bapak tani itu, dengan langkah yang ringan dia berjalan kesawah untuk memeriksa perangkap jaring yang dipasang malam harinya.

Jaring itu sengaja dia pasang untuk menjebak burung-burung pemakan bulir-bulir padi miliknya. Dengan jaring-jaring terpasang tentu saja akan mengurangi hama pemakan bulir padi, sehingga hasil panen tidak sedikit.

Namun sang Bapak tani inipun dikejutkan dengan suara teriakkan keras dari tengan sawah tempat jaring terpasang.
Seekor burung Bangau yang sangat besar terjebak dalam jaringnya kala itu, walaupun berusaha sekuat tenaga tetapi sang Bagau susah untuk lepas dari ikatan jaring itu.

Sang Burung Bangau sangat senang ketika ada orang datang ketempat itu, untuk diminta tolong olehnya.
 
"Tolonglah saya. Bapak Tani tua yang baik hati, lepaskan ikatan jaring yang menjebak kedua kakiku ini!" teriak sang Bangau.

"Sebab aku tidak pernah mencuri bulir padi-padimu serta tidak pernah memakannya! karena makananku bukan bulir padi."

"Aku hanya terbang mengikuti burung yang lain untuk mencari ikan-ikan kecil yang ada disawah ini," tegas sang Bangau.

"Alasanmu masuk akal," menjawab sang Bapak Tani. "Namun perlu kamu ketahui, wahai sang Bangau! saat ini kamu sedang bersama para pencuri bulir padiku!, dengan sendirinya kamu juga termasuk kawannya pencuri!". Sang Bapak Tani menegaskan keterangan kepada sang Bangau.

"Untuk itu kamu tetap akan mendapatkan hukuman yang sama dengan para pencuri bulir padiku!". Dengan demikian jangan kita terjebak oleh pergaulan. Ketika kita bergaul dengan orang baik otomatis kita akan disebut temannya orang baik. Tetapi sebaliknya ketika kita bergaul dengan pencuri kita akan dikatakan temannya pencuri.

Kita tinggal memilih yang mana kiranya baik buat kita dan pandangan orang lain, sebab hidup ini penuh dengan pilihan.

Begitu juga dalam pergaulan kita, pilihlah teman yang selalu baik dan tentu teman yang demikian akan membawa kebaikan bagi kehidupan kita. Sebaliknya, teman yang buruk akan berpengaruh juga keburukkannya terhadap kehidupan kita. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Tuesday, January 26, 2016

Ketulusan sang Merpati Dan Kedengkian sang Gagak - Dongeng Yunani

Courtesy of www.satuharapan.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah sang Gagak dan Merpati yang ingin berkunjung ke rumah sang Merak yang cantik jelita. "Rasanya sudah sekian lama aku tidak berjumpai denganmu," berkata sang Gagak.

"Dan akupun sependapat dengan mereka yang berkata mengenai kamu yang memang cantik juga angun." begitulah sang Gagak berkata selanjutnya terhadap sang Merak yang memang anggun sekali.

Dan seterusnya Sang Gagak membungkukkan badannya sambil terus memuji sang Merak, tetapi dilain pihak sang Merpati hanya diam saja tidak berkata yang berlebihan terhadap sang Merak.

Setelah itu mereka berduapun berpamitan mohon izin untuk pulang kerumahnya. Sekali lagi sang Gagak membungkukkan badannya, namun Sang Merpati hanya memberikan salam perpisahan biasa saja.

Dalam perjalanan pulang sang Gagak berkata lagi kepada sang Merpati, "Rasanya hanya sekali ini saja aku berkunjung kerumah sang Merak. Sebab ketika tadi aku memperhatikan kaki Sang Merak, apakah kamu melihatnya, Sang Merpati?" Dan lagi suara sembernya tidak enak didengar, bagaimana semua memuji kecantikkannya! serta cantik dari mananya?"

Terus menerus sang Gagak menceritakan kejelekkan sang Merak tidak henti-hentinya sepanjang perjalanan pulang mereka.

http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-based-on-wooden-structure/ .adv - Namun lain dengan jawaban sang Merpati dia hanya berkomentar sedikit saja. "Maaf aku tidak memperhatikan semuanya itu, baik kakinya atau suaranya. Sebab menurutku sang Merak memang sangat anggun sekali dengan tampilan bulu-bulu yang sangat indah, seindah warna pelangi!. Dia juga seekor binatang yang sangat ramah sekali, ketika kita datang bertamu dia sangat baik sekali."

Sang Gagak sepertinya sangat tersinggung serta ada sedikit malu mendengar jawaban sang Merpati. Kiranya sang Merpati tidak ikut menjelekkan sang Merak, namun sebaliknya Sang Merpati malah menyanjung sang Merak.

Demikian dua sifat yang sangat berbeda antara Sang Gagak yang berhati dengki dengan sang Merpati yang berhati sang mulia.

Didepan sang Merak, Sang Gagak sampai terbungkuk-bungkuk memujinya sedangkan dibelakangnya dia akan menjelek-jelekkan setengah mati.

Dengan demikian janganlah menjadi Sang Gagak yang selalu berhati dengki dan jadilah sang Merpati yang selalu berhati tulus. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Gorila, Simpanse dan Pemburu - Dongeng Kongo

Courtesy of dongengceritarakyat.com
dongeng anak dunia - Pada zaman dahulu kala tersebutlah dari sebuah desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Dengan ladang-ladangnya yang begitu subur mereka hidup makmur, aman, dan sentosa. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama setelah datangnya hama pengganggu yang datangnya dari seekor Gorila. Setiap harinya sang Gorila itu mencuri buah-buahnya serta merusak ladang-ladang pertanian penduduk desa tersebut.

Maka dipanggillah sang pemburu ternama dari Kongo. Datanglah pemburu itu kedesa dan sang penduduk itupun menceritakan maksudnya kepada sang pemburu untuk membunuh sang Gorila yang dianggap sebagai hama penganggu.

Setelah istirahat cukup dan tenaga pulih kembali, sang Pemburu itupun pergi berangkat kehutan untuk berburu sang Gorila.

Karena sudah pekerjaannya sang Pemburu tidak terlalu susah menemukan jejak-jejak kaki sang Gorila penganggu. Diikutinya jejak kaki Gorila itu sampai pada jejak terakhir disebuah pohon besar yang menjadi tempat tinggal sang Gorila.

Sang Gorila itu sedang tidur pada batang pohon yang besar dan sementara di bawah pohon besar berserakkan buah-buahan hasil mencuri dari ladang penduduk desa. Sambil bersembunyi dari penglihatan sang Gorila, sang pemburu memperhatikan dan menunggu.

Setelah bangun tidur dan turun, aku akan menangkap sang Gorila tersebut serta menyerahkan kepada penduduk desa. Dengan demikian aku tinggal mengambil uang bayaran dan pulang ke Kongo.

