Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Thursday, July 15, 2021

Domba Babi dan Serigala Jahat - Dongeng Inggris

 

courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Pada suatu waktu, ada seekor domba jantan dengan tanduk yang besar dan domba jantan itu tinggal di sebuah peternakan. Setiap pagi, seorang gadis datang ke kandang domba dan memberinya banyak makanan. Domba dipeternakan tersebut hidup sangat bahagia.

Suatu pagi, gadis itu datang ke kandang domba. Dia memberi makanan lebih banyak daripada sebelumnya dan berkata, "Makanlah yang banyak, karena kamu tidak akan lama lagi di sini. Aku akan melihatmu di tempat yang lain yaitu di piring makan keluargaku!"

Apa yang bisa dilakukan domba tersebut? Dia hanya bisa makan dan makan sampai dia tidak bisa makan lagi. Kemudian dia membenturkan kepalanya dengan sangat keras ke pintu kandang. Dia mendorong pintu itu dengan begitu keras sehingga terbuka lebar, dan dia keluar! Domba tersebut tahu ke mana dia harus pergi, dia akan pergi ke pertanian di sebelah tempat tinggal temannya, yaitu seekor Babi. "Babi itu pintar," kata Domba. "Dia akan tahu apa yang harus dilakukan."

"Selamat siang, teman!" kata Babi, ketika dia melihat Domba.

"mungkin hari ini hari yang baik untukmu," kata Domba. "Tapi ini bukan hari yang baik untukku."

"Kenapa bisa seperti itu?" kata Babi.

"Aku baru saja dapat berita yang sangat buruk," kata Domba. "Aku tahu mengapa aku diberi makan dengan sangat baik di peternakan tempatku tinggal."

"Kenapa?" kata Babi.

"Aku diberi makan dengan baik karena nantinya aku akan dijadikan makanan di piring makan mereka!" kata Domba.

"Apakah benar seperti itu?" kata Babi.

"Iya benar!. Aku dengar sendiri pagi ini dari gadis yang membawakan makananku. Tolong beri tahu aku, apa yang harus aku lakukan?" kata Domba.

"Kalau memang benar begitu beritanya di peternakanmu, Pasti di peternakanku akan begiru juga. Kita harus pergi harus pergi ke hutan. Mari kita bangun rumah di hutan untuk kita tinggali dan kita akan menjaga diri kita sendiri." Kata Babi.

"Ya, ayo kita pergi dari disni!" kata Domba. Dan mereka berduapun berangkat menuju hutan.

Saat mereka sedang berjalan, mereka bertemu dengan seekor angsa di salah satu peternakan yang lain.

"Selamat siang, Domba dan Babi," kata Angsa, "mau kemana kalian berdua?"

"Selamat siang juga Angsa," kata Domba. "Kami dapat berita buruk tentang mengapa kami diberi makan dengan baik di peternakan. Kami akan pergi ke hutan untuk mencari tempat tinggal yang baru."

"Ohhh begitu. Jika memang benar, dipeternakan tempatku tinggal juga sama seperti di peternakan kalian. Bolehkah Aku ikut dengan kalian ke hutan?" kata Angsa.

"Yah, tentu saja boleh" kata Babi, "kita sama-sama membangun rumah untuk kita tinggali."

Lalu, merekapun berjalan meninggalkan peternakan mereka masing-masing dan pergi menuju hutan.

Ketika mereka hampir sampai di hutan, mereka bertemu dengan seekor kelinci yang melompat keluar dari hutan.

"Selamat siang," kata Kelinci. "Mau kemana kalian bertiga?"

"Selamat siang teman Kelinci," kata Domba. "Kami terlalu banyak makan di peternakan, dan sekarang kami tahu alasan mengapa majikan kami melakukan hal seperti itu. Kami akan pergi ke hutan dan akan membangun rumah untuk kami bertiga."

"Apakah itu benar?" kata Kelinci. "Setiap musim panas, rumah yang baik bagiku adalah semak-semak. Tetapi di musim dingin seperti ini Aku tidak bisa tinggal di semak-semak karena akan sangat dingin, bolehkan Aku ikut dengan kalian bersama-sama membangun rumah yang hangat."

"Tapi bisakah kamu ikut membantu membangun rumah?" kata Babi.

