Dongeng dan Cerita Pendek Anak Dari Seluruh Dunia Seperti Indonesia, Rusia, Amerika, Cina, Inggris, dan lain-lain

Sang Raja dan Ahli Pemuji - Dongeng Asia

Tersebutlah seorang Raja yang sangat arip dan bijaksana dalam menjalakan pemerintahan kerajaannya, rakyat sangat bahagia dan sangat mencintai sang Raja mereka.

Hans Yang Bodoh - Dongeng Belanda

Tersebutlah seorang pengawal tua yang berkeinginan menikahkan salah satu orang putranya dengan putri sang Raja, lalu dia mendidik dua orang putranya yang akan mengatakan kata-kata terbaik untuk syarat yang harus dipenuhinya.

Putusan Sang Karakoush - Dongeng Mesir

Dikala malam yang sunyi sepi dan sangat dingin ini, semua orang memanfaatkan untuk tidur istirahat dengan tenang diperaduan masing-masing dengan selimut tebalnya setelah siang harinya beraktifitas yang sangat melelahkan.

Thursday, August 18, 2022

Persahabatan Enam Putra 2 - Dongeng Tibet

 

Persahabatan Enam Putra 2 - Dongeng Tibet
courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Akhirnya mereka sampai di gubuk yang terbuat dari kayu kecil dengan lilin bersinar di jendela. Saat mereka mendekatinya, pintu dibuka oleh seorang lelaki tua, berambut putih, keriput dan bungkuk, dengan seorang wanita tua keriput di sampingnya.

"Masuklah, Nak," kata lelaki tua itu sambil menunjuk ke arah gadis itu. "Apakah kamu membawa putra pangeran?"

"iya, Ayah," jawabnya. Suaranya sehangat senyumnya. Putra pangeran memasuki gubuk kecil itu, lalu bertanya-tanya tentang semua ini.

Seketika, pasangan tua itu bergegas menyiapkan dan menyajikan makan malam yang sederhana dan hangat untuk sang pangeran.

Sementara itu wanita muda itu pergi ke ruang dalam. Ketika dia selesai makan, lelaki tua itu berkata, "Anda pasti bertanya-tanya tentang gadis cantik yang tinggal di sini bersama kami, dan siapa yang Anda ikuti hingga sampai di rumah kami yang sederhana ini. Tetapi sebenarnya Tuan, kami sangat tahu sedikit tentang dia, kami bahkan tidak tahu dari mana dia berasal, meskipun kami telah merawat dan membesarkannya sebagai putri kami sendiri selama bertahun-tahun".

"Saat dia masih kecil, kami menemukannya di depan pintu kami, dia terbungkus kain paling lembut. Dengan gembira kami membawanya masuk, dan dia telah tinggal bersama kami dengan bahagia. Namun kami tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun tentang asal usulnya. Dia pasti putri raja, atau anak dari roh yang baik. Akhir-akhir ini, dia telah berbicara banyak tentang perubahan yang akan datang dalam hidupnya, tentang putra seorang pangeran, dan banyak hal lain yang tidak kami mengerti. Tapi hati kami sedih, takut gadis kami akan segera menikah dan berpisah dari kami yang mencintainya lebih dari apa pun di seluruh dunia."

Putra pangeran dengan bersemangat menyela pembicaraan lelaki tua itu dan berkata, "Saya memang putra seorang pangeran. Dan saya tahu di dalam hati saya, saya tidak memiliki keinginan lain dalam hidup selain menikahi gadis itu, putri yang Anda besarkan. Saya akan tinggal bersamanya di sini, di hutan ini, di sebuah rumah yang akan saya bangun sendiri di dekat gubuk ini."

"Ah," kata lelaki tua itu. "Kau pasti mempelai pria yang ditakdirkan, putra seorang pangeran! Karena jika tidak, putri kami tidak akan pernah membawamu melewati hutan gelap ke rumah kami yang sepi. Semoga doa terbaik kami untukmu."

Maka terjadilah bahwa putra pangeran menikahi gadis hutan itu dan tinggal bersamanya dalam kedamaian dan kebahagiaan di sebuah rumah kayu kecil di dekat gubuk orang tua angkatnya.

