Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Monday, February 15, 2016

Rusa Jantan Dan Pemburu Berkuda - Dongeng Yunani Kuno

Courtesy of fasabbih.blogspot.com
dongeng anak dunia - Dahulu kala dizaman semua binatang masih bisa bicara. Disuatu hutan yang masih banyak terdapat padang rumput yang hijau membentang. Hiduplah bermacan-macam binatang yang saling berdampingan satu sama lain. Maka tempat itu bila kita lihat dari kejauhan dan dari ketinggian puncak gunung akan terlihat seperti sebuah hamparan hijau yang menyejukkan mata yang memandangnya.

Namun apa yang terjadi dengan seekor kuda dan seekor rusa jantan dibawah sana, ternyata mereka sedang bertengkar hebat. Pertengkaran yang tidak ada yang mau mengalah, mereka saling ejek, mereka saling memaki, mereka saling memfitnah dan pada akhirnya mereka berhenti bertengkar karena kacapaian, tidak ada yang mau mengalah. Mereka berpisah ketempat kelompoknya mereka masing-masing.

Namun sang kuda yang pedendam membawa sakit hatinya pada dendam yang membakar jiwa raganya, sang kuda kini sakit hati.

"Akan kubalaskan sakit hati ini, tunggu saja waktunya!" berkata sang kuda dalam hatinya.

Sang kuda pergi berlalu tetapi bukan untuk pulang kekelompoknya melainkan pergi mencari pemburu yang biasanya berada di pinggiran hutan tersebut.

Usahanya mencari sang pemburu pun berhasil ditemui sang kuda, walaupun sangat bersusah payah dalam mencarinya. Setelah sampai dihadapan sang pemburu, sang kuda pun menyampaikan maksud kedatangannya, "aku sangat sakit hati dengan sang rusa jantan yang telah memaki-makiku, juga telah menghinaku! Maksud kedatanganku kemari hanya ingin meminta bantuan darimu!" sang kuda bertutur.

"Tentu saja aku akan membantumu, sang kuda," jawab sang pemburu. "Namun kamu juga harus menuruti, yang akan aku lakukan terhadap kamu!"

"Apakah itu, hai sang pemburu?" sang kuda bertanya.

"Aku harus bersamamu setiap saat, maka untuk itu aku akan memasang sadel tempat duduk diatas punggungmu!, kemudian Aku akan menyimpan besi ini dikedua rahangmu, sehingga aku dengan mudah bisa mengendalikanmu dari atas punggungmu. Itulah syarat yang harus kamu patuhi,"" kata sang pemburu.

"Asalkan semua dendam sakit hatiku terbalaskan aku akan suka rela membawamu dipundakku setiap saat" jawab sang kuda.

Maka alat-alat itu kemudian dipasang ditubuh sang kuda, kemudian sang pemburu naik diatas pungungnya terlihat sangat gagah sekali sang pemburu ketika itu.

Mereka berdua berangkat mencari sang rusa jantan untuk membalas dendam sang kuda yang sakit hatinya. Waktu berganti sang pemburu yang berada diatas punggung kuda akhirnya menemukan sang rusa jantan dan dapat dilumpuhkan dengan panahnya sang pemburu, selesailah dendam sang kuda kini telah terbalaskan.

"Baiklah sang pemburu kamu boleh turun dari pungungku!" berseru sang kuda kepada sang pemburu.

"Jangan lupa kamu juga harus melepaskan barang yang ada dimulut dan dipungungku!" sang kuda menyambung pembicaraanya.

"Tentu-tentu aku akan melepaskan semua ini, namun tidak sekarang!" sang pemburu menjawabnya dengan tenang.

"Mungkin nanti, ketika aku sudah tidak membutuhkanmu lagi sang kuda, entah kapan itu waktunya!" jawabnya.

Ketika kita membutuhan orang lain, orang lain pun akan mengikat kita dengan kebutuhannya. Sekian.

