Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Sunday, August 29, 2021

Kisah Maui dari Moana - Dongeng Amerika

 

courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Suatu hari Maui berkata kepada keempat saudara laki-lakinya, "Ayo kita memancing laut hari ini, disana kita bisa mendapatkan ikan yang banyak dan besar. Karena kalau di tepi pantai, kita hanya mendapat ikan yang sedikit dan kecil."

"Baik, ayo kita berangkat" kata saudara laki-lakinya. Mereka adalah para nelayan yang baik dan sangat berambisius untuk mendapatkan ikan yang besar. Akhirnya, mereka semua melompat ke kano dan mulai mendayung. Ketika mereka sudah jauh ke laut dan tidak bisa lagi melihat daratan, Maui melompat ke ujung sampan. Dia mengeluarkan kail pancing ajaibnya. Ketika saudara laki-lakinya melihat ke depan, dia melemparkan kail ke sisi sampan. Kailnya tenggelam jauh ke dalam air laut yang biru.

Tidak lama kemudian, setelah kail ajaib itu sudah berada di dasar laut. Maui menarik pelan tali pancingnya. Dia berteriak, "Lihat tarikan itu? Aku pasti sudah menangkap ikan yang sangat besar! "

"Yaaa, aku melihatnya!" kata seorang saudara Maui.

"Itu ikan yang kau tangkap!" kata yang lain.

"Ayo dayung kano ini dengan keras agar kita bisa menarik ikan yang besar ini ke atas permukaan laut !

Saudara-saudara Maui mendayung dengan sekuat tenaga. Mereka mendayung begitu keras, akan tetapi bukan ikan yang mereka tarik, namun sebuah daratan dari dasar laut. Di belakang mereka, pulau demi pulau muncul dari laut ke permukaan laut!

Legenda mengatakan begitulah cara Maui membuat pulau-pulau, tempat tinggal orang-orang sekarang.

Maui Menangkap Matahari

Suatu hari, Maui ingin melihat bagaimana kehidupan orang-orang yang tinggal di pulau tersebut. Tapi apa yang dia lihat di sana membuatnya terkejut. Hidup mereka sangat sulit. Maui bertanya-tanya mengapa kehidupan di pulau ini sangat singkat dan cenderung gelap. Tidak ada aktifitas yang dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di pulau tersebut, seperti bekerja dan memasak makanan. Bahkan, untuk menjemur selimut seharian saja, selimut itu masih tetap basah.

"Aaahh,, matahari bergerak terlalu cepat, sampai-sampai orang-orang yang tinggal di pulau ini hanya dapat merasakan sinar matahari sebentar saja." Kata Maui.

Maui bingung bagaimana caranya untuk memperlambat matahari itu?

Dia bertanya pada saudara laki-lakinya. Dia bertanya pada adiknya Hina. Dia bertanya kepada orang lain yang dia kenal.

"Kamu pikir kamu siapa, Maui? Tidak ada yang bisa memperlambat maupun menangkap Matahari!" Kata saudara laki-lakinya.

"Kamu tahu betul bahwa Matahari itu terlalu besar, terang dan panas untuk dihentikan oleh siapa pun."

Tetapi saudara perempuan Maui yaitu Hina, tidak mengatakan hal-hal sependapat dengan mereka. Dia memotong rambut panjangnya. Dia mengikat rambut itu menjadi tali dan memberikannya ke Maui. Dari tali itu, Maui membuat tali penjerat raksasa.

Malam itu, Maui membawa tali penjerat-nya ke gunung tertinggi di pulau Hawaii. Gunung itu dulunya adalah gunung berapi yang aktif. Beberapa tahun yang lalu gunung tersebut telah meletus dan mengeluarkan banyak lahar panas. Ketika gunung berapi tidak aktif lagi, sebuah kawah besar terbentuk di puncak gunung. Dan kawah itu adalah tempat Maui berencana untuk menangkap Matahari.