"Aku bisa melakukan lebih dari itu!" kata Kelinci. "Dengan gigiku ini, Aku bisa mengunyah kayu menjadi pasak. Dengan cakar Aku, Aku bisa mendorong pasak ke dinding. Gigi dan tanganku adalah alat yang baik dan seperti yang banyak orang katakan, alat yang baik menghasilkan pekerjaan yang baik.'"

Ketika mereka sedang berjalan sambil tertawa dan bahagia, mereka bertemu dengan seekor ayam jantan.

"Selamat siang," kata Ayam. "Kalian semua sepertinya sangat senang sekali. Kalian mau pergi kemana?"

"Ya benar, tapi di rumah kami diberi makan terlalu banyak. Sekarang kami baru tahu mengapa diberi makan dengan baik di peternakan, jadi kami pergi ke hutan. Kami akan membangun rumah di hutan untuk kami tinggali" kata Domba. 

"Kalu begitu, bolehkah Aku iktu bergabung dengan kalian?" Kata Ayam Jantan.

"Kami tahu kalau kamu memiliki suara yang sangat keras, tetapi sepertinya kamu tidak bisa membantu apa-apa sehingga kami harus mengatakan 'tidak.' "

"Oh, tapi dengarkan aku!" kata Ayam. "Rumah tanpa anjing atau ayam jantan adalah rumah tanpa jam. Aku bangun pagi, dan akan memastikan semua orang bangun untuk bekerja maupun beraktifitas."

"Baik kalau begitu, tetapi kamu harus tahu kalu Babi selalu tidur paling nyenyak.

Akhirnya, mereka semua berangkat ke hutan dan tidak lama mereka menemukan tempat yang sangat bagus. Dan di sana mereka berhenti untuk membangun rumah mereka.

Babi memotong kayu dan Domba membawanya pulang. Kelinci mengunyah kayu dan mendorong pasak ke dinding dan atap. Angsa mengambil lumut dan menempelkannya di antara batang kayu. Ayam jantan akan berkokok dipagi hari sehingga tidak akan ada yang bangun kesiangan.

Akhirnya rumah merekapun sudah siap untuk ditinggali.

Domba berkata, "Memang, lebih baik melakukan perjalanan ke barat maupun ke timur, tetapi bagaimanapun juga, rumah sendirilah yang terbaik untuk ditinggali."

Perlu kalian tahu bahwa didalam hutan tersebut terdapat sarang. Di sarang itu hidup dua serigala abu-abu. Salah satu serigala berkata kepada yang lain, "Lihat! Ada sebuah rumah baru disana!" "Ah!" kata serigala yang lain. "Siapa yang mendirikan rumah baru yang sangat dekat dengan tempat tinggal kita?".

Salah satu serigala penasaran dan pergi ke rumah baru itu. Sesampainya dirumah baru itu, Serigala mengetuk pintu, dengan alasan meminta madu. Setelah pintu terbuka dan baru satu kaki Serigala itu masuk di dalam pintu, Domba menabrakkannya sehingga serigala itu jatuh. Kemudian Babi mulai menggigitnya, Angsa mematuknya, dan Ayam berkokok dan berkokok. Sedangkan Kelinci, dia hanya berlari bolak-balik ke setiap sudut rumah.

Karena dikeroyok, Serigala pun berlari sangat cepat keluar rumah baru itu!

Sesampainya dirumah atau sarang Serigala, Serigala lainnya berkata, "Mana madunya?, Aku tidak melihat kamu membawa madu."

"Jangankan membawa madu, Aku bisa keluar dari rumah baru itu saja sudah beruntung!" Kata Serigala sambil terengah-engah.

"Ada makhluk yang mengerikan yang tinggal di rumah itu! Begitu aku masuk ke dalam, salah satu dari mereka menabrakku hingga Aku terjatuh. Ada dua monster yang memukuli dan mencubitku. Pasti ada pemburu di sana dan aku juga mendengar ada suara kaki berlari seperti sedang mencari senjata. Beruntunglah aku karena dia tidak menemukannya! Jika dia berhasil menangkapku, aku yakin aku tidak akan pernah keluar hidup-hidup!"

Serigala tersebut tidak tahu yang tinggal disitu siapa karena dia tidak sempat melihat.

Semenjak kejadian itu, Serigala tidak pernah berkunjung ke rumah baru itu. Lalu Domba, Babi, Angsa, Ayam dan Kelinci hidup damai dirumah baru itu dengan penuh kebahagiaan.

