Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Wednesday, September 15, 2021

Cerita Pesta Beruang - Dongeng Amerika

 

courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Dahulu kala ada seorang lelaki tua yang tinggal di Alaska, dia tampak terlihat sedih. Semua teman dan keluarganya telah lama pergi. Dia mulai bertanya-tanya apakah dia harus meninggalkan desa dan memulai hidup baru di tempat lain.

"Jika aku tinggal di tempat baru, setidaknya Aku tidak akan berada di sekitar semua kenangan ini lagi," pikirnya. Tetapi dia juga khawatir, "Jika Aku mendayung ke desa lain dan orang-orang di sana melihat bahwa Aku sendirian, mereka mungkin berpikir bahwa Aku melarikan diri dari desa asalku karena Aku dituduh melakukan sesuatu yang memalukan." Sebaliknya, dia berpikir bahwa dia akan pergi dan tinggal di hutan sendirian.

Pria malang itu sangat sedih, bepergian sendirian di hutan, dia benar-benar berpikir untuk pergi ke sarang beruang dan membiarkan beruang tersebut membunuhnya lalu memakannya. Sarang beruang berada di tepi sungai salmon yang besar, lalu dia pergi ke sungai itu pagi-pagi sekali sampai dia menemukan jejak beruang, dan dia berbaring di ujungnya. Dia berpikir bahwa ketika beruang keluar di sepanjang jalan ini, mereka akan menemukannya, dan itu akan menjadi akhir dari hidupnya.

Perlahan-lahan, saat dia berbaring di sana, dia mendengar suara langkah kaki di semak-semak. Kemudian sejumlah beruang grizzly yang besar datang. Beruang terbesar memimpin beruang lainnya. Kemudian orang tua itu menjadi takut. Tiba-tiba, dia menyadari bahwa dia tidak ingin mati sia-sia. Saat pemimpin beruang datang kepadanya, lelaki tua itu berdiri. Dia berkata: "Aku datang untuk mengundang kalian ke pesta."

Pada saat itu, bulu pemimpin beruang berdiri tegak dan tampak seperti akan menerkamnya. Orang tua itu berpikir bahwa dia pasti akan mati, tetapi dia berkata lagi, "Aku datang untuk mengundang kalian ke pesta, tetapi jika kalian ingin membunuhku, Aku rela mati. Aku hidup hanya sendiri dan aku telah kehilangan semua keluarga dan teman-temanku."

Segera setelah dia mengatakan hal itu, sang beruang yang memimpin berbalik dan menggeram kepada beruang yang mengikutinya. Kemudian kelompok mereka kembali berbalik arah ke tempatnya. Setelah beberapa saat pria itu berbalik dan berjalan menuju desanya dengan sangat cepat. Dia bertanya-tanya apakah beruang terbesar itu telah memberi tahu beruang di belakangnya untuk kembali dan bersiap-siap karena mereka diundang ke pesta.

"Yah, kalau begitu, lebih baik aku bersiap-siap untuk membuat pesta," pikir lelaki tua itu.

Sesampainya di rumah, ia mulai membersihkan diri. Dia mengambil pasir di sekitar perapian dan menggantinya dengan pasir yang bersih. Kemudian dia pergi untuk mengambil kayu. Ketika dia memberi tahu orang lain di desanya dan apa yang dia lakukan, mereka semua sangat kaget dan ketakutan. Mereka berkata lelaki tua itu, "Apa yang membuatmu melakukan hal seperti itu? Beruang Grizzlies adalah musuh kita. Kita semua tidak ingin beruang grizzly itu berada di rumahmu."

Ketika lelaki tua itu kembali ke rumah, dia melepas bajunya dan mengecat dadanya. Dia meletakkan garis-garis merah di otot lengan atasnya, lalu di atas jantungnya, dan satu lagi di bagian atas dadanya.

