Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Wednesday, February 17, 2016

Bapak Tani Dan Sang Bangau - Dongeng Yunani

Courtesy of awalnya.blogspot.com
dongeng anak dunia - Zaman dahulu kala dikampung sebuah pertanian menjelang awal musim hujan. Awal musim hujan disambut dengan gembira oleh seluruh penduduk desa. Pertanian yang mereka usahakan adalah menanam benih jagung, mereka sudah mempersiapkan benih sebelumnya. Lahan telah disiapkan untuk ditanami bibit, dan bibit pun sudah siap di tabur dilahan pertanian tersebut. Namun tidak jauh dari lahan pertanian tersebut burung-burung bangau telah siap menanti bapak tani lengah untuk mencuri bibit yang telah ditabur tersebut.

Bapak tani dibuat pusing oleh ulah yang dilakukan para burung-burung bangau pencuri benih jagung. Maka para petani pun mengejar-mengejar burung itu sambil membawa batang kayu. Diacung-acungkan batang kayu sambil mengejarnya, sang bangau pun berlari ketakutan terbang dari tempat tersebut jauh kepadang rumput di pinggir hutan. Begitulah sang bapak petani kalau mengusir rombongan bangau pencuri diladang pertanian mereka.

Namun itu semua tidak membuat jera atau takut sang burung bangau, sebab mereka semua lapar dan membuat sang bangau menjadi nekad dan berani mendekat ketika sang bapak tani lagi lengah menjaga ladangnya. Mereka hanya berputar disekitar daerah tersebut tatkala sang bapak tani mengejar mereka dan sang bangau akan balik kembali sesaat kemudian.

"Bapak petani tidak bisa berlari cepat untuk menangkap kita, yang membuat takut kita hanyalah teriakkannya saja."

"Kayu yang ada ditangannya tidak bisa melukai kita!" berkata sang bangau kepada temannya.

http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-based-on-wooden-structure/ adv. - Rombongan bangau semakin berani saja mencuri benih jagung diladang pertanian, mereka sudah tidak takut lagi oleh bapak tani. Dan bapak petani dibikin repot oleh tingkah laku gerombolan bangau yang merajalela tersebut. Maka bapak petani tidak kehilangan akal, dibuatnya katapel untuk menembak sang burung bangau dari jarak jauh.

Dikumpulkan sebanyak-banyaknya batu sebesar kelereng sebagai peluru untuk katapelnya, dan mereka membidik sasaran dengan tepat mengenainya. Desiran peluru batu sebesar kelereng membuat jatuh sang burung bangau, mereka merasa sangat kesakitan sekali.

"Rasakanlah pembalasanku, hai sang burung bangau yang nakal!" sambil membidik sang burung bangau dari jarak tembak yang cukup jauh.

Mendesir terlontar peluru batu dari katapel bapak petani dan seketika sang burung bangau terkapar terkena tembakkan. Mereka jerih berada dekat ladang pertanian jagung bapak petani dikampung desa tersebut.

Mungkin teguran atau nasehat tidak akan membuatnya berubah, maka tidak salah kalau kita melakukan sedikit tamparan sebagai nasehat lainnya. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...