Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Wednesday, April 6, 2016

Sang Pelancong Dan Anjingnya - Dongeng Yunani

Courtesy of satwaworld.blogspot.com
dongeng anak dunia - Disebuah rumah di pinggir kota itu, tinggallah seorang lelaki yang memiliki seekor anjing yang selalu setia menemaninya.

Berjalan-jalan itulah kebiasaan sang lelaki, bila hari menjelang sore sang lelaki dan sang anjing yang setia akan selalu berjalan-jalan mengitari seluruh penjuru kota.

Jalan-jalan ke taman-taman kota atau duduk-duduk di warung kopi sambil menikmati secangkir sore nan indah dan sekali-kali melihat barang-barang pajangan yang terdapat di depan kaca-kaca estalase toko yang berderet di sepanjang jalanan kota tersebut, atau mungkin sang lelaki ini pergi ke pinggir sungai yang membelah kota atau danau indah yang terdapat di pinggir kota, hanya sekedar untuk duduk-duduk bersama pelancong-pelancong lain sambil menikmati pemandangan yang begitu indah disenja hari.

Itulah kebiasaan yang telah menjadi kesenangan dalam hidup kesehariannya sang lelaki tersebut.

Hari telah menjelang sore kala itu. "Hai, bersiaplah sang anjing, kita akan berangkat!" sang lelaki berseru kepada sesekor anjing yang selama ini selalu setia menemaninya.

Setelah memberi perintah kepada sang anjing, dengan cepat sang lelaki itu pun masuk ke kamarnya untuk bersolek atau berdandan. "Aku harus tetap kelihatan rapih dimata siapa pun yang melihatku!" pikirnya dalam hati.

Di dalam kamar sang lelaki tersebut terdapat sebuah cermin tinggi hampir sama dengan ukuran tinggi tubuhnya, dilihatnya sekujur badannya dari ujung rambut sampai ujung kakinya.

Senyuman terukir dari sudut bibirnya, "aku ternyata lelaki yang cukup lumayan ganteng!" bisiknya menaksir dirinya sendiri dengan tersenyum-senyum.

Diambilnya beberapa helai kemeja untuk dicocokkan dengan apa yang akan dia kenakan hari itu, "sepatuku harus sesuai dengan kemeja yang akan aku kenakan," bolak-balik dia berdadan memilihnya.

Dan juga tidak lupa sang lelaki memilih topi yang akan dipakai dengan warna sapu tangan yang dibawanya, teliti sekali cara berdandan sang lelaki tersebut, dia ingin selalu tampil dengan sempurna dan sangat rapih.

Sementara sang anjing telah lama sekali menunggu sang tuan yang berdadan begitu lama, sampai akhirnya rasa kantuk menyerangnya dan sang anjing pun tertidur, karena menunggu terlalu lama.

Tidak lupa sang lelaki itu pun memilih mantel-mantel yang tertata rapih didalam lemari pakaian, diambil satu mantel yang sekiranya cocok dengan apa yang dikenakan sekarang.

Belum puas dengan apa yang telah dikenakannya, dia pun kembali lagi melihat kaca cermin, terlihat di cermin bayangan dirinya yang terlihat begitu ganteng.

Barulah dia puas dengan semua itu dan keluar dari kamarnya serta berteriak kepada hewan peliharaannya, "ayolah sang anjing kita berangkat sekarang, cepatlah bisa terlambat kita, kalau tidak buru-buru pergi," katanya sambil mencari-cari keberadaan sang anjing.

Namun tidak ada sahutan yang terdengar dari sang anjing, "kemana dia perginya dipanggil-panggil tidak menjawabnya!" pikirnya dalam hati.

Akhirnya sang lelaki itu pun keluar dan membuka pintu depan dan mendapatkan hewan peliharaannya sedang ngorok tertidur pulas di depan pintu keluar di atas sebuah kain keset.

"Aku berteriak-teriak ternyata kamu enak-enakkan ngorok disini! mengapa kamu tertidur anjing malas? ayo kita berangkat cepat-cepat, bisa terlambat nih!" bentaknya memarahi sang anjing pemalas yang tertidur di depan pintu keluar rumah.

Sang anjing mengeliat dengan malas, "saya sudah siap dari tadi tuanku, tetapi tuan terlalu lama untuk saya tunggu hanya dengan duduk-duduk saja!" menjawab sang anjing.

