Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Thursday, March 3, 2016

Sang Anak Kambing dan Serigala - Dongeng Yunani

Courtesy of buletinprema.blogspot.com
dongeng anak dunia - "Arah manakah yang harus aku tempuh?" sang anak kambing berkata sendiri.

Sang anak kambing ini tertinggal dari rombongannya, anjing-anjing pengawal bapak gembala telah lebih dahulu mengantar kawanan kambing kepeternakan sementara dia sendiri tertinggal dibelakangnya.

Sepi sekali jalanan yang sedang ditempuhnya, seorang diri saja sang kambing itu berjalan, namun perasaannya seperti ada yang sedang mengawasi langkah kakinya saat itu. Jelalatan matanya melihat kekiri-kanan jalan kadang-kadang sang anak kambing ini memutar badan untuk melihat kebelakang, jalan yang sedang ditempuh begitu sepi dan mencekam.

Nalurinya berbicara ada sesuatu bahaya mengancam keselamatannya, terlihat sepasang mata yang tajam sedang mengawasinya. Dari balik semak belukar mata kuning yang tajam itu sudah sedari tadi mangawasi gerak gerik sang anak kambing, serigala sang pemangsa telah siap menerkam.

Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan penyergapan, ketika jalan berbelok tajam inilah waktu yang tepat sang serigala melompat mau menerkam sang anak kambing.

Sang anak kambing yang dari tadi sudah merasa ada yang tidak beres, mendengar ada suara yang mencurigakan langsung saja berlari dari tempat itu.

Semua tenaganya dipergunakan untuk berlari secepat mungkin sang anak kambing berlari tanpa berhenti melesat, namun kaki-kaki kecil itu tidak sanggup mengalahkan sang serigala yang berlari lebih cepat lagi. Dan pada belokkan berikutnya sang serigala telah datang menyusul dekat sekali dibelakangnya tidak mungkin lolos lagi dari binatang pemangsa ini.

Sang anak kambing berhenti berlari, "sudah tidak sanggup lagi aku berlari" pikirnya, dia pun berbalik menghadap sang serigala.

"Mengapa berhenti! dan mau lari kemana lagi sekarang, anak kambing?" serigala bertanya dengan geramannya yang menakutkan.

"Ternyata bahaya yang mengancam itu datangnya dari seekor serigala buas yang sedang kelaparan siap menyantapku," pikirnya.

"Mengapa kamu diam saja?" membentak sang serigala.

"Aku sadar bapak serigala! aku tidak bakal mampu mengalahkan bapak serigala yang bisa berlari secepat kilat, dan aku juga tahu aku akan menjadi mangsa makanan soremu yang lezat, namun aku hanya seekor anak kambing yang tidak berdaya, apakah bapak serigala mau mengabulkan satu permohonanku yang terakhir."

"Baiklah cepat katakan apa permintaanmu itu, sebelum aku berubah pikiran?" bertanya sang serigala.

"Terima kasih bapak serigala," sang anak kambing pun berpikir. "Tiupkanlah seruling yang bapak serigala bawa itu, untuk mengiringi tarian terakhir menjelang ajalku," berkata sang anak kambing.

Serigala memikirkan permintaan yang menurutnya aneh, namun mungkin inilah permintaan yang akan mati yang selalu aneh-aneh.

"Baiklah aku setuju saja, asal nanti kamu pasrah ketika aku makan, biar rasa dagingmu bertambah lezat" jawab sang serigala sambil menyerigai memperlihatkan gigi-gigi dan taringnya yang tajam-tajam.

Tulilat, tulilut, tilalit, tulilat, tilalit, tilalit!

Sang anak kambing sepertinya sangat asyik sekali menari diiringi alunan bunyi seruling sang serigala.

Sang anjing-anjing pengawal baru tahu bahwa satu anak kambing peliharaan telah hilang mungkin tertinggal diladang tadi, dan berbarengan dengan itu anjing-anjing pengawalpun mendengar suara seruling, telinga tajam mereka mendengarnya.

Dua diantara anjing-anjing pengawal itu berbalik kejalan menuju ladang dan suara suling itu semakin terdengar dengan jelas. Anjing-anjing itu menahan langkahnya dan segera mengintai dari kejauhan, alangkah terkejutnya sang anjing-anjing itu.

Terlihat sang anak kambing sedang menari diiringi alunan seruling sang serigala yang sedang bersemangat meniup serulingnya.

