Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Tuesday, April 5, 2016

Sang Apel, Sang Delima Dan Semak Belukar - Dongen Yunani

Courtesy of www.republika.co.id
dongeng anak dunia - Kala itu didalam sebuah kebun berdampingan, hidup antara pohon apel dan pohon delima. Namun dua tetangga ini hidup tidak rukun sama sekali, selalu saja ada masalah yang selalu dipertenggkarkan.

Dan mereka selalu membanggakan dirinya masing-masing tanpa ada yang mau mengalah, sifat sombong selalu terucap dari kata-katanya tatkala mereka saling bertengkar dan saling mencaci-maki.

"Bukalah matamu dan lihat dengan teliti betapa rimbun serta begitu tinggi diriku ini!" sang pohon delima berseru.

"Tetapi kamu pun harus melihat dengan jelas juga bahwa daun-daun yang aku punya lebih dan lebih rindang pula!" sang pohon apel balas menimpali ucapan dari sang delima.

"Cantik, elok dan indah sekali hari ini diriku, bagaikan sang ratu kecantikkan!" sang pohon delima berteriak-teriak histeris ketika bunga-bunganya bermekaran indah menghiasi dirinya.

Sang pohon apel hanya terdiam tidak bersuara apapun, kali ini dia belum berani menimpali sang tetangga yang sombong menurutnya, "nanti saatnya tiba aku akan berteriak-teriak juga menyambut datangnya bunga-bungaku yang akan mekar." Berkata dalam hati sang pohon apel.

Kini tiba gilliran pohon apel yang akan berteriak-teriak histeris menyambut datangnya sang bunga yang mulai muncul didekat pucuk dahan dan batang dahan-dahan kecil yang rindang.

"Hai mengapa semua orang melihat diriku dengan kagum! apakah diriku memang menjadi primadona dengan bunga-bunga tercantik yang menghiasi diriku saat ini?" katanya lebih sombong lagi dari apa yang dikatakan sang pohon delima.

Mana kala musim bunga berlalu kini berganti musim buah yang muncul, sang buah delima berkata. "Semua orang sedang menunggu tidak sabar untuk mencicipi buah ranumku yang manis segar sangat menggoda sekali, sang bapak petani sangat bangga kepadaku."

Dan demikian pula sang buah apel manakala berbuah dia pun berkata dengan lantangnya. "Lihat buah hijau yang besar menggoda setiap manusia yang melihatnya, bapak petani sudah tidak sabar untuk memetikku dan merasakan manis buahku yang berair dan segar sekali."

Pertengkaran-pertengkaran selalu berlangsung setiap hari apapun yang menjadi masalah selalu berujung dengan adu mulut yang tidak pernah ada yang mau mengalah sama sekali.

"Badanku yang tinggi dan rimbun!" berkata sang delima.

"Baiklah, tetapi buahmu tidak manis!" sang apel menjawab. "kamu pun boleh melihat rindangnya daunku."

"Baiklah, namun warna bungamu sangat pucat!" teriak sang deliam mulai marah.

"Stop! stop berhenti, kalian berdua seperti anak-anak kecil saja, yang selalu bertengkar gara-gara hal sepele!" sang semak belukar yang hidup ditepi kebun yang tidak jauh dari tempat itu sudah bosan mendengar pertengkaran demi pertengkaran mereka yang terjadi hampir tiap jam dan saat.

Semak belukar yang hidup dikebun itu berpenampilan jelek dan pendek, tidak pernah berbuah, tidak pernah rimbun daunnya. Semakin marah saja tatkala mendengar pertengkaran yang tidak ada ujung pangkalnya selalu terjadi antara dua pohon buah yang sombong-sombong itu.

"Namun apabila kalian berdua masih saja bertengkar silahkan saja tetapi jangan disini, aku sudah muak dengan kalian. hargailah aku sebagai tetanggamu."