Direntangkan kedua kaki depannya dan sang anjing pun lalu berdiri siap untuk berjalan-jalan sore ini walaupun dengan sangat malas sekali mengikuti sang tuannya.

Selalu saja orang yang lamban itu mencari alasan yang dibuatnya untuk menyalahkan teman, orang lain atau siapa saja jika sang lamban itu terlambat. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Tips Mengoptimalkan gadget
- Blue Lady, Hantu Wanita Bergaun Biru
Share:

Sang Alibaba Dan para Penyamun - Dongeng Persia

Courtesy of yhuliztyanda.blogspot.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah zaman dahulu di daerah kota Persia tinggal dua kakak beradik yang bernama Kasim dan Alibaba.

Alibaba hidup dari pekerjaan mencari kayu bakar di hutan, yang harganya tidak seberapa untuk menyambung hidup keluarganya, anak dan istri tercinta namun hatinya selalu dipenuhi kesabaran.

Lain hal dengan saudaranya, sang kakak dari yang hidupnya penuh bergelimang harta benda atau bisa dibilang kaya raya, namun dia tidak pernah mempedulikan kehidupan sang adiknya.

Tamak dan serakah selalu menyertai sikap hidupnya.

Dan pada suatu hari ketika pulang dari kota setelah menjual kayu bakar, di tengah perjalanan dalam suatu hutan tempat yang sering dia lewati tatkala sedang mencari kayu bakar, dia melihat segerombolan penyamun di depan gundukkan tanah yang di atasnya sudah banyak ditumbuhi rumput-rumput hijau atau bisa dibilang bukit yang sangat kecil sedang berkumpul puluhan orang yang bermuka sangat sangar-sangar.

Dengan sigap lantas saja sang Alibaba menyelinap bersembunyi dibalik semak belukar yang terdapat tidak jauh dari tempat tersebut, dengan jantungnya yang tidak henti-hentinya berdetak-detak keras karena rasa takut.

Pandangan matanya tidak lepas tertuju pada para penyamun yang sedang sibuk menurunkan harta-harta hasil rampokkan yang begitu banyak.

Harta tersebut kini tertumpuk di atas tanah setelah diturunkan dari kuda masing-masing perampok atau penyamun.

"Alakazam ! terbukalah wahai pintuku..." dan dengan perlahan rumput-rumput itu bergerak, ternyata gundukkan tanah atau bukit kecil tersebut adalah sebuah goa.

Dan pintu goa itu pun kini telah terbuka dengan lebar dengan cepat tumpukkan harta tersebut dimasukkan ke dalam goa penyimpanan harta rampokkan.

"Alakazam ! tertutuplah wahai pintuku..." seseorang yang tadi berteriak kembali dengan teriakannya, mungkin dia adalah kepala rampok dilihat dari penampilannya yang begitu seram sekali.

Dan terlihat secara perlahan pintu goa itu pun menutup kembali secara perlahan seperti sedia kala, di tempat tersebut sama sekali tidak terlihat ada goanya.

Sejenak setelah para penyamun itu pergi barulah sang Alibaba dengan hati-hati dan sedikit ketakutan keluar dari tempat persembunyian, matanya terus melihat-lihat tempat sekelilingnya.

"Alakazam ! terbukalah wahai pintuku..." astaga benarkah ini katanya!" Alibaba tersentak kaget kata-kata yang menirukan kepala penyamun telah membuka pintu Goa.

Dengan matanya yang hampir tidak berkedip, dilihatnya begitu banyak harta yang tersimpan di dalam goa tersebut.

"Apakah aku akan mengambil harta-harta ini?" hatinya bimbang sekali.

"Baiklah aku ambil sebagian untukku dan sebagian lagi untuk membantu tetanggaku yang hidupnya kurang mampu."

Dengan cepat Alibaba mengambil karung dan dengan cepat mengambil koin-koin uang emas satu karung, dia sengaja tidak mengambil harta yang lainnya, hanya uang emas dan beberapa perhiasan untuk sang istri tercinta.

"Alakzam ! tertutuplah wahai pintuku..." terkejut kembali dia, ternyata tiruan kata-kata yang diucapkannya telah berhasil menutup kembali pintu goa tersebut.

Dengan cepat dia pun kini telah sampai di rumahnya, sang Alibaba pun terus bercerita pengalaman yang barusan terjadi dan mendapat harta yang dibawanya kini terhadap sang istri tercinta.

