Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Tuesday, June 21, 2016

Sang Maldonado Dan Sang Induk Puma - Dongeng Argentina

Courtesy of www.cascada.travel
dongeng anak dunia - Disebuah negara di Argentina zaman dahulu kala hiduplah seorang gadis cantik bernama Maldonado, seorang gadis yang hidupnya sudah tidak mempunyai sanak Famili atau keluarga.

http://robust-chemical.com/lemari-asam-lokal-kualitas-internasional/ .adv - Dia tinggal dalam sebuah gubuk dipinggir desa dekat dari sebuah hutan daerah tersebut, hanya berteman sunyi dan sepi bila malam telah menjelang datang.

Kedua orang tuanya telah tiada meninggalkan dunia ini, sehingga dia hanya hidup seorang diri atau sebatang kara menjalani kejamnya kehidupan dunia ini.

Dalam suatu hari desa tersebut dikepung dari seluruh penjuru oleh satu pasukan suku indian yang sangat kejam, semua penduduk desa ditahan tidak ada yang boleh keluar masuk desa.

Sehari dua hari penduduk desa masih bisa bertahan dari bekal makanan yang tersedia namun lambat laun bekal makanan penduduk desa pun mulai menipis sampai akhirnya habis, banyak sudah penduduk desa yang mati kelaparan karena tidak tersedia bahan makanan untuk mereka konsumsi.

Satu persatu penduduk desa mati kelaparan semua makanan yang tersisa pun direbut paksa pasukan suku indian yang juga mulai kelaparan karena makanan penduduk desa telah hampir habis, desa itu kini telah menjadi sebuah desa yang sangat miskin jauh dari sebelumnya.

Pada suatu malam sang gadis Maldonado bisa meloloskan diri dari pengawasan pasukan suku indian yang sangat kejam, dia berlari terus sekuat tenaganya menuju gelapnya malam masuk kedalam hutan.

Berjalan ditengah hutan dalam keadaan gelapnya malam, begitu sangat mencekam menakutkan sekali bagi sang gadis muda Maldonado dan saat itu dia pun mendengar suara seekor binatang yang sedang dalam keadaan kesakitan begitu pilu menyayati hatinya suara hewan tersebut.

Setelah diteliti ternyata suara tersebut berasalnya tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, ada sebuah gua yang cukup besar lorongnya dia pun lalu akhirnya masuk memberanikan diri.

Setelah sampai didalam gua terlihat seekor induk puma (sejenis harimau kumbang) yang baru saja melahirkan seekor anak bayinya.

Sang gadis Maldonado dengan cekatan membantu membersihkan sang bayi puma dengan tidak mengenal takut dengan sang induknya yang selalu melihatnya curiga terhadap makhluk asing yang merawat bayinya.

Namun ketulusan hatinya ketika membantu merawat bayinya membuat hati sang induk puma menjadi tenang, instingnya berkata makhluk asing tersebut berhati sungguh baik bukan orang jahat yang akan mencelakai bayinya.

Sejak saat itu sang gadis Maldonado tinggal bersama induk puma dan bayinya, dia telah menjadi bagian dari keluarga puma dan sang bayi puma diasuhnya setiap hari, sementara sang induknya berburu mencari makanan.

Hari demi hari sang gadis Maldonado menjadi kerasan tinggal didalam gua bersama sang induk puma dan anak bayinya, dia sudah sangat akrab sekali bersama mereka ketika itu.

Meraka pun kadang-kadang bercanda layaknya sahabat lama yang selalu riang gembira, ikatan persahabatan sang induk puma yang telah ditolongnya dengan sang gadis Maldonada menjadi sangat erat sekali.

Dalam suatu hari sang gadis sedang mencari kayu bakar untuk memasak dia bertemu penduduk desa, dengan paksa akhirnya sang gadis Maldonado dibawa pulang lagi kedesanya.

Pemimpin desa sangat marah dengan tingkah laku sang gadis yang telah berani pergi meninggalkan desa tanpa ada izin darinya sebagai kepala kampung baru dari suku indian.

Untuk itu sang kepala desa menghukum sang gadis Maldonado dengan mengikat badannya disebuah pohon yang terdapat didesa.

Disebuah lapangan desa tidak jauh dari pinggiran hutan tersebut biar setiap orang dapat melihatnya dan menjadi contoh bagi yang lainnya untuk tidak sembarangan kabur dari kampung desa tersebut.

Dengan tidak diberi makan sedikit pun sang gadis mejalani hukuman tersebut namun ketika besok paginya para penduduk melihatnya sang gadis masih saja tetap segar bugar tidak kekurangan sedikit apa pun.

Dan yang lebih anehnya lagi disamping sang gadis telah duduk hadir seekor induk puma yang ukuran badannya begitu besar siap melayani sang gadis memberinya makanan.

Akhirnya pemimpin desa memaafkan sang gadis Maldonada serta sang gadis dibebaskan untuk keluar masuk desa tanpa syarat-syarat apa pun.

Kasih sayang apa pun yang dapat kita berikan akan berbuah kebaikkan dan juga kasih sayang dari orang yang pernah menerima kasih sayang tersebut atau dari orang lain.

Jadilah orang yang tahu berterima kasih dan tahu cara membalas budi kepada orang yang telah berjasa kepada kehidupan kita. Sekian.

Wasalam,
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...