Sang pohon delima dan sang pohon apel terdiam malu mendengar sang tetangga yang marah dan ngomel-ngomel kepadanya, mereka berdua malu atas kelakuan mereka selama ini.

Sang pohon delima dan sang pohon apel yang bertengkar tetapi sang semak belukar juga merasakan sakit hatinya.

Tidak hanya yang bersangkutan saja yang saling baku hantam yang saling menyakiti namun secara tidak sadar, lebih banyak pula orang yang merasakan sakit hatinya. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Piknik Keluarga, Permainan Apa Ya?
- Penampakan Almarhum Saudaraku
Share:

Sunday, April 3, 2016

Kisah Sang Kera Dan Sang Ayam - Dongeng Indonesia

Cortesy of lucytannia.blogspot.com
dongeng anak dunia - Tersebutlah kisah persahabatan antara seekor kera dan seekor ayam, mereka bersahabat begitu setia atau bisa dibilang sahabat sohib.

Mereka selalu berbagi makanan tatkala mereka mendapatkan makanan lebih, tentu saja sang kera atau sang ayam akan ingat kepada kawannya untuk merasakan rejeki makanan yang mereka punya masing-masing.

Namun semua yang nampak dikehidupan alam ini tidak selalu berjalan mulus-mulus saja bukan?

Pada hari itu nampak sang kera dengan muka yang sedikitpun tidak memperlihatkan keceriaan sama sekali, dia sedang suntuk sekali dan segala usahanya tidak membuahkan hasil apa-apa.

Dari pagi sampai sore hari ini, telah berjalan kesana kemari namun makanan tidak dapat dijumpainya lapar dan dahaga kini sedang menyerang perutnya yang minta diisi makanan.

Dan sampailah kini dia di pinggiran hutan serta berjumpa dengan sang ayam sahabatnya, tetapi mata yang lapar ini menjadi berubah sama sekali.

Ketika melihat sang ayam bukannya sahabatnya lagi yang nampak di depan matanya melainkan seonggok makanan lezat yang tersaji nikmat di depan matanya.

Melihat mata sahabatnya yang begitu garang dan tatapan yang begitu tajam sang ayam tentu saja menjadi takut dan langsung kabur lari mejauh dari depan sahabatnya yang sedang kelaparan tersebut.

Tujuan dalam pelarian tersebut adalah pinggiran pantai yang tidak terlalu jauh dari tempat tadi dia bertemu dengan sang kera sahabatnya yang sedang kelaparan.

Akhirnya sampai juga sang ayam di pinggir pantai dan berjumpa dengan sahabat yang lain, yaitu seekor ikan lumba-lumba yang baik hati.

Setelah bertemu dengan sang ikan lumba-lumba maka dia pun bercerita tentang sang kera sahabatnya yang akan memangsa ketika dia sedang dalam lapar.

Tentu saja lumba-lumba yang baik hati dan tahu aturan tentang hidup dan persahabatan menjadi marah dan berkata kepada sang ayam.

"Dalam pergaulan hidup, arti persahabatan harus dijunjung tinggi oleh siapa pun tidak terkecuali dia itu, sang kera," katanya marah sekali mendengar cerita sang ayam sahabatnya.

"Kelihatan kini sifat aslinya sang kera ketika keadaan sedang memaksanya, dia tidak lagi melihat sahabat atau bukan untuk disikat." sang lumba-lumba berkata kembali.

"Baiklah kita beri sedikit pelajaran kepadanya biar dia tahu apa arti dari persahabatan baginya," katanya kemudian.

Pada akhirnya sang kera yang sedang mencari sang ayam pun sampai juga di pinggir pantai, "sahabatku ayam, mengapa kamu meninggalkanku di pinggir hutan tadi, padahal aku punya makanan yang kamu sukai dan telah aku siapkan untukmu ditempatku," katanya dengan perkataan yang dibuat-buat lemah lembut sekali dalam bertutur kata.

