Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Wednesday, May 4, 2016

Keong Emas - Dongeng Indonesia

Courtesy of play.google.com
dongeng anak dunia - Zaman dahulu kala di sebuah kerajaan hiduplah dua orang putri yang sangat cantik dan mempesona, dialah sang putri Candra Kirana dan putri Dewi Galuh.

Kedua putri Raja Daha hidup dengan sangat bahagia namun ada dua sifat mengenai putri tersebut, putri Candra Kirana hatinya sangat bersih dan lembut serat baik sekali, namun berbeda dengan sifat yang dimiliki adiknya putri Dewi Galuh dia orangnya sangat keras keinginannya, inilah dua pribadi yang berbeda antara mereka.

Dan pada suatu hari Kerajaan Daha kedatangan tamu agung seorang Pangeran yang sangat tampan sekali yang akan melamar putri yang bernama putri Candra Kirana yang cantik.

Raden Inu Kertapati nama pangeran tampan ini adalah anak raja dari Kerajaan Kahuripan resmi bertunangan dengan Putri Candra Kirana yang cantik lembut dan baik hati putri Raja Daha yang bernama Raja Kertamarta.  

Namun Dewi Galuh merasa iri dengan pertunangan yang telah resmi dilaksanakan antara kakaknya dengan Raden Inu Kertapati.

Dia pun pergi ke tempat orang pintar yang bernama nenek sihir yang mempunyai ilmu sihir yang sangat sakti sekali.

Dia meminta sang ahli sihir nenek sihir untuk merubah Candra Kirana menjadi binatang yang sangat dibenci Raden Inu Kertapati.

Sang nenek sihir mengubah Candra Kirana menjadi keong emas yang sangat menjijikkan dan dibuang ke suatu sungai.

Tersebutlah sang nenek yang sedang menjala ikan mendapatkan keong emas yang ikut tersangkut dalam jalanya ketika menjala ikan di sungai dan sang nenek membawa keong emas lalu disimpanlah dalam tempayan yang cukup besar ukurannya.

hari esoknya sang nenek yang rajin ini kembali ke sungai untuk menjala ikan kembali namun nasib tidak berpihak kepadanya, dari pagi sampai sore dia tidak mendapatkan hasil tangkapan jalanya.

Akhirnya karena hari telah menjelang sore dia pun memutuskan untuk pulang saja ke rumahnya dan alangkah terkejutnya karena di rumah telah tersedia makanan yang sangat enak dan lezat-lezat.  

Dan hari selanjutnya si nenek menemui hal-hal yang sama terjadi kalau dia pulang ke rumah sudah pasti makanan enak telah tersaji rapih di atas meja makan.

Penasaran sekali akhirnya dia pun pura-pura pergi seperti biasanya ke sungai untuk mencari ikan dengan jala telah tertenteng di tangannya.

Sesaat kemudian langkah kakinya diputar balik lagi ke rumahnya, lalu sang nenek mengintip dari lubang yang terdapat di bilik rumahnya yang bolong ke dalam ruangan rumahnya.

Hatinya sangat kaget dan terkejut sekali ternyata keong emas itu telah berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik sekali.

Keong Emas menjelma menjadi putri Candra Kirana kembali dalam wujub yang sebenarnya, gadis tersebut langsung saja memasak serta merta dia pun menyiapkan semuanya di atas meja makan yang terdapat di dapur rumah sang nenek.

Dengan rasa terkesimak dan terdorong rasa penasaran sang nenek masuk ke dalam rumah menghampiri sang putri cantik.

"Hai putri cantik siapakah sebenarnya engkau ini?" tanya sang nenek.

"Oh! saya adalah seorang putri dari Kerajaan Daha namun saya telah menjadi korban iri dengki dari saudari kandung saya sendiri yang telah mengutus seorang nenek sihir yang jahat menjadi keong emas," katanya.

Dan setelah pertanyaan sang nenek terjawab, sang putri Candra Kirana kembali berubah menjadi keong emas, sang nenek hanya terdiam setengah tidak percaya akan kejadian yang barusan dialaminya.

Disisi lain kehidupan yang sedang dijalani oleh sang kekasih tunangan sang putri Candra Kirana pengeran Inu Kertapati yang di rundung duka setelah putri menghilang dari istana tidak tentu rimbanya seperti di telan bumi.