Namun tak lama kemudian datang pula hewan lain yang sangat suka memakan buah-buahan, dialah sang Simpanse yang datang dengan membawa sebuah tongkat kayu ditangannya. Dilihatnya banyak buah-buahan berserakkan dibawah pohon besar itu, sang Simpanse ini tidak melihat keatas pohon siempunya buah tersebut.

"Mimpi apa semalam aku, sehingga hari ini aku mendapatkan buah yang lezat-lezat makanan kesukaanku, Serta siapa pula yang bodoh telah membuang makanan yang sangat banyak ini". Dengan sangat girang sang Simpanse itu memungut dan memakan buah-buah itu.

Sang Simpanse duduk dibawah pohon besar dan rindang itu menikmati lezatnya makanan, namun pesta makan itu diganggu dengan turunnya sang Gorila dari atas pohon besar itu. Sang Gorila pun mengambil posisi duduk didepan sang Simpanse, diapun mulai memungut buah dan langsung memakannya.

"Kenapa lancang sekali engkau mengambil dan memakan makananku. Ayo tinggalkan tempat ini!" berkata sang Simpanse kepada sang Gorila.

Namun sang Gorila hanya diam, dengan lirikkan matanya kapada sang Simpanse, serta terus asyik makan lagi.

Tentu saja sang Simpanse jadi marah dan diambillah tongkatnya, kemudian memukul sang Gorila. Sang Gorilapun membalas dengan memukul tangannya kepada sang Simpanse.

Hanya satu pukulan saja dari sang Gorila tetapi akibatnya sangat patal sekali. Sang Simpanse seperti dilemparkan badannya melayang jauh dan jatuh menabrak sebuah batu yang cukup besar.

Kepalanya pecah dan hancur, seketika itupula sang Simpanse mati. Melihat kejadian tersebut sang pemburu sampai ngeri dan kaget sekali, tidak disangka kekuatan sang Gorila begitu besar sekali.

Cepat-cepat sang pemburu itupun pergi dari tempat tersebut. Dalam hatinya dia berpikir bahwa dia tidak akan sanggup mengalahkan sang Gorila yang begitu besar tenaganya. Sebab keberaniannya pun harus diperhitungkan, sang pemburu berbicara terus dalam hatinya.

Keberaniannya pun harus dibarengi dengan hati-hati dan teliti. Jangan sampai kita berani tetapi tidak dengan perhitungan yang matang akibatnya kita sendiri yang bakal celaka. Demikian pula setiap ada sebab pasti ada akibat yang akan terjadi.
Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Monday, January 25, 2016

Anjing Yang Picik - Dongeng Nigeria

Courtesy of rengkodriders.wordpress.com
dongeng anak dunia - Zaman saat sang Anjing tercipta dengan fisiknya yang mempunyai moncong atau mulut yang panjang namun tidak sesuai dengan ukuran lidahnya yang pendek dan yang paling lucunya saat sang Anjing itu berbicara, suara yang aneh akan terdengar.

Dengan demikian sang Anjing akan sangat malu bila berhadapan dengan sesamanya yang berlainan jenis.

Sementara hewan lainnya seperti sang Buaya tercipta dengan mulut moncong yang panjang dan lidah yang sesuai juga.
Dengan demikian sang Buaya kalau berbicara akan menggeluarkan suara yang enak didengar atau suaranya akan jelas terdengar dengan baik.

Karena usia sang Anjing kala itu sudah cukup umur dan hendak meminang sang Anjing betina dari desa sebelahnya. Namun karena malu dengan keadaan dirinya yang berbicara kurang jelas akibat lidahnya yang pendek. Sang Anjing inipun mencari akal agar bisa keluar dari masalah ini, yang akhirnya sang Anjing memutuskan untuk minta tolong sang Buaya temannya. Diapun merasa yakin bahwa sang Buaya itu akan memberikan pinjaman lidahnya yang panjang itu, karena dia sudah cukup lama berteman.

Maka pada suatu hari yang sangat cerah sang Anjing itupun menemui sang Buaya temannya. "Hai kawanku yang baik hati, sudikah kiranya kamu menolongku yang sedang kesusahan ini!"

Sang Buayapun bertanya. "Memang kamu lagi kesusahan apa, sang Anjing kawanku."


"Masalahnya aku sedang ada maksud meminang Anjing betina dari sebelah kampung kita, namun aku merasa malu dengan nada bicaraku yang kurang jelas ini akibat lidahku yang kurang panjang ini!" menjawab sang Anjing dengan mimik muka sangat memelas sekali.

"Untuk itu pada siapa lagi aku meminta tolong meminjam lidah, hanya kamulah kawanku saat ini yang sangat baik terhadapku!" sang Anjing merayunya.

Sehingga sang Buaya pun akhirnya merasa iba atau kasihan dengan masalah sang kawan. "Tidak apa-apa asal kamu tidak lama dan cepat mengembalikan lidahku setelah urusanmu selesai!"

"Tentu saja kawan jangan takut, aku tidak akan berbohong kepada kawan sendiri,"

Dan saat itupun sang Buaya memberikan pinjaman lidahnya kepada sang Anjing yang akan pergi meminang calon istrinya.

Maka pergilah sang Anjing meminang, kedesa sebelah kampungnya. Lamaran itupun berjalan dengan baik sang Anjing sudah punya calon istri yang nantinya akan melahirkan anak-anaknya.

Waktu terus berjalan namun sang Anjing tidak pernah lagi mengembalikan lidah kawannya sang Buaya. Maka sang buayapun menyuruh temannya yang lain, untuk menyampaikan pesan kepada sang Anjing. Sang Buaya tidak pernah berburuk sangka hanya saja dia takut sang kawannya lupa bahwa dia telah meminjam lidahnya.

Tetapi sang Anjing itu tidak mengaku telah meminjam apa-apa dari sang Buaya temannya itu. "Kapan, dimana, dan apa yang aku pinjam, bertemupun aku jarang sekali sama dia."

Suruhan sang Buaya pun kembali pulang untuk menemui sang Buaya, serta menyampaikan apa yang dikatakan sang Anjing.

Tentu saja sang Buaya sangat marah sekali, ternyata kawannya hanya ingin menipu saja dan sangat licik sekali terhadapku.

Pasti akan aku buat perhitungan dengannya bila suatu saat bertemu dengannya, maka mulai saat itu sang Buaya sangat membenci sang Anjng.

Sejak saat itupun Anjing yang ingkar janji mempunyai lidah panjang sementara sang Buaya yang telah berbaik hati memberikan lidahnya untuk dipinjam mempunyai lidah pendek.

