Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Thursday, April 7, 2016

Sang Laba-Laba, Sang Kelinci Dan Sang Bulan

Courtesy of wirajhana-eka.blogspot.com
dongeng anak dunia - Rembulan berkata dengan sinarnya yang redup malam itu kepada makhluk yang ada di bumi manusia, salam yang hangat dan kabar gembira buat manusia yang selalu sedih ditimpa kelamnya dinamika kehidupan alam yang Fana ini.

Salam dari sang rembulan tersampai lewat sang teman yang bernama laba-laba si baik hati yang selalu setia di dalam sinar terang dan redupnya malam nan sepi.

"Dalam hidup dan kehidupan manusia, pasti akan ketemu dengan kematian yang akan datang menjemput entah kapan dan dimana ?"

"Yang jelas hidup adalah proses menuju kematian bagi siapa pun dan dimana pun, kesedihan untuk setiap orang yang hidup akan menjelang kematian, tidak perlu dipersoalkan. Tolong sampaikan saja berita kata-kata ini untuk semua manusia," sang rembulan berkata lagi kepada sahabatnya sang laba-laba.

Akhirnya setelah mendapat titah dari sang sahabat rembulan diatas, dia pun turun menghadap bumi yang agung tempat tinggalnya manusia-manusia dan segala isinya yang beraneka ragam.

Namun dalam perjalanan turun ke bumi dengan titian dari sinar cahaya rembulan tersebut, sang laba-laba yang baik hati bertemu sang kelinci.

"Wahai sahabatku yang baik hati, mau kemanakah kiranya engkau kini ?" sang kelinci dengan pandangan mata yang serba ingin tahunya terpancar dari sorot matanya bertanya.

"Aku sedang mengemban titah dari sang rembulan sahabatku untuk turun ke bumi yang agung untuk menyampaikan kabar atau pesan kepada manusia-manusia yang hidup."

"Namun dengan jalanmu yang merambat pelan begitu, apakah mungkin kamu akan cepat sampai di bumi yang agung?, dan harus kamu tahu bahwa bumi yang agung jaraknya amatlah jauh sahabatku laba-laba, apa tidak sebaiknya aku sajalah yang menyampaikan pesan sang rembulan, biar lebih cepat sampai di bumi yang agung."

Setelah lama berpikir sang laba-laba akhirnya setuju dengan saran yang diajukan sang sahabat kelinci.

"Baiklah dan dengarkanlah pesan dari sang rembulan untuk manusia-manusia di bumi yang agung."

"Sang rembulan berpesan agar manusia jangan takut mati dan kemati........" sang laba-laba berhenti meneruskan kata-katanya.

Kata-kata sang laba-laba yang dititahkan sang rembulan belum selesai dituturkan sampai habis, sang kelinci sudah meloncat turun ke bumi.

Di dalam perjalanan, sang kelinci menghapalkan pesan dari sang rembulan yang disampaikan lagi dari sang laba-laba, "seluruh manusia di bumi akan mati, seluruh manusia di bumi akan mati pesan dari sang rembulan seluruh manusia di bumi akan mati".

Tentu saja kabar yang demikian membuat manusia di muka bumi yang agung menjadi sangat sedih sekali mendengar kabar dari sang rembulan yang disampaikan sang kelinci sambil berloncat-loncat.

Sampailah sang laba-laba ditempat dekat sang rembulan yang sedang bersinar redup malam itu.

Tentu saja dia sang rembulan sangat kecewa sekali terhadap sang kelinci yang ceroboh dan salah dalam menyampaikan pesan.

Karena pesan yang disampaikan belum lengkap, dengan demikian arti pesan pasti akan sangat berbeda diartikan nanti oleh manusia-manusia yang ada di bumi.

Maka dari kejadian tersebut sang kelinci mendapatkan sangsi yang sangat berat dari sang rembulan, sejak saat itu dia sang kelinci tidak akan bisa bicara dan bersuara.

Sementara sang laba-laba harus tetap turun ke bumi untuk menyampaikan pesan langsung terhadap manusia, sampai sekarang dia terus merajut-rajut surat yang akan disampaikan kepada sang manusia di bumi.

Tempat merajut pesannya dipojokkan rumah atau gang-gang kecil yang terdapat disekitar kita, tetapi pesan itu memang susah untuk dijabarkan manusia sampai sekarang.

Sebab hidup memang benar menuju kematian. Namun, mati bagaimana yang diingin kita pada akhirnya.

Sampaikanlah pesan seseorang kepada yang berhak atas pesan tersebut. Sekian.

Wasalam
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
Mencapai Puncak Karir
Terkena Sihir, Ibu Sakit dan Meracau
Share:

Blog Archive

Powered by Articlemostwanted

Followers

Statistik

 
loading...