Pagi-pagi sekali, setelah dia bersiap-siap, dia berdiri di luar pintu menunggu kedatangan kelompok beruang. Akhirnya dia melihat mereka di ujung sungai, dipimpin oleh beruang grizzly besar yang sama, yang berambut putih di ujungnya. Namun, ketika penduduk desa lain melihat beruang itu, mereka sangat ketakutan sehingga mereka mengurung diri di rumah. Tapi lelaki tua itu berdiri di depan pintu rumahnya untuk menerima tamunya. Dia mengajak semua beruang ke dalam rumahnya dan memberi mereka tempat duduk, dan sisanya di sekelilingnya.

Pertama, dia menyajikan nampan besar berisi cranberry yang diawetkan dengan minyak. Beruang besar itu sepertinya mengatakan sesuatu kepada teman-temannya, dan begitu dia mulai makan, yang lain mulai makan juga. Mereka mengawasinya dan melakukan apa pun yang dia lakukan. Tuan rumah mengikutinya dengan hidangan salmon, dengan taburan gulma semanggi dan dandelion di atasnya. Kemudian hidangan daging rusa dengan kacang pinus. Untuk hidangan penutup, raspberry dengan madu.

Setelah mereka selesai makan, beruang besar itu berbicara dengan tuan rumahnya si lelaki tua untuk waktu yang sangat lama. Seolah-olah pemimpin beruang itu sedang memberinya pidato ataupun nasehat. Ketika selesai, pemimpin beruang menjilati cat yang ada di lengan dan dadanya. Dan masing-masing beruang lainnya pun secara bergilir melakukan hal yang sama. Orang tua itu merasa seolah-olah mereka sedang menghapus kesedihannya.

Sehari setelah semua itu terjadi, beruang terkecil kembali ke rumah lelaki tua itu dalam wujud manusia dan berbicara dengan lelaki tua itu. Sebenarnya, ia terlahir sebagai manusia, tetapi dia ditangkap dan diadopsi oleh beruang. Beruang kecil ini bertanya kepada lelaki tua itu, "apakah kamu mengerti apa yang dikatakan pemimpin beruang", dan lelaki tua itu menjawab, "Tidak."

Lalu sang manusia beruang berkata, "Dia memberitahumu, bahwa dia berada dalam kondisi yang sama denganmu. Dia juga sudah tua dan telah kehilangan semua temannya. Dia telah mendengar tentangmu sebelum dia melihatmu, dia juga tahu rasanya ditinggalkan oleh keluarga dan teman-teman terdekat."

Lelaki tua itu bertanya kepada sang manusia beruang, "mengapa pada saat dia kesini tidak memberi tahuku?",

Manusia beruang menjawab, "dia tidak diizinkan untuk berubah menjadi bentuk manusianya dan berbicara bahasa aslinya saat berada di sekitar beruang lainnya".

Setelah itu, saat seluruh penduduk desa mengadakan pesta , mereka selalu mengundang Beruang Grizzlies besar ke pesta mereka. Dan sejak saat itu pula mereka yang dahulunya musuh kini akan menjadi teman, seperti yang dilakukan lelaki tua itu dengan pemimpin beruang.

Sekian

Source : click disini

Share:

Monday, September 6, 2021

Kisah Kumis Singa - Dongeng Afrika Timur

 

courtesy of storiestogrowby.org 

Dongeng Anak Duni - Dahulu kala di Ethiopia ada seorang wanita bernama Leeya, dia menikah dengan seorang pria yang telah memiliki seorang anak. Istrinya telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Leeya telah berusaha semaksimal mungkin untuk dekat dengan anak dari pria itu, namun sepertinya usahanya sia-sia.

Leeya menawari dan menyuapkan makanan ke anak laki-laki itu, tapi dia menolak untuk makan. Dia berbicara dengan lembut anak itu, tapi dia membuang muka dan berbalik. Dia duduk di sebelahnya, tapi dia berdiri dan berjalan pergi. Usaha Leeya untuk dekat dengan anak itu sudah berjalan selama berbulan-bulan dan Leeya tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Di desa Leeya ada seorang tabib, tabib tersebut tinggal di sebuah pegunungan. Ketika ada orang di desa yang sakit atau terluka, sang tabib selalu berkunjung dan mengobatinya. Leeya merasa selalu bisa memperbaiki masalahnya sendiri. Tapi tidak untuk kali ini. Dia membutuhkan bantuan tabib tersebut!