Sekian.

Source : click disini

Share:

Thursday, July 1, 2021

Raja Arthur dan Manusia Setengah - Dongeng Inggris

 

courtesy of storiestogrowby.org
Dongeng Anak Dunia - Saat masih muda, sang Raja Arthur sangat menyukai gulat dan dia sangat mahir dalam seni itu sehingga hampir tidak ada yang berani menantangnya. Orang-orang yang telah menjadi juara di tahun-tahun yang lalu duduk di malam musim panas menyaksikan para pemuda yang sedang mencoba keterampilan mereka. Mereka memberi tahu kepada sang raja bahwa ada seorang pegulat yang tidak memiliki saingan di Cornwall.

"Dimana dia?" kata sang Raja Arthur.

"Dia tinggal di sebuah pulau," kata seorang lelaki tua.

"Dia adalah seorang pegulat yang paling tangguh. Pada awalnya kamu akan menganggapnya tidak ada apa-apanya dan kamu beranggapan akan dengan mudah melemparkannya pada babak pertama. Tetapi setelah beberapa saat kamu akan melihatnya menjadi lebih kuat darimu. Dia selalu mencari semua titik lemahmu dan dia tidak akan pernah menyerah. Kamu mungkin dapat melemparkannya lagi dan lagi, tetapi pada akhirnya dia akan menaklukkanmu dengat sangat mudah."

"Namanya! Siapa Namanya!" kata sang Raja Arthur.

"Namanya adalah Hanner Dyn. Rumahnya ada di mana-mana, tetapi mungkin akan lebih cepat menemukannya di pulau miliknya sendiri. Lebih baik jauhi dia atau dia akan membuatmu menyesal seumur hidupmu dan menjadikanmu sebagai budaknya seperti yang lainnya yang telah dia taklukkan."

Di atas lautan yang jauh dan luas, sang Raja Arthur mencari keberadaan Hanner Dyn. Dia mendarat di sebuah pulau ke pulau lainnya. Dia melihat banyak pria lemah yang tidak berani bergulat dengannya, dan banyak pria kuat yang selalu bisa dia kalahkan. Sampai suatu hari, dia datang ke sebuah pulau yang jauh dan belum pernah dia lihat sebelumnya dan sepertinya tidak berpenghuni. Tak lama kemudian, dari bawah punjung bunga, keluarlah seorang pria mini kecil, anggun dan bergerak cepat seperti peri. Sang Raja Arthur dengan bersemangat berkata kepadanya, "Katakan padaku anak muda, apakah kamu tahu di pulau apa Hanner Dyn tinggal?"

"Di pulau ini," jawabnya.

"Dimana dia?" kata Sang Raja Arthur.

"Aku adalah orang yang kamu cari," kata Hanner Dyn.

"Apa yang mereka maksud dengan menyebutmu sebagai pegulat?" kata Arthur.

"Oh, Aku memang seorang pegulat. Kau ingin mencoba melawanku!!!." kata Hanner Dyn

Sang Raja Arthur mengangkatnya dan melemparkannya ke atas, namun Hanner Dyn berteriak kegirangan. Dia kemudian memegang tangan Arthur dan membawanya berkeliling pulau, menunjukkan rumahnya, kebun, dan ladangnya. Dia menunjukkan kepada Arthur ke barisan orang yang bekerja keras di padang rumput.

"Mereka semua bekerja untukku," kata Hanner Dyn. Sang Raja Arthur mengira dia belum pernah melihat sekelompok pekerja yang lebih kuat darinya. Kemudian Hanner Dyn membawanya ke rumah, menanyakan apa buah dan minuman favoritnya, dan sepertinya dia sudah menyiapkan semuanya. Dalam ukuran badan dan umur dia tampak seperti anak kecil, tetapi dalam aktivitas dan keterampilannya dia tampak seperti laki-laki dewasa.

Ketika sang raja Arthur menanyakan tentang Hanner Dyn, Hanner Dyn tersenyum dan berkata, "Mereka menyebutku Hanner Dyn, Sang Manusia Setengah." Lalu, Hanner Dyn mengantar Arthur ke perahunya dan mengucapkan selamat tinggal, lalu memintanya untuk datang lagi. Sang Raja Arthur berlayar pergi menjauh dari pulau tersebut.

