Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Showing posts with label Arab Saudi. Show all posts
Showing posts with label Arab Saudi. Show all posts

Thursday, August 15, 2019

Aladdin Dan Lampu Ajaib 4 - Dongeng Arab

courtesy of fimela.com
Dongeng Anak Dunia - Sang putri memberi Nadia salah satu ramuan tidur untuknya. Dia mengatakan kepada Nadia bahwa ketika Wazir kembali malam itu, dia harus menuangkan ramuan tidur ke anggurnya. Dia akan tertidur begitu dalam, sehingga dia tidak akan terbangun oleh suara apa pun. Ketika Wazir mendengkur, Nadia, sang putri, dan Aladdin mencari-cari lampu ajaib di mana-mana sampai akhirnya mereka menemukannya!

Lampu di tangannya lagi, Aladdin berkata, "Sekarang aku bisa membuat permintaan kedua. Aku akan berharap kastil ini dan semua orang di dalamnya untuk kembali ke kerajaan Sultan, kecuali Wazir. "

"Tunggu!" Kata sang putri. "Tinggalkan aku juga."

Aladdin mendesaknya untuk ikut bersamanya, tetapi sang putri tidak mau. Sang Putri sangat menyukai kehidupan dengan kebebasan yang di inginkanya. Aladdin sama sekali tidak suka bahwa sang Putri akan ditinggalkan bersama Wazir. Tetapi dia meyakinkannya bahwa Wazir tidak akan bangun berjam-jam, dan dia akan punya banyak waktu untuk pergi jauh.

Jadi Aladdin menggosok lampu dan menyatakan keinginannya kepada Jin. Dengan suara mendesing, Aladdin, istana dan Nadia semuanya dipindahkan kembali ke tempat di mana istana sebelumnya berdiri.

Sultan senang memiliki putrinya kembali, atau kalian bisa mengatakan bahwa sebenarnya wanita muda yang Sultan yakini putrinya adalah Nadia, karena dia tertutup syal. "Kami akan mengadakan pernikahan dalam tiga hari!" Kata Sultan kepada Aladdin.

Namun kesedihan tumbuh di hati Aladdin. Nadia memang wanita muda yang baik dan menyenangkan. Tetapi ada sesuatu yang aneh tentang wanita yang naik kereta unta yang menjual parfum dan ramuan. Aladdin tidak bisa melupakan suara tawa wanita itu, pikirannya yang cerdas, dan kenyamanan bersama wanita penungga kereta unta itu. Akhirnya, Aladdin menggosok lampu lagi.

"Tuan," kata Jin, "apakah itu gunung permata yang kamu inginkan untuk keinginan ketiga mu, kekuasaan atas semua tanah tetangga, atau kekuatan 100 orang?"

"Tidak ada," kata Aladdin. "Aku ingin kamu membawaku ke wanita muda yang kukenal, penunggang unta sekaligus penjual parfum dan ramuan."

"Tapi Tuan, ini permintaan ketiga dan terakhirmu!" Kata Jin. "Bagaimana jika dia tidak memilihmu kembali? Kamu akan kehilangan kesempatan untuk menikahi putri Sultan dan menjadi pangeran. "

"Aku tidak peduli!" Kata Aladdin. "Aku harus menemuinya. Apa pun yang datang, biarlah. "

"Tapi Tuan, ini permintaan ketiga dan terakhirmu!" Kata jin.

Jadi Aladdin membuat keinginan ketiga dan terakhirnya dan dibawa ke putri sejati. Dalam perjalanannya, dia tidak terlalu jauh dari tanah Sultan. Akhirnya, Aladdin menyatakan perasaannya yang sebenarnya kepada sang Putri dan dia membalasnya dengan perasaan yang sama. Dia menceritakan kisahnya, bahwa dia telah dilahirkan sebagai putri tetapi sekarang lebih bahagia hidup sebagai pedagang keliling. Aladdin mengatakan dia tidak menginginkan menikahi seorang Putri dan menjadi seorang Pangeran, Aladdin hanya ingin selalu bersama sang Putri. Maka mereka sepakat untuk menikah dan bersama-sama naik kereta unta, lalu menjual ramuan dan parfum dari kota ke kota.

Kemudian, tiba-tiba Aladdin dan sang putri mendapatkan berita duka bahwa Sultan meninggal. Aladdin berkata kepada sang Putri, "Karena ayahmu sudah tiada, maukah kamu kembali sekarang ke istana ayahmu? Kita bisa memerintah kerajaan bersama, berdampingan. "

Maka Aladdin dan sang putri kembali ke istana. Nadia sangat senang melihat mereka. Dia dengan senang hati turun untuk melayani lagi sebagai wanita yang sedang menunggu sang putri. Selama sisa hidup mereka, Aladdin dan sang putri memerintah dengan baik dan hidup dalam kebahagiaan, seperti yang seharusnya.

Cerita Sebelumnya: Aladdin Dan Lampu Ajaib 3 - Dongeng Arab

Source: click disini
Share:

Aladdin Dan Lampu Ajaib 3 - Dongeng Arab

courtesy of fimela.com
Dongeng Anak Dunia - Pagi berikutnya, sang Sultan terbangun dan tidak melihat apa pun di luar jendela kamarnya, dimana telah berdiri tempat istana Aladdin sehari sebelumnya. Kemudian pelayannya bergegas masuk, mengumumkan bahwa sang putri telah menghilang. Sang Sultan yang sangat Marah, lalu dia memanggil Aladdin.

"Apa yang telah kamu lakukan?" Dia berteriak dengan marah. "Karena trik sulapmu, aku kehilangan putriku! Kamu harus membawanya kembali kepadaku dalam tiga hari atau kamu akan tanggung akibatnya! "

Aladdin berpikir, dia bisa mengatakan keinginannya dan Jin akan membawa kembali sang putri dan istana juga. Tapi lampu ajaibnya hilang, dia mencari kemana-mana! Dalam keputus-asaan, Aladdin tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan istana Sultan di atas kuda putih yang telah dinaikinya. Sedihnya, dia berkuda dari kota ke kota, tetapi tidak ada yang tahu apa-apa tentang istana yang muncul dalam semalam, belum lagi dengan seorang putri di dalamnya.

Kalian mungkin bertanya-tanya, di mana sang Putri Sultan berada? Dia menyamar mengenakan pakaian seperti gadis pelayannya Nadia, dia diam-diam keluar dari istana pada saat berganti pakaian dengan Nadia. Dia pergi ke pasar dan di sana dia bertemu seorang pedagang. Pedagang itu mengatakan kalau dia lelah berkuda dari kota ke kota untuk menjual ramuan dan parfumnya.

Sang putri yang berpakaian layaknya Nadia sang pelayannya, namun dia masih membawa dirinya seperti seorang bangsawan. Sang Putri merasa kasihan kepada pedagang itu dan ketika menawarkannya untuk naik kereta untanya dan berbagi apa yang dia miliki, sang pedagang itu sangat senang.

Dua hari berlalu. Aladdin masih belum juga menemukan istananya yang hilang. Aladdin hanya bisa duduk terdiam sambil berpangku tangan.

"Kenapa wajahmu terlihat sedih?" Kata sang Putri. "Mungkin ramuan ini akan membuatmu merasa lebih baik."

"Tidak, terima kasih," kata Aladdin. "Satu-satunya hal yang bisa membantuku adalah jika aku bisa membawa kembali seorang putri dan menemukan istanaku yang hilang. Soalnya, istanaku lenyap semalam ke tempat yang aku tidak tahu di mana. Sang putri mungkin ada di dalamnya. Oh, ini tugas yang berat! "

"Mungkin tidak," kata sang putri. "Belum lama ini dalam perjalananku, aku mendengar tentang istana di padang pasir yang muncul tiba-tiba entah dari mana."

"Sungguh?" Kata Aladdin. Dia mendongak. "Apakah kamu tahu dimana?"

"Aku pikir begitu. Aku bisa membawamu ke sana. Jika kita pergi sekarang, kita bisa sampai di sana besok pagi. "

"Aku akan sangat berterima kasih!" Kata Aladdin. Dia telah meninggalkan semua permata-buah dengan ibunya dan menyisahkan satu. Lalu, diberikan kepada penunggang unta itu sebagai pembayaran.

"Oh, simpanlah," kata sang Putri dengan lambaian tangannya. "Tidak masalah. Bawa kudamu untuk menunggang untaku."

Sepanjang malam, mereka berdua berbicara tentang banyak hal. Aladdin kagum pada sikap wanita muda yang baik dan murah hati itu. Entah bagaimana tahu dia bisa dipercaya. Tak lama kemudian, dia menceritakan kisahnya tentang bagaimana dia menemukan lampu ajaib di gua dan bagaimana pula lampu ajaib itu dicuri darinya, bersama dengan istana.

Saat cahaya pagi bersinar, mereka menemukan dua dinding batu yang sangat tinggi, berwarna merah jambu, dengan pita tipis putih dan biru. Tiba-tiba tembok-tembok batu berjatuhan dan mereka tiba di tanah terbuka.

"Lihat!" Kata sang putri, menunjuk ke depan. "Itu saja?"

"Itu!" Aladdin berteriak kegirangan, mengenali istananya. "Kuharap sang putri masih ada di sana!" Katanya, "meskipun tanpa lampu ajaib ku, aku tidak punya cara lain untuk mendapatkan mereka berdua kembali."

Tepat pada saat itu Nadia yang telah dibawa pergi bersama dengan istana seperti yang kalian ingat, memandang ke luar jendela. Yang mengejutkannya adalah dia mengenali penunggang kereta unta itu yang tidak lain adalah sang Putri. Dia melambaikan tangannya kepada mereka berdua untuk datang ke pintu depan.

Para pelayan membiarkan para tamu masuk dan Nadia membawa mereka ke ruang tamu kemudian menutup pintu. Nadia berkata, "Nyonya! Betapa senangnya aku melihatmu! "

"Aku senang melihatmu juga, Nadia."

Aladdin kagum. "Kalian berdua saling kenal?"

Tetapi sang putri hanya berkata kepada Nadia, "Katakan padaku, bagaimana menurutmu menjadi seorang putri?"

"Awalnya, gaunnya sangat indah dan bagus," kata Nadia. "Semua yang aku impikan dan aku sukai telah aku dapatkan. Tetapi ketika aku dibawa pergi dengan istana ini, Wazir juga ikut. Selama dua hari terakhir dia tidak melakukan apa-apa selain marah-marah dan menghancurkan banyak hal. Dia mengurungku di sini! "

"Itu mengerikan!" Kata sang putri.

"Masih ada lagi," kata Nadia. "Dia berkata, bahwa besok kita akan kembali ke tanah Sultan dan aku harus menikah dengannya!"

"Dia bilang ... dengan pelitanya?" Aladdin dan sang putri saling memandang.

Sang putri menoleh ke Nadia. "Tunggu sebentar! Aku punya rencana."

Cerita Sebelumnya: Aladdin Dan Lampu Ajaib 2 - Dongeng Arab
Cerita Selanjtunya: Aladdin Dan Lampu Ajaib 4 - Dongeng Arab

Source: click disini
Share:

Aladdin dan Lampu Ajaib 2 - Dongeng Arab

courtesy of fimela.com
Dongeng Anak Dunia - Ibunya tidak percaya dengan kisah yang diceritakan putranya kepadanya. "Lampu ajaib?" Dia tertawa. "Benda tua itu?" Dia mengambil lampu itu, mengambil kain, dan mulai membersihkannya. "Jika benar-benar ada Jin di lampu tua ini, aku akan mengatakan kepada Jin untuk membuatkan pesta dan sajikan makanan di atas piring emas!'"

Ibu Aladdin terkejut! Jin bangkit dari lampu dan sebuah pesta yang cocok untuk seorang raja terbentang di atas meja dapurnya dan di atas piring-piring emas yang berkilauan.

