Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Tuesday, May 3, 2016

Sang Nabang penunggang Paus - Dongeng Indonesia

Courtesy of esensikata.blogspot.co.id

dongeng anak dunia - Dulu seluruh pulau Andalas dipimpin oleh seorang Sultan Alam yang gagah perkasa namun sangat arip dan bijaksana membawahi Raja-Raja lain dari Kerajaan di bawah wilayahnya.

pada saat itu datanglah seorang Raja menghadap yang tak lain dan tak bukan yang datang adalah seorang Raja dari Kerajaan Penyu bernama Raja Meulu.

"Wahai Meulu Raja Penyu ada apakah sehingga engkau sahabatku jauh-jauh datang kemari?" tanya Sang Sultan Alam yang bijak.

"Negeri hamba yang tadinya aman dan damai tiba-tiba dilanda sebuah teror yang sangat mengerikan Paduka Raja Sultan, sehingga hamba datang menghadap untuk meminta bantuan!" serunya lirih.

"Banyak sudah rakyat hamba yang menjadi korban kekejaman sang teror, yang tidak lain dari seekor Naga Raksasa yang bernama Smong," sambil menerangkan begitu, air matanya pun terjatuh karena sudah tidak dapat dibendung lagi dan dia pun menangis dihadapan Sang Sultan Alam.

"Sebagian rakyatku yang tidak bisa bersembunyi didasar laut telah mengungsi ke empat penjuru dunia untuk bisa menyelamatkan diri masing-masing dan keluarganya," lanjutnya.

Sultan Alam sangat maklum dengan sikap sang Raja Meulu Raja penyu yang sangat menyayangi rakyatnya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa kala ini.

Maka tidak menunggu lama Sang Sultan Alam pun memanggil seluruh Mentri, Panglima dan para Raja-Raja untuk mengadakan rapat dadakkan serentak.

Dan setelah seluruhnya berkumpul, Raja pun menerangkan bencana yang sedang dialami negeri di Kerajaan penyu.

Bagaimana caranya dan siapa yang sanggup menangkap atau mengusir sang penyebar teror naga Smong yang sangat garang, kejam, serta tidak memiliki rasa belas kasihan terhadap korban terornya.

Salah satu Panglima pun berdiri seraya berkata, "Paduka Raja kami yang terhormat izikanlah hamba untuk bicara!" katanya.

"Baiklah Panglima Laot, apa yang akan anda kemukakan?" Sang Raja memberikan waktu bicara kepadanya.

"Terima kasih atas waktu yang diberikan Sang Paduka, saya telah banyak mendengar dari kapal-kapal dagang dan para nelayan yang berlayar dekat Kerajaan negeri penyu tentang makhluk besar yang bergerak menimbulkan riak gelombang ombak yang begitu dahsyat dan tinggi, sehingga tidak ada satu perahu pun yang sudi mendekat tempat tersebut walaupun jalur tersebut merupakan jalur jalan yang paling dekat untuk mencapai sebuah tujuan."

"Yang menjadi masalah bagaimana cara mengusir makhluk buas tersebut?" Sang Paduka bertanya lagi kepada Panglima laot.

"Sebenarnya hamba telah membicarakan hal ini dengan beberapa laksamana yang berpengalaman dalam masalah ini, namun semua tidak ada yang sanggup untuk melawan sang Naga Smong yang perkasa ini, Paduka Raja" sahutnya kembali.

Masalah ini membuat bingung semua kalangan yang hadir, ada di seluruh negeri Kerajaan Andalas dan negeri dibawah pimpinan Sang Raja Alam yang perkasa.

Namun kala itu ada seorang Pangeran yang tiba-tiba beridiri dan lalu berkata, "saya adalah Pangeran dari Kerajaan Barus serta saya mau angkat bicara mewakili Ayahanda Raja Barus yang tidak bisa hadir dalam rapat ini karena sedang sakit."

"Baiklah ananda, Pangeran Putra Raja Barus ananda boleh komentar atau memberi saran dan pendapat yang dapat memecahkan masalah ini serta solusi dalam masalah ini." Sultan memberi waktu dan kesempatan kepada siapa pun yang hadir saat itu.