Untuk itulah jangan pernah sekali-sekali kamu berbuat menipu orang, apalagi terhadap kawanmu sendiri. Jangan pernah berhutang dan tidak pernah membayarnya, kembalikan apa yang telah kamu pinjam. Sebab kepercayaan tidak bisa dibayar dengan uang, maka jagalah semua kepercayaan orang, biar semua orang percaya kepadamu. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Friday, January 22, 2016

Istana Di Dasar Danau - Dongeng Spanyol

Courtesy of citizen6.liputan6.com
dongeng anak dunia - Kesatria tampan dan perkasa ini sangat terkenal suka menolong. Pertolongan yang sering dilakukannya terhadap anak-anak yatim yang suka diperlakukan semena-mena oleh ayah tirinya atau gadis-gadis malang yang terlantar hidupnya dan jauh dari bimbingan orang tuanya. Membunuh penyamun jahat yang selalu merugikan masyarakat banyak pada umumnya, semua orang dari golongan penjahat pasti sangat takut atau keder kalau mendengar namanya disebutkan.

Dengan postur badannya yang sangat tegap, melambangkan seorang lelaki perkasa yang gagah berani. Tidak akan pernah takut menerjang bahaya didepan matanya, tidak akan gentar menghadapi bahaya yang mengancam. Dialah sang Edward kesatria dari Spanyol.

"Perlihatkan padaku pengalamanmu," berkata sang kesatria,"selanjutnya akan aku perlihatkan cara mencabut pedang yang benar atau naik kuda yang baik dan juga jurus menjatuhkan musuh dengan cepat" Inilah cerita hidupku yang penuh dengan tantangan petualangan yang mengembirakan. "Olah raga yang aku suka adalah berkelahi, badanku menjadi sehat ketika bergerak, dan aku akan senang berkenalan dengan orang yang suka berkelana ketempat yang baru, itulah aku." Begitulah sang Edward yang tidak akan betah disuatu tempat dia berada.

Kesatria yang tidak akan bisa diam ini akan selalu mencari disetiap sudut tempat kalau-kalau ada penjahat yang bersembunyi. Dimana saja, dibawah tempat tidur dan dalam lemari atau mencari nenek sihir disemak belukar yang tersembunyi dimanapun. Itulah diibaratkannya sang kesatria ini bergerak terus dan tak pernah tinggal diam untuk membasmi penjahat.

Namun ada juga dalam petualangan sang Edward ini merasakan kebosanan, sebab ketika sampai didaerah yang ditemuinya itu adalah daerah yang sangat aman sentosa. Tidak ada satu penjahatpun yang ditemuinya hanya sang kucinglah penjahat yang paling buas ditempat itu.

Sang Edward dan pengawal setianya Alfonso sudah tidak bersemangat lagi tinggal didaerah itu karena sudah tidak ada yang dapat dikerjakan mereka. Sebuah tempat yang benar-benar sudah mandiri sekali, semua rakyat serba hidup berkecukupan tidak kurang sesuatu apapun yang tinggal disitu.

"Besok kita tinggalakn kota yang aman ini!" sahut sang Edward kepada pengawal setianya.

"Sekarang kita cari penginapan yang nyaman untuk beristiharat." Sang kesatria itupun memberikan perintah kepada Alfonso.

Begitulah sang Edward seorang kesatria yang haus akan petualang yang merasa penasaran akan rahasia alam semesta ini, dia akan terus berpetualang untuk mencari pengalaman hidup yang akan berguna dikemudian hari.

Sampailah disebuah penginapan dan sang pengawal setia alfonso pun memesan dua kamar yang sangat bagus ditempat itu. Malam harinya sang Edward keluar bersama Alfonso untuk makan malam. Ketika mereka berdua sedang asyik makan tiba- tiba mereka didatangi seorang pemuda yang ukuran tubuhnya kecil dan memakai jubah putih. Berpenampilan begitu rapih sekali dan kelihatannya seperti seorang pemuda yang terpelajar yang tidak pernah bekerja keras.

"Apakah boleh saya duduk bersama anda sekalian disini," bertanya sang pemuda necis tadi saat dekat dengan meja makan sang Edward dan Alfonso.

Sang Edward pun menganggukkan kepalanya tanda isyarat mempersilahkan sang pemuda itu untuk duduk disampingnya. Setelah duduk sang pemuda itupun memperkenakan dirinya. "Pekerjaanku adalah seorang penyair, namun didaerahku ini hanya sedikit sekali yang suka akan syair dan puisi".

Sama saja pemuda inipun dengan kebanyakkan orang yang ada disini, sebab akupun tidak suka apa yang namanya puisi. Sang Edward dalam hatinya berbicarta, "tetapi baiklah biar pemuda ini berbicara denganku saat ini". Sang edward pun bertanya kepad sang pemuda necis itu."Mungkin anda tahu tentang hal yang menantang disini atau ada sejarah apa yang belum terungkap didaerah atau ditempat ini? Sang Edward bertanya kepada pemuda necis itu.

Sang pemuda necis ini hanya tersenyum seperti ragu untuk bercerita tentang sesuatu, namun akhirnya sang pemuda itupun bercerita juga setelah lama terdiam.

"Ya ada disuatu tempat didaerah ini sebuah danau yang sangat angker, mungkin anda akan tertarik dengan misteri danau ini"

"Air danau itu sangat kelabu dan berkabut tidak ada seorangpun yang dapat melihat kedalamnya. Namun apa bila bulan purnama sedang besar-besarnya, siapapun orangnya yang berdiri ditepi danau miterius itu akan dipanggil seorang putri yang cantik jelita.

Namun sampai saat ini tidak ada satu orang pun yang berani mendekati danau tersebut, itulah keterangan yang dikemukakan sang pemuda pendek tetapi necis dandanannya itu kepada sang Edward dan Alfonso kala itu.

Sang kesatria inipun sangat tertarik sekali dengan cerita dari sang pemuda itu dan diapun meminta arah jalan kedanau tersebut.

"Zaman sudah berubah mungkin, sekarang petualangan pertempuran sangat sulit dijumpai tetapi petualangan misterius pun tidak apalah," pikirnya dalam hati sang kesatria ini.

Haripun telah berganti siang, berangkatlah sang kesatria bersama sang pengawal setianya itu menuju danau seribu misteri tersebut. Walaupun sebelum berangkat tadi Alfonso sang pengawal setia telah memperingatinya untuk tidak datang ketempat itu.

Namun semakin dilarang sang kesatria akan semakin penasaran itu dia yang sifatnya sangat keras sekali.

Maka sampailah ditempat yang dituju itu, sebuah danau yang sangat luas sekali. Karena hari masih sore maka kedua orang inipun menunggu ditepian danau tersebut. Kebetulan sekali tanggal pada bulan itu menunjukkan tanggal bulan purnama.

Waktu yang ditunggu akhirnya datang juga, sang bulan yang sangat bulan bersinar sangat terang dan menimbulkan bias cahaya yang sangat indah di air danau kala itu.