Mereka berdua menikmati pesta yang tidak seperti biasanya. Kemudian ibu Aladdin mencuci dan menjual lemping-lemping emas dan membeli barang-barang yang diperlukan untuk hidup. Sejak saat itu, Aladdin dan ibunya hidup lebih baik.

Suatu hari, Aladdin berpikir dalam hati, "Mengapa hanya berpikir kecil? Dengan buah-buah permata yang aku miliki ini, aku bisa menikahi sang putri dan menjadi pangeran di negeri ini! "

Ibunya tertawa. "Kamu tidak bisa pergi ke istana dengan beberapa hadiah bagus dan berharap untuk menikahi sang putri, Aladdin!" Tapi Aladdin mendesaknya untuk mencoba. Mereka membungkus beberapa buah permata dengan kain sutra dan sang ibu pergi ke istana.

Para penjaga menghentikannya mereka. Tetapi ketika dia bersikeras karena dia memiliki sesuatu yang sangat berharga untuk Sultan, para penjaga membiarkannya masuk.

Kata Sultan, "Apa yang kamu bawa untuk aku di kain sutra itu?"

Ibu Aladdin menunjukkannya kepada Sultan buah-buah permata. Sultan terkesan. "Tapi jika putramu layak untuk putriku dan menikahinya seperti yang kau katakan, dia harus membawakanku 40 nampan emas dari permata yang sama yang dibawa oleh para pelayan."

Sang ibu pulang ke rumah dan memberi tahu putranya tentang permintaan Sultan. "Tidak masalah," kata Aladdin. "Panggil saja Jin dan buat permintaan kedua." Maka ibunya menggosok lampu dan membuat permintaan kedua. Tak lama, dia berada di tangga istana Sultan dengan 40 nampan emas dari buah-buahan permata yang dibawa oleh banyak pelayan.

Sultan senang. "Tapi kamu tidak bisa berpikir ini cukup untuk menikahi putriku!" Katanya. "Untuk benar-benar memenangkan hatiku, putramu harus membangun istana emas untuk dia dan putriku saat hidup bersama nanti."

Sang Ibu pulang dan memberitahu Aladdin. Jadi untuk permintaan ketiganya, Sang Ibu meminta Jin untuk membuat istana emas. Pagi berikutnya, tepat di luar kamar Sultan, muncul istana emas besar, berkilau di bawah sinar matahari. Sementara itu di rumah Aladdin, Ibunya berkata, "Sudah saatnya kamu pergi anakku untuk bertemu dengan puterimu." Keinginannya habis, dia memberinya pelita.

Pagi berikutnya, Sultan memanggil putrinya. "Lihatlah istana ini!" Katanya menunjuk ke luar jendela. "Ini suami untukmu!"

"Apa maksudmu, Ayah?" Kata putrinya. "Apakah ayah sudah tahu tentang pria itu? Apakah ayah pernah bertemu sebelumnya dengannya? "

"Apa yang perlu diketahui?" Kata Sultan. "Dia bisa membuat istana emas dalam semalam. Dia bahkan lebih kuat dari penasihat kerajaanku, Wazir. "

"Kemarin, Wazirmu adalah pria paling kuat di kerajaan," kata putrinya, "dan aku akan menikah dengannya. Hari ini, orang asing ini adalah yang paling kuat dan saya akan menikah dengannya. Siapa yang paling kuat itu tidak penting ayah, mengapa ayah memaksaku untuk memenuhi keinginanmu? "

"Itu masalah bagiku!" Kata Sultan. Dengan suara rendah dia berkata, "Putri, aku hanya ingin kamu mendapatkan suami yang begitu baik kepadamu."

"Aku tidak percaya ini!" Sang putri mengangkat tangannya dengan putus asa, dan dia pergi.

Di kamar riasnya, sang putri berbicara sambil kecewa karena ayahnya kepada Nadia. Dia berkata, "Apa pun yang terjadi, Ayahku bertekad untuk menikahkanku!"

"Tapi Nyonya," kata Nadia, "bukankah orang asing yang luar biasa itu cocok untukmu?"

Sang putri menghela nafas sambil melihat Nadia. "Kamu tidak tahu betapa beruntungnya kamu," katanya. "Aku lebih suka menjalani hidup sepertimu daripada diserahkan dengan cara ini."

"Dan aku lebih suka menjadi dirimu," kata Nadia. Mereka berdua saling menatap selama beberapa saat. Tinggi mereka hampir sama, dengan rambut warna yang sama. Dengan syal yang mereka kenakan ...

"Ayo lakukan!" Kata mereka bersama. Dan mereka berdua berganti pakaian.

Saat itu, Aladdin sedang menunggang kuda ke istana Sultan dengan kuda putih, siap untuk bertemu dengan istrinya. Sultan menyambutnya dengan hangat.

"Tetap di sini di istanaku sampai persiapan untuk pernikahanmu selesai," kata sang Sultan. Aladdin tidak bisa bertemu sang putri sampai hari pernikahan mereka. Dia melihat sekilas Nadia dari kejauhan, ditutupi syal, mengira dia adalah putri sang Sultan. Aladdin, Sultan, dan semua orang di istana menunggu dengan semangat untuk hari pernikahan itu.

Kecuali satu orang yaitu lelaki tua yang membuat Aladdin terjebak di gua dan lelaki tua itu ternyata adalah Wazir. Dia mengenali Aladdin dan dia tahu memiliki satu alasan mengapa pemuda itu bisa memberikan semua keajaiban ini kepada Sultan. Aladdin pasti telah melarikan diri dari gua dengan lampu yang dia temukan!

"Aku akan membalas dendam kepadamu Aladdin!" Sumpah Wazir. "Jika ada yang ingin memiliki lampu tersebut, itu adalah AKU!" Dengan sihirnya, dia bisa tahu di mana Aladdin menyembunyikan lampu itu. Ketika Aladdin sedang tidur, Wazir masuk dan mengambilnya.

Di tempat yang sunyi, Wazir membuat permintaan pertamanya: "Jin, lakukan apa yang kukatakan. Aku ingin kamu membawa istana Aladdin ke tempat yang jauh di padang pasir yang tidak dapat ditemukan siapa pun!"

Saat sang Wazir melakukan permintaannya, tanpa dia ketahui Nadia sedang berkililing di istana Aladdin. Dan ada hal lain juga yang tidak di ketahui oleh sang Wazir karena sang Jin berpikir sang Wazir dan sang Nadia yang sedang berkeliling di istana Aladdin itu juga ikut terbawa dengan istana Aladdin ke tempat yang jauh di padang pasir.

Cerita Sebelumnya: Aladdin dan Lampu Ajaib 1 - Dongeng Arab
Cerita Selanjutnya: Aladdin dan Lampu Ajaib 3 - Dongeng Arab

Source: click disini
Share:

Aladdin dan Lampu Ajaib 1 - Dongeng Arab

courtesy of fimela.com
Dongeng Anak Dunia - Di suatu tempat tinggallah seorang pemuda yang bernama Aladin, dia masih memiliki orang tua. Namun, beberapa waktu yang lalu, Ayah Aladin meninggal dan kini hanya Aladin dan Ibu nya yang tinggal dirumah itu. Semenjak Ayahnya meninggal, Aladin menggantikan posisi Ayahnya untuk mengelola toko keluarganya bersama ibunya.

Suatu hari saat Aladin dan ibunya sedang membereskan tokonya, datang seseorang yang tak dikenal ke toko dan menyapa Aladin.

"Hai Aladin, Aku pamanmu," kata orang asing itu ke Aladdin. "Aku sengaja datang kemari untuk menemui."

"Tapi ayahku tidak pernah memberitahu tentang saudara laki-lakinya," kata Aladdin sambil heran dan bingung.

Ibu Aladdin juga berkata demikian. "Suamiku tidak punya saudara laki-laki," katanya kepada orang yang tak dikenal itu sambil menyipitkan matanya.

"Tapi aku ini memang benar-benar saudara suamimu," kata orang yang tak dikenal itu. "Beberapa tahun yang lalu suamimu dan aku setuju, kalau sesuatu terjadi padanya, aku akan membantu keluargamu."

Sang ibu tertarik. "Apa tujuan dan maksud kamu datang kemari?" Katanya.

"Aku tahu tempat rahasia yang menyimpan banyak kekayaan," kata orang yang tak dikenal itu. "Aku akan membawa anakmu si Aladin kesana untuk mencari harta karun dan kembali dengan membawa harta karun tersebut."

Ibu Aladin pun menyetujuinya. Lalu, orang yang mengaku paman Aladin itu pun pergi selama berhari-hari ke gurun bersama Aladin. Akhirnya mereka sampai di sebuah gua.

"Aku beri tahu kamu, kalau aku sedikit belajar ilmu sihir," kata lelaki tua itu kepada Aladdin. "Kamu pasti akan terkejut dengan apa yang kamu lihat nanti."
"Aku tahu tempat rahasia yang menyimpan banyak kekayaan," kata lelaki tua itu.

Mereka masuk ke dalam gua yang gelap gulita. Lalu, lelaki tua itu mengibaskan tangannya dan bola cahaya tiba-tiba muncul menerangi gua. Di bawah cahaya dengan satu jari panjang lelaki tua itu, dia menggambar bentuk lingkaran di atas tanah. Dia mengambil debu merah dari sakunya dan melemparkannya ke atas lingkaran dan pada saat yang sama mengucapkan mantra. Tiba-tiba bumi sedikit bergetar dan lantai gua terbuka dengan perlahan-lahan. Kemudian dari bawah tanah naik sebuah kristal kuarsa putih raksasa dan memenuhi lingkaran yang terbuka.

"Jangan khawatir," kata si lelaki tua itu. "Di bawah kristal putih raksasa ini terletak harta yang akan menjadi milikmu."

Dia melantunkan beberapa mantra lagi dan kristal raksasa itu pun naik beberapa kaki ke udara, bergerak ke samping dan mendarat. Aladdin mengintip ke dalam lubang dan dia melangkah ke arah lubang yang gelap.

"Jangan takut," kata lelaki tua itu kepada Aladdin. "Kamu harus mematuhiku. Turunlah melalui anak tangga itu, ikuti jalan tersebut. Nantinya kamu akan melihat sebuah taman, pohon, buah-buahan dan jangan pernah kamu berani sentuh benda tersebut. Jalan saja terus sampai kamu menemukan batu datar yang besar dan di atas batu itu akan ada lampu yang menyala. Tuangkan minyak di lampu itu dan bawa ke aku. Pergi sekarang!"

Aladdin dengan perlahan menuruni anak tangga. Setelah beberapa langkah Aladin berjalan, dia melihat sebuah taman, pohon beserta buah-buahan yang membuat mata Aladdin takjub dan bersinar-sinar. Aladin hanya bisa melihatnya karena lelaki tua itu melarangnya untuk memegang ataupun menyentuh benda tersebut. Namun, Aladin tidak kuat karena hanya melihat saja, akhirnya dia mengambil satu per satu benda yang bersinar itu ke dalam saku nya hingga penuh.

Pada akhirnya, Aladdin telah sampai di sebuah batu datar yang besar dan di atasnya terdapat lampu seperti yang dikatakan lelaki tua itu. Dia menuangkan minyak ke lampu itu dan membawanya kembali ke tempat dimana lelaki tua itu menunggu.

Aladdin berkata, "Aku di sini, Paman!"

Lelaki tua itu berkata dengan tergesa-gesa, "Berikan lampu itu!"

"Iya paman nanti setelah aku sampai disana," kata Aladdin sambil bertanya-tanya mengapa lelaki tua itu tampak terburu-buru.

"Tidak, berikan aku lampu itu SEKARANG!" Seru pria tua itu sambil meraih tangannya ke bawah.