Sang istri sangat terkejut melihat uang yang bagitu banyak, dia pun memberikan usul kepada sang suami untuk membagikan sebagian uang emas kepada para tetangga yang hidupnya serba kekurangan.

Tentu saja sang suami tercinta Alibaba sangat senang dengan sikap sang istri yang tidak tamak sebab dia sendiri telah punya rencana yang sama sebelum mengambil uang emas tersebut dari goa.

Namun untuk menghitung uang yang telah didapatkan, sang Alibaba menjadi bingung karena uang begitu banyak sekali tertumpuk di lantai setelah dituangkan dari karung tempat membawanya tadi.

Sang Alibaba yang terkenal sangat pandai ini pun akhirnya menyuruh sang Istri untuk meminjam kendi ke rumah abangnya sang Kasim yang kaya.

Kendi tersebut nantinya akan dijadikan timbangan uang uang emas yang akan dibagikan kepada para tetangganya.

Singkat cerita sang istri pun pergi ke rumah Kasim orang kaya didaerah tersebut untuk meminjam kendi, namun sampai di rumah Kasim yang ada di rumah hanyalah sang istri.

Setelah sang Istri adik suaminya yang meminjam kendi, sang istri Kasim pun orangnya sama kikir walaupun sama saudara sendiri sebelum kendi itu dipinjamkan, di bawahnya dia olesin dulu minyak yang lengket.

Dan beberapa hari setelah kendi di kembalikan, sang istri Kasim pun memeriksa apakah ada yang terdapat dibawah kendi tersebut yang bawahnya telah diolesi minyak yang sangat lengket tersebut.

"Wow!" Katanya, sebuah benda mengkilat kuning adalah uang emas ditemukan sang istri Kasim, tentu saja semua penemuan ini pun diceritakan dengan cepat kepada sang suaminya Kasim.

Dan hari itu sang Kasim berkunjung ke rumah sang adiknya untuk bertanya mengenai hal mengapa sampai mendapatkan uang emas.

Sang adik Alibaba yang ditanya abangnya Kasim pun menjawab terus terang, melihat puluhan penyamun serta  mereka menyimpan begitu banyak harta di dalam goa yang penuh harta berharga.

Sampai mendapat uang-uang emas yang sebagian telah di bagi-bagi ke para tetangganya dan kendi yang di pinjamnya dari sang abang untuk timbangan uang pun diceritakan sang adik Alibaba.

Setelah mendengar cerita yang dituturkan sang adik, tentu saja sang Kasim yang tamak serta merta mengumpulkan dua puluh ekor keledainya untuk dibawa ke goa tempat harta berharga yang diceritakan sang adik tercinta.

Sampai di tempat yang tunjukkan sang adik tercinta, "Alakazam ! terbukalah wahai pintuku..." tidak menunggu lama pintu goa pun terbuka.

Sang kasim langsung masuk saja tanpa berpikir panjang lagi, dia pun dengan cepat menyalakan obor yang telah dipersiapkan sebelumnya, terlihat begitu banyak harta di goa tersebut.

"Alakazam ! tertutuplah wahai pintuku..." katanya kembali dan dengan sendirinya pintu goa telah tertutup kembali.

Karung yang tadi dibawanya dari rumah telah dipenuhi semuanya dengan harta benda berharga emas dan berlian
serta permata yang mahal harganya.

Namun ketika semua karung telah terisi penuh dengan barang-barang berharga tersebut, dia Sang Kasim menjadi lupa kalimat untuk membuka pintu goa tersebut.

Beberapa saat dia pun berteriak-teriak mencoba kata-kata yang apa saja yang keluar dari mulutnya tidak ada yang benar untuk membuka pintu goa, hatinya kini mulai dilanda ketakutan yang sangat mencekam.

Namun dalam ketakutan yang begitu hebat, tiba-tiba pintu goa dengan sendirinya terbuka tentu saja sejenak hatinya sangat gembira sekali.

Tetapi diluar sana telah berjejer puluhan penyamun yang berwajah garang-garang menatapnya dengan kejam sekali, didahului teriak, "ada maling di dalam goa tangkap dan langsung bunuh saja," katanya.

"Janganlah saya dibunuh tolong-tolong," kata sang Kasim minta ampun namun mereka adalah penyamun yang biasa berlaku kejam dan sadis tentu saja teriakkan tersbut tidak digubrisnya.