"Hai sang pemuda tampan yang gagah perkasa, datanglah kemari." Sang kesatria mendengar suara yang memanggil dari tengah danau misterius itu. Alangkah merdunya suara yang terdengar saat itu ditelinga sang Edward.

Akhirnya kaki sang Edward pun berjalan dengan sendirinya terbawa pesona suara yang memanggil dari tengah danau tersebut.

Dan yang lebih anehnya lagi kaki sang Edward bisa berjalan diatas air danau kala itu. Akhirnya dia pun bertemu sang putri Ratu danau yang cantik jelita, kecantikkan yang tiada taranya. Sang kesatria Edward saat itu, sampai lupa daratan dia tidak ingat apa-apa hanya terpesona dengan kecantikkan yang membuatnya terpesona. Dan diapun melupakan sang pemgawal setianya yang dengan sabar menunggunya di tepian danau angker tersebut.

"Perkenalkan aku, Ratu penguasa danau angker ini!" sang ratu berkata dan dengan tidak segan-segan tangan sang Edward pun ditariknya supaya mengikutinya.

Kerena terkesimak oleh kecantikkan sang putri Edward hanya bisa mengikuti saja langkah kaki sang ratu danau tersebut.

Ditariknya sang Edward masuk kedalam danau dan yang membuat aneh sang kesatria tidak merasa kecapaian menahan napas sebab kala itu sang Edward bisa bernapas didalam air.

Dilewatinya beberapa gerbang pintu masuk yang setiap pintu itu ada namanya tersendiri, diantaranya gerbang Zamrud, gerbang permata dan yang terakhir adalah gerbang intan. Maka sampailah sang putri danau yang menggandeng tangan sang kesatria Edward di sebuah istana bawah air.

Sang ratu danau yang cantik jelita ini ingin sekali mempunyai suami dari golongan manusia biasa, maka diadakanlah pesta yang sangat meriah menyambut kedatangan sang ratu danau yang membawa sang kesatria Edward kala itu.

Dan sang ratu pun bertanya tentang kabar sang kesatria yang gagah berani ini ketika menumpas sang penyamun Tuscanya dan cara sang kesatria menyelamatan sang putri raja. Serta cara kesatria ini membasmi kejahatan yang dia jumpai dalam perjalanan petualangan keberbagai manca negeri.

Berceritalah sang Kesatria Edward, seluruh pengalaman perjalanan hidupnya yang suka sekali akan hal-hal petulangan yang berbau penumpasan kejahatan. Hari demi hari sang kesatria inipun merasa bosan, yang memang gaya hidupnya tidak akan betah atau kerasan tinggal diam disuatu tempat.

Diutarakan maksudnya kepada sang Ratu danau angker, namun sang ratu pun marah dan mengancam, "tidak bisa kamu harus selamanya tinggal diistana ini disampingku dan setiap hari harus menceritakan tentang pengalaman hidupmu. Apabila kamu berani pergi dari istana ini maka kamu akan mati tenggelam didanau ini" Sang ratu mengancamnya sambil menghardik dengan teriakkannya yang membahana.

Bukanlah sang Edward kalau hanya diam ketika seseorang menghardiknya dia malah merasa tertantang, akhirnya dia pun keluar melewati jalan yang dulu pernah dilewatinya yaitu, tiga gerbang intan, permata delima dan yang terakhir adalah zamrud.Ketika sudah sampai digerbang zamrud itulah dibelakangnya terdengar suara gerumuh yang sangat keras sekali, istana Ratu danau angker hancur berkeping-keping.

Sampailah didalam air kelabu yang sangat dingin mencekam sekali itulah misteri air kelabu yang banyak ditakuti orang-orang yang tidak akan tahan oleh dinginnya. Kemudian sang Edward berjumpa dengan seekor ikan dan sang ikan itu menyuruh sang Edward untuk memegang ekornya.

Sampailah sang Edward dipermukaan air diantar sang ikan besar tadi, sambil mengantar sang Edward sang ikan pun bercerita tentang apa yang telah dialaminya. Bahwa sang ratu jahat itulah yang telah membuat sihir yang membuat semua ikan pada susah dan berkat sang kesatria pemberani inilah yang telah menghancurkan kekuatan sihir dan istana sang ratu karena telah berani meninggalkan istananya. http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-based-on-wooden-structure/ .adv

Kejadian aneh terjadi lagi kala itu, mestinya sang Alfonso telah berbulan-bulan menunggu tetapi sang pengawal ituhanya merasa ditinggal beberapa jam saja oleh sang Edward.

Sang Edward pun merasa terbebas dari pesona sang Ratu Danau yang sangat seram membuatnya, sang Edward tidak akan mengulangi petualangan menyibak rahasia alam yang tersimpan didasar danau yang sangat angker.

Maka sang Kesatria Edward pun berlalu dari tempat itu bersama sang pengawal setianya, sang Alfonso.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih

Share:

Berbalas Budi - Dongeng Spanyol

Courtesy of jelasbeda.blogspot.com
dongeng anak dunia - Alangkah indahnya sore itu sehabis hujan mengguyur tempat itu, dilihatnya seekor semut mendekati sebuah sungai untuk minum. Itulah kebiasaan yang selalu dilakukan sang semut ini setiap sorenya, dia akan minum air sungai sebagai pelepas dari rasa dahaganya setelah seharian beraktifitas.

Tetapi sang semut inipun tidak sadar bahwa saat itu sungai sedang meluap airnya disebabkan air hujan sore itu.

Betapa nikmatnya minuman yang dirasakan sang semut kala itu sehingga bahaya yang mengancampun tidak dia rasakan. Air sungai yang meluap itu telah membawanya hanyut.

"Tolonglah daku! tolong! tolong!", sang semut berteriak ketakutan. Namun karena suaranya yang sangat lemah dan tidak keras itu tidak ada yang mendengarnya saat itu.

"Sebentar lagi aku pasti tengelam, tamatlah riwayatku sekarang". Pikir sang semut itu dalam hatinya penuh dengan rasa khawatir.

Sementara itu tidak jauh diatas dahan sebuah pohon, dibawah air sungai yang mengalir tersebut bertengger seekor burung merpati.

Sang burung kebetulan melihat apa yang sedang terjadi dibawah sana, dia pun melihat ketika sang semut itu minum dan sampai hanyut terbawa arus sungai.

Sang burung merpati itu merasa wajib menolong teman yang sedang dalam kesusahan, dipetiknya satu lembar dedaunan yang ada disekitar situ, lalu melemparkan kearah semut tersebut. Sang semutpun meraih dedaunan yang di lemparkan sang burung merpati, lalu naik diatasnya.

Akhirnya dedaunan itu menepi disuatu tempat maka selamatlah sang semut dari bencana itu dan sangat berterima kasih sekali kepada sang burung merpati.