Suatu sore, keduanya berjalan bergandengan tangan ke tepi sungai yang mengalir melalui hutan. Airnya terlihat sangat sejuk dan menyegarkan sehingga gadis itu merasa dia harus duduk di tepi sungai dan mencoba menggerakkan kaki dan tangannya di dalamnya. Saat menggerakkan tangannya di bawah permukaan air dingin, sebuah cincin terlepas dari jarinya. Sebelum dia bisa menyelamatkannya, dia dibawa ke hilir dan hilang dari pandangan. Gadis malang itu berteriak dengan cemas.

Sang suami berkata, "Dirimu lebih berharga dibandingkan sebuah cincin. Sayangku, ketika aku pergi lagi ke kerajaan ayahku, aku akan membelikanmu selusin cincin yang lebih indah dari yang hilang! Keringkan matamu! dan tidak usah memikirkannya lagi."

Sang gadis berkata, "cincin itu adalah cincin ajaib. Jika hilang akan membawa masalah besar bagi kita berdua."

Cincin itu terbawa arus sungai dan akhirnya terdampar di dekat taman Khan, penguasa besar negeri itu. Di sana seorang musafir menemukannya. Melihat bahwa itu adalah cincin yang aneh, mungkin dari negeri lain, pengelana itu langsung membawanya.

Sang raja menatap lama padanya

Kemudian memanggil menteri-menterinya, dia berkata, "Perhiasan ini memiliki kekuatan gaib, saya yakin itu. Saya percaya bahwa ini milik seorang wanita yang cantik, mungkin putri seorang raja. Ambillah, dan ikuti dimana cincin itu akan menuntunmu. Jika pemiliknya memang terbukti seorang gadis, seperti yang diyakininya, bawalah dia segera kepadaku, agar dia bisa menjadi kepala atas rumah tanggaku."

Cerita Selanjutnya : Persahabatan Enam Putra 3 - Dongeng Tibet

Cerits Sebelumnya : Persahabatan Enam Putra 1 - Dongeng Tibet

Source : click disini

Share:

Persahabatan Enam Putra 1 - Dongeng Tibet

Persahabatan Enam Putra - Dongeng Tibet
courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Di sebuah negeri yang jauh, hiduplah enam pemuda yang berteman baik. Yang satu adalah putra seorang penyihir, yang kedua putra seorang pandai besi, yang ketiga putra seorang dokter, yang keempat putra seorang pemahat kayu, yang kelima putra seorang pelukis, dan yang keenam putra seorang pangeran. Keenam pemuda ini bermaksud mengikuti kehidupan dan pekerjaan ayah mereka. Tapi sebelumnya, mereka semua ingin berpetualang.

Mereka berkata, "Mari kita pergi bersama-sama, dan melakukan perjalanan ke suatu negara asing. Mungkin sesuatu yang indah akan terjadi pada kita yang akan membuat kita kaya sampai akhir hayat kita. Atau setidaknya kita akan memiliki kisah yang bagus untuk diceritakan."

Jadi pada hari tertentu, pagi-pagi sekali, keenam pemuda tersebut mulai melakukan perjalanan. Selama beberapa hari mereka melakukan perjalanan, pergi jauh melewati negara yang mereka kenal. Namun tidak ada petualangan yang mengesankan bagi mereka.

Akhirnya mereka sampai di sebuah kolam kecil yang bundar. Enam aliran dikosongkan ke kolam. Putra pandai besi berkata, "Teman-teman, ini ada enam aliran, satu aliran untuk kita ikuti masing-masing. Bagaimana jika kita masing-masing menempuh jalan kita sendiri untuk melihat petualangan apa yang mungkin kita temukan?"

Lima lainnya setuju. "Dengar," kata putra penyihir, "mari kita masing-masing menanam pohon kecil di mana aliran yang kita pilih bertemu dengan kolam. Aku akan menenun mantra pada semua pohon. Jika masalah datang kepada orang yang menanam pohon itu, pohon itu akan layu. Dengan begitu, jika salah satu dari kita kembali dan melihat pohon layu, dia bisa mengikuti arus dan mencoba mencari orang yang membutuhkan bantuan."

