Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Wednesday, January 27, 2016

Burung Bangau Dan Bapak Petani - Dongeng Yunani

Courtesy of cahayakasih2u.blogspot.com
dongeng anak dunia - Mentari pagi yang cerah dengan sinar kuning kemerahan, menyinari desa tempat tinggal sang Bapak tani kala itu. Sambutan alam pagi yang begitu indah dan megah, nuangsa damai terpancar dari sinaran pajar. Padi yang menguning siap untuk dipanen sang Bapak petani yang akan memetik hasil dari jerih payahnya.

Terlihat Bapak tani tua itu keluar dari rumahnya yang berwarna cat kuning pula menambah kemilaunya pagi nan cerah.

Dibukanya pintu gerbang rumah sang Bapak tani itu, dengan langkah yang ringan dia berjalan kesawah untuk memeriksa perangkap jaring yang dipasang malam harinya.

Jaring itu sengaja dia pasang untuk menjebak burung-burung pemakan bulir-bulir padi miliknya. Dengan jaring-jaring terpasang tentu saja akan mengurangi hama pemakan bulir padi, sehingga hasil panen tidak sedikit.

Namun sang Bapak tani inipun dikejutkan dengan suara teriakkan keras dari tengan sawah tempat jaring terpasang.
Seekor burung Bangau yang sangat besar terjebak dalam jaringnya kala itu, walaupun berusaha sekuat tenaga tetapi sang Bagau susah untuk lepas dari ikatan jaring itu.

Sang Burung Bangau sangat senang ketika ada orang datang ketempat itu, untuk diminta tolong olehnya.
 
"Tolonglah saya. Bapak Tani tua yang baik hati, lepaskan ikatan jaring yang menjebak kedua kakiku ini!" teriak sang Bangau.

"Sebab aku tidak pernah mencuri bulir padi-padimu serta tidak pernah memakannya! karena makananku bukan bulir padi."

"Aku hanya terbang mengikuti burung yang lain untuk mencari ikan-ikan kecil yang ada disawah ini," tegas sang Bangau.

"Alasanmu masuk akal," menjawab sang Bapak Tani. "Namun perlu kamu ketahui, wahai sang Bangau! saat ini kamu sedang bersama para pencuri bulir padiku!, dengan sendirinya kamu juga termasuk kawannya pencuri!". Sang Bapak Tani menegaskan keterangan kepada sang Bangau.

"Untuk itu kamu tetap akan mendapatkan hukuman yang sama dengan para pencuri bulir padiku!". Dengan demikian jangan kita terjebak oleh pergaulan. Ketika kita bergaul dengan orang baik otomatis kita akan disebut temannya orang baik. Tetapi sebaliknya ketika kita bergaul dengan pencuri kita akan dikatakan temannya pencuri.

Kita tinggal memilih yang mana kiranya baik buat kita dan pandangan orang lain, sebab hidup ini penuh dengan pilihan.

Begitu juga dalam pergaulan kita, pilihlah teman yang selalu baik dan tentu teman yang demikian akan membawa kebaikan bagi kehidupan kita. Sebaliknya, teman yang buruk akan berpengaruh juga keburukkannya terhadap kehidupan kita. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...