"Saya ucapkan banyak terima kasih sang burung merpati yang baik hati," ucapnya sambil berteriak yang dia rasa suara sangat keras namun suaranya itu sangat lemah dan tentu saja sang burung merpati tidak dapat mendengar suara sang semut itu.

http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-based-on-wooden-structure/ .adv - Singkat cerita waktu berselang beberapa hari setelah kejadian tersebut diatas. Kebiasaan sang merpati yang sangat suka bertengger diatas sebuah dahan pepohonan. Tanpa dia sadari seorang pemburu sedang mengincarnya dari bawah dengan senapan burungnya siap menembak sang merpati baik hati itu.

Sedetik kemudian sang pemburu itu menarik picu senapan, sang semut itupun dengan cepat sekali mengigit sang pemburu. Sang pemburu kaget dan peluru dari senapannya melenceng keluar jalur sasaran tembaknya. Tentu saja sang burung merpati inipun ikut kaget dan buru-buru terbang kabur dari tempat tersebut.

Seraya berkata, "Terima kasih semut atas pertolongannya!" sang semut itupun mendengar apa yang dikatakan sang merpati baik hati itu. Dia sangat senang sekali telah membalas budi yang telah dilakukan sang merpati terhadap dirinya tempo hari.

Itulah hidup manusia diperlukan tolong-menolong dalam kehidupan sehari-harinya diantara kita. Ingatlah akan pertolongan orang lain dan berterima kasihlah atas pertolongannya, sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Thursday, January 21, 2016

Unta dan Lalat - Dongeng Jajirah Arab

Courtesy of novikemon.blogspot.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah pada zaman dahulu kala, cerita ini dimulai dari sebuah rumah pada saat itu berangkatlah satu ekor unta bersama sang tuan pemiliknya. Perjalanan yang melewati sebuah padang gurun pasir dan dipunggung sang unta begitu banyak muatan yang dibawanya.

Dalam perjalanan itu seekor lalat mendekatinya dan hinggap melekat diatas punggung sang unta yang sedang berjalan itu.

Sang unta tidak tahu ada seekor lalat yang ikut serta diatas punggungnya, unta yang tinggi sementara sang lalat melihat jalan yang begitu jauh dari atas punggu sang unta.

Sang lalatpun berkhayal seakan dia bagaikan seorang sang Ratu agung yang sedang menempuh perjalanan menuju kemewahan.

Setelah seharian menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, berhentilah sang unta dan majikannya di sebuah penginapan.

Dibawalah sang unta iu kesebuah kandang penitipan unta, lalu sang majikan itupun menurunkan muatan dari punggung sang unta tersebut. Ketika baru menurunkan itulah sang lalatpun terbang berputar mengelilingi dari wajah sang unta.

Sang unta hanya berpikir bahwa sang lalat itu adalah seekor lalat tuan rumah yang berasal dari kandang tersebut.

"Dasar sang lalat yang tidak punya sopan santun!, tapi aku harus tetap bersikap ramah kepadanya karena aku seorang tamu." Itulah yang terlintas dalam pikiran sang unta.

"Hai," sang lalat menyapanya dengan sangat sopan sekali.

"Saya hanya mau bilang terima kasih sekali atas tumpangannya selama dalam perjalanan menuju tempat ini."

Sang unta pun sangat terkejut mendengar apa yang barusan diucapkan sang lalat tersebut, tetapi untuk menutupi rasa keterkejutannya, sang unta akhirnya meraih beberapa jerami untuk dimakannya.

Sang lalat merasa tidak enak akan sikap sang unta yang hanya diam saja, mungkin sang unta sangat marah padanya.

"Aku melihat kamu sangat lelah sekali membawaku ikut dipunggumu. Aku minta maaf ya telah merepotkanmu selama dalam perjalanan tadi"

"ya sudahlah akupun tidak merasakan apa-apa ketika kamu berada diatas pungguku tadi." sambil acuh-acuh saja sang unta asyik memakan jerami didepannya.

Dengan tidak mengeluarkan sepatah katapun sang lalat berlalu dari situ," sepertinya aku merasa sangat diacuhkan dan tidak diperlukan sekali kehadirannya"

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Pengorbanan Anak Kecil - Dongeng Palestina

Courtesy of Courtesy of www.deviantart.com
dongeng anak dunia - Zaman dahulu ketika perang salib berlangsung di Palestina, seluruh daratan Eropa pasukan salib berdatangan ke Palestina untuk menggempur pasukkan kaum Muslimin.

Hiduplah sebuah keluarga yang hanya terdiri dari seorang anak dan ibunya. Suatu hari ibu sang anak berkata, "Pasukkan salib telah menguasai seluruh negeri kita anakku. Kini kita sudah kehilangan segalanya, cuman tertinggal seekor kambing saja, Ibu ingin kamu merawat dan memeliharanya. Sebab hanya itulah kekayaan yang kita punya sekarang."

Sang anakpun akhirnya membawa kambing tersebut kesuatu tempat, ladang savana yang subur untuk menggembala. Sang kambing pun sangat senang dengan rumput hijau yang segar. Melihat kambingnya yang sedang memakan rumput, diapun duduk dibawah naungan pohon-pohon. Dalam hatinya sang anak berkata, "Susu kambing itulah yang nanti akan menjadi sumber penghasilan, untuk makan mereka berdua bersama ibunya tercinta. Akan kubawa susu itu untuk kujual dipasar dan sisanya akan aku minum bersama sang ibu. Dengan demikian aku akan selalu merawat dan mengurusnya, serta menjaganya sebaik mungkin yang aku bisa!"

Saat sedang berfikiran kedepan tentang nasib yang akan terjadi selanjutnya, lamunan itu dibuyarkan dengan suara ribut derap kaki-kaki kuda. Sang anakpun dengan sigap menarik kambing kesayangannya berlindung ditempat persembunyian semak rerumputan.

Dari tempat persembunyian itu sang anak melihat pertempuran sedang terjadi antara pasukan salib dan pasukan muslimin, pasukan salib mengejar seluruh pasukan muslimin.

Sang anak gembala ini terus menunggu dari tempat sembunyinya, sampai pertempuran mereda untuk pulang kerumahnya. Tidak lama kemudian pertempuran itupun mereda, barulah sang anak inipun keluar membawa kambingnya untuk pulang kerumah melihat keadaan sang ibu.

Tetapi baru saja sang anak sampai didekat rumahnya, dia melihat seorang tentara muslimin yang sedang kerepotan membantu temannya yang sedang terluka parah. Serdadu itupun meminta air minum kepada sang anak. Karena merasa sangat kasihan sang anak itupun pergi masuk kedalam rumahnya untuk mengambil air minum. Namun setelah mencarinya, air hanya ada sedikit sekali dan mungkin tidak akan cukup untuk diminum kedua serdadu itu. Benar saja kedua serdadu itu masih kehausan ketika diberi sedikit air itu. Tidak kehilangan akal sang anak itupun memeras susu kambing dan diberikan kepada kedua orang serdadu, namun keduanya masih dilanda kehasusan. Sang anak inipun memeraskan kembali susu kambing untuk yang kedua kalinya. Cukup sudah rupanya dahaga kedua serdadu itu terpuaskan.