"Baiklah paduka, di negeri hamba tinggallah seorang laksamana yang hilang di lautan luas dan mempunyai anak yang sangat menyayangi Ayahandanya sehingga dia terus mencari Sang Ayah yang hilang tak tentu arahnya."

"Sang anak ini telah mengarungi lautan ke segala penjuru dunia dan dialah yang telah menaklukan seekor paus raksasa sebagai tunggangannya, untuk itu kami pun menyebut dia sang Nabang penunggang Paus," Kata sang Pangerana Putra dari Raja Barus.

"Tetapi yang menjadi masalah dari Sang Nabang adalah dia tidak tinggal dalam suatu daerah tertentu. Menurut kabar, dia hidup di lautan bebas dimana kehendak hatinya membawanya," tukasnya kemudian.

"Terus bagaimanakah kita mencari dan mengenali sang bocah tersebut?" bertanya Sultan Alam kemudian.

"Satu dari ciri khas dari Sang Nabang adalah dia tidak pernah lepas dari sebuah seruling yang menjadi teman dikala kesendiriannya, sebuah syair lagu merdu akan terdengar menyayat hati begitu menyedihkan, berarti Sang Nabang ada di tempat tersebut.

Sang Sultan Alam berpikir keras setelah mendengar cerita Sang Pangeran negeri Barus dan segera setelah pertemuan selesai Sang Sultan Alam memanggil Sahabat lamanya Sang Elang Raja yang tajam pendengaran dan penglihatannya.

Maka atas perintah Sang Raja Alam, Raja Elang dengan gesit dan gembira sekali terbang mengemban tugas mulia yang dititahkan kepadanya.

"Raja Elang terbanglah engkau, carilah seorang bocah bernama Nabang si penunggang paus, saya ingin bertemu dengannya", perintah Sultan kepada Raja Elang.

Besok pagi-pagi sekali, pengawal istana telah dikejutkan oleh kehadiran seorang tamu yang berpenampilan aneh, badannya kurus bertelanjang dada serta sebuah seruling tergantung di dadanya bagaikan kalung.

"Hanya permintaan yang mengajakku datang kemari, dan hamba akan menghadap Raja negeri Andalas atas titahnya," jelasnya kepada seluruh pengawal istana.

Pengawal-pengawal pun membawa sang Nabang manghadap Raja yang sedang gelisah dari semalam memikirkan tindakkan apa yang akan dilakukan untuk menumpas sang Naga smong penyebar teror.

"Apakah engkau yang bernama Nabang?" tanya Sultan setelah bergadapan sang pemuda di dalam istana Kerajaan.

"Demikianlah Paduka Raja orang-orang memanggil hamba Sang Nabang," jawabnya singkat.

"Baiklah aku ingin mendengarkan satu buah syair lagu yang engkau nyanyikan dengan seruling yang engkau bawa itu," Sang Raja bertitah.

"Namun paduka harus maklum dengan lagu yang akan hamba nyanyikan ini, sebab tidak ada satu pun lagu yang akan menghibur melainkan lagu sendu nan sedih," Nabang berkata lagi.


"Apapun itu nyanyikanlah untukku!" seru sang Raja penasaran.

Nabang pun mengambil serulingnya dan sebuah syair terdengar begitu menyayat hati, semua yang mendengar meneteskan air mata, betapa sedihnya syair yang tercipta.

Oh betapa liuk lekuk yang tersirap dalam syair lagu tersebut menyentuh perasaan hati nurani yang mendengarnya, seluruh orang yang berada di istana sedih mendengar rintihan syair yang di nyanyikan Sang Nabang penunggang paus.

Lagu pun telah selesai berkumandang, "Raja di Raja Sultan Alam yang perkasa apakah kiranya yang membuat Paduka memanggil hamba ke istana nan megah ini?" Sang Nabang bertanya kepada Raja.