Anjing-anjing pengawal langsung saja menyerbu sang serigala dengan gonggongan seramnya melompat mau menerkamnya, sang serigala pun kaget dan melompat pula dari tempat itu, berlari tunggang langgang.

Anjing-anjing itu pun kembali pulang membawa anak kambing kepeternakan, mereka semua selamat dan dapat berkumpul kembali didalam kandang peternakan tersebut. Carilah jalan keluar dari sesuatu kesulitan, pergunakanlah akal dan kepintaranmu. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Jas Hujan Cerah dan Penuh Warna Untuk Kerja
- Pasukan Keamanan Serang Posisi ISIS di Sabratha Libya
Share:

Sang Singa dan Patungnya - Dongeng Yunani

Courtesy of enallaktikidrasi.com
dongeng anak dunia - Pada zaman dahulu kala seorang pengelana yang telah berkelana kesetiap negeri penuh dengan pengalaman hidup dan selalu ingin bertambah ilmunya dalam menjalani kehidupan dunia fana ini.

Disisi lain ada seekor raja hutan singa, yang sedang mencari pengalaman hidup sebagai calon raja didaerah kekuasaannya hutan belantara. Kebetulan mereka bertemu ditengah jalan dengan arah yang sama, awalnya mereka menjadi teman perjalanan yang menyenangkan sekali.

Sang pengelana bercerita pengalaman hidupnya dinegeri-negeri yang pernah disinggahinya dengan seru, begitu pun singa bercerita tentang pengalamannya selama hidupnya didalam hutan belantara.

Teman perjalanan yang akrab satu sama lain berbincang-bincang tanpa membedakan bangsa manusia atau bangsa binatang singa. Namun perbincangan mereka beralih kepada siapa diantara mereka yang lebih hebat, hebat dalam pengalaman hidup atau hebat dalam bertempur, diri mereka masing-masing merasa paling unggul.

"Bangsa manusia adalah bangsa yang paling hebat diantara semuanya!" berkata sang pengelana. "Kami memiliki kepandaian akal."

"Tidak mungkin! akulah yang paling hebat dan kuat. Sebab dengan mudah aku akan membuat kamu terjatuh saat ini juga!" kata Singa sambil mengeram marah kepada sang pengelana, siap menerkam.

"Nanti dulu, kamu jangan marah dulu kita lihat dulu buktinya!" berkata sang pengelana, sambil berjalan dan memberi isyarat kepada sang singa untuk mengikutinya.

Sang pengelana dan sang singa berjalan menuju sebuah taman dimana terdapat sebuah patung manusia yang gagah perkasa dengan badannya yang berotot kekar.

Patung Herkules yang sedang membuka mulut seekor singa dengan tangannya, sebuah patung peringatan mengenang keperkasaan sang tokoh legendaris.

"Lihatlah itulah buktinya, bahwa bangsaku adalah yang paling hebat dari bangsamu sehingga nenek moyangku membuat patung peringatan seperti itu!" seru sang pengelana dengan bangga.

Sang singa hanya tertawa mendegar penjelasan sang pengelana sambil menjawab dia berkata. "Bilamana bangsaku yang membuat patung, pastilah bangsamu yang ada dibawah sedang aku terkam dan aku makan dagingnya!" Sahut sang singa sambil berlalu dari tempat itu, hanya aumnya yang mengema seantero taman.

Penilaian seseorang terhadap sesuatu belum tentu seirama atau seiring atau sejalan atau sama dengan yang lainnya. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Tas Tangan, Apa Saja Yang Harus Ada Di Dalamnya
- SDF Dukungan AS Potong Jalan Utama Nusra Front ke kota Aleppo
Share:

Sang Kijang Di Kandang Sang Lembu - Dongeng Yunani

Courtesy of pixabay.com
dongeng anak dunia - Seperti berlomba balak lari saja anjing-anjing sang pemburu berlari saling mendahului mengejar sang kijang yang ketakutan berlari sekuat tenaga. Nafasnya terdengar terengah-engah dan lidahnya menjulur mengeluarkan lendir liur yang menetes dari mulut sang anjing-anjing pemburu dan berlari dengan sangat terlatih.

Sang kijang terus diuber kemana pun dia berlari dipadang rumput hijau yang sangat luas itu, yang pada akhirnya terlihat sang kijang mulai merasa kecapaian. Hanya satu kesempatan hidup untuk segera mencari tempat persembunyian yang aman, sambil berlari dengan kepayahan sang kijang berlari menuju kearah peternakkan lembu.

