Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Tuesday, May 3, 2016

Sang Pangeran Ivan Dan Serigala Abu-Abu Part2 - Dongeng Rusia

Courtesy of unpaged.blogspot.com
dongeng anak dunia - Akhirnya sang Tsar memberi perintah kepada tiga Pangeran putra-putranya untuk menangkap buronan burung merak api yang telah mencuri apel-apel emas milik Tsar.

Dengan tujuan yang sama mencari buronan pencuri apel emas burung merak api namun perjalanan mereka dibagi menjadi tiga arah jalan yang berbeda.

Sementara dengan seekor kuda peliharaan yang gagah berani, sang Pangeran Ivan berangkat ke arah barat, tanpa lelah dia pun terus memacu sang kuda dengan kecepatan tinggi.

Namun ketika dilihatnya sang kuda yang sudah tidak dapat lagi berlari kencang, dia pun berhenti di sebuah pohon kayu yang cukup besar dan dia pun beristirahat, sementara sang kuda mencari makan rumput yang segar dan hijau di sekitar tempat tersebut.

Angin yang berhembus sepoi-sepoi membuatnya tertidur di bawah naungan pohon yang rindang tersebut, sang Pangeran muda Ivan dengan pulasnya tertidur setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh.

Dan ketika dia terbangun dengan cepatnya Pangeran mencari sang kuda untuk segera melanjutkan perjalanan namun setelah mencari kesana kemari sang kuda tidak dapat ditemukan.

"Kudaku kini telah tiada, hilang entah kemana! terpaksa aku harus berjalan kaki," pikirnya. Dia pun lalu pergi meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan kaki.

Namun perjalanan yang ditempuh semakin sulit saja apalagi tanpa kuda, lama-lama kakinya pun menjadi lelah sekali, pegal-pegal mulai terasa dikakinya.

Akhirnya dia pun terduduk menahan lelah yang tidak terhingga atau terkira dicarinya tanah yang cukup padat untuk dapat dijadikan tempat duduknya.

Dalam keadaan lelah yang tidak terkira tersebut datanglan seekor serigala mendekatinya, serigala abu-abu titisan dari para Dewa yang sengaja turun untuk dirinya.

"Kenapa dengan dirimu Pangeran Ivan? Malah terduduk di tanah yang kotor begini!" tanya sang serigala.

"Hai! kalau engkau serigala yang baik maka tolonglah aku, kudaku telah hilang dan aku telah lelah berjalan sehingga kakiku pegal-pegal sakit sekali," menjawab Pangeran Ivan

"Oh! ternyata kudamu yang aku makan tadi, maaafkan Pangeran Ivan, aku tidak tahu itu milikmu namun jangan khawatir aku akan menebus kesalahan ini dengan menjadi tungganganmu Pangeran," berkata sang serigala.

"Dan hendak kemanakah tujuan yang engkau cari Pangeran ?" bertanya kembali.

"Ayahanda menyuruhku untuk menangkap burung merak api yang telah mencuri apel emas milik beliau," kata Pangeran menerangkan kepada sang serigala.

"Kebetulan sekali! aku tahu sarang burung yang engkau maksud, Pangeran," katanya kembali.

"Maka naiklah segera aku akan mengantarmu kemana pun engkau sudi berjalan!" berkata serigala titisan Dewa.

Tanpa berpikir lagi sang Pangeran Ivan lalu naik keatas punggung serigala, dengan segera mereka meninggalkan tempat tersebut langsung melesat naik keatas awan terbang.

Dari atas punggung serigala terlihat pemandangan alam yang sungguh indah sekali, sungai yang berliku-liku hutan yang hijau membentang sepanjang mata memandang jalan yang mereka lewati.

Dan tibalah di sebuah tebing bukit batu yang sangat luas dan besar terlihat sebuah kastil persis di atas tebing tersebut.

"Baiklah pangeran, aku tunggu engkau disini, masuklah secara diam-diam tatkala pengawal sedang tertidur pulas di sore hari," petunjuknya.

"Tangkaplah dalam sangkarnya sang burung merak api lalu kamu masukkan ke dalam dadamu supaya tidak menimbulkan suara berisik," katanya lagi.

Maka tanpa menunggu lama-lama dia pun lalu masuk kedalam kastil dan mencari dibeberapa pojok ruangan, terlihatlah sebuah sangkar emas yang sungguh indah.

Di dalamnya terdapat sang burung merak api sedang asyik tertidur, dengan sigapnya Pangeran Ivan menangkapnya lalu sang burung merak api pun dimasukkan dalam balik pakaian didekapan dadanya.

Benar saja sang burung walaupun sudah terbangun dari tidurnya dia tidak berontak dan bersuara ribut ini membuat sang pangeran sangat yakin akan petunjuk sang serigala tersebut.

Setelah keluar dari kastil sang serigala segera menghampirnya sang Pangeran Ivan yang telah berhasil dalam misinya dan membawa pulang ke istana Kerajaannya.

Tsar merasa bahagia dengan perjuangan sang putra tercinta anak bungsunya, dengan gagah berani telah berhasil menyelesaikan tugas dengan baik ini membuat hati sang Tsar atau Raja sangatlah bangga serta senang.

Dan selang beberapa hari kemudian sang kakak-kakaknya telah datang namun mereka tidak berhasil melaksanakan tugas dengan baik, tetapi sang Tsar tidak marah kepada mereka berdua.

Setiap orang tua pasti akan bijak menjalankan perintah, maka taatilah perintah tersebut dengan rasa tanggung jawab dan jangan sekali-kali menganggap remeh perintahnya.

Sebab kebanggaan dan kesenangan orang tua adalah tatkala sang anaknya berhasil dan sukses menjalankan perintahnya. Sekian.

Wasalam,
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga : Musim Hujan, Bagaimana Makanan Membantu?
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...