Di dekat kawah Maui menunggu, dengan sangat diam. Dia menyembunyikan tali penjerat di belakangnya, agar tidak terlihat. Saat Matahari terbit, ia mulai berpacu melintasi langit dengan sangat cepat. Saat Matahari sudah berada di atas puncak gunung. Maui yang berani melemparkan tali penjerat itu ke matahari. Talinya terikat sangat kencang! Matahari mencoba untuk melepaskan tali tersebut namun gagal.

"Lepaskan aku dari ikatan tali ini!" teriak matahari.

"Tidak!" kata Maui. "Kamu bergerak terlalu cepat. Hal itu membuat hari-hari terlalu singkat bagi manusia yang tinggal di bawah. "

"Siapa peduli? Keluarkan aku dari sini! " Kata matahari.

"Tidak!" kata Maui dengan suara lantang. "Aku sangat peduli! Kamu harus tetap di sini, di atas kawah ini! "

Dia menarik tali penjerat itu dengat sangat erat. Namun dalam hati Maui berkata bahwa dia tidak tahu berapa lama lagi dia bisa bertahan. Benar, tali penjerat-nya lebih kuat dari tali mana pun di seluruh penjuru negeri. Tapi dia tidak tahu berapa lama lagi tali penjerat yang dibuat dari rambut saudara perempuannya bisa bertahan sebelum sinar matahari yang panas membakarnya.

Matahari mencoba bergerak lagi, tetapi tidak bisa.

"Oh, baiklah!. Kurasa aku bisa melambat sedikit, tapi hanya untuk setengah tahun ini saja." Kata matahari.

Akhirnya, Maui dan Matahari mencapai kesepakatan. Selama setengah tahun, Matahari bergerak lambat. Hari-hari itu akan panjang, dan itu akan menjadi musim panas. Selama setengah tahun atau enam bulan, matahari bisa berlari secepat yang diinginkannya dan itu akan menjadi musim dingin.

Begitulah cara Maui membuat hari-hari lebih panjang bagi penduduk pulau tersebut. Akhirnya, mereka dapat melakukan aktifitas yang bisa mereka lakukan. Mereka bisa makan malam dan istirahat. Buah-buahan di pohon pun tumbuh besar dan manis.

Sekian

Source : click disini

Share:

Wednesday, August 18, 2021

Bulu Singa dan Bulu Unta - Dongeng Inggris

 

courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Mama Ostrich sangat senang dan bahagia karena telurnya telah menetas dan memiliki dua anak burung unta.

Suatu hari, ketika Mama Burung Unta pulang dari mengambil makanan untuk dua anak burung unta kesayangannya, dia mencari kesana kemari tapi tidak ada di mana pun!

Lalu, Mama burung unta melihat jejak singa di tanah! Dan tepat di sebelah jejak singa itu ada jejak anak burung untanya yang berkaki dua! rasa takut menghantuinya, Mama Burung Unta mengikuti jejak kaki singa, dia harus menemukan anaknya.

Jejak itu mengarah ke hutan dan berakhir di sebuah gua. Mama Ostrich melangkah masuk ke dalam lubang gua dan melihat ada anak-anaknya yang tersayang di dalam pelukan Mama singa!

"Apa yang kamu lakukan dengan anak-anakku?" seru Mama Burung Unta. "Kembalikan mereka padaku sekaligus!"

"Apa maksudmu kalau anak burung unta ini adalah anakmu?, sudah jelas anak-anak burung unta ini adalah anakku" Mama Singa mengangkat kepalanya dan menggeram.

"Sama sekali tidak terlihat mirip, anak-anak burung unta lebih mirip denganku karena aku juga burung unta, sedangkan kamu adalah singa" kata Mama Burung Unta.

"Jika memang begitu, panggil binatang apa pun yang dapat menatap mataku dan memberi tahu aku bahwa anak-anak ini bukan anakku. Lakukan itu dan aku akan mengembalikannya padamu." Mama Singa mengangkat kepala singanya yang besar dan mengaum dengan liar.