Beberapa bulan kemudian sang Raja Arthur kembali lagi ke pulau Hanner Dyn. Berbeda dari pertemuan sebelumnya, sang Hanner Dyn tampak lebih berbeda, badannya lebih berisi dan berotot.

Sang raja Arthur berkata kepda Hanner Dyn "Bagaimana pegulat kecilku?".

"Coba lawan aku," kata Hanner Dyn.

Sang raja menangkapnya ke dalam pelukannya dan dia merasakan anggota badan Hanner Dyn lebih kencang, dan tubuhnya lebih berat dari sebelumnya, lalu sang raja Arthur melemparkannya lagi. Sang raja Arthur melihat-lihat sekelilingnya, pulau itu tampak lebih hijau dari sebelumnya dan pria yang bekerja di ladang lebih banyak dari sebelumnya. Sang raja Arthur melihat ekspresi wajah mereka tidak ceria, mereka seperti orang yang telah putus asa dan tertindas.

Beberapa bulan kemudian sang raja Arthur kembali lagi ke pulau tersebut untuk bergulat kembali dengan Hanner Dyn. Setiap kali bertemu, sang raja Arthur sering dikejutkan dengan pertumbuhan yang cepat dan peningkatan kekuatan dari Hanner Dyn. Hanner Dyn sepertinya tidak pernah bosan untuk bergulat. Dia selalu memohon kepada sang raja Arthur untuk uji keterampilannya, dan sang raja Arthur melihat betapa mudahnya pegulat muda itu menangkap trik seni gulatnya. Tubuh Hanner Dyn berkembang dengan cepat, otot-ototnya semakin keras dan dia pun masih riang dan tersenyum, Hanner Dyn mulai bergulat dengan sungguh-sungguh.

Sang Hanner Dyn menyambut kedatangan sang raja Arthur dengan gembira, dan mereka akan memulai pertandingan seperti biasanya. Saat mereka berdua mulai bergulat, sang raja Arthur merasakan genggaman tangan Hanner Dyn tidak seperti biasanya. Berbeda dari pertandingan sebelumnya, Kali ini sang raja Arthur sangat kesulitan untuk menjatuhkan Hanner Dyn. Seorang pegulat tua dari Cornwall yang dibawa Arthur bersamanya adalah hakimnya. Menurutnya kontes gulat itu untuk dua pertandingan terbaik dalam tiga pertandingan. Dengan keterampilan dan kekuatan tertinggi, sang raja Arthur memaksa Hanner Dyn untuk melepaskan pegangannya untuk sesaat dalam pertandingan pertama, supaya sang raja Arthir dinyatakan sebagai pemenangnya.

Di pertandingan yang kedua jauh lebih sulit, Hanner Dyn sekarang tampak menjadi lebih kuat, dua kali memaksa sang raja Arthur ke tanah baik dengan pinggul atau bahu, namun sang raja Arthur tetap bertahan untuk tidak menyentuh tanah, sementara itu kerumunan mendekat dengan terengah-engah dan orang tua setengah buta yang pernah menjadi pegulat di masa mudanya, berkata dengan suara yang keras, "Selamatkan dirimu, ya raja!"

Mendengar perkataan tersebut, sang raja Arthur membangkitkan kekuatannya, dia mencengkeram pinggang Hanner Dyn dengan genggaman yang sangat kuat, sang raja Arthur mengangkat tubuhnya dan melemparkannya ke belakang sampai dia terjatuh, setelah pertandingan itu sang raja Arthur pingsan. Sesampainya di atas kapal, sang raja Arthur pulih dari pingsan, kepalanya bertumpu pada lutut orang tua setengah buta.

Orang tua itu berkata, "Jangan pernah ulangi lagi, ya raja! kau baru saja terhindar dari bahaya yang hadapi. Jika saja tadi kau gagal menjatuhkan Hanner Dyn, kau akan menjadi budaknya yang kekuatannya telah matang selama bertahun-tahun untuk mengalahkanmu. Jika saja tadi kau menyerah, kau akan menjadi salah satu dari orang-orang yang bekerja di ladangnya dan melakukan perintahnya, meskipun kau seorang raja. Kau tidak tahu apa arti nama Hanner Dyn? Artinya adalah Kebiasaan, pada awalnya lemah, kemudian tumbuh semakin kuat, dan berakhir dengan menaklukkan bahkan sang raja!"