Lelaki tua itu ingin segera mendapatkan lampu tersebut dari Aladdin dan kemudian membunuhnya. Tiba-tiba saja Aladdin merasakan hawa yang dingin berhembus. Aladdin beranggap ada sesuatu yang salah dan entah bagaimana dia tahu, dia tidak boleh melepaskan lampu itu.

"Biarkan aku bangun dulu paman, lalu akan kuberikan kepadamu" kata Aladdin berpura-pura.

Lelaki tua itu sudah kehilangan kesabaran dan menjadi sangat marah. Dia jatuh ke dalam amarah dan mengeluarkan mantra-mantra yang keluar dari mulutnya. Kristal kuarsa putih raksasa terangkat dan melayang di atas lubang dan menutupi lubang itu. Semua menjadi gelap di bawah dan Aladdin pun terjebak!

Selama dua hari, Aladdin putus asa. "Kenapa aku tidak menyerahkan lampu tua ini? Lagipula, siapa yang peduli dengan apa pun yang terjadi, itu tidak mungkin lebih buruk dari ini! Apa yang aku pikirkan? "

Sambil menggosok lampu, dia mengerang, "Oh, aku berharap bisa keluar dari sini!"

Seketika, jin besar keluar dari lampu tersebut ke udara. "Kamu adalah tuanku!" Boom Jin berkata. "Apakah keinginan pertamamu adalah keluar dari gua ini? Tiga keinginanmu akan aku kabulkan. "

"Oh jin, aku benar-benar ingin keluar dari sini!"

Mulut Aladdin terbuka, kagum. Dia bergumam ya, tentu saja! dia sangat ingin keluar dari gua tersebut dan pulang! Kemudian, tiba-tiba Aladdin sudah berada di luar rumahnya sendiri dengan masih memegang lampu dan dengan semua buah permata di sakunya.

Cerita Selanjutnya: Aladdin dan Lampu Ajaib 2 - Dongeng Arab

Source: click disini
Share:

Wednesday, November 30, 2016

Perjalanan Dewi Ishtar Ke Dalam Tanah 3 - Dongeng Arab Saudi

Courtesy of The truth Seeker
dongeng anak dunia - Ea kemudian menciptakan makhluk yang disebutnya Udushunamir, yang dibuat tanpa emosi atau ketakutan. Dengan kekuatan semua dewa, Ea mengirimnya sebagai utusan ke pengadilan bawah tanah Irkalla, di mana dia akan menuntut air kehidupan dari Ratu kegelapan. Karena Udushunamir telah diciptakan oleh Ea, dewa besar, Irkalla tidak kuat dan berkuasa melawan makhluk tersebut, dan tidak bisa menghentikannya memasuki ranah nya. Jadi Udushunamir memasuki ranah Irkalla dengan sangat mudah, dan berdiri di hadapan Irkalla, di mana ia menuntut atas nama para dewa besar kepada Irkalla untuk memberikan dia air kehidupan, dan Ishtar untuk dibawa dari kegelapan menuju tanahnya orang hidup.

Tentu saja Irkalla sangat marah pada permintaan ini. Tubuhnya gemetar karena marah saat ia meraung dan mengutuk utusan serta tidak akan melepaskan Ishtar terbebas dari kematian yang membelenggunya dan mengutuk semua para dewa di mana-mana, tetapi tidak berhasil. Udushunamir tanpa semua emosi atau ketakutan, tidak terpengaruh baik oleh pemandangan yang mengerikan di tempat gelap ini atau dengan kutukan Irkalla ini. Irkalla tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain memberikan air kehidupan kepada makhluk tersebut yaitu Udushunamir. Dia kemudian memanggil Namtar dan memerintahkan dia untuk membawa Dewi Kesuburan atau Lady of the Gods dari dasar Kegelapan.

Ishtar, ditutupi bulu dan bulunya tertutup debu, dibawa kehadapan Udushunamir, yang kemudian ditaburi air kehidupan diseluruh tubuhnya. Debu jatuh dari tubuh Ishtar, lumpurpun jatuh dari tubuh Ishtar, bulu dan sayap burungpun ikut rontok seketika. Dia hidup kembali, jadi dia berdiri di depan musuhnya, Irkalla. Kepalanya masih tertunduk, tidak berwarna, lebih lemah dari manusia yang baru lahir, telanjang dan gemetar seperti daun-daun kering yang tertiup angin badai, seperti mati namun tidak mati.

Udushunamir membimbingnya melalui kegelapan ke gerbang ketujuh, di mana Nadu penjaga menyerahkan gaun yang telah dia ambil darinya sebelumnya. Dia menutupi auratnya dengan itu. Dia melewati gerbang ketujuh dan Udushunamir membimbingnya ke gerbang keenam, penjaga membukanya dan memberinya kembali pakaian luar yaitu gaunnya. Dia melewati gerbang keenam dan Udushunamir membimbingnya ke gerbang kelima, penjaga membukanya dan ia menyerahkan kembali jilbab indah nya. Dia mengambil jilbab dan menutupi wajah telanjang, kemudian diteruskan melewati gerbang kelima. Udushunamir membimbingnya ke pintu gerbang keempat, di mana penjaga menyerahkan kembali sepatunya. Dia menempatkan di kakinya yang telanjang, dan melanjutkan melalui pintu gerbang keempat. Udushunamir membimbingnya ke gerbang ketiga, penjaga membukanya dan menyerahkan kembali gelang berhiaskan berlian nya. Dia mengambil gelang dan menempatkan pada pergelangan tangan yang telanjang tanpa gelang. Dia melewati gerbang ketiga dan Udushunamir membimbingnya ke gerbang kedua, penjaga membukanya dan memberinya kembali kalung indah berbentuk bintang delapan. Ishtar menerima permata dan meletakkannya kembali di lehernya. Dia berjalan melewati gerbang kedua dan Udushunamir membimbingnya ke gerbang pertama. penjaga membukanya dan memberinya kembali mahkota keagungan yang tinggi. Dia mengambil itu dari tangannya, dan meletakkannya kembali di kepalanya.

Sekarang Ishtar, pakaian dan dengan segala ornamen perhiasan lengkapnya kembali dan dia bisa meninggalkan ranah Irkalla.

Ketika sang dewi belum muncul dari gua, bumi diam. Tidak ada kicauan burung-burung, tidak ada suara yang datang dari kawanan sapi dan kambing, dan tidak ada musik yang berasal dari sang pelaut. Tapi saat ia berjalan keluar dari dalam gua dan kekuatannya kembali normal, dengan leher tegak dan kepala tidak tertunduk lagi, kemegahan nya bersinar cemerlang dan dia berjalan sebagai seorang dewi, dia telah kembali lagi dengan jati dirinya, dan tersungging senyuman diwajahnya yang cantik. Kuda jantan mulai bersuara dan banteng berteriak, Domba-domba jantan yang dipelihara perternak sedang merumput.

Tentara dan pedagang sama-sama membuat alasan untuk buru-buru pulang kemabali kepelukan sang istrinya. Mereka sangat rindu kepada kasih sayang dan belaian sayang yang selama ini menghilang. Para wanita di kuil Ishtar kembali mengambil instrumen musik, mereka menyanyikan lagu dengan kata-kata pujiaan mengajak kepada orang-orang yang lewat di bawahnya untuk saling menyayangi dan mencintai. Semua ciptaan Tuhan kini bersukacita dalam kebahagian yang nyata bersama kembalinya sang dewi Ishtar. Dan semua dewa bersukacita, mengetahui bahwa kreasi mereka akan memperbaharui diri dan akan terus bertahan untuk menghormati dan melayani mereka selamanya. Sekian terima kasih.


Wasalam,
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Perjalanan Dewi Ishtar Ke Dalam Tanah 2 - Dongeng Arab Saudi

Courtesy of The truth Seeker
dongeng anak dunia - Dan akhirnya sampailah Ishtar berjalan tidak jauh ke gerbang ketujuh, penjaga membuka semua baut dan kunci, dan berkata, "Masuklah ke ranah Irkalla, wanita baik-baik. Selamat datang di tempat dimana tak seorang pun pernah kembali kalau sudah masuk ke dalamnya." Sambil berbicara, ia mengambil gaunnya. Dia ingin tahu mengapa ia mengambil gaun indahnya, meninggalkan dia hampir telanjang. "Oh wanita," katanya, "ini adalah hukum Lady Irkalla!" Dan bertelanjanglah sekarang, dia menundukkan kepala karena sangat malu, semua cahayanya telah hilang, dengan tanpa ornamen emas indahnya, tanpa perlindungan jubah yang luar biasanya, tanpa busana telanjang dan bertelanjang kaki dia pergi melalui pintu gerbang ketujuh, di mana ia menemukan Irkalla.

Irkalla, Ratu Dunia Bawah memiliki kepala singa betina yang menempel di atas tubuh wanita yang cantik, dalam pelukannya ia membawa peliharaannya, seekor ular berbisa yang sangat mematikan. Dia dipanggil Belisari, wanita yang berpakain orang gurun sebagai juru tulisnya, dia selalu  membawa tablet tanah liat yang semua keputusan Irkalla ini akan ditulis dengan cermat. Di belakangnya kedua orang mati sedang berkumpul. Tidak ada cahaya kehidupan di mata mereka masing-msaing, mereka berpakaian tidak dalam kain tapi berbulu, dan kedua lengan dan tangan mereka memiliki sayap bagaikan burung dan mereka hidup dalam kegelapan.

Hati Ishtar menjadi cemas melihat mereka yang menakutkan, dan dia berharap dia tidak akan pernah berani lagi datang ke tempat gelap seperti ini. Dia berharap menemukan Tammuz di sini, tapi sekarang dia menyadari bahwa ini adalah sebuah pencarian dalam keputus asaannya. Putus asa, ia memohon Irkalla untuk memungkinkan dia untuk kembali ke negeri orang hidup.

Dewi kegegelapan Irkalla tertawa dingin dan menghinanya, ketika dia berbicara seolah-olah angin sedingin es bertiup terhadap tubuh telanjang Ishtar. Irkalla mengatakan, "Ishtar, Anda mungkin Lady of the Gods, tetapi Anda berada di ranah saya sekarang, dan tak seorang pun kembali dari tempat ini. Ini disebut [House of Darkness] atau rumah kegelapan untuk alasan yang baik, dan siapapun yang masuk sini, hakim atau prajurit, raja atau gembala, pemerah susu atau dewi, tidak pernah bisa kembali. "Siapa pun yang memasuki rumah ini tidak membutuhkan lebih dari cahaya. Debu akan menjadi roti dan lumpur akan menjadi daging untuk Anda santap. Gaun Anda akan menjadi jubah bulu, Gerbang pun sudah jauh meninggalkan Anda di belakang , hai sang wanita!!!! "

Setelah berkata demikian, Irkalla memanggila Namtar atau setan wabah. Namtar muncul dari kegelapan, kepala ular berbisa dengan tubuhnya yang berbadan manusia, telanjang dibawah jubah yang terbuat dari tulang belulang manusia, dan kakinya berbentuk seperti cakar elang yang sangat tajam. Dia langsung memeluk dewi Ishtar, dia menularkan wabah dan tersebar ke seluruh tubuhnya. Bulu-bulu langsung tumbuh di sekujur tubuh sang dewi, dan cahaya kehidupannya telah menghilang dari matanya. Dia merasakan debu dan lumpur seperti makanan yang enak.

Semua memori keberadaan masa lalunya telah hilang, dan cinta terbesarnya kepada Tammuz juga turut menghilang bersama hilangnya cahaya kehidupan di matanya.