Mama Ostrich dengan cepat lari ke hutan. Dia memberi tahu pada semua hewan bahwa dia mengadakan pertemuan untuk membicarakan kejahatan yang dilakukan singa terhadapnya.

Mama Ostrich datang ke rumah luwak dan menceritakan kisah sedihnya, luwak berpikir dan dia punya ide.

Luwak berkata, mama ostrich harus pergi ke sarang semut yang berada di dalam hutan. Bukit semut tersebut sangat tinggi, dia harus menggali lubang di depan sarang semut itu.

"Mengapa aku melakukan hal itu?", kata Mama Burung Unta.

"Dengar, lubang itu harus ada di belakang sarang semut, di mana tidak ada yang bisa melihatnya. Ketika kamu selesai menggali lubang itu, kamu harus memberi tahu semua binatang di hutan termasuk Mama Singa juga untuk datang ke sarang semut itu saat matahari terbenam." Kata Luwak.

Lalu, Mama Burung Unta pergi ke sarang semut dan menggali lubang. kemudian setelah selesai menggali, Dia pergi untuk memberitahu semua binatang untuk menemuinya di sana saat matahari terbenam malam itu juga.

Ketika semua hewan berada di sarang semut, dia memberi tahu semua hewan bahwa Mama Singa telah mengambil anak-anaknya. Zebra dan antelop dan semua hewan lainnya memandangi anak-anak burung unta yang dipegang oleh Mama Singa, dan mereka mengangguk.

Tetapi ketika Mama Burung Unta berkata bahwa dia hanya membutuhkan satu hewan untuk menatap mata Mama Singa dan mengatakan kepadanya bahwa dia bukan ibu dari anak-anak burung unta, semua hewan dalam pertemuan itu tidak ada yang berani menatap mata mama singa karena takut. Setiap hewan ditanya satu per satu, dengan suara yang pelan dan lembut mereka mengatakan bahwa anak-anak tersebut milik Mama Singa.

Lalu tiba-tiba Luwak datang dan dia berteriak, "Pernahkah kamu melihat mama berbulu dengan bayi yang berbulu? Pikirkan apa yang Anda katakan! Mama Singa memiliki bulu halus dan lebat! sedangkan Anak burung unta memiliki bulu sayap! Mereka milik burung unta!"

Kemudian Luwak melompat ke dalam lubang di depan sarang semut. Dia terus berlari ke bawah lubang yang dia tuju, ke tempat keluarnya di belakang sarang semut, dan dengan cepat dia lari ke hutan sebelum ada yang bisa melihatnya berlari. Mama Singa mencoba melompat mengejarnya ketika Luwak telah melompat ke dalam lubang, tetapi dia terlalu cepat. Dan ketika Mama Singa mengejar Luwak, kedua anak burung unta itu dibebaskan! Lalu, mereka berlari tepat ke sayap ibu mereka yang terbuka.

Mama Singa tidak tahu tentang lubang di balik sarang semut, Mama Singa hanya mondar-mandir di lubang sarang semut. Hewan-hewan lain di pertemuan itu dengan hati-hati melangkah pergi satu per satu.

Dan Mama Singa dibiarkan menunggu di depan sarang semut untuk waktu yang sangat lama.

Sekian.

Source : click disini

Share:

Thursday, July 15, 2021

Domba Babi dan Serigala Jahat - Dongeng Inggris

 

courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Pada suatu waktu, ada seekor domba jantan dengan tanduk yang besar dan domba jantan itu tinggal di sebuah peternakan. Setiap pagi, seorang gadis datang ke kandang domba dan memberinya banyak makanan. Domba dipeternakan tersebut hidup sangat bahagia.

Suatu pagi, gadis itu datang ke kandang domba. Dia memberi makanan lebih banyak daripada sebelumnya dan berkata, "Makanlah yang banyak, karena kamu tidak akan lama lagi di sini. Aku akan melihatmu di tempat yang lain yaitu di piring makan keluargaku!"