Kedua serdadu itupun sangat berterima kasih sekali kepada sang anak kecil, dan serdadu yang terluka cukup parah itupun berkata. "Allah akan membalas semua kebaikkanmu, hai anak muda! Kamu telah menolong hidupku!"

Kedua serdadu itupun pamit dari hadapan sang anak yang telah menolongnya tersebut.

http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-based-on-wooden-structure/ .adv - Sepeninggalnya kedua serdadu itu sang ibunda berkata. "Mengapa kamu berlaku begitu anakku? Kamu telah mengambil semua isi susu kambing kita, terus kamu memberikan kepada kedua orang tadi, serta kamu tidak menyisakan sedikitpun untuk minuman kita!" Katanya memarahi kelakuan sang anaknya.

"Ibu saya tidak tega melihat serdadu itu kehausan didepan rumah kita, apalagi serdadu yang terluka itu kalau kita tidak menolongnya mungkin akan mati kehausan, bu! Sedangkan susu kambing kita sebentar lagi pasti akan ada susunya kembali, Ibu sabar saja!" Sang Ibu tercinta tidak bisa berkata apa-apa mendengar penjelasan sang anaknya, betapa berjiwa besar sekali hati anaknya dengan sikapnya sangat terpuji itu.

Selang beberapa tahun setelah terjadinya peristiwa sang anak shaleh itu menolong dua serdadu muslim.

Terdengar kabar gembira bagi kaum muslimin saat itu. Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi pimpinan kaum muslimin mengumumkan kemenangan perang melawan pasukan salib.

Disuatu hari yang sangat cerah sekali antara jam sembilan atau jam sepuluh pagi waktu itu, ada dua orang lelaki yang berjalan menuju rumahnya dan yang lebih aneh lagi kedua lelaki yang gagah dalam penampilan itu mengiring kambing-kambing yang begitu banyak.

"Hai anak shaleh yang baik hati, semua kambing ini berjumlah sekitar 40 ekor, dan ini semua adalah milikmu, pemberian dari komandan kami yang telah engkau selamatkan nyawanya."

"Saya tidak berbuat yang setimpal untuk pemberian yang sangat banyak ini!" menjawab sang anak shaleh.

Dari rumahnya keluarlah sang Ibunda tercinta. "Ibu telah tahu semua yang terjadi barusan, juga Ibu telah mendengar yang dibicarakannya. Semua ini datang dari Allah yang telah mengganti harta-harta kita yang hilang, anakku.

"Jasamu adalah, kamu telah menyelamatkan nyawa dari seorang komandan pasukan kepercayaan dari Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi." Berati kamu juga telah berjasa dalam peperangan ini.

Setelah berkata demikian sang serdadu utusan menyerahkan kambing-kambing itu, dan langsung pergi pamit dari hadapan sang keshalehanmu, hingga Allah mengantinya berlipat-lipat ganda!"

Setiap amal baik pasti Allah membalasnya dengan kebaikkan pula.

Wasalam...
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Wednesday, January 20, 2016

Sang Shiro Penemu Harta Karun - Dongeng Jepang

Courtesy of Courtesy of dongengceritarakyat.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah pada Zaman dahulu kala disebuah desa, hidup seorang bapak yang umurnya sudah tua namun hatinya sangat baik sekali. Dan disebelah rumahnya atau tetangganya hidup pula seorang bapak tua, tetapi bapak ini sangat jahat sekali.

Bapak tua yang sangat baik hatinya itu mempunyai anjing peliharaan yang dia beri nama Shiro, sang anjing Shiro sangat disayangi bapak tua budiman ini. Tetapi, tetangga sebelah yang sangat jahat itu selalu memperlakukan Shiro dengan jahatnya. Kalau Shiro bertemu dengannya, dia akan melemparnya dengan batu.

Suatu ketika sang Shiro menggongong dibelakang rumah sang bapak tua yang baik hati itu, persis dihalaman belakang dari rumah tersebut. Sambil menggongong Shiropun terus menggali lubang ditanah halaman rumah belakang. Sang majikkan Shiro pemilik anjing itupun datang menghampirinya.

"Mengapa kamu menggongong terus, Shiro?" Bertanya bapak tua itu kepada anjingnya."Mungkin kamu memerlukan bantuan?" Baiklah akan aku bantu kamu."

Bapak tua itu pergi mengambil cangkul dan sekop untuk menbantu Shiro menggali tanah. Terggalilah tanah tersebut sedikit demi sedikit. Akhirnya sebuah peti ditemukan didalam lubang tempatnya menggali itu. Ketika peti itu dibuka ternyata didalamnya terdapat permata-permata serta emas yang begitu banyak. Sang bapak tua inipun sangat berterima kasih sekali kepada Shiro yang telah menemukan harta karun tersebut.

Semua kejadian dan peristiwa tadi ternyata ada yang melihatnya, dialah yang tidak lain dari sang tetangga yang hatinya selalu sirik terhadap orang lain yang berhasil atau sukses. Diapun sangat ingin mendapatkan harta karun seperti tetangganya tersebut.

Esok harinya sang bapak yang jahat itupun datang kerumah bapak tua yang baik hatinya.

"kedatanganku kesini hanya ingin meminjam anjingmu selama sehari!" berkata sang bapak tua jahat itu kepada bapak tua yang baik hati itu.

"Baiklah kamu boleh meminjam anjingku, selama anjingku shiro bisa membantumu," katanya. Sang bapak yang baik hati inipun memberikan ijin kepada bapak tua jahat tetangganya.

Dibawalah sang anjing Shiro kehalaman belakang rumahnya. "Baiklah Shiro, kamu sekarang boleh mencari harta karun untukku."

bapak tua yang jahat itu memberikan perintah. "Ingat bila kamu tidak bisa mencari harta karun untukku, pasti kamu akan aku hukum," Sang bapak tua yang jahat itu mengancam Shiro.

Shiro adalah anjing peliharaan yang sangat pandai dan sangat mengerti ucapan yang dikatakan sang majikkan maka setelah mendapat ancaman begitu diapun menggalinya disuatu tempat.

Setelah ketahuan Shiro menggali maka sang bapak tua yang jahat itupun mengambil Shiro dan mengikatnya, dengan semangat sekali sang bapak tua ini meneruskan galian tadi.

Namun apa yang didapat sang bapak tua jahat itu, hanyalah tumpukkan sampah yang berbau busuk menusuk hidung.
Itulah ganjaran yang didapat dari orang yang jahat yang selalu menyiksa binatang yang tidak berdosa sama sekali.
Maka jadilah orang yang berbudi luhur selalu baik terhadap siapapun termasuk terhadap binatang peliharaan.

