Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Tuesday, December 6, 2016

Gadis suci Pohon Bay - Dongeng Rumania

Courtesy of Pohon Olive - WordPress.com
dongeng anak dunia - Setelah tahu seorang pangeran akan lahir ke dunia ini, tangis kebahagiaan telah terdengar dari enam minggu sebelumnya. Dia diramalkan akan lahir ke dunia dengan selamat. Tidak ada seorang ibu yang tidak merasa bahagia menjelang kelahiran anaknya walaupun nyawa sebagai taruhannya, lalu dia ditenangkan. Sebab sang Pangeran pun telah diramalkan akan menikah dengan gadis masa lalunya yang bernama "Sanda-Lucsandra," seorang gadis yang sangat baik budi pekertinya, dia yang tinggal diwaktu masa lalu, sembilan tanah dan sembilan lautan negerinya.

Ketika dia tumbuh dewasa, bagaimana pun dia akan menuntut bahwa orang tuanya akan menikahkan dengannya. Dan sang Ratu mengaku bahwa putranya kini telah cukup dewasa. Serta membuat tanda-tanda gadis suci Sanda-Lucsandra tersebut kepada sang anak, maka dia pun berangkat mencari Sanda-Lucsandar.

Dalam perjalanannya, dia berjalan ke pohon bay besar untuk istirahat sejenak. Namun angin yang sepoi-sepoi membuat tubuhnya yang sangat kecapaian menjadikan dia tertidur pulas. Sementara pangeran beristirahat di bawahnya, dia pun mendengar sebuah mantra nyayian yang dialunkan dengan sangatlah merdu, memanggil sang gadis keluar dan sang gadis cantik pun keluar dari pohon bay.

Dia datang menggodanya, menjanjikan untuk menikahinya dan menyelinap kembali pergi keesokan harinya. Dia lalu datang ke istana, di mana Raja mengklaim bahwa dia adalah putrinya sendiri yang bernama Sanda-Lucsandra dan pernikahan pun dipersiapkan. Sang gadis yang tidak bisa lagi kembali ke pohon bay, berangkat mencari sang pangeran. Dia membeli pakaian yang cocok untuk perjalanan pencariannya, dengan berpakaian seorang biarawan. Lalu dia menemukan kereta di mana pangeran itu membawa calon istrinya kembali. Pangeran melihat biarawan dan memangilnya. Dia sang biarawan menceritakan kisah tentang melihat seorang gadis yang menangis di padang rumput karena pangeran telah datang namun tidak berhasil merayunya, dan dia tidak bisa lagi masuk ke dalam pohon bay.

Di istana orang tuanya, pada hari pernikahan, sang biarawan itu menghilang. Pangeran pergi ke kamar dan menemukan biarawan menggantung dengan seutas tali lehernya. Ketika dia pergi untuk mangambil pisau untuk memotong tali, dia menyadari bahwa dia adalah seorang wanita cantik dan dia sadar dia tidak akan menikah dengan siapa-siapa melainkan dengan Sanda-Lucsandra yang telah diramalkannya semenjak dia belum lahir di dunia ini. Dia lalu mengirim kembali pengantin palsunya dan menikah dengan gadis impiannya dari cintanya di masa lalu "Gadis suci pohon bay." Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Monday, December 5, 2016

Kisah Bensurdatu - Dongeng Italia

Courtesy of Le favole di Lang
dongeng anak dunia - Seorang Raja dan Ratu memiliki tiga anak perempuan dan mereka melakukan apapun untuk membuat ketiga anaknya selalu bahagia dalam hidupnya. Suatu hari, seluruh putri meminta untuk pergi hiburan piknik dan begitulah mereka melakukannya. Ketika mereka selesai makan, para putri berjalan melihat-lihat indahnya pemandangan perkebunan, tetapi ketika mereka melangkah di sisi pagar, awan hitam nan gelap menyelimuti pemandangan mereka "Dan menghilanglah" bersama lenyapnya awan gelap. Setelah beberapa lama, Raja dan Ratu meminta para hambanya untuk menyusul mereka, dan kemudian mencari mereka bertiga, anak-anaknya tidak menjawab panggilan para hamba, mereka telah hilang bagaikan ditelan bumi tidak berbekas.

Raja menyatakan bahwa siapa pun yang bisa membawa putrinya kembali dia akan dinikahkan dengan salah satunya, dan akan menjadi Raja berikutnya pengganti dirinya. Dua jenderal berangkat mencari, tetapi setelah menghabiskan semua bekal dan uang mereka tidak bisa menemukan para putri dan mereka berdua berhutang uang banyak, terpaksa seorang pekerja pembantu datang untuk membayar hutang kepada seorang pemilik penginapan, mereka berdua para jendral dan pembantunya telah makan dan minum beberapa lamanya dan telah berhutang banyak uang.