Putra seorang dokter berkata, "Aku tidak setuju, marilah kita semua sepakat untuk kembali ke tempat ini pada akhir tujuan nanti. Dengan begitu, kita akan bersama pada suatu saat. Jika salah satu dari kita hilang dan pohonnya layu, kita semua dapat mengikuti arus bersama-sama untuk mencoba dan menemukan orang yang dalam kesulitan."

Jadi enam pohon ditanam. Putra penyihir itu berkeliling dari satu pohon ke pohon berikutnya, menganyam mantra sihir di pohon itu sehingga pohon itu akan layu dan mati jika ada masalah yang menimpa orang yang menanamnya. Kemudian, dengan banyak jabat tangan dan kasih sayang, keenam sahabat itu berpisah. Masing-masing menghilang di tepi sungai yang telah dipilihnya.

Sekarang kita akan mengikuti putra pangeran. Semak di sepanjang tepi sungainya tebal dan berat, jadi dia harus berjalan perlahan. Namun, akhirnya, tepian sungai kecil itu mulai jernih dan melebar. Menjelang matahari terbenam, dia mendapati dirinya berada di padang rumput terbuka dengan sumur tua yang rusak di tengahnya. Dia lelah karena telah melakukan perjalanan panjang yang sulit. Jadi ketika dia sampai di sumur, dia duduk di sampingnya untuk beristirahat.

Belum lama berada di sumur, dia melihat ada seorang wanita muda yang tinggi dan anggun dengan kendi air di bahunya.

Rambutnya sangat panjang dan hitam. Wanita muda itu mengenakan pakaian linen putih dan dia berjalan tanpa alas kaki, dengan langkah ringan dan lapang. Dia melihat, di mana pun kakinya menginjak tanah yang lembut, sekuntum bunga putih bermekaran, menandai jalannya melintasi padang rumput dalam jejak keindahan.

Sementara putra pangeran hanya bisa melihat dengan penuh kagum, sang wanita mendekati sumur dan menurunkan kendinya dari bahunya. Putra pangeran menawarkan diri mengambil air untuknya. Namun, wanita tersebut tidak mengatakan sepatah kata pun, dia hanya tersenyum. Senyumnya begitu hangat sehingga dia langsung merasa ingin bersama wanita itu untuk selamanya. Ketika dia telah mengisi kendi, dia berangkat lagi melintasi padang rumput, seolah-olah mengundangnya untuk mengikutinya dan membawa kendi. Putra pangeran melakukan dengan senang hati. Melewati ladang dan pergi ke dalam hutan.

Cerita Selanjutnya : Persahabatan Enam Putra 2 - Dongeng Tibet

Source : click disini

Share:

Friday, September 24, 2021

Kisah Boots dan Saudara-saudaranya - Dongeng Inggris

 

courtesy of storiestogrowby.org

Dongeng Anak Dunia - Alkisah ada seorang ayah yang tinggal bersama ketiga anaknya. Nama mereka adalah Peter, Paul, dan Boots. Mereka sangat miskin, mereka tidak memiliki uang sepersenpun.

Suatu hari, sang ayah tahu apa yang harus dia lakukan. Dia memanggil putra-putranya untuk menghampirinya.

Lalu sang ayah berkata, "Makanan yang tersedia tinggal sedikit dan tidak akan cukup untuk kita semua." Sang ayah berfikir, mungkin sudah saatnya bagi mereka berkelana atau merantau untuk memenuhi kebutuhan mereka.

"Anak-anakku, mungkin inilah saatnya bagi kalian untuk hidup mandiri, agar kalian dapat melanjutkan hidup yang lebih baik lagi."

Di daerah tempat mereka tinggal, terdapat sebuah istana besar yang dipimpin oleh sang Raja. Sang Raja tinggal di sebuah istana di atas sebuah bukit yang sangat besar. Dia suka melihat keluar dan melihat ke bawah ke daratan. Tapi pandangannya terhalang pohon ek yang besar dan tumbuh sangat cepat sehingga menutupi jendela kamar tidurnya. Pohon tersebut sangat lebar sehingga menghalangi semua sinar matahari masuk ke dalam. Hal tersebut membuat sang Raja tidak senang dengan pemandangan itu!

Sang Raja berkata, dia akan memberikan hadiah kepada siapa saja yang bisa menebang pohon ek. Tapi tidak ada yang bisa melakukannya. Karena begitu satu batang pohon ditebang, tumbuh dua batang pohon lagi.