Sang Kasim yang tamak, serakah dan sombong kini telah terbunuh ketika mau maling harta penyamun di dalam goa.

Tentu saja sang istri Kasim menjadi sangat khawatir setelah beberapa hari lamanya sang suami tidak pulang kembali ke rumah, hatinya menjadi sangat gelisah.

Akhirnya sang Alibaba diminta bantuan untuk mencari abangnya yang sudah beberapa hari tidak pulang oleh sang istrinya.

Sampailah Alibaba di depan goa tempat penyimpanan harta berharga para penyamun, didapatkannya potongan mayat sang abang tercinta menjadi beberapa potongan tubuh.

Potongan tubuh itupun dikumpulkan dan lalu dibawa pulang untuk diserahkan kepada istri abang yang telah menjadi mayat.

Tentu saja sang kakak ipar menangis histeris melihat sang suami telah meninggal, apalagi melihat mayat tragis darinya yang terpotong-potong.

Sang Alibaba memberi satu kantong uang emas kepada istri sang abangnya dan anehnya tangisan sang kakak ipar pun kini telah berhenti secara mendadak tatkala uang emas satu kantong telah ada ditangannya.

Senyumannya kini telah menghiasi kembali bibirnya, sang istri Kasim pun kini telah lupa derita yang menimpa suaminya berkat uang emas satu kantong.

Dan karena tubuhnya yang terpotong-potong itulah dia pun akhirnya membawa tubuh tersebut kepada tukang sepatu yang ada di daerah itu untuk menjahitnya.

Tentu saja tukang sepatu pun mau menjahit tubuh yang terpotong-potong tersebut karena diberikan upah uang emas beberapa keping yang begitu mahal harga.

Kepala penyamun curiga dengan mayat yang telah tidak ada di depan goa tempat penyimpanan harta hasil rampasan.

Dia pun mengutus beberapa anak buahnya untuk menyelidiki siapa orangnya yang tahu tentang tempat tersebut dan segara melaporkan kepadanya.

Menyebarlah beberapa anak buah penyamun menyelidiki kebeberapa daerah yang tidak terlau jauh dari hutan yang terdapat harta rampasannya dan sebagian lagi tetap menjaga goa tersebut.

Dan secara kebetulan di daerah tempat tinggal yang ada di daerah sang Alibaba, para penyamun yang sedang ditugaskan untuk menyelidik bertemu dengan tukang sepatu yang menjahitkan mayat yang terpotong-potong.

"Wahai tukang sepatu, apakah kamu tahu, siapakah orang yang mendadak kaya di daerah ini?" kata para penyelidik.

"Tentu saja, saya pun kini telah kaya mendadak sekarang, karena saya telah menerima bayaran dari orang yang bawa mayat yang terpotong-potong untuk menjahitnya!" serunya bangga.

"Oh baiklah orang kaya aku akan membayarmu, namun antarkan kami ke rumah orang yang menjahit mayat kemarin?" para penyamun pun membayar tukang sepatu untuk mengantarnya ke rumah sang Alibaba.

Sampailah para penyamun itu di depan rumah sang Alibaba dan tanda silang telah terpasang di pintu depan rumahnya.

"Baiklah kita sekarang pulang saja untuk istirahat, nanti malam kita datang lagi dan kita bunuh sang tuan rumah yang ada di dalam ini!" serunya kepala penyamun kepada anak buahnya yang ikut menyelidik.

Namun semua pembicaraan kepala penyamun itu pun ada yang mendengarnya dengan jelas yaitu sang tetangga yang kebetulan lewat tempat tersebut yang bernama Morijana yang baru pulang habis belanja dari pasar.

Dan malam hari pun kini tiba, sementara itu ada seorang saudagar minyak yang kemalaman meminta izin sang Alibaba untuk menginap di rumanya, sebenarnya saudagar minyak tersebut adalah kepala penyamun yang menyamar.

Tentu saja sang Alibaba yang baik hati dengan senang hati mengizinkan orang tersebut untuk menginap di ruamhnya.

Namun pertolongan yang direncanakan Tuhan memang datangnya seperti tidak terduga, sang tetangga Morijana mengenali wajah tamu yang menginap di rumah sang tetangga yang baik hati Alibaba.

Maka diputarlah otaknya untuk menolong sang tetangga, dia pun akhirnya mendapatkan ide yang sangat bagus menurutnya.

