Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Thursday, April 21, 2016

Burung Hantu Pemalas - Dongeng Rusia

Courtesy of gandie22.blogspot.com
dongeng anak dunia - Hiduplah pada zaman dahulu seekor burung hantu di sebuah rimba belantara. Burung hantu ini berwarna abu-abu mulus gemuk dan sangat lucu, namun sayang dia seekor burung yang sangat pemalas sekali.

Kerjanya hanya diam mematung dalam satu dahan saja, tatkala istirahat siang hari sehabis mencari makan tikus buruannya dimalam hari dalam hutan.

Pada suatu hari yang sangat cerah tatkala sedang tidur mendengkur, bertengger di sebuah dahan pohon yang sangat besar, sekoyong-koyong di atas dahan lain di pohon tersebut buru pelatuk datang.

Serta merta sang burung pelatuk mematuk-matuk pohon tersebut dengan cepatnya mencari ulat kayu yang tersimpan di dalam dahan kayu tersebut.

Tentu saja sang burung hantu pun marah, namun dengan malasnya dia pun mengusir burung pelatuk tersebut dengan kata-kata yang sangat kasar.

"Enyahlah burung jahat! apakah engkau sudah tidak punya mata ataukah engkau sengaja menantangku untuk berkelahi!" seru burung hantu penuh amarah.

"Maaf aku hanya mencari makanan yang terletak di dalam dahan yang aku patuk tadi," menjawab burung pelatuk.

"Mengapa engkau mancari makan di dahan pohon ini, carilah di tempat lain masih banyak pohon di hutan ini," burung hantu menbentak kembali dengan suara lantangnya.

"Semua hewan yang ada di hutan ini sedang sibuk bekerja mengapa engkau hanya diam mematung, dasar pemalas!" seru sang burung pelatuk.

Dan dengan cepat dia pun berlalu dari tempat tersebut dengan perasaan sangat kesal sekali kepada burung hantu sang pemalas dan juga pemarah.

"Kini aku akan tenang kembali tidur tanpa ada hewan lain yang akan menggangguku", dia pun kembali melanjutkan acara tidur siangnya yang sempat terganggu sang burung pelatuk.

Namun baru saja sebentar matanya tertutup, terdengar suara siulan keras menakutkan dari seekor burung yang ukuran badannya hampir sama dengannya.

Siapakah yang punya suara seram seperti itu, oh ternyata seekor burung gagak Magpie atau gagak dari dataran eropah.

Suaranya begitu melenting keras memekakkan telinga yang mendengarnya, tentu saja hal ini membuat sang burung hantu semakin marah saja.

"Hai kau, berisik sekali! pergilah dari sini burung jelek," burung hantu mengusir sang Magpie burung gagak.

Burung Magpie hanya diam saja, dia sedikit pun tidak takut sama sekali terhadap burung hantu yang galak tersebut.

"Dari tadi engkau hanya tidur dan tidur saja kerjaannya, apakah engkau tidak berminat mempunyai sarang sendiri?, buatlah sarang selagi engkau tidak sibuk mencari makan," berkata burung Magpie dan terus terbang berlalu dari tempat tersebut dengan rasa kesal terhadap burung hantu sang pemarah.

Sesaat kemudian terlihat seekor burung kecil pipit terbang di atas kepalanya sambil membawa ranting kecil sebagai bahan untuk membuat sarangnya.

Terus menerus bolak-balik mengakut berbagai jenis daun-daun kering dan ranting kecil yang kemudian dia susun rapih, sang burung kecil pipit atau tompit sedang membangun sarang dengan tekun dan telaten.

Kemudian sang burung hantu pun berpikir, "suatu saat aku pun akan membuat sarang yang bagus untuk tempat tinggalku dan anak-anak istriku" pikirnya.

Hari pun telah berganti malam, udara yang sangat dingin menusuk tulang sumsum hawa udara malam yang sangat menyiksa saat itu.

Sang burung hantu pemalas berpikir, "seandainya aku tertidur di dalam sarang alangkah hangatnya", bisik hati kecilnya.

"Namun malam hari adalah dimana aku akan mencari makan tikus sebagai mangsaku yang akan memuaskan rasa laparku malam ini", dia berlalu mancari mangsa.

Namun sampai menjelang subuh dia tidak dapat menemukan mangsa untuk dimakan, baru ketika ayam jantan berkokok dia dapat seekor tikus yang cukup besar, mungkin sang tikus kesiangan untuk pulang ke sarangnya.

"Lumayan sebagai pemuas nafsu makanku hari ini, aku mendapatkan makanan juga akhirnya," pikirnya dalam hati.

Pagi yang dingin dengan perut yang sudah terisi, tidak menjadi tambah dingin karena semua akan kembali hangat setelah matahari pagi menyingsing memperlihatkan sinar merah menyalanya membawa hangat pagi yang nan cerah.

Sang burung hantu telah siapkan tenaga dan pikiran untuk membuat sebuah sarang yang sangat bagus untuk dirinya.

Namun setelah dia berada dalam sebuah dahan di atas pohon, pikiran untuk membuat sarang pun telah hilang dalam ingatannya, dia kembali dengan rasa malas yang telah mengalahkan segalanya.

Sampai sekarang pun burung hantu tidak pernah membuat sarang untuk dirinya dan anak istrinya, namun dia selalu berangan-angan ingin membuatnya sarang.

Rasa malas adalah penyakit yang harus disembuhkan dengan segera sebab malas akan mengalahkan semua harapan dan angan-angan, kalahkan penyakit malasmu dengan berpikir positif. Sekian.

Wasalam,
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...