Di bumi perubahan besar datang ketika Ishtar turun masuk ke dalam tanah atau Underworld. Berdampak pada Cinta dan keinginan menjadi orang asing bagi seluruh manusia dan seluruh hewan, merekapun merasakan hal sama. Burung tidak lagi bernyanyi, sapi-sapi jantan tidak lagi mencari sapi-sapi betina, kuda jantan tidak lagi tertarik terhadap kuda betina, Rams tidak lagi peduli untuk jenis dombanya, Istri tidak lagi membelai suami mereka ketika mereka kembali dari bisnis atau perang, Suami tidak lagi merindukan dan berbohong pada istri-istri mereka. Para wanita di kuil Ishtar menjadi kesepian, tak seorang pun ingin menghabiskan waktu minum dan bernyanyi dan membuat gembira dengan mereka.

Shamash, dewa matahari mengaku sangat terganggu ketika melihat perubahan yang menimpa bumi. Dia bisa meramalkan bencana yang akan dihadapi bumi. Tanpa prokreasi, tanpa regenerasi, tidak akan ada kehidupan yang akan tersisa di bumi. Semua manusia dan semua hewan yang ada di sana sekarang di bumi akan meninggal dan hilang. Menurut dewa Shamash semua makhluk ciptaan para dewa akan punah. Dia tahu ini adalah karena Ishtar turun ke dalam bumi atau Underworld, tetapi dia juga tahu bahwa kekuatannya tidak terlalu kuat untuk mengatasi Irkalla. Jadi Shamash pergi menjumpai Ea, sang dewa besar, dan mengatakan kepadanya bahwa makhluk bumi tidak memperbaharui dirinya. "Bagaimana mungkin?" Tanya Ea. Shamash kemudian menceritakan bahwa Ishtar telah turun ke dalam bumi untuk mencari Tammuz, dan belum kembali sampai sekarang.


Wasalam,
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Perjalanan Dewi Ishtar Ke Dalam Tanah 1 - Dongeng Arab Saudi

Courtesy of The truth Seeker
dongeng anak dunia - Ishtar adalah Lady of the Gods, dia adalah Dewi kesuburan. Dia kurang beruntung dalam masalah percintaan. Sang suaminya Tammuz, cinta terbesar di masa mudanya, telah meninggal ketika ia masih sangat muda. Dan seorang Raja besar bernama Gilgamesh dilamarnya namun sang Raja tersebut menolaknya dengan secara halus.

Di Babelonia, orang mati dikirim ke Bawah tanah tempat kegelapan yang dikuasai oleh Dewi Irkalla. Dikatakan bahwa di tempat ini mereka tinggal bersama debu dan lumpur. Setelah ditolak oleh Gilgamesh, Ishtar menjadi depresi dan memutuskan akan turun ke Underworld untuk menemui Tammuz. Jadi dia mengenakan pakaian terbaik nya yaitu perhiasan brilian dan mahkota tingginya, Ishtar memasuki gua yang mengarah ke dalam tanah atau Underworld. Alam bawah tanah yang dikuasai sang dewi Irkalla ini dikelilingi oleh tujuh dinding, masing-masing dengan satu gerbangnya sendiri-sendiri yang harus dilalui untuk sampai ke tempat gelap dimana semua orang mati tinggal.

Ketika dia sampai ke pintu gerbang pertama, Ishtar memanggil penjaga, " hai! Penjaga kamuo, tolong buka pintu gerbang ini dan biarkan aku masuk," seorang penjaga ini segera mengintipnya dari atas pintu gerbang. Dia tidak berkata apa-apa, tetapi dia pun tidak membuka pintu gerbang tersebut. Sang dewi berseru kembali, "Watchman." atau "penjaga." "jika Anda tidak membuka pintu gerbang ini untuk saya, saya akan memaksa membukanya, saya akan memecahnya, dan saya akan bebaskan semua orang mati yang berada di tempat gelap mengerikan ini. Aku akan membebaskan mereka dari kegelapan dan semua aturan nyonya kegelapan tanpa ampun dan membawa mereka ke tempat orang hidup!, orang mati akan begitu berlimpah di bumi dan mereka akan mengambil alih semua kegiatan orang yang hidup di atas tanah!"

Nedu, sebagai penjaga pintu gerbang, melihat wanita begitu sopan dan terlihat seperti seorang wanita yang baik-baik, kepalanya bermahkota terangkat tinggi, dalam pakaian yang dikenakannya sangat indah, dan mengatakan, "Silakan wanita, Anda tidak perlu memecah pintu gerbang ini," katanya. "Aku akan pergi memberikan pesan Anda ke Lady Irkalla, silahkan tunggu sampai aku kembali." Ketika Irkalla mendengar bahwa ada seorang wanita bernama Ishtar menuntut untuk dimasukkan ke wilayahnya atau kekuasaannya atau ranahnya, dia sangat marah. Dia berpikir dan memutuskan akan memberi pelajaran teerhadap penyusup ini, kemudian menginstruksikan kepada penjaganya untuk menyuruh masuk wanita yang sombong itu. Nedu kembali ke gerbang pertama dan membuka semua baut dan kunci pintu.

Lalu Nedu mempersilahkan sang manita masuk, namun sebulumnya dia mengambil mahkota tinggi yang dikenakan sang wanita tersebut, sang wanita bertanya "mengapa mahkotanya diambil sang penjaga", lalu sang penjaga menjawab, "ini hukum yang diterapakan Dewi Irkalla," jawabnya singkat. Ishtar hanya bisa tunduk pada peraturan tersebut.

Ishtar berjalan tidak jauh beberapa langkah dari pintu gerbang pertama ke pintu gerbang kedua. Setelah penjaga membuka semua baut dan kunci pintu gerbang, dan berkata, "Masukkan ke ranah Irkalla dengan baik-baik, wanita. Selamat datang di tempat di mana tak seorang pun yang pernah masuk akan kembali lagi." Sambil berbicara, ia mengambil bintang segi delapan yang menghiasi leher sang wanita. Dia ingin tahu mengapa sang penjaga telah mengambil kembali perhiasannya. "Oh wanita," katanya, "ini adalah hukum Lady Irkalla!" Dia menunduk badannya, sinar cahayanya di lehernya telah hilang, dan dia masuk melalui pintu gerbang kedua.

Ishtar berjalan tidak jauh ke pnitu gerbang ketiga, penjaga membuka semua baut dan kunci, dan berkata, "Masuklah ke ranah Irkalla, wanita baik-baik. Selamat datang di tempat dimana tak seorang pun pernah kembali kalau sudah masuk di dalamnya." Sambil berbicara, ia mengambil emas dan gelang berhiaskan berlian dari pergelangan tangannya. Dia ingin tahu mengapa ia mengambil gelang. "Oh wanita," katanya, "ini adalah hukum Lady Irkalla!" Dia menunduk, cahayanya di tangannya telah hilang kembali, dan tanpa ornamen emas megah, kemudian pergi melalui pintu gerbang ketiga.

Ishtar berjalan tidak jauh ke gerbang keempat, penjaga membuka semua baut dan kunci, dan berkata: "Masuklah ke ranah Irkalla, wanita baik-baik. Selamat datang di tempat dimana tak seorang pun pernah kembali kalau sudah masuk ke dalamnya." Sambil berbicara, ia mengambil sepatu dari kakinya. Dia ingin tahu mengapa ia mengambil sepatunya. "Oh wanita," katanya, "ini adalah hukum Lady Irkalla!" Dia menunduk, cahaya perhiasan yang selalu melindungi dan menghiasi kakinya telah hilang juga, dengan tanpa ornamen emas yang indah serta bertelanjang kaki dia berjalan menuju gerbang keempat.

Ishtar berjalan tidak jauh ke gerbang kelima, penjaga membuka semua baut dan kunci, dan berkata, "Masuklah ke ranah Irkalla, wanita baik-baik. Selamat datang di tempat dimana tak seorang pun pernah kembali kalau sudah masuk ke dalamnya." Sambil berbicara, dia mengambil tabir indah yang menutupi wajahnya. Dia ingin tahu mengapa ia mengambil kerudungnya. "Oh wanita," katanya, "ini adalah hukum Lady Irkalla!" Dia menunduk, cahayanya yang selalu menutupi wajah yang indah kini telah hilang, dengan tanpa ornamen emas yang indahnya dan juga cadar yang menutupi wajahnya serta bertelanjang kaki dia pergi ke gerbang kelima dan dalam setiap melalui satu pintu gerbang ada saja barang yang melekat di tubuhnya yang diambli sang penjaga.

Ishtar berjalan tidak jauh ke gerbang keenam, penjaga membuka semua baut dan kunci, dan berkata, "Masuklah ke ranah Irkalla, wanita baik-baik. Selamat datang di tempat di mana tak seorang pun pernah kembali kalau sudah masuk ke dalamnya." Sambil berbicara, ia mengambil jubah luar biasa nya. Dia ingin tahu mengapa ia mengambil jubah luarnya. "Oh wanita," katanya, "ini adalah hukum Lady Irkalla!" Dia menunduk, cahayanya semakin menghilang saja, dengan tanpa ornamen emas yang indahnya, tanpa perlindungan jubah yang luar biasanya, berjalan telanjang kaki dan hampir bertelanjang sama sekali, dia terus berjalan pergi menuju pintu gerbang ketujuh.

Cerita Selanjutnya : Perjalanan Dewi Ishtar Ke Dalam Tanah 2 - Dongeng Arab Saudi

Wasalam,
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Sunday, November 27, 2016

Katak Menjadi Raja Sungai Dan Rawa-Rawa Dongeng Arab Saudi

Courtesy of Senjata Rohani's Weblog - WordPress.com
dongeng anak dunia - Bagaimana sang Katak datang dan akhirnya menjadi Raja di Sungai dan di Rawa-rawa adalah suatu kejadian dimana masa lalu semua hewan dan manusia hidup saling berdampingan secara harmonis dimuka bumi ini dengan damai. Mereka semua saling menghormati satu sama yang lainnya, dan mereka pergi keluar bersama-sama berjalan dalam kehidupan mereka yang ramah dan saling menguntungkan pula.

Beginilah ceritanya, ketika Gajah yang menjadi Raja semua binatang memutuskan harus ada Raja Sungai dan Rawa-rawa. Dia berpikir ini akan sangat berguna karena memiliki seseorang yang harus bertanggung jawab untuk memperingatkan orang-orang tentang kedatangan hujan pertama, sehingga mereka akan memiliki waktu untuk bersiap-siap dan mulai mempersiapkan benih dan alat-alat serta lahan bertani mereka dengan tepat.

Raja binatang mengutus seorang juru bicara kota, dialah sang ayam jantan, dengan pesan bahwa setiap hewan yang dianggap patut dan layak menjadi Raja harus menghadiri pengadilan Raja keesokan harinya. Sang ayam jantan yang setia membuat pengumuman disepanjang jalanan desa hewan, lewat pesan sang Maha Raja untuk segala-galanya tentang pemilihan Raja. Keesokan paginya gajah datang ke halaman pengadilan setelah mengambil jatah sarapan, dan menemukan sejumlah kandidat yang akan diposting telah berkumpul siap pada posisinya masing-masing. Kucing dan monyet ada di sana, para katak berdiri berdampingan, Burung flamingo ada di sana dan kepiting telah hadir muncul di sana.

Gajah memeriksa setiap kandidat satu persatu, dan mulai menimbang-nimbang kemampuan dan kualitas kinerja dari mereka untuk posisi yang sangat penting bagi kepentingan khalayak ramai.

Untuk sang kucing dia berkata, " Hai! Cat, Anda bahkan tidak suka akan air, Anda pasti akan lari dan bersembunyi di tempat teduh ketika turun hujan untuk yang pertama kalinya. Bagaimana bisa Anda menjadi Raja Sungai dan Rawa-rawa?. Maap Anda kurang memenuhi syarat untuk ini", jadi kucing itu pun di berhentikan.

Untuk sang monyet Raja berkata, "Apa kabar Monyet? saya sangat senang melihat Anda ada di sini, tetapi Anda orang yang selalu bersenang-senang kadang-kadang Anda akan lupa pada tugas penting yang ada dipundakmu, saya takut Anda mungkin lupa tugas Anda karena Anda selalu bermain-main. Saya tidak bisa menempatkan Anda untuk posisi penting ini." Jadi monyet pun keluar.