Apa yang bisa dilakukan domba tersebut? Dia hanya bisa makan dan makan sampai dia tidak bisa makan lagi. Kemudian dia membenturkan kepalanya dengan sangat keras ke pintu kandang. Dia mendorong pintu itu dengan begitu keras sehingga terbuka lebar, dan dia keluar! Domba tersebut tahu ke mana dia harus pergi, dia akan pergi ke pertanian di sebelah tempat tinggal temannya, yaitu seekor Babi. "Babi itu pintar," kata Domba. "Dia akan tahu apa yang harus dilakukan."

"Selamat siang, teman!" kata Babi, ketika dia melihat Domba.

"mungkin hari ini hari yang baik untukmu," kata Domba. "Tapi ini bukan hari yang baik untukku."

"Kenapa bisa seperti itu?" kata Babi.

"Aku baru saja dapat berita yang sangat buruk," kata Domba. "Aku tahu mengapa aku diberi makan dengan sangat baik di peternakan tempatku tinggal."

"Kenapa?" kata Babi.

"Aku diberi makan dengan baik karena nantinya aku akan dijadikan makanan di piring makan mereka!" kata Domba.

"Apakah benar seperti itu?" kata Babi.

"Iya benar!. Aku dengar sendiri pagi ini dari gadis yang membawakan makananku. Tolong beri tahu aku, apa yang harus aku lakukan?" kata Domba.

"Kalau memang benar begitu beritanya di peternakanmu, Pasti di peternakanku akan begiru juga. Kita harus pergi harus pergi ke hutan. Mari kita bangun rumah di hutan untuk kita tinggali dan kita akan menjaga diri kita sendiri." Kata Babi.

"Ya, ayo kita pergi dari disni!" kata Domba. Dan mereka berduapun berangkat menuju hutan.

Saat mereka sedang berjalan, mereka bertemu dengan seekor angsa di salah satu peternakan yang lain.

"Selamat siang, Domba dan Babi," kata Angsa, "mau kemana kalian berdua?"

"Selamat siang juga Angsa," kata Domba. "Kami dapat berita buruk tentang mengapa kami diberi makan dengan baik di peternakan. Kami akan pergi ke hutan untuk mencari tempat tinggal yang baru."

"Ohhh begitu. Jika memang benar, dipeternakan tempatku tinggal juga sama seperti di peternakan kalian. Bolehkah Aku ikut dengan kalian ke hutan?" kata Angsa.

"Yah, tentu saja boleh" kata Babi, "kita sama-sama membangun rumah untuk kita tinggali."

Lalu, merekapun berjalan meninggalkan peternakan mereka masing-masing dan pergi menuju hutan.

Ketika mereka hampir sampai di hutan, mereka bertemu dengan seekor kelinci yang melompat keluar dari hutan.

"Selamat siang," kata Kelinci. "Mau kemana kalian bertiga?"

"Selamat siang teman Kelinci," kata Domba. "Kami terlalu banyak makan di peternakan, dan sekarang kami tahu alasan mengapa majikan kami melakukan hal seperti itu. Kami akan pergi ke hutan dan akan membangun rumah untuk kami bertiga."

"Apakah itu benar?" kata Kelinci. "Setiap musim panas, rumah yang baik bagiku adalah semak-semak. Tetapi di musim dingin seperti ini Aku tidak bisa tinggal di semak-semak karena akan sangat dingin, bolehkan Aku ikut dengan kalian bersama-sama membangun rumah yang hangat."

"Tapi bisakah kamu ikut membantu membangun rumah?" kata Babi.

"Aku bisa melakukan lebih dari itu!" kata Kelinci. "Dengan gigiku ini, Aku bisa mengunyah kayu menjadi pasak. Dengan cakar Aku, Aku bisa mendorong pasak ke dinding. Gigi dan tanganku adalah alat yang baik dan seperti yang banyak orang katakan, alat yang baik menghasilkan pekerjaan yang baik.'"

Ketika mereka sedang berjalan sambil tertawa dan bahagia, mereka bertemu dengan seekor ayam jantan.