Saat Leeya datang ke gubuk tabib, dia melihat pintu terbuka. Dokter tua itu berkata tanpa berbalik, "Apa masalahmu, sehingga datang kemari?"

Leeya memperkenalkan dirinya dan menjelaskan tentang masalahnya.

Lalu tabib berkata, "Aku mengerti. Lalu, apa yang dapat aku bantu untuk menyelesaikan masalahmu itu?"

"Buatkan aku ramuan, jimat atau Apa pun yang dapat membuat anak tersebut dekat denganku." Kata Leeya.

Tabib itu menatap matanya sambil berkata. "Nona muda, masalahmu ini tidak sama dengan memperbaiki tulang yang patah atau menyembuhkan infeksi telinga. Aku perlu waktu untuk berpikir. Kembalilah dalam tiga hari."

Tiga hari kemudian, Leeya kembali ke gubuk tabib.

"Leeya," kata tabib itu sambil tersenyum, "Aku punya kabar baik untukmu! Ada ramuan yang akan mengubah perilaku anak itu terhadapmu. Tapi kamu harus tahu bahwa itu membutuhkan bahan khusus. Kamu harus membawakan kumis untukku dari singa yang masih hidup."

"Kumis singa?!?, Itu tidak mungkin!" kata Leeya dengan kaget.

"Kau ingin anak tirimu dekat denganmu?!. Ambilkan kumis dari singa yang masih hidup." kata tabib sambil berteriak.

Kemudian dia membalikkan badannya sambil berkata "Tidak ada lagi yang bisa kukatakan. Kamu tahu, aku orang yang sangat sibuk."

Malam itu Leeya berguling-guling. Bagaimana dia bisa mendapatkan kumis dari singa yang masih hidup?

Keesokan harinya, dia pergi keluar rumah. Di tangannya ada semangkuk nasi yang dilumuri saus daging.

Leeya pergi ke rerimbunan pohon rindang di mana jejak singa terlihat dan singa tersebut diketahui hidup. Dia berjalan ke jarak yang aman dari pepohonan yang rindang dan dengan sangat tenang meletakkan mangkuk itu di atas rumput.

Kemudian dengan tenang dan seaman mungkin, dia mundur dan pulang.

Keesokan harinya pada waktu yang sama, dia membawa semangkuk nasi lagi dengan saus daging ke gua. Ketika dia melihat mangkuk yang lama sudah kosong, dia mengambilnya dan meletakkan yang baru yang sudah terisi penuh. Lagi dan lagi dia pergi dengan tenang.

Setiap hari, dia melakukan hal itu. 1 bulan berlalu. Leeya tidak pernah melihat singa itu lagi. Tapi dia tahu dari jejak kaki di tanah bahwa singa yang memakan makanannya.

Kemudian suatu hari, dia melihat kepala singa keluar dari balik beberapa pohon. Leeya berusaha untuk tidak menatap mata singa, dia melangkah sangat lambat ke tempat yang sama seperti biasanya. Dia meletakkan semangkuk makanan baru yang penuh, mengambil mangkuk kosong, dan melangkah pergi.

Hari demi hari, kepala singa menyembul dari balik pepohonan yang semakin dekat dengan tempat dia meletakkan mangkuk. Sampai suatu pagi singa itu duduk di sebelah mangkuk kosong sambil menunggu Leeya datang membawakan mangkuk makanan yang penuh. Kali ini Leeya duduk dan menunggu disamping singa yang sedang makan. Setelah selesai, dia membelai bulunya yang tebal, seperti kucing rumahan. Dia melihat ke dalam mata singa yang lembut dan melihat bahwa sekarang singa itu telah mempercayainya.

"Sebenarnya, singa adalah makhluk yang baik jika tahu cara untuk dekat dengannya." Kata Leeya.

Beberapa saat setelah Leeya membelai bulu tebal singa, dia berfikir waktunya untuk mengambil kumis singa itu.