Selesai

Source : click disini

Share:

Tuesday, June 8, 2021

Ratu Salju dan Cermin Penyihir - Dongeng Finlandia

 

courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Kisah berawal dari adanya sang Penyihir jahat yang membuat cermin dengan sihirnya. Jika ada sesuatu yang baik atau indah diletakkan di depan cermin, maka yang ada dipantulan cermin berubah menjadi busuk dan abu-abu. Contoh, jika wanita cantik bercermin di depan cermin tersebut, maka wanita cantik itu akan terlihat jelek dan menjijikan.

Sang Penyihir tertawa, dia ingin menunjukkan cermin jahatnya ke seluruh dunia!. Lalu, dia mengambil cermin tersebut tersebut dan terbang tinggi ke langit.

Dia terbang begitu cepat membuat cermin yang dibawanya bergetar dan dia pun tidak bisa lagi memegangnya dan akhirnya cermin itu pun jatuh, membentur tanah hingga terpecah belah dan banyak pecahan kaca kecil yang tajam di tanah.

Hembusan angin membuat pecahan kaca itu bertebaran keman-mana. Sejak saat itu, Sedikit saja pecahan dari kaca jahat itu tertiup ke mata siapa pun, orang itu hanya akan melihat yang buruk dan gelap saja pada orang yang dilihatnya, bukan yang baik.

Beberapa tahun kemudian, ada seorang anak laki-laki bernama Kai dan seorang gadis bernama Gerda, mereka berteman dengan sangat baik. Mereka tinggal bersebelahan. Keduanya memiliki kamar tidur di loteng rumah. Apabila mereka membuka jendela loteng rumah mereka, jari mereka bisa saling bersentuhan, bahkan bisa saling menggenggam karena jarak rumah mereka sangat dekat.

Diantara rumah mereka terdapat selokan tempat air mengalir, keluarga mereka memanfaatkan selokan air tersebut dengan menanami sayuran dan bunga mawar. Keluarga Kai dan Gerda tergolong keluarga yang tidak mampu. Mereka tidak memiliki mainan untuk dimainkan. Tapi mereka tidak keberatan. Hal tersebut dijadikan tempat arena bermain bagi Kai dan Gerda dan mereka bahagia.

Suatu hari, Gerda dan Kai sedang di loteng rumahnya sedang menyirami bunga mawar. Tiba-tiba, ada embusan angin bertiup dan hembusan angin itu membawa serpihan kaca jahat yang sedikit tajam mengarah tepat ke mata Kai. Dia berdiri dan menginjak bunga mawar.

"Aku tidak ingin menyiangi kebun bodoh ini lagi!" Kata Kai.

"Oke," kata Gerda. "Apakah kamu tahu kamu sudah menginjak bunga mawar itu? Bagaimana kalau kita bermain tepuk tangan?"

Tapi Kai menjawab dengan berteriak, "Aku tidak peduli jika aku menginjak semua bunga mawar ini! Dan aku tidak pernah ingin bermain denganmu lagi, Gerda."

Keesokan harinya, Kai membawa sepedanya ke kota.

"Ah, sepeda ini sangat lambat!" kata Kai.

Sebuah kereta yang ditarik dengan dua kuda sedang melaju di jalan dengan sangat cepat. Kereta kuda itu mendekati Kai dan kereta itu sedikit melambat. Kai pun punya ide, dia dengan cepat mengikat tali di sepedanya ke bagian belakang kereta kuda itu. Akhirnya, Kai bisa menaiki sepedanya dengan cepat! Tapi yang tidak Kai ketahui bahwa yang mengemudikan kereta luncur tersebut adalah sang Ratu Salju yang jahat.

Sang Ratu Salju dengan mantel bulu putihnya tahu betul bahwa Kai ada di belakangnya. Dia telah memperlambat kereta kudanya saat semakin dekat dengan Kai dan memberinya kesempatan untuk mengikat tali. Sang Ratu Salju tidak berbalik untuk melihat. Dia tahu bahwa Kai sedang melaju kencang di belakangnya. Karena cuaca saat itu sedang musim dingin, Kai hampir membeku karena kedinginan. Kemudian, sang Ratu Salju akan dengan mudah untuk memiliknya.

