Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sunday, March 6, 2016

Wanita Tua dan Sang Tabib - Dongeng Yunani

Courtesy of dyvlingzzzz.blogspot.com
dongeng anak dunia - Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang wanita tua yang hidup sebatang kara tanpa ada sanak famili atau saudara yang menemani beliau dihari tuanya. Tinggal sendiri didalam rumah tuanya namun rumah itu begitu resik dan tertata rapih, pada suatau hari ada kejadian yang membuat kedua matanya tidak bisa melihat.

Sungguh malang nasib yang menimpa wanita tua ini dengan penyakit tersebut, sang tetangga sebelah rumahnya menengok dan berusaha menolong nenek tua ini dengan memanggilkan sang tabib.

Keesokkan harinya sang tetangga membawakan tabib yang telah dijanjikan, sang tabib memeriksa keadaan sang wanita tua.

"Baiklah saya sanggup mengobati penyakit nyonya!" katanya. "Dan saya akan berusaha sekuat tenaga saya, juga pikiran saya untuk menyembuhkan penyakit yang nyonya derita!"

Sang wanita tua sangat bahagia mendengar perkataan sang tabib yang sanggup menyembuhkan penyakit matanya.

"Bagaimana nanti saya akan berterima kasih kepadamu?" sang wanita tua bertanya.

"Begini saja nyonya! bilamana nanti penyakit yang nyonya derita sembuh nyonya harus membayarkan uang, namun apabila nanti penyakit nyonya tidak sembuh juga, nyonya tidak perlu membayar saya sepeser pun!" berkata sang tabib kala itu.

Persetujuan pun dibuat antara sang tabib dan wanita tua itu serta sang tetangga sebelah rumah si nenek, menjadi saksi saat itu.

Akhirnya setiap hari sang tabib selalu berkunjung kerumah sinenek untuk mengobati penyakit matanya. Namun apa yang terjadi dengan rumah yang hanya ditinggali sang wanita tua yang kebetulan lagi sakit dan tidak bisa melihat. Sitabib malahan menggunakan kesempatan ini untuk mencuri barang-barang yang berada dirumah si wanita tua tersebut.

Sang tabib ternyata punya kebiasaan buruk untuk mengambil barang orang lain alias mencuri, setiap hari tatkala habis mengobati sang nenek sang tabib akan membawa barang berharga yang ada di rumah tersebut.

Dari hari ke hari barang yang ada dirumah tersebut dicurinya, yang pada akhirnya habis juga barang dirumah sang wanita tua, sudah tidak tersisa lagi satu pun.

Sang tibib melihat semua barang siwanita tua sudah tidak tersisa, akhirnya segera menyembuhkan penyakit mata tersebut.

Sang wanita tua pun sangat bahgia matanya kembali bisa melihat, namun rasa bahagia itu segera berganti dengan wajah yang muram setelah tahu semua barang yang ada dirumahnya telah lenyap tak berbekas.

Barang miliknya yang berharga telah raib digondol maling yang tega mencuri dirumah nenek-nenek tua yang hidup sebatang kara.

Sang tabib menagih janji sang nyonya yang telah berjanji akan membayarkan uang ketika matanya sembuh, namun sang nenek menolak untuk membayarkan uang.

"Saya bisa membayar pakai apa?, Sementara semua barang-barang berharga saya saja sudah tidak ada!" sang nenek menolak membayar.

Sang tabib marah mendengar ucapan sang nyonya yang tidak mau membayar, akhirnya sang tabib membawa masalah ini kemeja hijau, kemudian sang wanita tua yang malang ini pun diseret kepengadilan setempat.

Saat di pengadilan sang wanita tua berkata dengan jelas didepan muka sidang, "Yang mulia benar sekali apa yang dikatakan lelaki ini yang mengaku-ngaku tabib dan telah mengobati mata saya sehingga sembuh!" sang wanita tua berkata kepada sidang pengadilan.

"Dalam perjanjian sudah jelas jika saya dapat melihat saya akan membayar uang yang telah saya sepakati tetapi jika saya tidak bisa melihat maka saya tidak usah membayar uang sepeser pun!"

"Tabib itu bilang kepada saya bahwa mata saya sudah bisa melihat," tangannya menunjuk sang tabib, "dan kedua bola mata saya sudah dapat melihat kembali dengan normal, namun semua itu tidak benar, serta saya tidak akan membayar uang sepeser pun kepadanya," berkata wanita tua.

"Itu tidak sesuai dengan perjanjian antara ibu dan bapak tabib," sahut hakim.

"Begini yang terjadi sebenarnya, ketika saya masih bisa melihat dan mata saya normal saya melihat perabotan di rumah saya penuh dan banyak barang berharga, terus mata saya sakit dan saya tidak bisa melihat apa pun, terus sekarang saya sembuh, tetapi mengapa saya tidak bisa melihat barang-barang berharga yang ada dirumah saya!"

Dengan demikian tuan hakim pun pasti mengerti dengan ucapan pembelaan sang wanita tua selama sidang ini berlangsung.

Sang hakim sidang terhomat sangat-sangat mengerti atas pembelaan sang wanita tua, sang hakim hanya tersenyum dan melihat sang tabib yang mukanya memerah bagaikan tembaga.

Maka pergunakanlah kepintaran dan kecerdikanmu untuk melawan kecurangan dan kejahatan orang lain. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
Rencana Kerja, Bagaimana Akan Membantu Karir Anda?
Netanyahu Meneruskan Rencana "Tembok Barat" Meskipun Ada Oposisi
Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...