Untuk sang burung flamingo, sang Gajah mengatakan, "Flamingo, Anda akan sangat baik untuk posting, Anda suka berada di sungai, tapi aku kuatir karena suara Anda saja tidak cukup keras untuk berteriak memberi pesan. Tak seorang pun akan mendengar pesan suara Anda! Saya tidak dapat membuat Anda menjadi Raja sungai dan rawa-rawa." Jadi dengan hormat flamingo dipecat.

Untuk kepiting dia sang Raja berkata, "sayang sekali engkau kepiting. Bagaimana saya bisa membuat Anda jadi seorang Raja? Anda bahkan tidak memiliki kepala!!! Di mana aku akan menempatkan mahkota Raja untuk Anda? Anda tidak bisa menjadi Raja Sungai dan Rawa-Rawa, aku takut engkau tidak sanggup akan tugas penting yang dipikulmu tidak bisa di laksanakan dengan baik." Jadi kepiting langsung dipecat.

Sang Raja baru saja meninggalkan dua kandidat terakhir yang duduk saling berhadap-hadapan pada kursi masing-masing, sang katak dan sang kodok. Gajah menggaruk kepalanya dengan belalainya, "Kalian berdua" atau "Fellows", katanya, "Saya benar-benar tidak bisa membuat keputusan antara Anda berdua. Saya yakin Anda berdua akan sangat baik dipekerjaan, Anda berdua memiliki suara yang indah. Aku hanya tidak bisa memilih," Kemudian ayam jantan menyarankan mungkin ada perlombaan untuk memutuskan masalah ini. Raja setuju. "Baiklah," katanya. "Kalian akan berlari dalam perlombaan ini mulai dari halaman pengadilan, dan untuk yang pertama sampai ke tepi sungai akan dinobatkan sebagai Raja yang syah penguasa Sungai dan Rawa-Rawa!" kata Raja tegas.

Dan lomba ini segera diselenggarakan. Raja, diikuti oleh sejumlah hewan, berjalan ke tepi sungai sehingga dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri siapa pemenang yang berhak menjadi Raja. Sang ayam jantan tetap di halaman pengadilan dengan dua kandidat atau kontestan, sehingga ia bisa memberikan tanda awal start. Ketika semua sudah siap dan diposisi, ayam jantan yang mengeluarkan suara dengan memekiknya, kodok dan katak berangkat. Mereka melompat dan double melompat dan tiga melompat secepatnya dan mengeluarkan kekuatan dari kemampuan masing-masing. Sang kodok sebenarnya yang tercepat, dan ia telah membangun memimpin balapan sedikit lebih cepat dari lawannya dibelakang, ketika tiba-tiba dia terhenti. Di depannya ada sebuah parit yang cukup lebar dan dalam airnya. Sang kodok tidak bisa mengingatnya kalau dia pernah berada di sana sebelumnya, parit itu dibuat ketika badai dan hujan terakhir mengguyur hutan mereka. Sang kodok sama sekali tidak yakin bahwa dia akan mampu melompat ke seberang dengan selamat tanpa terjatuh kecebur ke air parit. Sementara sang katak yang menyusul dari belakangnya juga berhenti sambil berkata. "Harrooh", serunya, "hanya selokan kecil, itu tidak ada artinya bagi saya!" Dia mengambil lompatan jauh dengan perkasa, menggunakan semua kekuatan yang ada dalam kaki belakang yang sangat tangguh, dan mendarat ke sisi lainnya. Kodok tahu ia harus menyeberang, sehingga ia mengambil napas dalam-dalam, dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk melompat, tetapi sang katak bertingkah konyol dengan tingkah lakunya. Dia memukul sisi parit, dan jatuh semua air kejalanan di bawahnya.

Jadi kataklah pemenang yang pertama untuk mencapai tepi sungai dan memenangkan perlombaan dengan mudah. Gajah mengucapkan selamat kepadanya, dan dia sepatutnya dinobatkan menjadi Raja Sungai dan Rawa-rawa. Pada penobatannya, Raja dari semua binatang yaitu sang gajah membuat pidato besar. "Katak", katanya, "sekarang Anda adalah Raja sungai dan Rawa-rawa, tugas pertama Anda adalah untuk mengumumkan datangnya hujan pertama, sehingga semua petani bisa lebih awal dan siap untuk mulai pekerjaan mereka, ini sangat penting sekali."

"Dan Anda harus melakukan ini dengan nyanyian Anda! Croo! Croo! Cro dan Cro! sekeras yang Anda bisa bersama pembantu dan rakyatmu di wilayahmu, selama yang dibutuhkan untuk mendapatkan pesan kepada setiap orang yang ada di kerajaanmu!" seru Raja Gajah dengan tegas.

Itulah alasan mengapa sampai hari ini, ketika orang mendengar nyanyian para katak yang ramai terdengar, mereka semua sangat senang, karena semua orang akan tahu bahwa musim kemarau akan berakhir dan musim penghujan yang mereka butuhkan untuk tumbuhi tanaman mereka sedang dalam perjalanan menuju bumi. Sekian. Terima kasih.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Wednesday, November 23, 2016

Bagaimana Sang Kura-Kura Mendapatkan Banyak Bekas Luka - Dongeng Arab Saudi

Courtesy of animals picture
dongeng anak dunia - Sekali waktu ada pesta pernikahan dewa di atas langit, sang pengantin mengundang semua binatang dari seluruh negeri untuk datang di pesta tersebut. Mereka yang memiliki sayap dan bisa terbang jelas tidak punya masalah untuk hadir, akan tetapi hewan-hewan yang hidup di tanah yang tidak memiliki sayap menjadi masalah untuk dapat sampai di sana kecuali mereka bisa membujuk burung untuk membawa mereka di belakangnya. Tuan Kura-kura benar-benar ingin menghadiri pesta pernikahan tersebut, dia sangat mencintai kebersamaan, tetapi dia tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa sampai ke sana. Sementara dia sedang merenungkan masalah tersebut, sang burung pemakan bangkai mendarat didekatnya, dia sedang mencari sisa-sisa makanan yang ditinggalkan oleh hewan-hewan lain.

Sang kura-kura memanggil burung bangkai, "Tuan Vulture, apakah Anda berencana untuk menghadiri pesta pernikahan minggu depan?" tanya sang kura-kura. Dia Tuan Vulture menceritakan bahwa dia sangat ingin berada di sana, karena mereka akan di suguhkan banyak makanan gratis untuk semua tamu yang hadir di sana! Kemudian kura-kura bertanya kembali, "Tuan Vulture apakah Anda akan mempertimbangkan memberikan tumpangan untukku." Tuan Vulture menggeleng kepalanya, "Itu mungkin agak sulit", katanya, "Aku bisa melihat berat badan Anda sekarang tidak ringan dan begitu berat, Tuan Kura-kura. Namun apakah Anda siap untuk memberikan imbalan, jika saya harus menyetujui permintaan yang Anda ajukan?" tanya sang burung bangkai.

Sekarang kura-kura telah menabung, dan ia memiliki tumpukan besar kerang cowrie yang tersimpan di sarangnya dengan sangat rapih. Jadi dia berjanji untuk membayar burung pemakan bangkai sebanyak kerang cowrie yang bisa dia bawa. Vulture setuju tentang hal tersebut, dia akan membawa sang kura-kura pada hari pesta pernikahan, Vulture datang menjemput dan mengambil tabungan sebagai imbalan yang telah mereka sepakati bersama-sama, semampu sang burung bangkai membawanya, lalu kura-kura menempel ke punggung burung pemakan bangkai, dan mereka tiba di pesta pernikahan di langit dengan tepat dan selamat.

Pernikahan adalah pesta indah dan ada banyak jenis makanan untuk memenuhi selera makan mereka yang selalu lapar dengan makanan lezat yang jarang sekali mereka santap. Vulture memutuskan dia akan mencoba bubur, sebab dia tidak pernah merasakan masakkan ini sebelumnya, tetapi dia menemukan kesulitan untuk memakan dengan paruhnya. Bubur banyak yang tertumpah, dan ada beberapa yang tumpah di cangkang kura-kura. Kura-kura pura-pura sangat marah dengan kejadian tersebut, dan burung pemakan bangkai menenangkannya dengan mengatakan bahwa dia tidak akan mengambil kerang cowrie, dan kura-kura sangat senang dengan jalan ini. Sekarang dia telah sampai di sini dengan segala yang benar-benar serba gratis dari makanan kesukaaan dan ongkos-ongkos tumpangannya.

Kemudian, mereka semua minum bir dan kura-kura sedikit melakukan tindakkan ceroboh. Dia minum bir lebih banyak dari ukuran biasanya dalam sebuah pesta pernikahan, dan dia mulai bergoyang akibat pengaruh minuman tersebut. Akibatnya, sekarang kura-kura menumpahkan bir persis di kepala sang burung pemakan bangkai, dan kini giliran vulture untuk tersinggung dan marah-marah. Kura-kura menawarkan vulture sebanyak kerang cowrie yang dia bisa membawanya untuk yang kedua kalinya, tetapi vulture hanya merajuk tidak tertarik lagi dan langsung keluar dari tempat tersebut ke ruangan pesta yang lainnya, dia benar-benar sudah tidak tertarik pada kerang cowrie. Segera tiba waktunya bagi semua para tamu undangan untuk segera pulang. Burung-burung mulai terbang jauh dari tempat pesta, termasuk Tuan Vulture. "Tuan Vulture, tunggu aku!" Teriak sang kura-kura, tapi Tuan vulture pura-pura tidak mendengarnya, dan terbang berlalu. Tak satu pun dari burung lain ingin membawa sang kura-kura yang berbadan bulat sangat berat untuk memberikan tumpangan.

"Kau terlalu besar untuk saya, membawa kembali pulang di punggungku, aku tidak sanggup!" jawab sang burung lain, dia tidak sanggup untuk membawa sertanya.

"Kau terlalu berat untuk saya, selalu saja jawaban yang keluar dari mulut mereka semua yang diminta tumpangan menjawabnya begitu, sama!"

"Kau terlalu mabuk untuk pulang sekarang bersamaku, Tuan Kura-kura, Anda akan jatuh ketika terbang turung ke bawah bersamaku!" jawab yang lainnya melihat sang kura-kura yang terlihat mukanya merah akibat terlalu banyak minum bir.

Pada akhirnya, kura-kura yang tersisa sendirian dan semua tamu undangan telah pulang ke rumahnya masing-masing, dia menyadari satu-satunya cara untuk dapat kembali ke tanah tempat tinggalnya dia harus melompat turun, dan jatuhlah melayang turun ke bumi. Dia tahu dia tidak mungkin tinggal di sini di atas awan! Jadi dia melompat, berharap bahwa tempat pendaratan akan mendapatkan tempat yang sangat empuk, tapi dia mendarat pada beberapa tanah yang keras, dan kulit terpurungnya pecah menjadi beberapa potongan-potongan. Di pagi hari semua keponakan-keponakannya datang menjenguk, dan menyusun kembali shell atau kulit tempurung bersama-sama dan menjadikan bersatu kembali.

Makanya sampai sekarang ini sang kura-kura menunjukkan banyak bekas luka-luka dan retakkan. Dan itulah sebabnya setiap kali Anda melihat sang kura-kura, Anda masih bisa melihat bekas luka-lukanya dibagian belakang dari shell atau cangkang dari mereka masing-masing. Sekian, terima kasih.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Tuesday, September 13, 2016

Cincin Perunggu - Dongeng Arab Saudi

Courtesy of budy-jazz.blogspot.com
dongeng anak dunia - Suatu hari Raja putus asa karena istananya dikelilingi oleh gurun, taman yang indah serta tanaman yang selalu berbuah dengan tanahnya yang subur. Dia menyarankan untuk mencari tukang kebun "yang nenek moyang juga tukang kebun," Dia menemukan orang seperti itu. Di bawah perawatan mereka jadilah sebuah taman yang indah dengan tanah di sekitarnya tumbuh subur dan berkembang rimbun, namun masalah baru kemudian muncul dari keluarga tukang kebun yang mempunyai anaknya yang berwajah sangat tampan.

