Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sunday, January 3, 2016

Nyamuk, Lalat Dan Sang Ratu Bilqis - Dongeng Saudi Arabia

Courtesy of kaltim.tribunnews.com - nyamuk dan lalat
dongeng anak dunia - Pada zaman kerajaan di Timur Tengah tempo dulu, negara makmur dengan unta-unta serta sebuah istana yang megah. Saking megahnya istana tersebut kalau matahari menyinarinya akan membuat silau mata yang memandangnya. Tetapi yang menjadi pemimpinnya seorang Ratu yang cantik dan sangat kaya raya dialah sang Ratu Bilqis. Menurut dongeng sahibul hikayat kekayaan sang Ratu tak terhingga banyaknya, sampai sebagian dari istana sang Ratu terbuat dari emas. Sang Ratu selalu berpakaian dari bahan khusus yang mahal terbuat dari sutra. Begitulah kekayaan sang Ratu yang begitu melimpah ruah tidak kurang sesuatu apapun di istana kerajaan yang megah tersebut.

Sang Ratu Bilqis yang agung ini mempunyai pengawal yang selalu siap setiap saat yaitu seekor burung kakak tua yang sangat patuh pada titah sang Ratu. Sebagai telinga kanannya Sang Ratu untuk mencari setiap informasi yang berguna di luar sana, setiap pagi dan sore hari sang Kakak tua itu pergi, hinggap, melihat apa saja dan selalu di sampaikan kepada sang Ratu Bilqis tersebut.

Tersebutlah di tempat lain tetapi masih di daerah kerajaan timur tengah yang luas, di dalam hutan di tengah belantara yang lebat hiduplah seorang yang tinggal dalam rumah gubuk yang kecil. Akan tetapi rumah gubuk yang kecil itu kediaman seorang raja sang penguasa hutan kala itu. Sulaiman itulah nama sang raja hutan itu serta seluruh khalayak hutan memanggilnya.

Sulaiman tinggal sebatang kara di gubuk tersebut, tanpa sanak keluarga yang mengurus dia. Raja Sulaiman sebenarnya anak Raja dari Kerajaan di Timur Tengah, yang di asingkan ke hutan tersebut ketika kudeta melanda kerajaannya. Dan kedua orang tuanya tewas di tangan selir-selirnya yang ingin menguasi kerajaan kala zaman itu.

Semua penghuni hutan tunduk kepada Raja Sulaiman ini. Raja hutan yang gemar bercerita ini selalu membuatkan dongeng untuk khalayak penghuni hutan tersebut. Dan seluruh penghuni hutan pun selalu datang untuk mendengarkan cerita Sang Raja Hutan tersebut. Sulaiman anak raja dari timur tengah ini masih tetap seorang raja, walaupun hanya raja penguasa hutan dimana semua penghuni hutan itu selalu setia setiap saat kepada Sang Raja yang pemberani ini.

Belum juga fajar menyingsing pagi masih buta sekali terdengarlah kabar yang sangat heboh dari kerajaan Ratu Bilqis. Ada apa gerangan yang terjadi pagi buta begini. Ternyata Sang Ratu kehilangan anting-anting kesayangannya. Dia memerintahkan pengawal kepercayaan sang Kakak Tua, sang pengawalpun sibuk mengerahkan bala bantuan untuk mencari barang tersebut.

Sudah berminggu-minggu yang lalu tugas yang dijalankan abdi istana tidak membuahkan hasil yang baik, anting-anting sang Ratu tidak diketemukan. Sepertinya hilang di telan bumi, semua cara telah menemui jalan yang buntu.

Kemudian pasukan kerajaan sang Ratu pun akhirnya meminta bantuan dari Raja Hutan Sulaiman dari rimba belantara. Dan pada akhirnya sang Kakak Tua pun datang menghadap sang Raja hutan Sulaiman untuk meminta bantuan tersebut, serta Raja pun bersedia membantu mencarikan barang yang hilang itu.

Raja pun segera memerintahkan seluruh rakyat penghuni hutan untuk berkumpul, dan Sang Raja hutan pun memanggil para ketua kelompok untuk membawa anak-anak buah andalannya yang terlatih. Di aturlah rencana dan strategi apa yang akan direncanakan guna mencari anting-anting itu.