Kalian tahu bahwa bukit di bawah istana Raja terbuat dari batu yang kokoh. Tidak ada air sumur yang bisa naik melalui batu yang kokoh itu. Jadi Raja tidak memiliki air sumur segar untuk diminum. Dia tidak bisa mengerti mengapa semua orang di kerajaan lain memiliki air sumur yang bersih dan segar untuk diminum, sedangkan di kerajaannya tidak ada sama sekali!

Kemudian sang Raja membuat pengumuman. Siapa pun yang bisa menebang pohon ek dan menggali sumur air bersih di istana, akan mendapatkan setengah harta dari kerajaan.

Bisa dibayangkan ada banyak orang yang datang untuk mencoba peruntungannya! Tetapi untuk semua penebang dan untuk semua penggalian tidak ada yang bisa berhasil. Pohon ek malah menjadi lebih lebar dan lebih tinggi di setiap tebangan. Dan batu di bawah istana bahkan tidak pecah.

Ketika Peter, Paul dan Boots mendengar pengumuman sang Raja, mereka melompat kegirangan. Mereka juga akan mencoba! Sang ayah senang - bahkan jika putranya tidak memenangkan setengah kerajaan, mereka mungkin bertemu seseorang di jalan yang bisa memberi mereka pekerjaan. Dan setidaknya mereka bisa makan enak. Jadi sang ayah mengucapkan selamat tinggal kepada putra-putranya dan berharap mereka baik-baik saja. Dan ketiga bersaudara itupun berangkat.

Di sepanjang satu sisi jalan hutan muncul sebuah bukit yang curam. Saat mereka berjalan, mereka mendengar sesuatu memotong dan memotong di sisi bukit lainnya.

"Aku ingin tahu apa yang dipotong di atas bukit itu?" kata Boots.

"Sejak kapan seorang penebang kayu menebang di atas bukit?" kata Petrus dan Paulus.

"Yang ini terdengar berbeda," kata Boots. "Aku ingin mencari tahu apa itu."

Boots mendaki bukit yang curam untuk melihat dari mana suara itu berasal. Ketika dia sampai di tempat itu, dia sangat terkejut saat melihat ada kapak yang berdiri di sana memotong pohon dengan sendirinya tanpa ada seorangpun yang memegangnya, di batang pohon cemara.

"Selamat siang! mengapa kamu berdiri di sini sendirian dan memotong pohon?"

"Ya. aku telah lama berdiri disini sendirian memotong pohon sambil menunggu dirimu, " kata sang Kapak.

"Kini, aku telah berada disini untukmu," kata Boots. Dia mengambil Kapak itu dan menyelipkannya di bawah ikat pinggangnya. Kemudian dia bergegas mengejar saudara-saudaranya.

Mereka semua kembali melanjutkan perjalanan. Lalu, mereka berjalan di bawah tebing berbatu yang curam. Di atas bebatuan, mereka mendengar suara yang terdengar seperti menggali.

"Aku ingin tahu apa yang digali di atas batu itu."

"Apa yang kau pikirkan!. Apakah kamu tidak pernah mendengar burung pelatuk?" Kata Peter dan Paul sambil tertawa. 

"Tapi ini terdengar berbeda, aku akan pergi untuk melihat suara apa itu." kata Boots.

Maka berangkatlah dia untuk memanjat batu. Saudara-saudaranya hanya tertawa dan mengolok-oloknya.

Ketika Boots mendekati puncak bebatuan, dia melihat dengan sangat heran karena sekop yang berdiri di sana menggali dengan sendirinya.

"Selamat siang!, mengapa kamu berdiri di sini sambil menggali dan menyekop sendirian!"

"Aku sudah lama melakukan hal ini sendirian karena menunggumu." Kata Sekop.

"Nah, sekarang aku telah berada disini untukmu," kata Boots. Dia mengambil Sekop itu. Menyelempangkannya di atas bahunya, lalu dia bergegas kembali ke saudara-saudaranya.

Mereka semua melanjutkan perjalanannya kembali, sampailah mereka di sebuah sungai kecil. Mereka semua haus setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh. Dan mereka berbaring di tepi sungai untuk minum.

"Aku ingin tahu dari mana semua air ini berasal," kata Boots.