Sang putri mencintai anak tukang kebun dan mau menikah dengan pemuda tersebut, tidak mau dengan orang lain. Setelah dia menolak pilihan ayahnya untuk jadi suami (seorang pemuda anak perdana menteri), Raja akhirnya mengadakan perlombaan untuk menyelesaikan masalah ini. Dua orang harus pergi ke tujuan yang jauh dan yang pertama kembali akan menikah dengan sang putri. Mereka tidak pergi pada pijakan yang seimbang. Anak Menteri dilengkapi dengan kuda yang bagus dan uang koin emas sebagai bekalnya, sementara anak tukang kebun di berikan kuda tua yang lamban jalannya dan uang koin tembaga. Anak perdana menteri berpergian dengan cepat sekali dan di jalan bertemu seorang wanita memakai kain yang lusuh, lemah dan sangat kelaparan, dia memohon bantuannya. Namun dia acuh dan pergi berlalu begitu saja.

Anak tukang kebun kemudian bertemu juga dengan wanita itu. Dengan murah hati, dia memberinya dompet dan mengundang dia untuk naik di belakangnya. Pada kota berikutnya, tentara mengumumkan tentang seorang sultan yang sakit, dan bahwa siapa pun yang menyembuhkan dia akan mendapat nama dan pahala. Wanita yang ada di belakang sang anak tukang kebun adalah seorang penyihir, dia menginstruksikan anak tukang kebun untuk menemukan dan membunuh tiga anjing dan membakar mereka lalu mengumpulkan abu mereka, kemudian datang menemui sultan yang sakit. Tempatkan sultan yang sekarat dalam kuali di atas api menderu dengan air yang mendidih supaya rasanya sampai ke tulang-tulangnya.

Akhirnya, sang anak tukang kebun mengatur tulang sang sultan dengan benar dan menyebarkan abu anjing. Anak tukang kebun melakukan semua hal ini dan sang sultan kembali sembuh dari sakitnya "bagaikan hidup kembali," muda hangat dan penuh gairah. Persis seperti yang disarankan sang wanita penyihir, anak tukang kebun memilih cincin perunggu untuk hadiahnya dan dia tidak meminta atau menerima apa-apa lagi. Cincin tersebut berisi jin yang akan memberikan setiap keinginannya. Sekarang anak tukang kebun meneruskan perjalanannya menggunakan sebuah kapal layar yang megah luar biasa dengan muatan permata, layar brokat dan lambung emas, diawaki oleh belasan pelaut tampan, masing-masing berpakaian seragam, bagaikan saudagar kaya seperti Raja saja, itu semua berkat cincin perunggu yang di pakainya.

Akhirnya dia bertemu dengan saingannya yang telah menghabiskan semua kekayaannya. Belum diakui, anak tukang kebun menawarkan kepada saingannya sebuah kapal layar, dengan syarat bahwa kulit punggung nya harus dicap dengan cincin perunggu yang dipanaskan dalam api. Setelah selesai, anak tukang kebun meminta cincin untuk mempersiapkan sebuah kapal dengan setengah busuk kayu dicat hitam, layar compang-camping dan kru cacat dan sakit-sakitan. Dengan kapal tersebut, anak perdana menteri kembali melanjutkan perlombaan untuk menjadi suami dari putri Raja.

Raja tampak di pelabuhan dan bertanya-tanya di kapal emas siapakah yang berlayar berkilauan itu, dia ingin sekali melihat ke dalamnya. Dia melihat (anak tukang kebun) yang menjadi kaptennya dan dia mengundang untuk melihata kedalamnya. Setelah pemeriksaan lebih dekat, sebenarnya sang Raja mengundang dia untuk memberikan pengantin wanita. Anak tukang kebun setuju, tetapi ketika dia melihat seorang laki-laki yang tidak setuju dia keberatan, mengatakan kepada Raja bahwa orang itu tidak layak bagi sang putri, yang tidak lebih dari budak sendiri. putra perdana menteri membantah ini, tetapi merek cincin perunggu di punggungnya berfungsi sebagai bukti kekejamannya. Anak tukang kebun menikahi putri dengan senang hati di hari itu dengan berkat Raja. Mereka memiliki waktu yang singkat tetapi sangat bahagia.

Sementara itu, seorang mahasiswa seni hitam telah datang untuk belajar tentang jin dari cincin perunggu. Ketika sang pangeran berlayar untuk perjalanan kenegaraan diatas kapal emasnya. Dia mahasiswa pelajar membujuk sang putri untuk menjual cincin perunggu milik suaminya dengan beberapa ikan yang berwarna merah nan indah. Setelah dia memiliki cincin, dia ingin perahu pangeran dari emas berubah kebentuk kayu busuk, krunya dari laki-laki lemah dan pangeran menjadi budak mengerikan, dan kargo dari permata ke kucing hitam yang rakus-rakus.

Menyadari bahwa musuh sekarang sudah mengambil cincin perunggu miliknya, kapal layar pangeran  berlayar menuju ke sebuah pulau yang dihuni oleh para tikus. Mouse Queen atau Ratu Tikus mengirim utusan untuk meminta sang pangeran jangan membongkar muatan yang berada di kapal layar itu, karena terdapat kucing yang mengerikan di pulau tersebut. Pangeran setuju, dengan syarat bahwa cincin perunggu ditemukan dan kembali kepadanya. Mouse Queen memanggil semua tikus dari dunia, tiga di antaranya tahu bahwa penyihir membuat cincin perunggu di sakunya ketika terjaga, dan di mulutnya saat tidur. Ketika pergi untuk mengambil cincin, salah satunya menggelitik hidung penyihir yang sedang tidur dengan ekornya, dan ia membuang cincin dari mulutnya dengan bersin. Setelah beberapa petualangan, tikus berhasil mengembalikan cincin untuk pangeran, dan mengembalikan kapal emas kemudian bergegas pulang ke negeri sang putri. Tidak lupa dia pun menangkap mahasiswa penyihir yang jahat dan membuat pria itu di pecah menjadi potongan-potongan dengan mengikatnya pada ekor-ekor keledai liar yang terdapat di hutan besar.
Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
Share:

Wednesday, September 7, 2016

Pemburu Dan Singa - Dongeng Arab Saudi

Courtesy of travel.detik.com
dongeng anak dunia - Pada suatu waktu, tersebutlah seorang kepala keluarga yang tinggal di desa dekat hutan tidak jauh dari semak-semak belukar. Keluarga ini mempunyai banyak anak, salah satu anaknya adalah seorang pemburu terbaik di negeri ini. Setiap dia pergi berburu dia akan pulang dengan hasil buruan yang begitu banyak dibandingkan pemburu lain yang tinggal di desa.

Namun pemburu ini tidak hanya penyedia daging bagi penduduk disekitarnya, melainkan dia sangat menikmati sensasi berburunya dengan sangat serius, mengintai mangsanya yang pintar serta membunuhnya untuk bersenang-senang.

Kepala keluarga sering menegur anaknya, karena dia tahu bahwa roh-roh hutan dan nenek moyang tidak menyetujui pembunuhan untuk bersenang-senang atau sekedar berolah raga. Tetapi semua nasehat dari sang kepala keluarga ayahnya tidak pernah di dengarnya. Perilaku membunuhnya tidak pernah berubah sama sekali.

Ada pun seluruh binatang, mereka semua pada takut dan marah kepada sang pemburu ini, dan mereka akhirnya mengadakan pertemuan dengan semua binatang di semak-semak atau bush untuk membahas beberapa cara untuk bisa menghentikan sepak terjang orang ini. Beberapa menyarankan sebuah perangkap untuk menangkapnya, tetapi semua tidak setuju sebab pemburu ini terlalu pintar untuk bisa jatuh ke dalam perangkap, ia pasti akan melihat perangkap dari kejauhan. Kemudian sang Raja padang rumput singa menyarankan bahwa salah satu dari mereka harus mengubah wujud dalam bentuk seorang wanita muda yang cantik, untuk merayu sang pemburu. Kemudian dia bisa memikat ke semak-semak dan dibunuh. Diputuskan bahwa istri singa harus menjadi orang yang melakukan pekerjaan ini.

Tersebutlah cerita keesokan paginya, Sang anak pemburu sedang bersiap-siap untuk berangkat ke semak-semak, ia mengumpulkan senjata, tombak, busur dan anak panah, dan parang, ketika ayahnya mendekatinya. "Anakku", kata kepala keluarga, "Silahkan tinggal di rumah hari ini. Saya bermimpi semalam bahwa engkau pergi ke semak-semak dan terbunuh oleh singa liar! Tinggallah di rumah hari ini, dan jangan berpergian untuk berburu! "

Tapi sang pemburu menepis kekhawatiran ayahnya, "Pah! Pah! Jangan khawatir!, sebab saya bisa mengurus diri saya sendiri." Lanjutnya lagi. "Setiap binatang yang mencoba mau membunuh saya, saya akan turun balik untuk memburunya, saya berjanji," katanya menenangkan hati sang orang tua. Dan setelah berkata demikian maka berangkatlah dia, sambil tertawa sendiri. Dia memiliki hari yang baik di semak-semak, dan telah membunuh daging atau hewan sebanyak yang bisa dia bawa, sehingga ia memutuskan untuk menyudahi pemburuan buat hari itu dan hendak jalan kembali pulang ke rumahnya. Kemudian secara mengejutkan dia melihat seorang gadis muda yang cantik mendekatinya. Seorang gadis muda biasanya tidak berani datang ke tempat sejauh ini ke dalam semak-semak, sehingga ia memanggilnya, "Suster, apa yang engkau lakukan di sini? Saya rasa, engkau bukan dari desa tempat tinggal saya?" tanya sang pemburu. Sang gadis tersenyum padanya, "Saya mendengar tentangmu", dia berkata, "Saya dengar bahwa ada seorang pemburu yang lebih pintar dan lebih kuat dari siapa pun! Jadi saya memutuskan untuk mencarimu, dan engkau memang ada di sini?" jawab sang gadis cantik.

"Saya hanya mau berjalan pulang", kata pemburu, "kenapa kau tidak ikut sajake desa saya, dan kita akan makan dan minum sesuatu bersama-sama." Dia setuju, sehingga mereka berjalan berdua kembali berjalan ke rumah ayahnya di desa. Sang kepala keluarga, ayah sang pemburu berpikiran aneh bahwa wanita muda ini telah berjalan di sekitar semak-semak seorang diri, tapi ia sangat senang bahwa anaknya telah kembali ke rumah, dan tidak terbunuh oleh seekor singa yang di ramalkan oleh mimpi seramnya, bahkan dia tidak mempertanyakan sama sekali tentang ketika di hutan bertemu seekor singa atau tidak. Sementara hati sang pemuda kini sedang kasmaran, dengan wanita muda yang asing ini, dan sebelum malam itu, dia meminta sang gadis untuk bersedia menjadi istrinya. Dia hanya tertawa, dan mengatakan kepadanya bahwa ia akan sangat senang untuk jadi istrinya, Tetapi pertama-tama harus meminta izin sang ayahnya. Jadi mereka sepakat untuk pergi keesokan harinya, mereka akan berangkat lebih awal dan mengunjungi ayahnya.