Dan dia pun sang pangeran keluar dari istana kerajaan Kahuripan menyamar menjadi rakyat jelata yang sedang mengembara.

Nenek sihir yang ilmunya sakti pun tahu tujuan sang Pangeran akhirnya mengubah dirinya manjadi burung Gagak yang bisa bicara kepada sang pangeran yang sedang mencari sang kekasih putri Candra Kirana.

Namun sang burung gagak yang berniat jahat memberi petunjuk yang salah dia membawa sang pangeran ke arah lain yang berlawanan jauh dari keberadaan tempat sang kekasih, sang burung gagak berniat mencelakai sang pangeran.

Kehidupan manusia semua yang ada di alam ini telah digariskan sang pencipta yang Maha Bijaksana kita hanya berusaha, yang di ataslah penentu yang terbaik semua makhluknya, demikian pula yang akan terjadi dengan sang pangeran.

Di dalam perjalanan kali ini yang disalah arahkan sang nenek sihir yang ingin mencelakainya dia bertemu seorang kakek yang sedang kelaparan di pinggir jalan yang sedang dilaluinya.

Dengan hati yang sangat tulus pangeran segera saja memberikan sang kakek bekal makanan perjalanan semuanya yang dia punya karena rasa kasihan terhadap orang tua yang sedang membutuhkan pertolongan.

Namun sebenarnya sang kakek adalah orang yang sangat sakti dan baik hati dia telah tahu apa yang sedang dialami sang pangeran yangbaik hati ini.

Dengan satu kali pukulan telak sang kakek menghajar burung gagak jahat yang akan mencelakai sang pangeran seraya berkata, "Enyahlah kau dari dunia ini dan jangan pernah menggangu lagi kehidupan pangeran ini!"

Sang kakek akhirnya memberi tahu di mana adanya sang putri yang menjadi tunangan sang pangeran, "Pergilah pangeran ke desa Dadapan, disitulah sang putri kini berada, pangeran hanya perlu memutar balik jalan yang sedang pangeran tempuh," setelah berkata demikian sang kakek sakti lenyap dari pandangan.

Sang pangeran kembali berjalan melanjutkan pengembaraan, sekarang dia berjalan menurut pentunjuk sang kakek sakti yang telah menghajar burung gagak jelmaan sang nenek sihir yang telah tewas di pukul tangan sakti sang kakek.

Berhari-hari berlalu sang pangeran berjalan tiada mengenal lelah, dia yakin apa yang menjadi tujuannya selama ini semenjak dia keluar melangkahkan kaki dari istana dalam rangka mencari sang kekasih akan berhasil bertemu dengannya.

Sang pangeran pun akhirnya sampai di sebuah desa yang disebut desa Dadapan yang menjadi petunjuk sang kakek sakti yang baik hati yang telah menolongnya.

Rasa haus dan perbekalan yang sudah habis, memaksa sang pangeran untuk mampir di sebuah rumah gubuk penduduk desa itu.

Dan ketika masuk di rumah tersebut, jantung seperti mau copot melihat sang kekasih tercinta putri Candra Kirana sedang berada di rumah gubuk tersebut sedang memasak.

Sang putri kini telah kembali, kutukkan sihir sang nenek jahat telah hilang bersama perjumpaan dengan sang pangeran yang menjadi harapan hidupnya.

Akhirnya sang putri dan sang nenek yang baik hati, dibawa keistana kerajaan.

Mereka pun akhirnya bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada sang putri Candra Kirana kepada sang raja Daha Kertamarata.

Betapa terkejutnya sang Baginda mendengar semua yang telah terjadi selama ini dan dia berjalan menghampiri sang putri Dewi Galuh untuk memberikan hukuman.

Namun sang putri telah tahu dan sebelum sang Ayahanda bertemu dengannya dan memberikan hukuman, dia telah pergi melarikan diri masuk ke dalam hutan belantara dan tidak pernah kembali.

Selang beberapa hari pesta pun segera digelar, resmilah kini sang pangeran Inu Kertapati putra dari kerajaan Kahuripan menjadi suami syah sang putri cantik Candra Kirana Putri dari kerajaan Daha.

Mereka kini hidup bahagia sampai akhir hayat memisahkannya. Sabar dan selalu berusaha adalah kunci menuju kebahagiaan atau keberhasilan yang nyata. Sekian.

Wasalam,
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca Juga : Rapat, Bagaimana Mengaturnya?!
Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...