Seorang pelayan kerajaan yang bernama Bensurdatu, ditetapkan sebagai orang yang dipilih untuk tugas berikutnya, meskipun dengan segala keengganan Raja harus kehilangan seorang hamba yang sangat setia, cerdas serta berilmu tinggi juga putri-putrinya dan dua jenderalnya. Dia Bensurdatu akhirnya menemukan penginapan para jenderal dan membayar hutang-hutang mereka. Mereka bertiga selanjutnya melakukan perjalanan bersama-sama sementara para pelayan jendral disuruhnya pulang kembali ke kerajaan.

Di padang gurun, mereka menemukan sebuah rumah dan memohon untuk tinggal walaupun hanya satu malam saja. Wanita tua pemilik rumah mengatakan kepada mereka bahwa tiga anak-anak perempuan yang berpakaian sangat indah mungkin anak Raja atau saudagar kaya telah dibawa oleh awan tebal, dan wanita tua itu pun tahu anak-anak tersebut ditahan dua Raksasa dan ular berkepala tujuh, semuanya mereka hidup di bawah sungai. Para jenderal ingin pulang ke kerajaan setelah mendengar cerita tersebut, tetapi Bensurdatu berkata dengan sangat tegas, lalu mengajak mereka ikut serta.

Esok harinya, mereka pergi dan terus berjalan tanpa merasa lelah walaupun perjalanan yang mereka tempuh sangatlah berat dan sampailah mereka di bibir sungai tempat tujuan. Telah menjadi kebiasaan yang lebih tua umurnya selalu bersikeras yang pertama mencoba. Karena itulah dia sang jendral yang umurnya tertua masuk ke dalam jurang yang pertama kalinya. Mereka menurunkannya memakai tali panjang dan mengikatnya, lalu memberinya bel berdering ketika dia ingin ditarik kembali ke atas, namun dia tidak berani lanjut ke dalam, keberanian dengan cepat hilang dan bel pun berdering.

Jendral yang kedua pun bernyali pengecut, beberapa lama di tengah perjalanan dia pun membunyikan bel, lalu naik dengan alasan yang sama dia akan kembali turun setelah tenaganya pulih kembali. Kemudian mereka menurunkan Bensurdatu, dia turun sampai di dasar jurang sungai, lalu dia datang ke tempat salah satu ruangan dimana Raksasa tidur, dan sang putri bungsu berdiri di depannya. Sang putri dengan cepat menyembunyikan dia, dan mengatakan kepadanya bahwa "Raksasa bisa mencium bau seorang manusia walaupun dia dalam keadaan tertidur." Dengan cepat Bensurdatu memotong kepala Raksasa yang akan terbangun dari tidurnya itu.

Sang putri memberi Bensurdatu sebuah mahkota emasnya. Dia lalu menunjukkan sebuah pintu ruangan Raksasa berikutnya, dimana dia akan membunuh kembali Raksasa yang menahan saudaranya yang kedua, dan putri kedua juga memberikan mahkota emasnya setelah sang Bensurdatu membunuh raksasanya. Kini dia telah mendapatkan dua mahkota kemenangan, lalu dia melanjutkan untuk membunuh ular berkepala tujuh, dia harus membunuhnya sementara itu dia harus sangat waspada sekali karena sang ular ini selalu terjaga dari mata kepala yang lain. Tetapi dengan kesaktiannya dia dapat menyelesaikan tugas ketiga ini dengan sangat baik, seperti putri yang pertama dan kedua, putri sulung pun memberikan mahkotanya.

Setelah selesai membunuh tiga penjahat, kemudian sang Bensurdatu mengikat satu persatu putri untuk naik ke permukaan. Bensurdatu kini tinggal sendirian di dasar sungai menunggu tali untuk naik ke atas, namun tali tidak kunjung datang. "Para jenderal telah berkhianat," mereka tidak akan menurunkan tali untuk Bensurdatu dan mengancam ketiga putri untuk membunuhnya jika mereka tidak berkata sesuai yang diinginkannya. Serta untuk mengatakan bahwa merekalah berdua yang telah menyelamatkannya. Sang Raja Percaya saja atas kebohongan dua jendral ini, dan Raja setuju untuk menikahkan dua putrinya yang tertua dan putri yang kedua untuk para jenderal sementara sang putri bungsu belum mendapatkan pasangan.