Keesokan harinya, dia membawa pisau kecil. Setelah dia meletakkan mangkuk makanan, dan singa mengizinkannya untuk membelai kepalanya, dia berkata dengan suara rendah, "Oh, singa tersayang! Bolehkah aku meminta satu saja kumismu yang bagus itu?"

Sambil membelai singa dengan satu tangan, dia dengan cepat memotong kumisnya dengan tangan satunya, Leeya sangat berhati-hati agar tidak melukai singa dengan.

"Terima kasih, temanku yang lembut," katanya kepada singa setelah mendapatkan kumis singa itu.

Dengan cepat, Leeya berlari ke gubuk tabib. Sambil memegang erat kumis di tangannya, dia menangis karena senang dan berkata, "Aku memilikinya! Aku memiliki kumis singa!"

Tabib bertanya kepada Leeya, "Apakah kamu mendapatkannya dari singa yang masih hidup?".

"Ya!" Kata Leeya.

"Katakan padaku, bagaimana kamu melakukannya?" Tanya tabib.

Leeya menjelaskan langkah-langkahnya.

Dengan bangga dia menyerahkan kumis singa itu. Tabib melihatnya dengan hati-hati. Kemudian dia berjalan ke api dan melemparkan kumis itu, di mana api itu langsung membakar kumis singa sampai tak tersisa.

"Apa yang telah kau lakukan?!" Leeya berkata sambil menangis karena kumis singa yang susah payah dia dapatkan terbakar sia-sia.

"Leeya, bukan kumis singa yang kau butuhkan. Katakan padaku, apakah anak laki-laki itu benar-benar lebih berbahaya daripada seekor singa? anak yang merindukan ibunya?" kata tabib sambil berteriak.

Leeya terkejut mendengarnya. Tapi dia berpikir .. mungkin? Dan pada saat dia kembali ke rumah, dia tahu apa yang bisa dia lakukan.

Sekian

Source : click disini

Share:

Sunday, August 29, 2021

Kisah Maui dari Moana - Dongeng Amerika

 

courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Suatu hari Maui berkata kepada keempat saudara laki-lakinya, "Ayo kita memancing laut hari ini, disana kita bisa mendapatkan ikan yang banyak dan besar. Karena kalau di tepi pantai, kita hanya mendapat ikan yang sedikit dan kecil."

"Baik, ayo kita berangkat" kata saudara laki-lakinya. Mereka adalah para nelayan yang baik dan sangat berambisius untuk mendapatkan ikan yang besar. Akhirnya, mereka semua melompat ke kano dan mulai mendayung. Ketika mereka sudah jauh ke laut dan tidak bisa lagi melihat daratan, Maui melompat ke ujung sampan. Dia mengeluarkan kail pancing ajaibnya. Ketika saudara laki-lakinya melihat ke depan, dia melemparkan kail ke sisi sampan. Kailnya tenggelam jauh ke dalam air laut yang biru.

Tidak lama kemudian, setelah kail ajaib itu sudah berada di dasar laut. Maui menarik pelan tali pancingnya. Dia berteriak, "Lihat tarikan itu? Aku pasti sudah menangkap ikan yang sangat besar! "

"Yaaa, aku melihatnya!" kata seorang saudara Maui.

"Itu ikan yang kau tangkap!" kata yang lain.

"Ayo dayung kano ini dengan keras agar kita bisa menarik ikan yang besar ini ke atas permukaan laut !

Saudara-saudara Maui mendayung dengan sekuat tenaga. Mereka mendayung begitu keras, akan tetapi bukan ikan yang mereka tarik, namun sebuah daratan dari dasar laut. Di belakang mereka, pulau demi pulau muncul dari laut ke permukaan laut!

Legenda mengatakan begitulah cara Maui membuat pulau-pulau, tempat tinggal orang-orang sekarang.