Jadi keesokan harinya, setelah makan pagi beberapa buah dan bubur, mereka langsung berangkat pergi. Sang pemburu sedang mengumpulkan senjata, tetapi sang gadis itu memintanya untuk menyimpannya kembali, karena hal itu akan menjadi masalah besar ketika di rumah ayahnya, dengan begitu juga kalau kita berjalan sambil membawa senjata pundak akan berat membawanya. Pemburu setuju untuk hal ini, sehingga mereka berangkat berjalan melalui semak-semak. Ketika mereka sudah agak jauh dari desa, gadis itu merubah dirinya kembali ke bentuk semula menjadi seekor induk singa betina yang galak, dan menyerang sang pemburu, yang tidak memiliki senjata, dia tidak mampu membela dirinya sendiri.

Malam itu ayah dari sang pemburu duduk di kursi luar gubuknya, sang kepala keluarga sedang menunggu anaknya, namun hal itu sia-sia karena anaknya tercinta tidak akan pernah pulang lagi ke rumahnya. Dia tidak tahu bahwa daging anaknya telah dijadikan santapan pesta pagi tadi oleh sang singa betina yang berubah wujud menjadi seorang gadis cantik dan beberapa binatang lainnya yang di undang untuk sarapan bagi.

Sekian semoga ada hikmah yang terkandung dalam cerita tersebut. Wasalam.
oleh  : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Aleutian Islands
- Tips : Mengurangi Konsumsi Garam
Share:

Thursday, January 21, 2016

Unta dan Lalat - Dongeng Jajirah Arab

Courtesy of novikemon.blogspot.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah pada zaman dahulu kala, cerita ini dimulai dari sebuah rumah pada saat itu berangkatlah satu ekor unta bersama sang tuan pemiliknya. Perjalanan yang melewati sebuah padang gurun pasir dan dipunggung sang unta begitu banyak muatan yang dibawanya.

Dalam perjalanan itu seekor lalat mendekatinya dan hinggap melekat diatas punggung sang unta yang sedang berjalan itu.

Sang unta tidak tahu ada seekor lalat yang ikut serta diatas punggungnya, unta yang tinggi sementara sang lalat melihat jalan yang begitu jauh dari atas punggu sang unta.

Sang lalatpun berkhayal seakan dia bagaikan seorang sang Ratu agung yang sedang menempuh perjalanan menuju kemewahan.

Setelah seharian menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, berhentilah sang unta dan majikannya di sebuah penginapan.

Dibawalah sang unta iu kesebuah kandang penitipan unta, lalu sang majikan itupun menurunkan muatan dari punggung sang unta tersebut. Ketika baru menurunkan itulah sang lalatpun terbang berputar mengelilingi dari wajah sang unta.

Sang unta hanya berpikir bahwa sang lalat itu adalah seekor lalat tuan rumah yang berasal dari kandang tersebut.

"Dasar sang lalat yang tidak punya sopan santun!, tapi aku harus tetap bersikap ramah kepadanya karena aku seorang tamu." Itulah yang terlintas dalam pikiran sang unta.

"Hai," sang lalat menyapanya dengan sangat sopan sekali.

"Saya hanya mau bilang terima kasih sekali atas tumpangannya selama dalam perjalanan menuju tempat ini."

Sang unta pun sangat terkejut mendengar apa yang barusan diucapkan sang lalat tersebut, tetapi untuk menutupi rasa keterkejutannya, sang unta akhirnya meraih beberapa jerami untuk dimakannya.

Sang lalat merasa tidak enak akan sikap sang unta yang hanya diam saja, mungkin sang unta sangat marah padanya.

"Aku melihat kamu sangat lelah sekali membawaku ikut dipunggumu. Aku minta maaf ya telah merepotkanmu selama dalam perjalanan tadi"

"ya sudahlah akupun tidak merasakan apa-apa ketika kamu berada diatas pungguku tadi." sambil acuh-acuh saja sang unta asyik memakan jerami didepannya.

Dengan tidak mengeluarkan sepatah katapun sang lalat berlalu dari situ," sepertinya aku merasa sangat diacuhkan dan tidak diperlukan sekali kehadirannya"

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Friday, January 8, 2016

Mukjizat Sebuah Sedekah - Dongeng Arab

Courtesy Of plus.google.com

dongeng anak dunia - Pada zaman dahulu kala hiduplah seseorang yang bernama Kadi di kota Array. Sang kadi adalah orang kaya raya dengan kekayaannya yang begitu banyak dimana-mana. Namun sang kadi bukan orang dermawan yang suka memberikan hartanya buat orang miskin yang memerlukan pertolongan.

Lewatlah orang miskin yang sedang membutuhkan pertolongan dalam kesusuhan hidupnya, "Tuan Kadi yang terhormat, saya orang miskin yang sangat membutuhkan bantuan dari tuan." Berkata si miskin itu kepada Tuan Kadi tentang kebutuhan hidupnya. "Saya sangat memerlukan sepuluh potong roti, lima potong daging dan uang dirham sebanyak dua dirham, karena saya harus bertanggung jawab kepada keluarga saya saat ini".

Sang Tuan kaya raya Kadi berkata, "Bagaimana kalau nanti kamu datang lagi setelah waktu shalat Dhuhur". Itulah jawaban yang diterima sang orang miskin yang meminta sedekah itu. Waktu yang telah dijanjikan itu datang juga, sang orang miskin itupun datang kembali setelah sembayang Dhuhur. Tetapi apa yang terjadi, sang tuan kaya raya Kadi tidak tepat dengan janjinya. Si miskin itupun disuruh datang kembali setelah waktu Shalat Ashar.

Namun apa yang didapat orang miskin ini, ketika datang kembali setelah sembayang shalat Ashar-pun sang Kadi tidak memberi apa-apa yang diharapkan si miskin tersebut. Maka berlalulah si miskin itu dari hadapan sang Kadi orang kaya yang selalu berbohong itu.

Berjalanlah orang miskin itu mencari dermawan yang sudi menolong kebutuhan hidup keluarganya. Maka ketika berjalan itu si miskin bertemu dengan seorang Nasrani yang sedang duduk-duduk di depan rumahnya, tidak jauh dari rumah sang Kadi yang kaya raya itu. 

"Berilah saya sedekah Tuan, hari ini, dibulan Syura yang penuh dengan keberkahan." Berkata orang miskin itu kepada orang Nasrani tersebut.

"Memang apa bedanya hari ini, dan hari-hari yang lainnya?" Bertanya orang Nasrani itu kepada orang miskin yang meminta pertolongan itu.

Maka orang miskin itu menerangkan, mengapa hari dibulan Syura itu hari istimewa yang penuh dengan keutamaan dan berkah.  

Rupanya keterangan yang diberikan orang miskin tersebut sangat menyetuh hati nurani orang Nasrani itu, dan mengetuk pintu hatinya untuk membantu menolong memberikan sedekah kepadanya.

Bartanyalah orang Nasrani itu, "pertolongan apa yang kamu perlukan dari saya, dan mudah-mudahan saya mempunyainya."

"Keluargaku hari ini sangat memerlukan, sepuluh potong roti, lima potong daging dan dua uang dirham," menjawab si miskin itu dengan tatapan yang sangat mengharap.

Dan tidak lama kemudian orang Nasrani itupun memberikan apa yang diminta pengemis itu. Setelah mendapatkan keperluan tersebut, orang miskin itupun sangat berterima kasih sekali, dan berdoa untuk kebaikkan sang dermawan ini.

Diceritakan kembali orang kaya yang ingkar janji sang Kadi, waktu itu sedang tidur siang dan Kadi-pun tengah bermimpi.

Dalam mimpinya sang Kadi kala itu, "Lihatlah betapa indahnya dua istana itu, yang satu istana itu terbuat dari berton-ton emas murni dan yang satu lagi istana itu terbuat dari jutaan mutiara yang tiada tara indah dan mahalnya". Itulah suara yang terdengar dalam mimpinya itu.

"Betapa indah dan agungnya istana tersebut. Ya Tuhanku, Untuk siapakah istana itu?" Bertanya hati sang Kadi yang kaya raya dalam mimpinya itu.

"Tentu saja semua itu untukmu sang Kadi, tetapi mengapa kamu ingkar janji kepada pengemis yang minta pertolongan itu!" Akhirnya istana itu telah menjadi milik orang Nasrani, yang telah menolong pengemis itu.

Dan ketika mendusin atau bangun dari tidurnya sang Kadi-pun segera mencari orang Nasrani yang telah memberi sedekah itu.

Sampailah sang kadi dirumah orang Nasrani tersebut.

"Amal atau sedekah apakah yang telah engkau lakukan? Sehingga engkau mendapatkan pahala dua istana sekaligus?" Sang Kadi bertanya dengan penuh penasaran kedapa si orang Nasrani tersebut. Tetapi orang Nasrani itu tidak mengerti apa yang ditanyakan sang Kadi kepadanya. 

Akhirnya sang Kadi bercerita tetang mimpinya tadi dan apa yang terjadi dalam mimpi itupun tak luput di ceritakan, mengertilah sang Nasrani itu tentang pertanyaan Kadi tadi.

Sang Kadi yang kaya inipun memaksa kepada orang Nasrani itu untuk mejual sedekahnya dengan harga seratus kali lipat dari yang dia berikan kepada pengemis itu.

"Akan aku beli sedekah yang telah engkau berikan kepada sang pengemis tadi." Kata sang Kadi orang yang kaya raya.

"Mengapa kamu menyesal, setelah ingkar janji. Sesungguhnya amal sedekah dan kebaikan akan dibalas oleh Allah dan tidak dapat ditukar dengan hartamu yang banyak atau dengan seisi dunia ini sekalipun." Orang Nasrani itupun menjawab dengan tegas dan jelas sekali.

"Hai engkau bukan seorang muslim, mengapa engkau berlaku begitu?" Bertanya lagi sang Kadi yang kaya raya.

Ketika Sang Kadi selesai berkata begitu, terdengarlah dua kalimah syahadat terucap dari mulut orang Nasrani itu. "Mulai saat ini aku telah menjadi seorang muslim dan aku akan taat dalam agamaku."

Wasalam.
oleh: Mamang
edit: Galih
Share:

Wednesday, January 6, 2016

Sang Ikan Ajaib - Dongeng Arab

dongeng anak dunia - Di jazirah Arab pada zaman kerajaan yang lalu terdapat seorang Raja yang hobby atau kesukaannya makan, dan makanan yang tersaji harus benar-benar nikmat, dengan kelezatan khas yang tiada tara.

Dan pada hari-hari tertentu sang Raja mendadak suka memesan makanan yang lain dari pada yang lain.
Seperti hari itu sang Raja ingin makan ikan yang sangat lezat, maka seluruh pelayan istana kerajaan sibuk menyiapkan ikan yang terbagus untuk dimasak dan dijadikan menu santapan sang Raja mereka.

Sang juru masak istana pun memeriksa ikan yang akan dimasak di dapur istana kerajaan tersebut. Betapa banyak ikan yang terkumpul, namun sang juru masak merasa heran mengapa ada ikan kecil yang terkumpul disitu. Dia lalu memungut ikan kecil tersebut, dan ternyata ikan yang dipungutnya itu masih hidup. Kemudian sang juru masak dengan tidak sengaja melihat jambangan bunga yang selalu penuh dengan air, lalu dilemparkannya sang ikan kecil itu masuk kesana.

Selang beberapa hari berlalu sang ikan masih hidup dan berada dalam jambangan bunga yang selalu penuh dengan air tersebut.

Waktu itu sang ratu agung permaisuri lewat dan melihat ikan tersebut, hatinya sangat tertarik dan ingin memeliharanya. Dipanggil sang pelayan istana untuk membawa ikan dan mengganti tempat jambangan yang lebih bagus lagi.

Jadilah sang ikan hias menjadi kesayangan sang permaisuri yang selalu menjadi perhatiannya. Tetapi ikan itu cepat sekali besarnya. Salam sepekan saja, tempat jambangan itu sudah tidak dapt menampung bsarnya ikan. Akhirnya sang permaisuri menggantikannya dengan tempat yang lebih besar lagi.