"Kamu bilang apa?, kamu bertanya-tanya dari mana air itu berasal?" kata Petrus dan Paulus. "Kami bertanya-tanya ada apa denganmu! Siapa yang peduli dari mana air berasal?"

"Terserah kalian berkata apa, aku ingin mencari tahu asal dari air ini," kata Boots. Lalu dia pergi.

Saat dia berjalan, sungai itu semakin kecil. Akhirnya, dia melihat sumber air tersebut dari tumbuhan walnut atau kacang kenari.

"Selamat siang!. Kamu sudah lama berada di sini, dan membiarkan airnya mengalir deras dengan sendirinya?"

"Ya, aku telah membiarkan airnya mengalir deras sepanjang hari dan menunggumu."

"Aku telah datang," kata Boots. Dia menutup lubang itu dengan lumut, agar airnya tidak mengalir lagi. Lalu dia memasukkan Walnut ke dalam sakunya dan berlari kembali ke saudara-saudaranya.

Tetapi saudara-saudaranya sudah lebih dulu pergi ke kota. Semua orang di kerajaan tahu bagaimana mereka bisa mendapatkan setengah harta kerajaan dengan hanya menebang pohon ek besar dan menggali sumur raja. Begitu banyak dari mereka sudah datang untuk mencoba peruntungan mereka. Tapi semua gagal dan sekarang pohon ek itu dua kali lebih lebar, dan dua kali lebih tinggi dari sebelumnya! Dan tidak ada satu pun batu yang dapat dipecah.

Sang Raja marah dan berkata. "Mereka semua hanya membuang-buang waktuku saja. Mulai sekarang, siapa pun yang mencoba dan tidak dapat menebang pohon ek, akan kumasukkan ke dalam kapal dan dikirim ke pulau yang jauh dan tak berpenghuni.

Saat Boots telah sampai dikota, kedua saudara laki-lakinya telah mencoba dan gagal. Mereka sudah berada di kapal menuju ke pulau yang jauh.

Sekarang Boots pergi ke Raja, dan meminta untuk mengambil gilirannya.

"Apa yang membuatmu berpikir bahwa kamu akan melakukan lebih baik daripada saudara-saudaramu?" bentak Raja.

"Jika kamu gagal, kamu akan bernasib sama dengan saudara-saudaramu." Kata sang Raja

"Ya aku tahu, aku hanya ingin mencoba dulu, jika Raja mengizinkan" kata Boots.

Jadi sang Raja berkata kepada Boots untuk segera melakukannya, karena itu tidak akan memakan waktu lama. Kemudian Boots mengeluarkan Kapak dari bawah ikat pinggangnya.

"Potong dan tebang pohon ek itu", Kata Boots. Tidak lama kemudian pohon ek ditebang!

Ketika pohon ek telah selesai ditebang, Boots meraih Sekop di atas bahunya.

"Menggali!" katanya pada Sekop. Sekop mulai menggali dan menggali sampai tanah dan batu terbang keluar. Lalu terlihatlah sebuah lubang yang telah digali tepat di sebelah istana.

Boots mengeluarkan Walnut dan meletakkannya di dalam sumur. Dia mencabut sumbat lumut.

"Biarkan air mengalir," kata Boots. Jadi Walnut membiarkan air keluar dalam aliran besar. Dalam waktu singkat, air dingin yang segar keluar setinggi air mancur. Kini sang Raja memiliki air yang dia inginkannya!

Boots adalah orang yang telah menebang pohon ek dan Boots jugalah orang yang telah menggali sumur di halaman istana. Oleh karena itu Boots berhak mendapatkan setengah harta kerajaan, seperti yang dijanjikan sang Raja.

Sang Raja tersenyum bahagia. Boots berkata kepada sang Raja, "Yang mulia Raja, biarkan semua orang yang sebelumnya datang mencoba untuk menebang pohon ek dan menggali sumur pulang dari pulau itu?"

Sekarang sang Raja sangat senang dengan sinar matahari masuk melalui jendelanya, dan air segar yang dia inginkan, sehingga dia berkata ya. Maka Petrus dan Paulus pun kembali.

Selesai.

Source : click disini

Share:

Blog Archive

Followers

Statistik

 
loading...