Sang Ratu Salju terus melaju kencang. Ketika dia tahu Kai pasti kedinginan, dia menghentikan kereta kudanya lalu menghampiri Kai.

"Kau ingin naik di belakang kereta kudaku?" kata sang Ratu Salju.

"Aku bisa membuatmu tidak kedinginan, aku akan memberimu satu ciuman di pipimu, maka kamu tidak akan merasa kedinginan lagi."

Kai mengangguk. Sang Ratu Salju mencium pipinya. Lalu, Kai tidak lagi merasa kedinginan.

"Sekarang, satu ciuman lagi," kata Ratu Salju.

"Dengan ciuman satu ini, kamu akan melupakan semua tentang Gerda dan keluargamu."

Sebelum Kai mengatakan apa-apa, sekali lagi sang Ratu Salju telah mencium pipinya.

Dia tertawa dan berkata, "Jika aku menciummu untuk ketiga kalinya di dahimu, kamu akan mati. Tapi ada hal yang harus kau lakukan untukku di istanaku." Kemudian dia naik ke kereta kudanya dan melanjutkan perjalanan.

Kai tidak pulang ke rumah hari itu. Kalian bisa bayangkan betapa kesalnya keluarga Kai! Mereka menganggap kalau Kai pasti telah tenggelam di sungai. Gerda segera berlari ke sungai. Dia memanggil Kai diderasnya air yang mengalir. Namun, tidak ditemukan keberadaan Kai.

Gerda pergi dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari Kai. Dia pergi menemui seorang penyihir. Penyihir itu mencoba menipu Gerda agar tinggal bersamanya selamanya. Gerda berlari sangat cepat, tepat pada waktunya. Kemudian dia bertemu dengan seekor burung gagak. Sang Gagak memberi tahu Gerda bahwa untuk menemukan Kai, dia harus pergi ke istana seorang Putri.

Maka berangkatlah Gerda ke istana Putri. Sang Putri yang tinggal di istana tidak tahu apa-apa tentang Kai. Tapi dia memberikan Gerda pakaian hangat dan kereta kuda untuk menemaninya dalam pencarian Kai.

Saat Gerda sedang dalam perjalanan, ada sekelompok perampok melompat dari belakang. Para perampok itu dipimpin oleh seorang Gadis. Gadis Perampok itu membuat Gerda masuk ke belakang pengendali kereta. Kemudian dia mengambil kendali. Dan Gerda adalah tawanannya!

Kini Gerda telah kehilangan kereta kudanya. Dia telah menjadi seorang tahanan. Dan dia tidak tahu lagi harus kemana untuk menemukan Kai.

Gadis Perampok membawa Gerda kembali ke rumah tempat dia tinggal. Gerda harus tidur di lumbung, di pojok di sebelah rusa.

Ketika Gadis Perampok itu pergi, Gerda berteriak, "Kai, di mana kamu?" Dua burung merpati putih di loteng gudang mendengarnya.

Merpati pertama berkata, "Kami ingat pernah melihat anak laki-laki bernama Kai yang kamu bicarakan."

"Kau tahu, dimana dia sekarang?" kata Gerda.

"Sungguh malang nasibnya Kai!. Saat itu, sang Ratu Salju lewat dengan kereta kudanya dan dibelakangnya ada anak laki-laki, kereta kuda itu melaju sangat cepat." Kata merpati kedua.

"Saat itu, kami sedang duduk di sarang kami." kata merpati pertama.

"Ketika sang Ratu Salju yang jahat itu lewat, dia berbalik dan mengembuskan napas pada kita." Merpati pertama tidak bisa menyelesaikan perkataannya, dan merpati kedua berkata, "Hanya Aku dan saudaraku yang hidup setelah kejadian itu!"

"Sangat mengerikan! Kasihan kalian," kata Gerda. "Tapi kalian tahu kemana Kai dibawa?"

"Kemungkinan besar sang Ratu Salju akan pulang ke istananya, di lapland" kata merpati pertama.

"Bagaimana aku bisa menuju ke lapland?" tanya Gerda.

Kemudian rusa kutub yang diikat ke tiang angkat bicara. "Aku tahu semua tentang lapland, karena ditempat itu Aku dilahirkan" kata rusa.

"Tolong, bisakah kamu membawaku ke sana?" kata Gerda.