"Beberapa hari yang lalu saya kedatangan tamu seorang sahabat dari Kerajaan Penyu Raja Meulu namanya, dalam kesusahan yang sedang melanda negerinya tentang teror yang sedang melanda negerinya."

"Ulah sang Naga Smong yang telah memangsa penyu-penyu yang tidak kenal ampun," Sang Sultan menyatakan masalahnya sehingga memanggil Sang bocah Nabang.

"Tak ada pelaut ulung dan laksamana pemberani dari negeri Kesultanan yang saya pimpin berani menangkap atau menyingkirkan Naga Smong tersebut."

"Untuk itulah saya akan mengangkat Nabang sang penunggang paus anak dari laksamana Negeri Barus untuk menangkap Naga Smong," kata Sang Raja.

"Dan saya sudah siapkan satu armada angkatan laut pilihan untuk engkau pimpin dalam komandomu," salah satu Panglima perang istana menjelaskan kepada Nabang Sang penunggang paus.

"Maaf Sultan Alam Raja yang perkasa! hamba hanya perlu restu dan doa dari Tuanku Raja, sebab hamba rasa semua yang ditawarkan berupa kapal perang dan angkatan laut hanya akan sia-sia saja pada akhirnya serta akan menambah korban yang akan berjatuhan dari pihak kita, saya rasa biarlah hamba sendiri yang akan bertempur."

Dan selanjutnya Sang Nabang pun memberi penghormatan kepada Sang Sultan Alam serta berlalu dari istana Kerajaan Andalas yang megah.

Selanjutnya terjadilah pertarungan sengit antara Nabang yang menunggangi ikan Paus raksasa melawan Naga Smong, Sang bocah sudah beberapa kali terpental dari punggung ikan paus dan terkena sabetan ekor naga yang begitu kuat menghantam badannya namun sementara ini masih tetap bertahan.

Begitu pun Sang Naga Smong sudah beberapa kali terkena serudukkan Paus yang juga ganas menghantam badan Sang Naga Smong, namun Sang Naga pun masih tetap bertahan sampai saat ini.

Tetapi dalam satu kesempatan yang sangat baik, Sang Naga memanfaatkan dengan seksama ikan Paus pun terdorong jauh ke dasar samudera dan Sang Naga tidak memberi kesempatan lagi, dia ingin cepat menyudahi pertempuran tersebut, Paus kini kewalahan menghadapi serangan Naga yang begitu dahsyat.

Melihat keadaan yang sangat gawat tersebut Sang Nabang akhirnya mengeluarkan seruling saktinya sambil berenang dia pun meniupkan seruling tersebut.

Dan yang terjadi berikutnya Sang Naga Smong setelah mendengar suara seruling dia langsung tertidur pulas, tentu saja kesempatan ini dimanfaatkan sang ikan paus untuk mendorong badan Sang Naga kedasar samudera yang sangat dalam dan dicarinya celah untuk mengurung Sang Naga Smong selama-lamanya.

Kabar pun tersebar, Naga Smong telah dikalahkan Sang Nabang penunggang paus, berita ini disampaikan Sang Raja Elang kepada Baginda Raja Sultan Alam Yang perkasa.

"Hamba hanya datang membawa pesan, bahwa Sang Naga Smong telah dapat dikalahkan laksamana Nabang si penunggang paus," katanya.

"Terima kasih sahabatku Raja Elang, mulai hari ini hatiku menjadi tenang kembali setelah mendengar kabar darimu," ucap Sultan Alam sangat bersyukur.

Dan semenjak kejadian tersebut maka tinggallah sang Nabang di pulau penyu bersama seorang Raja penyu meulu berserta rakyatnya, kini mereka semua hidup damai kembali seperti dahulu kala.

Setelah momok yang sangat menakutkan telah tertangkap dan kini berada tertahan di dalam celah samudera yang sangat dalam.

Dan kata-kata atau teriakan Smong akan terdengar apabila air laut surut, tanda bahaya akan terjadi badai atau tsunami. Smong-Smong-Smong adalah teriakkan bahaya orang-orang pulau Simeulu sampai sekarang. Sekian.

Wasalam,
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...