Maui Menangkap Matahari

Suatu hari, Maui ingin melihat bagaimana kehidupan orang-orang yang tinggal di pulau tersebut. Tapi apa yang dia lihat di sana membuatnya terkejut. Hidup mereka sangat sulit. Maui bertanya-tanya mengapa kehidupan di pulau ini sangat singkat dan cenderung gelap. Tidak ada aktifitas yang dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di pulau tersebut, seperti bekerja dan memasak makanan. Bahkan, untuk menjemur selimut seharian saja, selimut itu masih tetap basah.

"Aaahh,, matahari bergerak terlalu cepat, sampai-sampai orang-orang yang tinggal di pulau ini hanya dapat merasakan sinar matahari sebentar saja." Kata Maui.

Maui bingung bagaimana caranya untuk memperlambat matahari itu?

Dia bertanya pada saudara laki-lakinya. Dia bertanya pada adiknya Hina. Dia bertanya kepada orang lain yang dia kenal.

"Kamu pikir kamu siapa, Maui? Tidak ada yang bisa memperlambat maupun menangkap Matahari!" Kata saudara laki-lakinya.

"Kamu tahu betul bahwa Matahari itu terlalu besar, terang dan panas untuk dihentikan oleh siapa pun."

Tetapi saudara perempuan Maui yaitu Hina, tidak mengatakan hal-hal sependapat dengan mereka. Dia memotong rambut panjangnya. Dia mengikat rambut itu menjadi tali dan memberikannya ke Maui. Dari tali itu, Maui membuat tali penjerat raksasa.

Malam itu, Maui membawa tali penjerat-nya ke gunung tertinggi di pulau Hawaii. Gunung itu dulunya adalah gunung berapi yang aktif. Beberapa tahun yang lalu gunung tersebut telah meletus dan mengeluarkan banyak lahar panas. Ketika gunung berapi tidak aktif lagi, sebuah kawah besar terbentuk di puncak gunung. Dan kawah itu adalah tempat Maui berencana untuk menangkap Matahari.

Di dekat kawah Maui menunggu, dengan sangat diam. Dia menyembunyikan tali penjerat di belakangnya, agar tidak terlihat. Saat Matahari terbit, ia mulai berpacu melintasi langit dengan sangat cepat. Saat Matahari sudah berada di atas puncak gunung. Maui yang berani melemparkan tali penjerat itu ke matahari. Talinya terikat sangat kencang! Matahari mencoba untuk melepaskan tali tersebut namun gagal.

"Lepaskan aku dari ikatan tali ini!" teriak matahari.

"Tidak!" kata Maui. "Kamu bergerak terlalu cepat. Hal itu membuat hari-hari terlalu singkat bagi manusia yang tinggal di bawah. "

"Siapa peduli? Keluarkan aku dari sini! " Kata matahari.

"Tidak!" kata Maui dengan suara lantang. "Aku sangat peduli! Kamu harus tetap di sini, di atas kawah ini! "

Dia menarik tali penjerat itu dengat sangat erat. Namun dalam hati Maui berkata bahwa dia tidak tahu berapa lama lagi dia bisa bertahan. Benar, tali penjerat-nya lebih kuat dari tali mana pun di seluruh penjuru negeri. Tapi dia tidak tahu berapa lama lagi tali penjerat yang dibuat dari rambut saudara perempuannya bisa bertahan sebelum sinar matahari yang panas membakarnya.

Matahari mencoba bergerak lagi, tetapi tidak bisa.

"Oh, baiklah!. Kurasa aku bisa melambat sedikit, tapi hanya untuk setengah tahun ini saja." Kata matahari.

Akhirnya, Maui dan Matahari mencapai kesepakatan. Selama setengah tahun, Matahari bergerak lambat. Hari-hari itu akan panjang, dan itu akan menjadi musim panas. Selama setengah tahun atau enam bulan, matahari bisa berlari secepat yang diinginkannya dan itu akan menjadi musim dingin.

Begitulah cara Maui membuat hari-hari lebih panjang bagi penduduk pulau tersebut. Akhirnya, mereka dapat melakukan aktifitas yang bisa mereka lakukan. Mereka bisa makan malam dan istirahat. Buah-buahan di pohon pun tumbuh besar dan manis.

Sekian

Source : click disini

Share:

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...