Wasalam
oleh : mamang
edit : galih
Share:

Rumah Semut - Dongeng Perancis

Courtesy of www.beritaunik.net
dongeng anak dunia - Gotong royong selalu bersama-sama, bahu membahu dalam setiap kegiatan yang ada dan tidak pernah diam berpangku tangan. Itulah semut yang selalu bersalaman kalau bertemu sama temannya dijalanan. Tidak ada kata marah yang keluar dari mulutnya ketika sarangnya habis rusak diinjak sang manusia. Dengan sukarela mereka akan memperbaiki rumah sarangnya bersama-sama bergotong- royong tampa pamrih, itulah sang semut.

Mereka juga tidak pernah duduk bermalas-malasan mereka akan selalu giat kemana saja mengais rejeki dimuka bumi ini, tidak ada waktu untuk berpangku tangan dalam setiap harinya.

Ada bagian tugas yang mereka jalankan dengan tekun dan tanpa ada salah atau menyalahkan dalam perinsip hidup mereka sebagai bangsa semut. Ada yang tugasnya mencari makan, ada yang tugasnya memperbaiki rumah dan ada yang tugasnya menyelamatkan sang telur dan lain sebagainya. Itulah tugas yang dijalanankan dengan penuh sikap setia dan tanggung jawab.

Semut adalah pembuat rumah yang sangat rumit. Rumah bangsa semut dapat dibuat dengan sangat bagus sekali, mereka adalah arsitek yang cukup handal sekali dalam membuat rumah.

Itulah kelebihan yang dimiliki semut sebagai anugerah dari tuhan terhadap semut yang sangat rajin dalam hidupnya. Baik hati, tidak sombong, dan selalu jujur dalam hidup selalu bergotong-royong tidak ada yang mementingkan diri sendiri. Makhluk yang sangat kecil yang memiliki rasa tanggung jawab dalam hidupnya.

Mengapa Tuhan menciptakan semut?, Supaya manusia atau orang mencontoh dan belajar tentang artinya hidup bergotong-royong saling menolong satu sama lainnya dari semut.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Kano Terbang - Dongeng Perancis

Courtesy of dongengceritarakyat.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah pada Zaman dahulu kala satu team pekerja penebang pohon yang berkerja disebuah hutan belantara yang sangat lebat sekali. Apa lagi saat itu musim dingin yang sangat hebat sedang berkecambuk ditengah hutan itu. Diakhir tahun yang sangat panjang ini mereka semua sangat kangen terhadap keluarga masing-masing yang ditinggal dikampung halaman nan jauh disana.

Tahun baru diawali dengan salju yang turun sangat deras, kelompok ini hanya bisa diam ditenda masing-masing.

Diselingi obrolan tentang keluarganya yang ditinggal jauh, sampai pada obrolan tentang pekerjaan yang samakin hari semakin sulit saja.

Sampailah pada obrolan yang menjurus kekampung halamannya merekapun pada ingin pulang kampung. Salah satu dari mereka ada yang sangat ngotot ingin pulang, serta sangat rindu anak istrinya dirumah.

"Siapa diantara kalian yang mau ikut pulang bersamaku hari ini, sudah tidak tahan aku rindu anak istriku dirumah!"

Berkata seseorang diantara mereka yang bernama Baptiste, serta merta semua temannya yang ada disitu sangat setuju dengan usul Sang Baptiste.

"Namun apakah mungkin kita semua jalan kaki diatas salju yang sangat tebal begini," sang teman Baptiste, yang bernama Jean. Bertanya kepada teman-temannya tentang cuaca yang sangat buruk sekali saat itu. Namun sang Baptiste menjawab lagi dengan semangat sekali.

"Aku akan mengajak kalian semua naik kano terbangku" Sebuah kano yang bisa terbang diatas salju dan diatas air laut nanti.

"Kano ini adalah kano perjanjian antara aku dan setan, tetapi ketika kalian semua naik kano terbang ini kalian dilarang berbicara tetang Tuhan atau berbicara atas nama Tuhan." Itulah penjelasan yang dituturkan sang Baptiste kepada teman-temannya.

Semua teman-teman Baptistepun setuju dengan apa yang akan dilakukannya.

Naiklah semua teman-teman itu keatas kano terbang itu. Baptiste diiringi tujuh teman-temannya sudah berada diatas kano terbang itu, lalu. "Akabris! Akabrais! Akabras! Akabram!" Sang Baptiste membaca mantra-mantra perjanjian dengan setan itu dan benar saja sang kano pun dapat terbang seperti pesawat terbang saja.

http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-based-on-wooden-structure/ .adv - Semua yang berada didalam kano itu pun tertawa sangat girang sekali saja. Dirayakanlah dengan minum-minum diatas kano terbang itu. Baptiste sangat bangga sekali akan keberhasilannya, diapun sampai terlena dengan minumannya dan akhirnya perutnya kembung sampai tidak sadarkan diri. Diikatlah sang Baptiste diatas kano terbang itu supaya tidak jatuh dari atas kano terbang tersebut.

Keesokan harinya ketika dia sadarkan diri diatas kano terbang tersebut. "Ya Tuhan, tega-tega kalian semua mengikatku seperti ini?" Berkata sang Baptiste saat siuman dari tidurnya.

Terucaplah nama Tuhan dari mulut sang Baptiste sendiri yang telah mendapat perjanjian dengan setan langsung, dan dia sendiri yang menyuruh teman-temannya untuk tidak berkata atau menyebut nama Tuhan. Kano terbang secara mendadak berhenti terbangnya dan langsung jatuh tepat diatas puncak pohon cemara. Baptiste pun jatuh bersama tujuh temannya terguling-guling dan masuk kedalam lembah yang sangat gelap sekali dan tidak bisa ditemukan kembali. Itulah hukuman yang telah berbuat perjanjian dengan setan.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Hancurnya Persahabatan - Dongeng Bosnia

Courtesy Of google images
dongeng anak dunia - Pada zaman dahulu kala ada dua binatang yang sangat bersahabat, sahabat yang sudah betul-betul saling percaya. Sepasang sahabat ini adalah sang Singa dan Serigala, sahabat yang selalu mencari makan bersama berburu bersama, itulah persahabatan karib yang mereka bina selama ini.

Namun persahabatan mereka akan segera berakhir ketika suatu hari sang Singa berburu dan berhasil mendapatkan seekor anak banteng yang sangat gemuk.

Anak banteng yang sangat gemuk hasil buruannya itu dia titipkan kepada sang Serigala sahabat karibnya dia pun sudah sangat percaya betul kepada sang Serigala itu. Sang Singa menyuruh sahabatnya untuk mengantar hasil buruannya kerumah keluarganya karena dia masih ingin berburu lagi.