Maka sampailah sang kijang dikandang lembu yang pintunya terbuka lebar, tanpa pikir panjang sang kijang masuk terus kedalam. Matanya mencari-cari tempat yang terlindung untuk bersembunyi, dilihat tumpukkan jerami yang banyak tertumpuk disudut kandang dan dengan cepat pula sang kijang membenamkan dirinya disana.

Hanya sebagian kecil dari tanduknya saja yang keluar menyembul keluar namun itu pun kalau yang melihat sekilas, tidak mungkin orang akan tahu ada sang kijang yang sedang sembunyi.

Sementara diluar sana para pembantu peternakkan yang sedang mengembala lembu sedang asyik-asyik saja mengawasi sang lembu yang sedang merumput. Mereka tidak tahu ada tamu tak diundang telah masuk kekandang peternakkan lembunya dan kini tamu tak diundang sedang meringkuk dibawah tumpukkan jerami.

Namun tiba-tiba mereka dikejutkan beberapa ekor anjing sang pemburu yang berlari mengelilingi tepi kandang perternakkan lembunya.

Suara gong-gongannya sangat mengejutkan lembu-lembu yang sedari tadi sedang santai merumput, sang pembantu peternakan mencoba mengusir anjing-anjing tersebut jangan sampai mendekat lembu-lembu peliharaannya.

Tidak lama kemudian sang pemburu muncul ditempat itu dengan kuda tunggangannya, memerintahkan sang anjing-anjing untuk tenang agar tidak membuat kaget lembu-lembu.

"Apakah kalian melihat seekor kijang berlari dan masuk kekandang lembu?" bertanya sang pemburu.

"Saya sendiri tidak melihatnya!" sahut para pembantu di peternakkan tersebut.

"Namun saya penasaran sebab tadi saya melihat sang kijang disekitar daerah sini, kalau tidak keberatan saya mau memeriksa kandang lembu yang kalian jaga!"

"Silahkan saya tidak keberatan!" sahut para pembantu peternakkan lembu.

Sang pemburu pun masuk kekandang lembu, dia memeriksa setiap sudut ruangan yang ada ditempat tersebut namun dia tidak menemukan apa-apa.

Sementara yang lain pun tidak tinggal diam, seluruh pembantu peternakkan membantu mencari sang kijang diarea kandang tersebut.

"Saya tidak melihat ada kijang ditempat ini!" sahut mereka berbarengan kepada sang pemburu, akhirnya sang pemburu beserta para anjing-anjing pemburunya meninggalkan peternakkan.

"Mangapa dan ada apakah gerombolan anjing-anjing serta orang yang naik kuda?" bertanya sang gembala kepada para pembantu.

"Orang tadi adalah sang pemburu dan anjing-anjing datang kemari mencari sang kijang buruan yang lari ketempat kita," jawab salah seorang dari mereka. "Namun kami semua telah membantu tetapi tidak ada sang kijang didalam kandang lembu kita."

Bapak gembala pun akhirnya masuk diikuti para pembantunya. Sang gembala meneliti setiap sudut ruangan dengan seksama dan teliti sekali.

Dicelah kandang-kandang dibawah tempat umpan yang biasa ditempatkan diatas tanah peternakkan dan terakhir matanya memeriksa tumpukkan jerami yang tertumpuk disudut kandang.

Matanya terus meneliti tumpukkan tersebut, ada benda yang aneh terlihat dari tumpukkan tersebut.

"Coba kamu periksa tumpukkan jerami yang tinggi tumpukkannya disudut sana!" perintah sang gemabala kepada sang pembantu. Dan setelah tumpukkan tersebut diangkat terlihatlah sang kijang sedang meringkuk dibawah tumpukkan jerami.

Mereka akhirnya ramai-ramai mengikat kaki-kaki sang kijang dengan seutas tali yang sangat kuat sekali. Itulah pengalaman dan ilmu, sang pembantu peternakkan semua sudah tahu, siapa sang bapak gembala. Dia bukanlah orang biasa yang hanya tahu mengurus ternak, namun orang yang serba tahu dengan seribu pengalaman hidup.

Seseorang yang pintar akan selalu tahu apa yang akan terjadi dari sebab dan akibat yang dilakukan seseorang, maka berlakulah bijak dalam setiap tindakkan kita. Sekian.

Wasalam
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Sekretaris Di Tahun 1931
- Video Ditembaknya Ulama Saudi Anti-ISIS di Filipina
Share:

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...