Menyamarlah sang Morijana menjadi penari dan langsung masuk kedalam rumah sang Alibaba dan tanpa ragu dia pun terus menari di depan sang tamu dan Alibaba serta istrinya yang sedang bercakap-cakap santai dengan sang tamu.

Dan pada satu kesempatan serta saat tepat sekali sang penari itu pun menusukkan pedang pendeknya ke dada sang saudagar minyak wangi yang palsu.

Kemudian Morijana membuka kostum baju tarinya serta menjelaskan siapa sebenarnya sudagar minyak tersebut dipembicaraan yang didengarnya tadi siang dan mengenali siapa dia sebenarnya.

Sang Alibaba pun dengan cepat melihat wajah penyamar yang kini telah menjadi mayat dan untuk sesaat dia pun akhirnya mengenal wajah tersebut.

Dia sebagai kepala penyamun kerana dia telah melihatnya tatkala dia sedang bersembunyi di semak belukar dekat goa penyimpanan harta.

Sang Alibaba sangat berterima kasih kepada tetangga yang sangat baik hati tersebut dan sebagai rasa terima kasihnya sang Morijana diberikan satu kantong uang emas.

Dan uang emas yang masih banyak tersisa akhirnya segera dibagi-bagikan lagi kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya.

Janganlah kamu merasa takut untuk berbuat baik kepada siapa pun dan kapan pun sebab semua kebaikkan pasti akan ada timbal balik, pada waktunya. Sekian.

oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Waktu, 4 Tips Menghematnya
- Hujan Batu, Kiriman Dari Bekas Pembantu
Share:

Tuesday, April 5, 2016

Asal muasal Nama Lempur, Tebat Gelang Dan Tebat Jambi - Dongeng Indonesia

Courtesy of www.suararakyatindonesia.org
dongeng anak dunia - Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Kerinci mempunyai sebuah kerajaan yang disebut dengan nama kerajaan Puncak Tiga Kaum.

Mengapa nama kerajaan seperti itu?, jawabannya adalah karena yang memimpin atau penguasanya ada tiga orang yang berkuasa atas kerajaan tersebut.

Yang paling besar bernama Raja Pamuncak Rencong Talang, anak yang nomor kedua bernama Raja Pamuncak Tanjung Sari dan yang terakhir adik nomor tiga atau si bungsu bernama Pamuncak Koto Tapus.

Sehingga ketiga Raja ini mendapat tiga wilayah yang sama luasnya untuk memimpin dan mengatur hal-hal yang menjadi tangung jawab mereka masing-masing.

Namun kalau urusan yang menyangkut kepentingan negeri yang bersifat menyeluruh mereka akan bertindak secara bersama-sama dengan jalan musyawarah dan selalu bertindak dengan cara yang mereka anggap membela kepentingan bersama.

Terkenal sudah tiga Raja bersaudara ini sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana dalam semua wewenang kerajaan yang selalu membela kepentingan rakyatnya.

Dengan demikian seluruh rakyat pun sangat mencintai sang Rajanya yang selalu bermurah hati dan berkelakuan sangat baik sekali dalam tindak tanduk dalam memimpin kerajaan.

Maka rakyat dan seluruh abdi kerajaan selalu bekerja dengan baik dan jujur dalam segala hal bentuk pemerintahan, untuk itu negeri tercinta ini menjadi subur dan makmur, rakyat pun menjadi sangat puas atas pelayanan pemerintahan kerajaan.

Dan kebiasaan yang menjadi ciri khas kerajaan adalah ketika misim panen sedang berlangsung atau saat musim tanam, kerajaan akan mengadakan suatu pesta sebagai hiburan rakyat.

Dan acara yang paling meriah setelah panen adalah Kenuhei Sudeah Nuea, seluruh rakyat dari tiga daerah akan bercampur-baur menikmati acara tersebut.

Para pemuka masyarakat dan pemangku adat dari ketiga daerah kerajaan akan bersama-sama memimpin upacara dan sudah pasti akan menjadi undangan kehormatan bagi kerajaan yang sedang berpesta meriah.
 
Maka ketika daerah kerajaan yang dipimpin sang Pamuncak Rencong Talang telah selesai panen, digelarlah pesta Kenduri Kenuhei Sudeah Nuea yang akan berlangsung kini.