"Aku pun sudah tahu niatmu untuk memakanku tadi, tetapi kini aku sudah tahu, ada banyak makanan yang tersimpan di seberang sana, kata sahabatku sang ikan lumba-lumba," sang ayam berkata kepada sang kera.

"Dan kalau kamu mau ikut bersamaku naik perahu ke seberang sana, sang ikan lumba-lumba sahabatku dengan senang hati akan mengantarkan kita," katanya lagi.

"Itu pun terserah kamu mau ikut atau tidak, aku tidak memaksa lagi," katanya sambil naik perahu kecil dan siap pergi dari tempat itu.

"Hai tunggu, sahabatku," katanya sambil loncat keatas perahu, sang kera telah membayangkan dia dapat makanan yang banyak dan pada akhirnya dia pun akan memangsa sang ayam juga. Pikiran serakahnya telah menguasai untuk bertindak berbuat jahat.

Lalu berjalanlah perahu kecil itu melaju dengan didorong oleh sahabat sejati sang ayam sang lumba-lumba yang baik hati.

Sang ayam duduk santai di samping sang kera yang melamun membayangkan makanan banyak di seberang sana, "apakah perjalanan masih jauh atau sudah mau sampai?" sang lumba-lumba menjawab, "sebentar lagi mau sampai, silahkan saja kamu patuk-patuk lantainya."

Mendengar jawaban demikian dari sang sahabat lumba-lumba, sang ayam lalu turun dari tempat duduknya dan langsung mematuk-matuk lantai perahu kecil itu sampai bolong dan air dengan segera masuk kedalamnya.

Tetapi sang kera yang sedang asyik dengan lamunannya hanya diam saja, dia tidak sadar perahu kecil itu telah bocor dan air sudah masuk memenuhi kedalamnya begitu deras.

Dan setelah mengetahui perahu itu bocor, sang ayam dengan segera meloncat ke atas punggung sang lumba-lumba sahabatnya.

Untuk seterusnya sang lumba-lumba pun berenang ke tepi pantai menyelamatkan sang sahabat ayam, sang ayam kini telah selamat ada di pinggiran pantai sedang bercengkrama dengan sang lumba-lumba menceritakan sang kera yang kini telah tenggelam di tengah lautan.

Hati seseorang janganlah disakiti apalagi dia adalah sahabatmu atau temanmu sendiri, berkelakuan baik terhadap siapa pun akan menambah banyak teman dan rejeki pun akan bertambah banyak pula. Sekian.

Wassalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Menghadapi Macet Dengan Aktifitas Positif
- Cerita Sedih Gadis Di Bully
Share:

Sang Achilles - Dongeng Yunani

Courtesy of randa-bagus.blogspot.com
dongeng anak dunia - Salah satu Pahlawan yang sangat termasyhur dari peradaban Bangsa Yunani yang sangat dipuja rakyatnya adalah sang perkasa Herkules yang sudah terkenal di seluruh dunia.

Dan satu lagi nama pahlawan Yunani yang sangat dikagumi rakyatnya yaitu, Achilles yang terlahir dari seorang ibu yang bernama Thetis dan seorang ayah yang bernama Peleus.

Dialah anak terakhir yang tersisa dan dapat diselamatan dari kekejaman zaman itu terhadap anak lelaki yang harus dibunuh.

Sang ibu yang sangat sayang sekali kepadanya selalu memandikan sang anak di air sungai Styk sehingga dia menjadi kebal terhadap segala macam senjata.

Tetapi ada satu kelemahan sang Achilles yaitu di tumit kakinya. Karena sang ibu selalu memeganginya ketika seluruh badan itu dimandikan dan kaki ditumit dipegang sehingga posisi sang anak kepala di bawah dan badan di atas namun akibatnya di tumit inilah bahan kelemahan yang dapat dilukai musuhnya kelak.