"Setiap ketua kelompok dari setiap regu pencarian ini wajib memberitahukan sekecil apapun dari hasil kerja kelompok yang terencana, dengan demikian akan ada hasil kerja yang maksimal." Tutur kata sang Raja Hutan Sulaiman kekita berpidato di depan ribuan rakyat hutan yang dipimpinnya.

Tidak terasa sudah 40 hari pencariaan anting-anting sang Ratu Bilqis, tetapi sang Raja belum mendapatkan kabar yang mengembirakan hatinya. Maka Sang Raja pun memerintahkan kembali seluruh Khalayak rakyat hutan untuk berkumpul kembali.

Berkumpullah seluruh binatang hewan rakyat Raja Sulaiman itu, dan seluruh ketua kelompok melaporkan hasil kerja yang belum membuahkan hasil, yang menjurus ke masalah yang sedang dihadapi. Anting-anting itu seperti hilang di telan bumi.

Maka Sang Raja pun memutuskan masalah ini dengan mufakat, menimbang semua laporan-laporan yang tidak menjurus ke arah yang di harapkan, pencarian pun di hentikan. Raja pun melapor bahwa semua akal dan pikiran telah di curahkan tetapi anting-anting tersebut susah ditemukan, maka Raja Sulaiman pun sudah menyerah dan tidak melanjutkan pencariaannya lagi.

Setelah Sang Raja melaporkan kegiatan mencari anting-anting dihentikan kepada pengawal pribadi sang Ratu Bilqis sang Kakak Tua. Raja pun merenungkan kembali hasil kerja dari seluruh khalayak yang tidak membuahkan hasil yang baik itu. Tiba-tiba sang raja kedatangan tamu sang Kancil dan Sang Burung Betet. "Ada apa gerangan kalian berdua datang kemari?" Sang Raja bertanya kepada dua rakyatnya itu. Sebelum menjawab keduanya memberikan salam hormat yang biasa dilakukan kalau bertemu sang baginda Raja Sulaiman tersebut. Selanjutnya Betet dan Kancil pun bercerita tentang kelakuan sang Nyamuk dan Lalat yang tidak melaksanakan perintah Raja ketika pencariaan anting-anting Ratu Bilqis. Mereka berdua hanya diam enak-enakkan saja tidak mau ikut serta sibuk mencari anting-anting.

Di panggillah sang Nyamuk dan Sang Lalat waktu itu disuruh datang menghadap sang Raja Hutan. Setelah ditanya Raja kedua rakyat ini menjawab. "Kami berdua tidak suka dengan Sang Ratu Bilqis yang angkuh dan Sombong itu, Sang paduka Raja", serentak keduanya menjawab.

Sang Rajapun akhirnya tidak marah dengan tindakkan kedua rakyatnya ini, tetapi kalau perintah Raja diabaikan kedua rakyatnya ini, mereka tetap harus mendapat hukuman demi berjalannya undang-undang hukum di Kerajaan ini. Hukum harus tetap di tegakan agar menjadi contoh kepada yang lain bahwa selama melanggar hukum siapapun itu, tetap harus kena sanksi.

Jatuhlah hukuman kepada Nyamuk dan Lalat, hukumannya mereka berdua harus terus mencari anting-anting Ratu Bilqis sampai di temukan, dan tidak terbatas waktu yang ditentukan oleh sang Raja Sulaiman.

Sampai sekarangpun nyamuk masih tetap setia menjalankan tugasnya mencari anting-antinng Ratu Bilqis dengan mengitari telinga setiap orang yang di jumpainya. Dengan harapan orang yang memakai anting-anting itu, adalah orang yang mengambil anting-anting dari Sang Ratu Bilqis.

Dan Begitu pun sang Lalat sampai sekarang masih tetap mematuhi tugas, yang merupakan hukuman untuk mencari anting-anting sang Ratu Bilqis tersebut. Dia mencarinya di setiap tempat sampah yang ada di seluruh dunia ini. Demikian juga sang Lalat berharap yang sama dengan sang Nyamuk, "mudah-mudahan saja yang mengambil anting-anting sang Ratu Bilqis itu telah bosan dan membuangnya ke tempat sampah, serta aku bisa menemukan anting-anting itu di tempat sampah yang di jumpainya dimana saja".

Wasalam.
oleh: mamang
edit: n3m0
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...