Sang pemimpin pun bertitah. "Kepada seluruh abdi kerajaan, semua saudara-saudaraku dan rakyatku yang aku cintai. Panen raya kita kali ini cukup berhasil dengan hasil yang begitu melimpah, sebagai ucapan syukurku maka pesta kenduri Kenuhei Sudeah Nuea akan segera digelar."

"Saya mohon kepada semua Punggawa dan Abdi kerajaan untuk segera membentuk panitia yang akan mengatur segala keperluan yang dibutuhkan. Terutama untuk undangan yang akan disebar kepada saudara-saudara didua daerah kerajaan yang lain beserta para tetua adat dan pemangku adat dari semua daerah." Tutur sang Pamuncak Rencong Talang.

Dan Jawaban dalam sidang itu segera bergema dengan serentak. "Dengan senang hati, Tuanku paduka."

Undangan pun segera dibuatkan dan sudah terseber keberbagai penjuru daerah kerajaan yang terletak di tiga wilayah kekuasaan tiga saudara ini.

Segala persiapan pesta kenduri pun dengan cepat dan gotong-royong yang menjadi ciri khas daerah tersebut telah mau rampung dipersiapkan, tinggal beberapa hal-hal kecil yang sedang dikerjakan.

selesailah persiapan upacara yang akan digelar, dan utusan yang mengirim khusus undangan untuk kedua saudaranya telah datang memberikan laporan kepada sang Pamuncak Rencong Talang.

Pesta kenduri akan berlangsung selama tiga hari dan tiga malam lamanya, hari pertama akan digelar pesta untuk luar daerah.

Hari kedua akan digelar pesta kenduri untuk para Pamuncak daerah berserta orang-orang tua yang berjasa atas pemikiran dan ide cemerlang dan gemilang untuk kemajuan negeri tercinta.

Dan hari ketiga inilah yang menjadi hari yang sangat menyenangkan untuk seluruh anak-anak remaja muda dan mudi saling bertemu dan berkenalan dipesta kenduri hari terakhir, khusus bagi mereka kaum muda.

Semua undangan yang datang dari luar daerah satu persatu berdatangan dan telah berkumpul dalam satu rumah khusus yang disediakan panitia pesta kenduri.

Hari pertama acara berjalan dengan meriah serta aman dan tertib semua yang hadir dalam acara tersebut pun merasa terhibur dan puas sekali menyaksikan bermacam-macam hiburan yang tersedia.

Hari kedua para undangan yang hadir dari keluarga besar Pamuncak telah datang juga, Pamuncak Rencong Talang yang datang membawa keluarga dan dikawal para pengawal-pengawal yang setianya dan Pamuncak Tanjung Sari telah datang didampingi para punggawa-punggawanya saja.

Hari ketiga pesta kenduri yang akan berlangsung paling meriah biasanya karena yang hadir kali ini adalah para pemuda tampan dan gadis-gadis cantik yang akan saling berkenalan satu sama yang lainnya.

Dan yang lebih menjadi pusat perhatian dari semua itu adalah dengan kehadirannya putri cantik anak dari Pamuncak Tanjung Sari.

Dalam pesta sang putri menjadi pusat perhatian dari seluruh orang-orang yang hadir dalam acara tersebut, seluruh pemuda yang ada pada deretan kursi yang duduk paling belakang saling bertanya antara teman-temannya.

"Apakah kamu mengenal gadis yang sangat cantik tersebut?" sambil bertanya, ibu jari tangannya menunjuk putri jelita yang sedang duduk bersama sang Ibundanya.

"Apalagi aku, rasanya baru kali ini aku melihatnya," menjawab pemuda yang lainnya, "Namun dari baju dan penampilan yang dikenakannya mungkin dia gadis bangsawan." jawabnya kemudian.

"Apakah mungkin sang gadis jelita tersebut keluarga dari Baginda Pamuncak Rencong Talang," berkata lagi sang pemuda yang pertama kali bertanya tentang sang gadis cantik.

Panitia acara pun telah datang dengan pengumuman bahwa acara yang digelar khusus untuk anak-anak remaja segera dimulai.

Untuk itu, semua oarang tua yang ada ditempat acara tersebut berkumpul ditempat lain, sang Ibunda putri cantik ini pun segera meninggalkan tempat tersebut bergabung dengan keluarga khusus Pamuncak Rencong Talang.

Meriahnya acara yang digelar membuat mereka semua terhanyut didalamnya, semua undangan yang ada sangat menikmati acara kesenian yang dipertunjukkan dan dirancang seniman-seniman muda yang berbakat.