Dan anak hebat ini pun mendapatkan pelajaran oleh sang Chiron seorang Kentaur atau tokoh manusia setengah kuda sang pendekar hebat pada zaman itu, dan menjadi anak angkat kesayangan dari seorang Raja Phoenik sang Baginda Dopolos.

Dari gemblengan hebat sang Chiron seorang Kentaur ini maka terbentuk jiwa yang kuat dengan watak yang keras dan nanti kelak bocah lelaki ini akan dikenal sebagai pahlawan yang sangat dikagumi.

Pengetahuan Fisik yang kuat dan keberanian seperti Sang Raja Hutan Singa dan kejatan sang Harimau karena selalu diberi makan otak-otak dari kedua binatang buas dan ganas tersebut.

Sang Ibunda Achilles, sang Thetis adalah seorang keturan Dewi sehingga mewariskan bakat yang begitu luar biasa bagi sang anaknya.

Dan ketika sang Ibunda bertanya ketika sang Achilles kecil tentang cita-cita dan keinginan hidupnya, "Hai anakku tercinta, apakah cita-cita kelak setelah dewasa?"

"Apakah kamu ingin menjadi manusia yang berumur panjang dan hidup lama di dunia ini namun tidak memiliki apa-apa selain umur panjang saja?"

"Atau kamu, anakku menjadi manusia yang terkenal dan selalu dikenang orang zaman sebagai pahlawan yang dikagumi oleh bangsamu sendiri?"

Sang anak Achilles, memilih menjadi manusia yang berguna, walaupun berumur pendek sebab dia tahu untuk apa waktu panjang, namun waktu itu tidak bermanfaat baginya.

Sang Ibunda tahu anaknya kelak akan gugur di benteng dinding kota Troya, dan kota ini tidak akan pernah kalah tanpa ada campur tangan dari sang Achilles anaknya.

Untuk itu sang Ibunda menyelundupkan sang anak dengan memakaikan baju perempuan dan gadis kecil itu pun masuk ke istana Raja Lycomedes di daerah Scyrus.

Suatu hari di zaman itu berkumpullah Raja-Raja Yunani untuk menggempur kota Troya, namun sebelum siasat itu dilaksanakan, para Raja ini meminta saran dari seorang ahli sihir ternama kepercayaan Raja-Raja Yunani yang bernama sang Calchas.

Sang ahli sihir memberikan nasehat kepada seluruh Raja-Raja Yunani yang isinya, Troya tidak bisa hancur tanpa campur tangan dari seorang anak muda turunan dari seorang Dewi Thetis sang Achilles yang kini sedang berada di Istana Raja Lycomedes dia menyamar sebagai seorang perempuan.

Dan untuk melaksanakan tugas menjemput sang Achilles, seorang Raja Odysseus yang berperan sebagai pedagang yang menjual permata-permata indah dan senjata untuk berperang.

Dan diantara gadis yang tinggal di istana hanya satu gadis yang tidak tertarik kepada perhiasan permata-permata melainkan kepada senjata perang.

Untuk itu sang Raja pun langsung membawa gadis yang bernama Pyrrha untuk diajak berperang menggempur kota Troya.

Pyrrha adalah nama samaran yang telah di berikan Ibunda tercinta kepada Achilles sebagai nama samaran ketika menjadi gadis di istana tersebut.

Namun sebelum berperang, sang Ibunda Thetis memberikan baju perang buatannya sendiri Hephaistos atau Vulcanus kepada sang anak tercinta.

Disinilah terlihat seorang Achilles yang tangguh sebagai pahlawan muda yang gagah berani dengan kekuatan yang maha dahsyat dari seorang anak Dewi Thetis.

Dalam beberapa bulan saja sang Achilles telah berhasil merebut kota Troas, Serta kota tempat Andromache istri dari seorang pahlawan Troya yaitu sang Hector di kota Theba yang ada di wilayah Troas juga.

Dan selanjutnya kota Chryse dan di kota ini para prajurit Yunani mendapatkan tahanan putri dari seorang pendeta pemuja Dewa Apollo bernama Chriyseis, dan gadis tersebut diserahkan kepada pemimpin pasukan Yunani atau yang disebut Agamemnon.