Dalam penantian yang lama untuk seutas tali akhirnya Bensurdatu tahu para jendral telah berkhianati kepada dirinya, akhirnya dia pun mencari tempat untuk istirahat tidur dan memulihkan tenaganya yang telah terkuras melawan para penjahat. Dan pada pagi harinya ketika dia bangun dari tidurnya, Bensurdatu melihat sebuah tas. Ketika itu dia mengambilnya dan membuka isinya, ternyata tas tersebut adalah tas ajaib, sang tas lalu bertanya kepadanya apa yang dia inginkan darinya, dia hanya ingin menyelamatkan dirinya. Dia ingin tas membawanya ke permukaan dan memberinya sebuah kapal mewah untuk dia berlayar ke kota Raja.

Raja ingin menikahi dia untuk putri bungsunya, tetapi dia menolak. Dia bertanya kepada sang Raja, "apakah yang dikatakan para jendral sehingga mereka akan dinikahkan dengan para putri Raja," kata Bensurdatu. Dia para jendral mengatakan semua kebohongan, dan dia Bensurdatu menceritakan pengalaman yang sebenarnya tatkala menyelamatkan para putri dengan bukti tiga mahkota emas yang dibawanya. Raja pun sangat marah lalu dua jendral tersebut diasingkan, para jenderal akhirnya tidak jadi menikahi putri Raja. Dan Bensurdatu untuk putri bungsunya kini hidup bahagia dan akhirnya menjadi Raja berikutnya yang Bijak. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Anak Lelaki Pelukis Kucing - Dongeng Jepang

Courtesy of Heno Airlangga
dongeng anak dunia - Seorang keluarga petani memiliki banyak anak, semua anak-anaknya bekerja keras membantunya mengolah lahan pertanian di pertenakkannya, kecuali anak bungsunya. Si kecil yang lemah hanya mampu tertarik untuk merancang gambar-gambar kucing, tenaganya tidak sanggup untuk membantu mengerjakan lahan pertaniannya karena keterbatasan tenaganya. Dia sang ayah memutuskan terhadap sang anaknya yang tidak cocok untuk menjadi seorang petani, lalu mengirim anaknya ke sebuah kuil untuk belajar dengan seorang imam yang terkenal. Anak itu menghabiskan seluruh waktunya menggambar kucing dari pada belajar, sehingga imam mengatakan kepadanya bahwa dia lebih cocok untuk menjadi seorang seniman dan dia harus kembali ke rumahnya. Saat dia mengirimkan sang anak pulang, dalam perjalanan sang imam memperingatkan anak itu, "Hindari tempat-tempat besar di malam hari dan Jaga dirimu ke tempat-tempat yang lebih kecil," kata sang imam menasihatinya.

Namun di tengah perjalanan pulang dia merasa malu untuk kembali kerumahnya, anak itu memutuskan untuk tidak kembali ke peternakan ayahnya. Dia lalu melakukan perjalanan ke kuil lain dengan harapan dia bisa meminta tempat penampungan untuk tidur malam hari itu, tidak menyadari semua imam yang tinggal di sana memiliki cerita panjang yang telah berlalu. Mereka semua telah di usir dan sebagian telah dibunuh oleh raksasa goblin-tikus. Ketika anak itu tiba di kuil dia mendapati kuil telah kosong sepi dari penghuni. Dia hanya menemukan tempat yang sepi, karena waktu telah menjelang malam dia memutuskan untuk menempelkan gambar-gambar kucing hasil karyanya di dinding kuil. Lalu sesaat dia mulai merasa lelah, dia masih ingat kata-kata imam tua itu dan lalu dia naik ke dalam lemari kecil untuk segera pergi tidur.

Selama malam menjelang dia mendengar suara mengerikan, jeritan-jeritan perjuangan dan mempertahankan diri suara-suara hewan. Dan ketika pagi hari datang, akhirnya dia turun dari tempat tidurnya dengan melihat-lihat keluar, dia menemukan mayat raksasa goblin-tikus. Saat dia bertanya-tanya dalam hatinya siapa yang bisa membunuh sang raksasa, dia melihat bahwa semua kucingnya sekarang telah memiliki darah di mulut mereka masing-masing. Lalu kemudian dia dipuji sebagai pahlawan yang telah mengalahkan raksasa jahat, dan akhirnya dia terkenal menjadi seorang "Artis Seniman Besar" yang hanya tertarik untuk melukis gambar kucing, sang ayahnya, "bapak petani" menjadi sangat bangga kepada anaknya yang telah menjadi orang hebat yang sangat terkenal. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Share:

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...