Sungguh ajaib ikan itu dalam hitungan hari saja terus bertambah besar, tempat kedua yang lebih besarpun telah tidak mampu lagi menampung badan ikan tersebut.

Akhirnya sang ikan dipindahkan kedalam kolam istana kerajaan, dan memang sang ikan terus membesar dan membesar.

Dulu ketika ikan itu masih kecil nampak manis dan imut-imut sekali, tetapi karena terus membesar ikan tersebut nampak menjadi sangat menyeramkan sekali.

Namun pada akhirnya ikan itu tidak lagi membesar, mungkin sudah berhenti sang ikan ajaib itu membesar. Tetapi setelah kejadian ini sang ikan tidak lagi ceria atau hanya berdiam diri saja. Berada dipojokkan tepi kolam seperti melamun layaknya orang bersedih saja.

Dan ketika ikan kesayangannya tak lagi hilir mudik mengitari kolam, sang permaisuripun bertanya. "Mengapa kamu diam saja sang ikan?" Bertanya sang permaisuri.

Sang ikanpun langsung menjawab, "Hanya kebosanan saja yang ada disini, tidak ada yang bisa hamba kerjakan, sementara hamba sudah dewasa dan ingin menikah, namun hamba hanya mau menikah dengan seorang anak gadis yang masih muda."

Betapa terkejutnya sang Ratu Permaisuri mendengar sang ikan kesayanganya bisa bicara, dan yang lebih kaget lagi permaisuri mendengar permintaan sang ikan ajaib itu untuk bisa menikah dengan seorang manusia.

Inilah bentuk kasih sayang yang sudah terjalin antara sang permaisuri dan ikan kesayangannya. Diapun mengadakan pengumuman ke seluruh pelosok negeri. Yang punya anak gadis muda dan mau menikah dengan ikan kesayangannaya akan diberikan hadiah yang sangat banyak. Namun tidak satupun dari sekian banyak rakyat negeri itu yang tega anaknya menikah dengan seekor ikan.

Jauh dipelosok negeri ini diluar dari ibukota kerajaan, terdapat sebuah keluarga yang terdiri dari janda tua yang sangat kejam terhadap anak tirinya. Dan janda tersebut berwajah tidak cantik dan tidak berbudi baik atau jahat. Anak tirinya sendiri bernama Karin dari perkawinan dengan ayah Karin yang sudah meninggal dunia.

Ketika mendengar pengumuman dari sang Ratu Permaisuri janda tua ini sangat tertarik dengan hadiah yang dijanjikan sang Ratu.

Sang jandapun berniat mau menyerahkan putri tirinya ini kepada sang permaisuri, dia memang gila harta.

Janda tua itu menyuruh putri tirinya untuk merawat tubuhnya karena akan dibawa ke istana kerajaan keesokkan harinya.

Dengan hati yang sangat sedih sekali, Karin mandi di sungai yang biasa pergunakan seluruh warga untuk mandi dipelosok negeri tersebut. Selesailah gadis lugu ini dengan acara mandinya, diapun duduk termenung dalam kesedihan.

Tiba-tiba secara mengejutkan seekor katak meloncat dari balik bebatuan sungai dekat sekali dengan tempat sang gadis lugu ini duduk. "Jangan bersedih, hai gadis cantik. Apa yang terjadi sebenarnya, denganmu?" Sang katak bertanya.

Diceritakan apa yang dihadapinya saat ini, sang ibu tirinya akan membawa dia ke istana dan akan mengawinkan dia dengan seekor ikan kesayangan permaisuri.

"Oh kalau itu aku tahu, ibu tirimu sangat tertarik dengan hadiah yang akan diberikan sang permaisuri itu sebab ibu tirimu itu orang yang sangat gila harta, tapi jangan khawatir gadis cantik."

Dibawakannya tiga butir batu kerikil kepada sang gadis Lugu Karin, "Setelah kamu datang nanti di istana, kamu harus berusaha memasukan tiga butir batu ini kedalam mulut sang ikan itu. Niscaya ikan tersebut tidak akan bisa menelanmu, hai sang gadis lugu! Tetapi jangan sekali-kali kamu tertidur ditepi kolam dan lengah."

Demikianlah sang katak yang baik hati itu menasehati sang gadis lugu Karin panjang lebar.

Dibawalah Karin ke istana oleh sang ibu tiri yang gila harta itu untuk diserahkan kepada sang permaisuri, sesampainya di istana sang ibu tiri diberi hadiah uang emas yang sangat banyak. Dan Karin diberikan baju yang bagus serta lengkap dengan perhiasannya sudah tersedia dipondok di tepi kolam itu berada.

Maka sang Ratu Permaisuri itupun berkata kepada Karin, "Kamu harus ganti bajumu dengan pakaian yang layaknya seorang putri. Dan kamupun harus duduk-duduk ditepi kolam ini, Ikan kesayangku akan melihat wajah calon sang istrinya".

Karin pun akhirnya duduk ditepian kolam itu dengan pakaian yang sangat indah itu menambah kecantikan sang gadis lugu ini.

Tak lama berselang muncullah sesosok kepala ikan dengan moncongnya yang sangat mengerikan kepermukaan air.

Tidak menbuang waktu Karinpun melempar mulut ikan itu dengan batu kerikil persis ke dalam mulutnya. Sang ikan menyelam kembali ke dasar kolam, tetapi muncul kembali dengan mulut dibuka lebar-lebar. Karin melemparkan kembali batu kerikil yang kedua kedalam mulut ikan tersebut. Seperti tadi setelah menelan batu yang dilemparkan kemulutnya ikan itu kembali menyelam.

Karin yang selalu waspada itu menunggu kemunculan sang ikan dengan sisa satu butir kerikil ditangannya.

Apa yang terjadi selanjutnya, sang ikan kembali muncul kepermukaan kolam mengangga memperlihatkan barisan-barisan gigi-gigi yang sangat tajam. Karin dengan hati yang sangat takut melemparkan sisa batu kerikil kedalam mulutnya sang ikan ajaib itu.

Sisa batu itupun pas masuk tertelan dengan sempurna oleh sang ikan ajaib itu, air kolam mandadak bergejolak dan meledakkan airnya.

Karin sang gadis lugu yang cantik inipun menjerit sekuat tenaga dengan menutup kedua matanya dengan kedua tangan.

Dan ketika keadaan telah tenang kembali, Karinpun membuka matanya. Telah berdiri dihadapannya seorang lelaki tampan menatapnya dengan rasa penuh terima kasih.

Dialah sang ikan ajaib itu telah menjelma kembali menjadi seorang pangeran yang gagah perkasa.

"Terima kasih, hai putri cantik. Kamu telah menolongku dari sihir orang yang jahat. Kini aku kembali normal menjadi manusia lagi."

Ikan ajaib telah kembali menjadi pangeran yang tampan, atas bantuan yang tidak disengaja oleh sang gadis lugu Karin. Setelah kejadian itu, singkat cerita mereka berduapun saling jatuh cinta.

Kemudian mereka berduapun menikah di istana kerajaan itu, sang permaisurilah yang sangat berjasa dalam perkawinan ini.

Dan sang permaisuripun mengantarkan kedua pasangan ini ke negeri asal sang pangeran itu, mereka pasangan yang bahagia dan akan terus bahagia. Namun apa yang akan terjadi dengan sang ibu tiri yang gila harta itu. Sang anak tirilah yang nasibnya lebih baik dari pada anak-anak kandungnya sendiri.

Salam,
oleh: mamang
edit: n3m0
Share:

Tuesday, January 5, 2016

Sang Anak Gembala yang Bijak - Dongeng Arab

Courtesy of laymanointing.wordpress.com - ilustrasi gembala bijak
dongeng anak dunia - Tersohorlah sang Gembala kecil yang bijaksana yang bisa menjawab pertanyaan apa saja yang ditanyakan kepadanya. Sang Gembala akan menjawab dengan bijaksana sekali. Sampailah kabar tetang anak Gembala itu ke telinga penasehat kerajaan, dan sang penasehat mengusulkan kepada sang raja untuk memanggil sang Gembala bijaksana tersebut ke kerajaan kala zaman itu.

Dipanggillah sang Gembala bijaksana ke kerajaan tersebut. Sang Gembala kecil yang bijaksana itupun sampailah di kerajaan.
"Ada tiga pertanyaan yang harus kamu jawab dengan bijaksana, hai sang Gembala Kecil. Dan apabila dapat menjawab dengan bijaksana ketiga pertanyaan yang aku ajukan, sebagai imbalannya akan kuangkat kamu menjadi anakku sendiri serta kamu boleh tinggal di istana ini seperti seorang pangeran layaknya." Dengan panjang lebar sang Raja menjelaskan.

"Bolehkah hamba tahu pertanyaan apakah kiranya sang paduka?" Bertanya sang Gembala kecil yang bijaksana itu.

"Pertanyaan yang pertama adalah, kamu harus menghitung berapa tetes air yang ada dilautan?"

"Baiklah yang Mulia Paduka Raja, hamba akan menjawab pertanyaan pertama ini. Pertama Paduka harus menghentikan dulu tetes demi tetes air dari seluruh bumi ini, dengan demikian tidak akan setetespun air yang akan menetes kelaut yang akan hamba hitung setetes-setetes ini. Dengan demikian hamba tidak salah dalam menghitungnya. Serta hambapun akan segera menghitunganya." Itulah jawaban yang benar-benar bijaksana dan enak untuk didengar sang Raja.

Menginjak kepertanyaan yang kedua adalah. "Berapa banyakkah bintang yang ada diangkasa raya itu?" Itulah pertanyaan yang kedua yang diajukan sang Raja.

Untuk pertanyaan ini sang Gembala Kecil dan Bijaksana itu meminta kepada sang Raja, "Berikanlah hambamu ini sang paduka Raja satu lembar kertas yang sangat lebar, besar, serta sebuah patu yang tajam ujungnya. Kemudian kertas tersebut dibuat lubang dengan paku yang tajam ujungnya itu sebanyak mungkin. Inilah jawaban yang hamba berikan kepada sang paduka Raja tentang pertanyaan yang kedua itu. Hitunglah kembali tusukan yang hamba buat diatas kertas itu, pasti jumlahnya sama dengan bintang dilangit." Sambil memberikan kertas besar yang telah ditusuk-tusuk paku itu.

Dan pertanyaan terakhir adalah. "Berapa detik yang ada dalam keabadian sesungguhnya?" Itulah pertanyaan yang ketiga dari sang paduka Raja.

Kerajaan kita yang subur makmur ini mempunyai sebuah gunung yang sangat besar dan selalu menjadi sumber kehidupan yang darinya. Kita bisa mendapatkan air yang jernih dan dapat mendapatkan berbagai macam pohon, buah, ternak, burung yang indah yang selalu berkicau dan masih banyak manfaat sumber daya alam lainnya.

"Gunung Adamantine yang mempunyai tinggi satu mil, serta lebar 1 mil, serta berada di kedalaman satu mil pula, dan setiap satu abad sekali, seekor burung Gagak akan datang untuk mengasah paruhnya ke gunung tersebut, dan waktu setiap gunung itu telah kena diasah paruh burung Gagak tersebutlah, berati detik pertama dari keabadian sesungguhnya berjalan. Itulah jawaban hamba Sang Paduka Raja."

"Memang itulah jawaban yang bijak." Berkata sang Raja, "Selanjutnya kamu boleh tinggal di istana ini dan hidup sebagai bagian dari keluarga kerajaan istana. Hakmu sama seperti seorang pangeran dan seperti seorang anak Raja."

Sang Gembala Kecil Yang Bijaksana itupun akhirnya tinggal di istana kerajaan.

Salam,
oleh: mamang
edit: n3m0
Share:

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...