Dan sang ayah dari gadis tersebut datang untuk menukar atau membeli anak gadisnya, namun kepala pasukan tidak memberikan sang anak gadis tersebut.

Maka sang pendeta itu meminta sang Dewa Apollo untuk menurunkan penyakit menular kedalam tubuh para prajurit Yunani.

Penyakit menular merajalela hampir seluruh prajurit terkena penyakit gatal-gatal yang tidak bisa sembuh-sembuh walaupun diobatinya.

Sang penyihir pun turun tangan kembali, sang Calchas berkata supaya mengembalikan sang anak gadis ke pangkuan ayahnya sang pendeta dan dengan terpaksa sang Agamemnon mengembalikan anak gadis tersebut.

Dan penyakit pergi berangsur-angsur tidak merajalela lagi, dapat mereda setelah sang gadis dikembalikan.

Dan pergolakkan berlanjut terus tiada pernah berhenti saling serang antara pasukan Yunani dan Pasukan Troya dengan gagah berani.

Pada pertempuran itu sahabatnya dari pahlawan muda Achilles gugur di medan perang dan saat berperang sang sahabat memakai baju tempur yang dipinjam darinya.

Patroclus gugur di tangan sang Hector yang perkasa, seluruh pakaian itu pun direbut oleh pasukan prajurit Troya.

Sang Achilles pun memohon kembali dibuatkan pakaian perang terhadap sang Dewi Thetis sang Ibundanya dan setelah baju itu selasai dibuatnya, dia pun berangkat ke medan perang untuk membalaskan sakit hati sahabat karibnya.

Sang Hector pun mati di tangan sang Achilles dan mayatnya diikat di belakang kereta tempurnya serta merta mayat itu ditariknya.

Tiga kali kerata yang membawa mayat berkeliling memutari Kota Troya juga tidak lupa kereta tersebut mengelilingi kuburan sang sahabat karib Patroclus.

Dan datanglah kepadanya seorang lelaki yang bernama sang Priamus ayah dari sang Hector, memohon mayat anaknya tersebut untuk dikembalikan kapadanya.

Dengan menangis terharu sang ayah Hector itu meminta mayat anaknya untuk dikembalikan, sang Achilles pun hatinya tergugah, mayat tersebut akhirnya di serahkannya.

Pertempuran pun berlanjut kembali, kali ini tangan sang Dewa Apollo ikut campur di dalamnya dari panah seorang prajurit Troya sang Dewa mengarahkan ke tumit sang Achilles, Pahlawan muda Yunani ini pun tewas seketika.

Dan mayatnya sang Achilles dibawa pasukan Troya, dan dalam sehari tanpa berhenti pasukan Yunani bertempur untuk merebut kembali mayat dari jasad sang Achilles tersebut.

Seluruh Dewi Musa di langit Yunani dirundung duka, nyanyian sedih pun mengalun mengumandangkan tangisan sedih mengiringi kepergian putra terbaik Yunani, gugur sebagai pahlawan yang akan dikenang sepanjang masa.

Tujuh belas hari seluruh rakyat negeri Yunani menangisi sang jasad Achilles sebagai penghormatan terakhir bagi pahlawan yang mereka kagumi.

Dan pada hari yang kedelapan belasnya, sang jasad itu pun dibakar serta abu pembakaran tersebut disatukan dengan abu dari sahabat karib semasa hidupnya yaitu Patroclus dalam sebuah peti kecil yang terbuat dari emas murni.

Dan sebagai peringat mengenang jasa-jasanya maka berdirilah sebuah tugu kuburan yang megah di pantai Hellespontos. Sekian.

Wassalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga :
- Tentang Lensa, Frame, Gaya dan Perawatanya
- Makhluk Halus Seksi Rumania - Iele
Share:

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...