Serta hidangan makanan yang tersaji begitu nikmat menambah asyiknya mereka dalam perkenalan yang terjadi antara pemuda dan pemudi saat di pesta itu.

Waktu pun berjalan dengan sangat cepat tanpa terasa karena suasana hati yang begitu gembira kala itu, ayam jantan telah terdengar berkokok menandakan hari telah berganti pagi.

Sang Ibunda putri yang cantik itu pun segera saja mendatangi tempat acara yang sedang berlangsung kala itu, takut anaknya yang sangat cantik tersebut nanti sakit akibat terlalu kurang tidur, perhatian sekali sang Ibunda ini terhadap sang anaknya.

"Putriku sayang, hari telah pagi mari kita pulang!" sang Ibunda berbisik ditelinga sang putri.

Namun apa yang dibisikkan sang Ibunda tidak dihiraukan sama sekali, sang putri asyik-asyik saja menikmati acara yang tengah berlangsung.

Merasa ajakkannya tidak dihiraukan sang putri, Ibunda itu pun balik lagi untuk kedua kalinya mengajak anaknya untuk segera pulang.

Namun malah sang putri menjadi merasa terganggu sekali dengan sikap sang Ibunda yang sudah dua kali bolak-balik mengajak untuk segera pulang.

Tentu saja hal seperti ini menjadi tanda-tanya dari seorang pemuda yang berwajah tampan yang menjadi teman bercengkrama sang putri cantik.

"Siapakah putri?, wanita tua yang balok-balik kemari dari tadi?" Bertanya pemuda tampan tadi dengan hati merasa penasaran.

"Oh dia.... yang tadi kesini, hanyalah seorang pelayan saja," sahut katanya.

Namun kata-kata tersebut terdengar sekali dengan jelas saat sang Ibunda tersebut berada tidak terlalu jauh jaraknya saat melangkah ke tempat sang anak.

Jawaban demikian membuat sang Ibunda tersentak kaget sekali mendengarnya, tidak disangka sang putri yang sangat disayanginya telah membuat sakit hatinya kini. "Dia sudah tidak mengakui aku sebagai ibunya mungkin karena aku sudah tua kini." Sang Ibunda berkata dalam hatinya.

"Maafkanlah, oh Tuhanku segala dosa yang telah diperbuat anakku!" Ibunda sang putri masih tetap berdoa untuk anaknya yang telah menyakiti perasaannya.

Akhirnya acara pun selesai sudah dan segera saja sang Ibunda putri berpamitan kepada keluarga Pamuncak Rencong Talang untuk pulang.

Karena jarak mereka sangat jauh dan harus melewati beberapa lembah curam juga beberapa perbukitan yang lumayan memerlukan tenaga yang cukup kuat untuk berjalan dan secara kebetulan mereka bertemu kembali dengan para pemuda yang tadi malam bercengkrama dengannya, dan karena perjalanan masih cukup jauh dan kini mereka telah lelah maka mereka pun beristirhat bersama-sama.

Dan kesempatan itu pun dipergunakan kembali oleh pemuda tampan yang bersama dengan sang putri untuk bercengkrama kembali.

Serta untuk kesekian kalinya sang pemuda yang merasa penasaran itu pun bertanya kembali mengenai wanita tua yang selalu bersama sang putri.

"Maaf ya, siapa sebenarnya wanita tua yang selalu bersamamu itu," tanya pemuda yang berwajah tampan tersebut.

"Bukankah sudah saya jawab pertanyaan itu tadi malam, bahwa dia adalah pelayanku," menjawab lagi sang putri.

Sang Ibunda hanya terdiam saja mendengar anaknya berkata demikian terhadap seorang pemuda yang menjadi teman bicaranya.

Hati kini telah terluka dan sangat sedih sekali terhadap anaknya yang selalu dia sayangi setiap saat dan selalu dia jaga dari kecil hingga kini menjadi seorang gadis cantik.

Setelah istirahat cukup, mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan masing-masing, sang putri bersama Ibunya menempuh jalan yang lain sementara sang pemuda-pemuda itu pun menempuh jalan yang berbeda pula.

Langkah kaki pun terus berjalan mengikuti jalanan yang sedang mereka tempuh, tidak satu kata pun yang keluar dari mulut sang Ibunda kepada anaknya yang sudah tidak mengakui dirinya.