"Ya, saya bisa, jika saja kita berdua bebas dari tempat ini. Tapi siapa yang tahu berapa lama kita harus ditempat ini?"

Sang Gadis Perampok yang dari tadi berada di luar pintu gudang telah mendengar pecakapan antara Gerda, rusa dan dua burung merpati. Lagipula, dia tidak terlalu jahat. Dia masuk ke gudang dan memotong tali yang mengikat rusa. Dia membantu Gerda menaiki rusa kutub dan memberinya bantal untuk duduk. Dia bahkan memberi Gerda sepasang sepatu bot bulu, dua potong roti, dan sepotong daging asap.

"Pergi sekarang, temukan temanmu itu" kata Gadis Perampok.

Lalu, Gerda dan rusa keluar dari gudang dan mereka tampak senang dan bahagia. Gerda yang berada diatas rusa, berkuda dan berkuda sampai hari mulai gelap. Kemudian mereka perlu mencari tempat untuk bermalam.

Mereka mengetuk pintu disebuah gubuk. Seorang wanita tua membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk. Gerda dan rusa kutub memberitahunya tentang pencarian mereka untuk menemukan Kai.

Wanita tua itu berkata, "Perjalananmu masih panjang untuk sampai ke Lapland. Istana Ratu Salju berjarak 100 mil."

"Bagaimana kita akan menemukannya?" kata Gerda.

Wanita tua menjawab, "Jendela istananya menyala dengan cahaya biru yang bisa dilihat bermil-mil jauhnya. sesampainya disana, jangan langsung naik ke istana. Pertama, cari kabin di dekatnya dengan pintu yang berwarna merah. Di dalam kabin itu tinggal seorang wanita yang saya kenal."

Lalu, wanita tua itu mengambil sepotong ikan kering dan menulis beberapa kata di atasnya. "Jika kamu bertemu dengannya, berikan ikan ini, maka dia akan membantumu" kata wanita tua itu.

Keesokan harinya, rusa kutub dan Gerda berkuda secepat mungkin. Mereka terbang seperti angin selama tiga hari. Pada hari ketiga, mereka melihat cahaya biru dari jauh. Ketika mereka semakin dekat, mereka melihat itu adalah istana yang besar dan disekitarnya sangat gelap, seperti yang dikatakan wanita tua itu, mereka mencari kabin dengan pintu merah.

Saat itu, mereka sangat kedinginan dan juga lapar. Akhirnya, mereka telah menemukan kabin dengan pintu berwarna merah, lalu Gerda mengetuk pintu tersebut dan mereka senang ketika ada seorang wanita Lapland yang membuka pintu dan membiarkan mereka menghangatkan diri di dekat perapiannya.

Gerda memberitahunya bahwa mereka datang untuk mencari temannya, Kai. Dan Kai terakhir terlihat bersama sang Ratu Salju. Dia menyerahkan ikan kering yang diberikan wanita tua kepada wanita Lapland.

Dia membaca kata-kata yang terdapat di atas ikan itu sebanyak tiga kali. Kemudian dia memasukkannya ke dalam panci di atas api untuk sup, karena dia tidak pernah ingin menyia-nyiakan apa pun.

"Apakah yang kamu lakukan itu dapat memberitahu tentang Kai?" teriak Gerda.

Rusa kutub berkata, "Sesuatu untuk memberi Gerda kekuatan sepuluh orang?"

"Kekuatan sepuluh orang!, yang baru saja aku lakukan tidak ada pengaruhnya terhadap dirimu Gerda" kata wanita Lapland sambil menoleh ke Gerda.

Lalu, wanita Lapland berkata, "Dimata temanmu Kai terdapat serpihan pecahan kaca jahat milik Ratu Salju. Itulah mengapa Ratu Salju membawanya. Mungkin dia sudah mencium Kai dua kali. Hal itu memberinya kekuatan penuh atas dirinya."

"Pasti ada yang bisa dilakukan!" seru Gerda.

"Mungkin," kata wanita Lapland itu.

Dia berbalik ke rusa. "Antar Gerda ke istana Ratu Salju. Kamu akan melihat semak dengan buah beri merah yang setengah tertutup salju. Turunkan dia di semak-semak untuk pergi mencari Kai dan tunggu dia di sana" katanya sambil menoleh ke Gerda, "ada sesuatu yang harus kamu ketahui. Ketika kamu menemukan Kai, dia tidak akan mau pergi. Karena dia berada dalam kekuasaan Ratu salju. Dia berpikir bahwa istana Ratu Salju adalah tempat terbaik di dunia ini. Dia telah melupakan semua tentangmu dan juga tentang keluarganya."