Wasalam.
oleh : mamang
edit  : galih
Advertising - Baca juga:
- Jenderal Iran Terbunuh Oleh ISIS Di Suriah

- Sang Ayam dan Permata - Dongeng Yunani
Share:

Bocah Nakal dan Lelaki Bodoh - Dongeng Yunani

Courtesy of www.dreamstime.com
dongeng anak dunia - Terik matahari hari itu sungguh sangat panas sekali, musim kering yang sangat menyiksa dan sang angin jarang bertiup dimusim itu.

Pucuk-pucuk pohon dihutan seperti kaku saja tidak bergoyang sama sekali, sang angin sedang malas untuk bercanda dengan sang daun-daun pepohonan. Sepi sunyi hutan tanpa ada berisiknya sang burung yang sedang bernyanyi riang, bahkan sang burung telah berlindung di balik pohon-pohon rindang. Dan binatang hutan lainnya hanya berlindung di lubang masing-masing.

Adalah yang berlari-lari kecil di jalan setapak di pinggir ladang dekat hutan yang sunyi karena semua binatang bersembunyi dari panas terik matahari. Ternyata dia seorang bocah laki-laki kecil. Dari jalan setapak itu sang bocah terus berlari dan berbelok menuju pinggiran hutan. Di bawah rindang pohan-pohon hutan sang bocah masih terus berjalan menembus tengah hutan.

Maka sang bocah itu pun sampailah di tempat terbuka di pinggir sebuah sungai yang cukup besar dengan air jernih serta sejuk.

Tempat itulah sebenarnya yang menjadi tujuan dari sang bocah lelaki kecil ini.

Tanpa membuang waktu lagi sang bocah langsung terjun kedalam air sungai, badan yang tadinya panas dan gerah kini sudah segar kembali.

Karena asyiknya berenang, sang bocah tidak sadar telah sampai di tempat yang dalam dan cukup jauh dari pinggiran sungai.

Kakinya mengalami kram atau kebas serta tangannya kecapaian melawan arus sungai yang cukup kuat, sang bocah lelaki kecil ini hampir tenggelam di sungai itu.

Sang anak kecil itu berteriak-teriak minta pertolongan. Hatinya sangat ciut sekali sebab dia tahu sendiri jarang ada orang lewat di sungai yang berada di pinggir hutan ini. "Celakalah aku kini," demikian batinnya berkata.

Namun sang bocah tetap berusaha minta pertolongan dengan teriakkan-teriakkannya.
   
"Tolonglah! Tolonglah! Tolong! Tolong! Siapa pun yang lewat di pinggir sungai ini, tolong! Tolonglah!" Begitulah teriakkan sang bocah lelaki yang mau tenggelam hampir mati di sungai pinggir hutan.

Kebetulan sekali tidak jauh dari tempat kejadian tersebut seorang lelaki dewasa sedang berjalan-jalan dan mendengar teriak sang anak.

Lelaki dewasa tersebut mencari sumber suara dari orang yang minta pertolongan, dan akhirnya dia melihat sang bocah yang sudah lemas mau tenggelam sedang berteriak-teriak meminta pertolongan.

"Dasar anak bandel dan tidak berhati-hati, kamu berenang begitu jauh dari pinggir sungai!" Berteriak sang lelaki dewasa ini dari pinggir sungai.

"Harusnya kamu tahu sungai ini begitu dalam dan arusnya sangat kuat, bocah macam apa kamu ini?!" Lanjutnya memarahi sang anak yang mau tenggelam itu, masih berdiri dari pinggir sungai.

"Bapak tolong selamatkan aku dulu, setelah itu bapak boleh memaki atau memukulku samapai puas!" Teriak sang bocah.

Namun si lelaki dewasa ini terus saja memarahi bocah nakal hingga si bocah nakal ini pun akhirnya lenyap di telan air sungai. Sang lelaki dewasa terkaget dan menyesal, namun penyesalan di akhir tidak ada gunanya. Akhirnya dia sadari bila dirinya hanyalah seorang lelaki yang bodoh saja.