Maka sampai mereka berdua di daerah antara pulau sangkar dan daerah Lolo yaitu daerah yang sebagian besar terdiri dari rawa-rawa atau hutan rawa.

Dan dikala itulah sang Ibunda yang hatinya sangat pedih berdoa kepada Tuhan supaya anaknya yang telah durhaka kepadanya ditelan hutan lumpur rawa.

Tuhan selalu mendengar doa siapa saja apalagi doa seorang Ibu yang sakit hati terhadap anaknya, begitu kaki sang putri terpeleset di pinggir lumpur rawa maka badan ikut jatuh masuk ke lumpur.

Samakin dia berontak ingin lepas dari lumpur rawa tersebut, semakin dalam saja lumpur itu menyedot tubuh putri cantik ini.

Jeritannya meminta tolong terhadap sang Ibunda terdengar begitu menyayat hati, namun sang Ibunda telah lebih sakit lagi hatinya terhadap sang anak durhaka.

"Tolong, tolonglah aku ibu...ibu!" jeritnya meminta tolong kepada sang ibu.

"Oh, maaf aku bukan Ibumu, aku hanyalah seorang pembantu dan pelayan yang sudah tua dan jelek," menjawab sang Ibunda.

Sang putri meronta-ronta dan terus berteriak-teriak meminta tolong kepada Ibunda dan dia berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang tidak terpujinya.

"Ibu maafkanlah saya yang telah berbuat durhaka terhadapmu, dan aku berjanji tidak akan berbuat lagi demikian," katanya.

Jeritan, dan meronta-ronta gerakkan dari badan sang putri membuat badannya dengan cepat masuk dan tersedot lumpur dengan cepat sekali.

Lama-lama tenggelam dan sudah mau sampai sebatas leher di bahunya, dengan cepat sang Ibunda menghampirinya, tetapi bukannya mau menolong melainkan mangambil perhiasan dan kain songket.

Dan berbarengan dengan selesainya mengambil barang-barang tersebut maka tak ayal lagi sang putri pun sudah masuk semua badannya tertelan lumpur rawa saat itu juga.

Dan semenjak kejadian tersebut maka daerah tersebut diberi nama yang sesuai dengan kejadian itu, yaitu daerah Lempur yang diambil dari bahasa lumpur itu sendiri.

Dan selanjutnya sang Ibunda putri pun berjalan lagi meneruskan perjalanan yang terhenti sejenak, dan sampailah pada suatu daerah yang dimana badan sang Ibunda ini merasa lelah dan memilih istirahat dekat sebuah kolam atau tebat dalam bahasa san.

Dan setelah cukup serta terkumpul lagi tenaganya, dia pun hendak melanjutkan perjalanan yang tertunda tadi namun sebelum pergi sang Ibunda membasuh mukanya dulu dalam kolam yang berair jernih tersebut dan tatkala sedang membasuh muka tersebut gelang yang diambil dari tangan putrinya ikut terjatuh.

Dari pada teringat terus kepada sang anak durhaka tersebut maka gelang tersebut pun dilemparkan ke dalam kolam, maka sejak saat itu tempat tersebut terkenal dengan nama Tebat Gelang.

Setelah membasuh muka maka perjalanan sang istri Pamuncak Tanjung Sari berjalan kembali melanjutkan perjalanannya. Dan sampailah pada sebuah yang ada kolamnya kembali dia kembali membasuh muka dan kini badannya ikut sekalian dibasuh biar kembali segar.

Namun tiba-tiba ketika akan membuka pakaiannya kembali songket yang melekat di lehernya terjatuh maka ingatannya kembali kepada sang putri durhakanya.

Untuk itulah kain songket itu pun dibuang ke dalam tebat yang dipakai mandinya dan sejak saat itu pula nama daerah dengan sebutan Tebat Jambi sampai sekarang.

Itulah sekilas gambaran cerita mengenai nama Lempur, Tebat Jambi dan Tebat Gelang yang berada di kawasan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi yang sampai sekarang tempat itu menjadi nama-nama daerah yang berada di kawasan tersebut.

Janganlah pernah sekali pun untuk melawan Ibumu apapun itu perintah dan nasihatnya, sebab sudah menjadi kewajiban sang anak untuk selalu hormat terhadap Ibundanya. Sekian.

oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Jangan Mengeluh
- Hantu Tanpa Kepala Penunggang Kuda
Share:

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...