"Apa yang harus Aku lakukan?" Gerda berteriak.

"Lihat apa yang telah kamu lakukan!" kata wanita Lapland. "Lihatlah seberapa jauh kamu telah melangkah."

Maka Gerda menaiki rusa, dan mereka pergi.

"Oh tidak!" kata Gerda setelah kabin itu tidak terlihat lagi. "Aku meninggalkan sepatu bot buluku!" Namun, sudah tidak ada waktu lagi untuk kembali. Jadi mereka melanjutkan untuk pergi.

Di semak-semak dengan buah beri merah, Gerda turun dari rusa.

Di sana dia tidak memakai sepatu bot dan kakinya telanjang di salju yang dingin. Tapi istana Ratu Salju berada tepat di depannya, lampu birunya menyala di jendela. Jadi Gerda melanjutkan perjalanannya.

Saat dia pergi, dia memanggil-memanggil nama Kai. Akhirnya, dia melihat Kai sedang duduk di atas danau yang membeku. Ratu Salju telah memberi Kai tugas untuk menyusun potongan-potongan es menjadi kata-kata. Potongan es harus dia buat menjadi angka.

"Kai!" panggil Gerda. Tapi dia tidak menoleh ke arah Gerda.

Kulit Kai berwarna biru tua, seolah-olah dia membeku. Dia hanya memiliki begitu sedikit perasaan yang tersisa sehingga dia bahkan tidak merasakan kedinginan lagi. Ratu Salju sedang pergi dan Kai sibuk dengan tugasnya, mengerjakan danau yang membeku. Dia memindahkan sepotong es ke sana-sini, membuat kata-kata dan angka-angka.

"Kai!" panggil Gerda lagi. Namun, Kai tidak menoleh. Gerda berlari ke arah Kai.

"Kai! Kai!"

Akhirnya Kai menoleh. Tapi dia tidak melihat keberadaan Gerda, yang dia lihat hanyalah bayangan semu. Gerda menangis sambil merasakan dingin yang sangat menusuk. Saat Gerda berteriak, "Kai," salah satu air matanya mengalir tepat ke wajah Kai.

Air mata itu membakar wajahnya hingga seluruh wajahnya terasa panas. Kemudian Kai juga menangis.

"Gerda!" kata Kai, "Apakah itu kamu?" Tanya Kai sambil menggigil. Dia menangis bahagia, karena pecahan kaca yang jahat telah keluar dari matanya. Kai meraih tangan Gerda. Meskipun mereka berdua kedinginan, masing-masing dari mereka merasakan kehangatan.

Gerda dan Kai berjalan bergandengan tangan untuk kembali ke semak-semak dengan buah beri merah, tempat rusa kutub menunggu. Saat mereka berjalan, matahari telah terbit dan menghangatkan tubuh mereka. Angin berhenti berhembus dan burung mulai berkicau. Mereka telah sampai ditempat rusa kutub menunggu.

Rusa kutub membawa mereka kembali ke wanita tua pertama yang memberi Gerda sepasang sepatu bot bulu baru. Masing-masing dari mereka juga mendapat topi bulu. Saat rusa membawa mereka dalam perjalanan pulang, mereka melihat Gadis Perampok!. Dia mengendarai kereta yang dia ambil dari Gerda, tetapi Gerda senang melihatnya.

Gadis Perampok itu berkata kepada Gerda, "Jadi, ini adalah teman yang harus kamu selamatkan!" Mereka semua tersenyum.

Gadis Perampok berkata mereka harus naik kereta luncurnya dan dia akan memberi mereka tumpangan pulang. Akhirnya, mereka telah sampai di rumah dengan selamat.

Lalu, Gerda dan Kai tetap berteman baik. Tidak ada lagi petualangan dengan Ratu Salju atau utara yang dingin membeku, dan masing-masing menjalani kehidupan yang tenang. Tetapi mereka tahu jauh di lubuk hati bahwa apa pun yang terjadi, mereka akan selalu saling menjaga.

Selesai.

Source : click disini

Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...