Intisari dari cerita ini adalah, jadilah anak yang baik dan jangan gegabah dan juga ingatlah bila bicara saja tidak akan bisa menyelamatkan orang.

Salam,
oleh: mamang
edit: n3m0
Advertising - Baca juga:
- Sang Banteng dan Kambing - Dongeng Inggris

- Sexopedia Series: Learned Sex Role Differences
Share:

Sang Banteng Dan Kambing - Dongeng Inggris

Courtesy of www.heritage-history.com
dongeng anak dunia - Hutan yang damai dan sunyi itu dikejutkan dengan kehadiran seekor banteng. Sang banteng berlari puntang panting, dia tendang dan terjang apapun yang menghalangi pandangan di depan matanya. Nafasnya memburu mengeluarkan uap panas dari kedua lubang hidungnya.

Rupanya sang banteng besar yang ketakutan dikejar-kejar sang raja hutan singa yang memburunya.

Setelah berlari menurun dari lembah yang curang, sang banteng terus berbelok dan berlari lagi menuju bukit yang berbatu-batu.

Itulah caranya dia menghindar dari kejaran sang raja hutan yang ganas dan kejam itu, dan sampailah dia di atas bukit yang banyak terdapat lubang gua dan tertutup dengan rumput liar.

Dia mencari gua yang sesuai sebagai tempat persembunyiannya, setelah menemukan gua yang tertutup rapat rimbunnya rerumputan, sang banteng masuk kedalam gua tersebut dan tidak lupa dia pun menutupinya kembali dengan rumput yang rimbun.

Sang banteng masuk kedalam gua dan kembali membalikkan badan menghadap keluar lubang, sang banteng mengitip dari sela rumputan.

Karena rasa takut yang menggila, sang banteng tidak tahu bahwa di dalam lubang gua tersebut sang kambing telah masuk telah lebih dahulu dan berada di dalamnya.

Melihat ada binatang lain yang ikut bersembunyi di dalam gua, sang kambing pun menjadi marah, dia tidak mau berbagi tempat dengan binatang yang lain. Apa lagi binatang jelek ini begitu tidak sopan sekali karena membelakangi dia, juga tanpa permisi.

Bianatang apa yang tidak tahu adat sama sekali pikirnya dalam hati sang kambing. Sang kambing pun marah, kaki depannya mengais tanah dan dengan tiba-tiba sang banteng diseruduk bagian belakang badannya.

Sang banteng diam saja sambil mengamati keadaan situasi diluar gua tersebut. Dia berjaga-jaga bila sang singa sudah sampai disitu atau sang singa telah kehilangan jejaknya. Kembali sang kambing mundur sejauh mungkin untuk mengambil ancang-ancang, kaki depannya mengais tanah, dia menyeruduk untuk kedua kalinya dan sang banteng dihatam pantatnya dengan tanduk tajamnya. Namun sang banteng tidak merasakan apa-apa atau bahkan bergeser sedikit saja dari tempat itu, dia hanya diam saja dan tidak merasakan sakit. Sang banteng besar ini mempunyai kulit yang kuat dan tebal sekali dan banteng bukan lawan yang pantas buat sang kambing.

"Awas nanti kalau keadaan sudah aman! kamu akan tahu kekuatan banteng yang sebenarnya." berkata sang banteng.

"Hantamkan saja tandukmu sesukamu sampai kamu kecapaian dan nanti kamu akan merasakan satu kali hantaman dariku yang akan membuat kamu melayang terbang!" Demikian pikir sang Banteng.

Demikianlah akhir cerita singkat ini. Pelajaran yang bisa diambil dari hal ini adalah, janganlah kamu menambah persoalan yang sedang dihadapi kawan yang sedang dalam masalah dan kesulitan.

Salam,
oleh: mamang
edit: n3m0

Advertising - Baca juga: 
- UAE Hukum Mati Pendukung ISIS
- Bocah Nakal dan Lelaki Bodoh - Dongeng Yunani 
Share:

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...