"Selamat siang," kata Ayam. "Kalian semua sepertinya sangat senang sekali. Kalian mau pergi kemana?"

"Ya benar, tapi di rumah kami diberi makan terlalu banyak. Sekarang kami baru tahu mengapa diberi makan dengan baik di peternakan, jadi kami pergi ke hutan. Kami akan membangun rumah di hutan untuk kami tinggali" kata Domba. 

"Kalu begitu, bolehkah Aku iktu bergabung dengan kalian?" Kata Ayam Jantan.

"Kami tahu kalau kamu memiliki suara yang sangat keras, tetapi sepertinya kamu tidak bisa membantu apa-apa sehingga kami harus mengatakan 'tidak.' "

"Oh, tapi dengarkan aku!" kata Ayam. "Rumah tanpa anjing atau ayam jantan adalah rumah tanpa jam. Aku bangun pagi, dan akan memastikan semua orang bangun untuk bekerja maupun beraktifitas."

"Baik kalau begitu, tetapi kamu harus tahu kalu Babi selalu tidur paling nyenyak.

Akhirnya, mereka semua berangkat ke hutan dan tidak lama mereka menemukan tempat yang sangat bagus. Dan di sana mereka berhenti untuk membangun rumah mereka.

Babi memotong kayu dan Domba membawanya pulang. Kelinci mengunyah kayu dan mendorong pasak ke dinding dan atap. Angsa mengambil lumut dan menempelkannya di antara batang kayu. Ayam jantan akan berkokok dipagi hari sehingga tidak akan ada yang bangun kesiangan.

Akhirnya rumah merekapun sudah siap untuk ditinggali.

Domba berkata, "Memang, lebih baik melakukan perjalanan ke barat maupun ke timur, tetapi bagaimanapun juga, rumah sendirilah yang terbaik untuk ditinggali."

Perlu kalian tahu bahwa didalam hutan tersebut terdapat sarang. Di sarang itu hidup dua serigala abu-abu. Salah satu serigala berkata kepada yang lain, "Lihat! Ada sebuah rumah baru disana!" "Ah!" kata serigala yang lain. "Siapa yang mendirikan rumah baru yang sangat dekat dengan tempat tinggal kita?".

Salah satu serigala penasaran dan pergi ke rumah baru itu. Sesampainya dirumah baru itu, Serigala mengetuk pintu, dengan alasan meminta madu. Setelah pintu terbuka dan baru satu kaki Serigala itu masuk di dalam pintu, Domba menabrakkannya sehingga serigala itu jatuh. Kemudian Babi mulai menggigitnya, Angsa mematuknya, dan Ayam berkokok dan berkokok. Sedangkan Kelinci, dia hanya berlari bolak-balik ke setiap sudut rumah.

Karena dikeroyok, Serigala pun berlari sangat cepat keluar rumah baru itu!

Sesampainya dirumah atau sarang Serigala, Serigala lainnya berkata, "Mana madunya?, Aku tidak melihat kamu membawa madu."

"Jangankan membawa madu, Aku bisa keluar dari rumah baru itu saja sudah beruntung!" Kata Serigala sambil terengah-engah.

"Ada makhluk yang mengerikan yang tinggal di rumah itu! Begitu aku masuk ke dalam, salah satu dari mereka menabrakku hingga Aku terjatuh. Ada dua monster yang memukuli dan mencubitku. Pasti ada pemburu di sana dan aku juga mendengar ada suara kaki berlari seperti sedang mencari senjata. Beruntunglah aku karena dia tidak menemukannya! Jika dia berhasil menangkapku, aku yakin aku tidak akan pernah keluar hidup-hidup!"

Serigala tersebut tidak tahu yang tinggal disitu siapa karena dia tidak sempat melihat.

Semenjak kejadian itu, Serigala tidak pernah berkunjung ke rumah baru itu. Lalu Domba, Babi, Angsa, Ayam dan Kelinci hidup damai dirumah baru itu dengan penuh kebahagiaan.

Sekian.

Source : click disini

Share:

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...