"Sahabatku yang baik hati tolong kamu berikan anak banteng muda yang gemuk ini untuk keluargaku dirumahku," sebelum pergi meninggalkan tempat itu. Sang Singa meminta tolong sahabat karib sang Serigala.

Tetapi apa yang terjadi sang Serigala malah memanggil seluruh keluarganya untuk pesta makan daging banteng muda yang empuk dagingnya. Seluruh keluarga Serigala inipun sangat puas dengan makanan yang tersaji begitu nikmat dan lezatnya.

Haripun kini telah berganti sore menjelang malam hari, sang Singa sudah siap pulang kerumahnya. Dan sampailah dia dirumah keluarganya, "apakah daging banteng muda yang kalian makan tadi enak?" sang Singa bertanya kepada sang istri.

"Daging banteng muda apakah yang kamu maksud?" sang istri Singa itupun balik bertanya kepada suaminya.

"Karena hari masih siang sementara aku masih ingin berburu maka aku menyuruh sang Serigala untuk mengantar hasil buruanku, seekor banteng muda yang gemuk sekali!" sang Singa menjelaskan kepada sang istrinya.

"Hari ini aku tidak berjumpa dengannya," menjawab sang istri Singa singkat sekali, karena marah terhadap sahabat suaminya.

Sang Singa pun sangat marah sekali, "sahabat apa berlaku tidak jujur terhadapku tunggulah aku akan membuat perhitungan dengannya."

Dan keesokan harinya sang Singa telah siap menunggu didekat kolam tempat sang Serigala minum.
Tidak lama berselang yang ditunggu pun telah datang kekolam untuk minum, tanpa basa-basi lagi sang Singa langsung menerkam sang Serigala. Sang Serigala mengelak untuk menghindar namun kakinya masih terpegang oleh sang Singa.

"Kena juga kamu Serigala penipu, sahabat apa yang tega mencuri makanan temannya," sang Singa berkata sambil memaki sang Serigala.

"Apa yang kamu dapatkan dariku," sang Serigala tertawa mencibir.

"kakiku masih ada empat, kamu tidak memegang kakiku. melainkan akar kayu, kalau kamu tidak percaya ambil batu pukul akar pohon itu kalau itu kakiku pasti berdarah."

Sang Singa akhirnya melepaskan peganganya, dia akan mencari batu untuk memukul benda apa yang dipegangnya. Maka dengan cepat kesempatan itu dipergunakan sang Serigala untuk kabur, diapun kabur berlari menuju tali ditebing yang curam. Setelah meraih tali itu sang Serigala naik terus keatas untuk sampai kerumahnya yang berada ditengah-tengah tebing itu.

Sang Singa pun telah sampai ditempat itu dan meraih tali untuk naik kerumah Serigala, namun sayang tali itu sangat kecil dan tidak kuat dengan beban badannya yang memang berat.

Sehingga sampai sekarang sang Singa tidak akan pernah lagi berteman atau bersahabat dengan Serigala, dan demikian pula sang Serigala selalu takut apabila berjumpai dengan sang Singa.

Sampai disitulah persahabatan yang mereka bina selama ini, hancurlah persahabatan antara sang Singa dan sang Serigala.

Maka sampaikanlah yang menjadi amanah, kepada orang yang berhak atas amanah tersebut. Jika seseorang meninggalkan atau menitipkan sesuatu sampaikanlah barang atau pesan itu kepada yang berhak atas barang dan pesan itu. Jujur dan selalu jujurlah dalam hidup ini, sebab kejujuran adalah kunci dari sebuah persahabatan dan kepercayaan. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
Share:

Tuesday, January 19, 2016

Balas Budi Jizo - Dongeng Jepang

Courtesy Of dongengceritarakyat.com
Tersebutlah disebuah desa di Jepang kala itu tentang sepasang suami istri pembuat topi jerami. Hidup mereka serba kekurangan atau miskin dalam harta dan benda.

"Tahun baru sudah diambang pintu. tetapi tidak satupun topi jerami yang kita buat laku terjual," Bagaimana nanti aku bilang kepada sang istri tercinta.

Tidak ada sedikitpun uang untuk membeli makanan seperti nasi atau kuenya, untuk perayaan tahun baru ini.

Berjalanlah pulang menuju rumahnya dari kota tempat dia usaha dagang topi jereminya. Dalam perjalanan pulang itu dia melihat enam patung dewa pelindung anak-anak atau patung Jizo. Sang patung Jizo yang basah oleh curahan salju yang turun saat itu. "Kasihan sekali ini patung dewa kehujanan salju yang begitu tebalnya."

Dipakaikanlah topi jerami itu diatas kepala patung dewa pelindung anak itu, Namun apa boleh buat topi dagangannya hanya ada lima buah, sedangkan patung Jizo itu ada enam. Dilepaslah Topi yang dia kenakan dan memakaikannya kepada patung Jizo terakhir itu, dan diapun segera pulang kerumahnya.

Maka tibalah sang bapak tua ini dirumahnya, dan disambut sang istri tercinta. Sang istri inipun bertanya, "mengapa topimu tidak kamu kenakan?"

Berceritalah sang bapak tua ini dengan apa yang barusan dilakukan terhadap keenam patung Jizo sang dewa pelindung anak yang dijumpai ditengah perjalanan pulangnya kepada sang istri tercinta.

"Ya sudahlah suamiku, perbuatan yang barusan kamu lakukan adalah sebuah hadiah tahun baru buatku." Berkata sang istri tercinta dengan bangga apa yang telah dilakukan sang suami.

Malam yang dingin dan semakin larut itu membuat kantuk yang tiada taranya. Sepasang suami inipun tertidur pulas sekali. Saat mereka tertidur itupun ada seseorang bersenandung dikejauhan maka terdengarlah nyanyian tersebut."Seorang bapak tua yang baik hati berjalan bertemu patung Jizo yang kedinginan. Dia memberikan topinya, kami akan berterima kasih dan akan memberikan hadiah"

Serentak bapak tua dan istrinya berlari kearah pintu depan rumahnya. Dijumpainya kue nasi yang sudah tersedia didepan pintu rumahnya, alangkah terkejutnya mereka berdua.

Bapak tua itupun berteriak sambil tenggok kiri dan kanan. Dan hanyalah jejak kaki yang sangat panjang sekali terlihat dari jalanan lengang dan sepi malam itu.

"Itulah perbuatan yang telah kamu perbuat tadi siang telah dibalas langsung oleh sang dewa tersebut" sang istri tercinta berkata sambil memeluk sang suami tercinta, tanda senang yang tak kiranya.

Tentu saja setiap perbuatan kebaikkan akan membuahkan kebaikkan lain yang tidak akan putus-putusnya.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
Gelar Sarjana, Pentingkah Di Dunia Kerja?
Qatar dan Kuwait Meminta Warga untuk Meninggalkan Lebanon
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...